
Jin pergi kekamar mandi dengan senyum senyum karna melihat wajah zyan yang memerah menahan marah dan malu.
"Hi hi hi zy sangat lucu kalau lagi nahan marah." kata jin.
Zyan menghela nafas melihat tingkah sahabatnya itu yang kadang kadang membuatnya emosi. Saat zyan sedang melamun, tiba tiba ponselnya berbunyi.
Zyan melihat siapa yang menelponnya, zyan mengerutkan keningnya, saat dia tau siapa yang menelponnya.
Zyan langsung mengangkat panggilan itu dan tanpa basa basi langsung bertanya.
"Apa mau mu menelponku?" tanya zyan.
Terdengar suara tawa disebrang telpon. Zyan mulai dibuat kesal oleh si penelpon.
"Katakan!! Untuk apa menelponku malam malam?" tanya zyan mulai meninggi.
"Tuan muda benar benar tidak sabaran sekali." jawab penelpon.
Zyan diam saja, dia berusaha untuk menahan emosinya,
"Bagaimana malam ini? Sangat menyenangkan bukan?" tanya penelpon yang tak lain adalah ghostraid.
"Dari mana kau dapat informasi seperti itu?" tanya balik zyan.
"Itu mudah saja. Meski aku tidak pernah terkait dengan kelompok manapun tapi untuk informasi dunia gelap bisa kau dapat dengan money." jawab ghostraid.
Zyan mengerutkan keningnya mendengar jawaban ghostraid yang menurutnya sedikit masuk akal.
"Money?" tanya zyan.
"Tentu. Dengan uang kau bisa melakukan apapun dan mendapatkan apapun yang kau inginkan." jawab ghostraid.
Zyan terdiam lagi. Jin selesai membersihkan diri dan melihat zyan yang terdiam sambil memegangi ponselnya.
Jin mendekati zyan dan menepuk pelan pundak zyan.
"Zy," panggil jin.
Zyan menengok kebelakang. Wajah zyan terlihat menahan amarah. Jin menelan ludah, takut melihat mata zyan yang tajam.
"Zy, ada apa?" bisik jin.
"Jadi apa tujuan mu menelponku?" tanya zyan lagi.
"Tidak ada. Oh oke karna sudah malam dan kau juga harus sekolah besok, jadi sampai disini pembicaraan kita. Sampai jumpa black rose" kata ghostraid.
Zyan langsung menutup telponnya tanpa menjawab sapaan terakhir ghostraid.
"Dari siapa zy?" tanya jin.
"Ghostraid." jawab zyan.
__ADS_1
"Ngapain dia nelpon kamu malam malam begini?" tanya jin lagi.
Zyan tak menjawab, dia malah pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Jin juga tidak bertanya lagi.
Sebenarnya dalam hati jin sangat penasaran dengan pembicaraan zyan dan ghostraid tadi. Tapi jin tidak mau bertanya lagi takut zyan akan marah.
Jin berbaring sambil mendengarkan musik lewat ponselnya. Tak lama zyan keluar, zyan langsung berbaring disamping jin.
"Zy." panggil jin.
"Apa?" jawab zyan.
"Tidak apa apa. Hi hi hi." kata jin.
"Sudah tidur. Besok sekolah." kata zyan.
Dijawab anggukkan oleh jin. Dan keduanya tertidur sampai mentari pagi menyapa mereka berdua. Zyan bangun terlebih dulu.
Zyan duduk ditempat tidur, masih mengumpulkan Kembali nyawanya. Dia melihat ponselnya, tak ada panggilan ataupun pesan masuk.
Mentari mulai beranjak keatas menunjukkan dirinya pada semua orang.
Zyan segera bangun dan pergi kekamar mandi. Didalam kamar mandi, zyan menatap wajahnya didalam cermin.
"Ayah ibu naya. Doakan aku agar bisa melewati semua ini." kata zyan.
Jin terbangun dari tidurnya dan segera bangun Jin tau zyan sedang mandi karna itu dia memasak air untuk membuat minuman untuknya dan zyan.
"Eh ini kalung zy. Ko bisa ada disini?" kata jin sambil mengambil kalung itu.
"Biasanya zy tidak pernah melepas kalung nya? Kenapa kalungnya dia lepas?" tanya jin pada dirinya sendiri.
Saat jin sedang sibuk dengan pikirannya, zyan keluar dari kamar mandi dan menghampiri jin.
"Kau sudah bagun?" tanya zyan.
"Eh, zy ini kalung kamu ko dilepas? Biasanya kamu kan tidak pernah melepaskannya?" tanya jin.
"Kemarin talinya putus jadi aku biarkan dimeja." kata zyan.
"Oh begitu. Ya udah kamu pake lagi." kata jin memberikan kalung itu.
Zyan menerimanya dan langsung memakai kalung nya.
"Cepatlah mandi. Kita harus sekolah jangan sampai terlambat." kata zyan.
"Iya bawel." jawab jin dengan nada canda.
Zyan diam saja. Dia menatap keluar jendela. Hembusan angin menerpan wajahnya.
Berapa saat kemudian, zyan dan jin sudah rapi dan bersiap untuk kesekolah. Sepanjang perjalanan kesekolah, mereka banyak mendengar pada siswa yang membicarakan soal kejadian semalam.
__ADS_1
Zyan dan jin hanya terdiam mendengarkan pembicaraan teman temannya. Zyan dan jin langsung masuk ke kelas dan duduk di tempat mereka masing masing.
Baik zyan dan jin tak ada seorang pun yang berbicara. Kedua sibuk dengan urusan masing masing.
Didepan pintu kelas, tiga cewek masuk kedalam kelas. Banyak mata yang melihat ketiganya yang masuk kedalam.
Shion dan kedua temannya langsung menghampiri zyan yang sedang melihat laptopnya.
"Em zyan." panggil shion.
Zyan hanya melihat sekilas dan kembali fokus pada laptopnya.
"Ini. Terima kasih untuk kemarin." kata shion sambil menyerahkan tas berisi jaket zyan yang kemarin.
"Taruh saja dimeja." balas zyan singkat.
Shion menaruhnya disamping laptop zyan dan dia duduk disamping zyan. Jin menengok kebelakang.
"Hai shion. Bagaimana keadaanmu?" tanya jin ramah
"Hai juga. Aku sudah lebih baik. Terima kasih jin, kemarin sudah membantuku." jawab shion.
"Sebenarnya aku tidak bantu banyak. Yang membantumu itu zy. Zy yang menghisap racun di kaki kamu. Benarkan zy?" kata jin.
Tapi zyan tidak menjawab nya dia masih fokus pada laptopnya.
"Ih ini anak, diajak ngobrol malah fokus pada laptop terus." kata jin sambil menutup laptop zyan.
Seketika jin mendapat tatapan membunuh dari zyan. Jin hanya tersenyum tanpa bersalah.
"Hi hi hi."
Zyan diam saja, meski kesal zyan juga tidak akan marah pada jin. Apapun yang jin lakukan zyan tidak akan marah dan hanya menatapnya tajam.
Jam pelajaran dimulai, semua murid diam dengan tertib mengikuti pelajaran yang diajarkan.
Diam diam shion memperhatikan zyan. Didalam hatinya mulai ada perasaan suka pada zyan. Zyan tak menyadari jika dirinya terus diperhatikan oleh shion.
Jam istirahat berbunyi. Semua siswa membereskan buku buku mereka.
"Zy, setelah ini apa rencanamu?" tanya jin.
"Tidak ada." jawab zyan.
"Ke kantin yuk lapar ni." ajak jin.
"Kau saja. Aku sibuk." jawab zyan.
Jin jadi manyun mendengar jawaban zyan.
"Zy ayo lah masa aku sendirian. Temenin napa." kata jin
__ADS_1
"Tidak mau." jawab zyan.