
tak lama ponsel zyan berdering. paman yang sudah mengirimkan informasi tentang Haruka akaba.
...nama: Haruka akaba...
...umur: 39 thn...
...memiliki seorang istri bernama renai Haruka dan melilik dua orang anak perempuan. shion Haruka 16 tahun dan arum 2 tahun. dia memiliki usaha batu bara dikota Y. alamatnya diperkomplekan elit didaerah pinggiran tokyo. komplek perumahan sakura....
hanya itu informasi yang diberikan paman yang. zyan masih berpikir, apa hubungannya dia dengan kematian keluarganya? zyan menelpon paman yang lagi.
"hallo paman, apa paman tau apa hubungan dia dengan keluarga zhan?" tanya zyan.
"saya sekarang ingat tuan. berapa bulan sebelum kejadian, Haruka akaba dan tuan besar berebut tender. dan yang berhasil mendapat tender itu tuan besar. pada saat itu perusahaan mendapat keuntungan besar dan berhasil menyingkirkan berapa perusahaan kecil. salah satunya milik Haruka akaba." jelas paman.
zyan terdiam sejenak memikirkan perkataan paman.
"ternyata begitu. ada dendam dibalik semua ini." kata zyan dengan nada pelan tapi penuh emosi.
"saya tidak tau tuan. karna tuan besar tidak pernah bermaksud untuk menghancurkan perusahaan lagi. yang saya tau tuan besar sering membantu perusahaan kecil untuk ikut berkembang." kata paman.
"hm begitu ya. baiklah terima kasih paman." kata zyan menutup telponnya.
zyan diam memikirkan semuanya. semakin zyan memikirkannya semakin pusing kepalanya. pikirannya terus melayang sampai dia tersadar karna ponselnya bergetar. ada email masuk, zyan membukanya dan email itu mengirim sebuah video percakapan Haruka akaba dengan seseorang. disitu terlihat dengan jelas akaba sedang membicarakan kejadian 6 tahun yang lalu.
..."*bukankah dulu seluruh keluarga zhan sudah habis dibantai. kenapa kamu bilang pelaku teror adalah salah satu keluarga zhan yang selamat.?" tanya akaba pada seseorang disebrang telp. ...
..."tidak mungkin. aku sendiri yang menghabisi istri dan kedua anaknya. bagaimana mungkin ada yang masih hidup?!" kata akaba lagi terlihat geram. ...
..."baiklah. selidiki lebih detail lagi. jika benar itu dia segera tangkap." kata akaba langsung mematikan telponnya*....
video itu berhenti sampai disitu, zyan benar benar marah. dia tidak menyangka orang yang telah menghabisi ibu dan adiknya dulu adalah dia.
"tidak akan pernah aku lepaskan. nyawa harus dibayar dengan nyawa." katanya penuh amarah.
sampai tanpa dia sadari, zyan menggenggam gelas dengan sangat erat sampai gelas itu pecah dan melukai tangannya m. rasa sakit ditangannya tak dia rasakan karna hatinya lebih sakit dari luka ditangannya.
jin terbangun dari tidurnya, dia melihat jam sekarang sudah pukul 08.05 pagi.
"hoaamm ternyata sudah siang" kata jin sambil melirik kearah zyan yang sedang duduk di jendela.
"zy kamu sudah bangun duluan kenapa gak bangunin aku?" kata jin berjalan mendekati zyan tapi langkahnya terhenti karna kakinya menyentuh pecahan gelas dilantai.
jin terkejut kenapa ada pecahan gelas dilantai?.
"zy kenapa ada pecahan gelas? apa yang terjadi?" tanya jin tapi zyan diam saja.
jin mengambil sapu dan pengki untuk membereskan pecahan gelas itu.
"zy kenapa kamu diam saja? apa yang terjadi sampai gelasnya pecah begini." tanya jin lagi tapi zyan tidak mendengar jin.
dia masih sibuk dengan pikirannya yang dipenuhi amarah. jin melihat tetesan darah dilantai, jin melihat zyan dan melihat tangannya yang berdarah.
"zy tangan kamu kenapa? ko bisa terluka seperti ini." kata jin khawatir.
jin segera pergi mengambil kotak obat yang ada di laci meja belajar zy. jin menarik tangan zyan dan membersihkan lukanya.
"zy kenapa kamu diam saja? ada masalah apa?" tanya jin sambil membersihkan luka ditangan zyan.
jin menatap zyan dengan tatapan sedih, memandang mata zyan yang kosong.
"nah sudah selesai. lain kali berhati hati jangan sampai terluka lagi" kata jin setelah selesai mengobati dan memperbal luka zyan.
jin berdiri disamping zyan dan tak bicara apapun.
keduanya terdiam cukup lama, tak ada yang membuka suara. zyan sedang marah, ingin sekali dia melampiaskan kemarahannya itu.
'apa yang harus aku lakukan ayah ibu. aku memang tak berguna. terlalu bodoh' kata zyan dalam hati.
zyan mengepalkan tangan dan memukul tembok disampingnya, sontak jin terkejut mendengar zyan memukul tembok.
"zy ada apa?" tanya jin sangat khawatir.
zyan melirik kesamping kearah jin dengan tatapan tajam dan seperti seekor singa yang sedang melihat mangsanya. jin reflek mundur berapa langkah dan langsung ketakutan.
"zy apa yang terjadi? tenanglah zy." kata jin ketakutan.
zyan berjalan mendekat dan jin terus mundur sampai akhirnya dia terkunci tak bisa mundur lagi karna dibelakangnya ada lemari. zyan terus mendekat, semakin dekat membuat jin ketakutan.
"zy tolong sadarlah, zy" kata jin memejamkan matanya karna takut.
zyan tiba tiba memeluk jin, jin terkejut dengan tingkah zyan.
"pinjamkan aku bahumu untuk bersandar sejenak." kata zyan.
"iya silakan zy"kata jin membalas pelukan zyan.
jin berkata apa apa, meski dia sangat ingin bertanya apa yang terjadi pada zyan.
__ADS_1
zyan melepaskan pelukannya, dia berjalan ketempat tidur dan duduk ditepian, zyan tertunduk.
"zy.. kamu kenapa?" tanya jin pelan karna takut zyan akan marah.
"tidak apa apa. pergilah mandi, hari ini kita akan mengunjungi makam orang tuamu."kata zyan masih berusaha untuk tenang.
"baiklah. aku akan bersiap." kata jin tidak banyak protes.
zyan dan jin sudah rapi, karna hari ini libur keadaan asrama jadi sepi. kebanyakan para murid pulang kerumah masing masing. zyan menyalakan motor yang diberikan ibu ruan.
"ayo berangkat" kata zyan
jin menurut saja dan naik. motor itu meninggalkan asrama. ditengah perjalanan zyan menghentikan motornya didepan toko bunga.
"zy kenapa berhenti?" tanya jin turun dari motor. zyan tak menjawab dan masuk kedalam toko.
"selamat datang ditoko bunga kami. ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko bunga.
"tolong dua buket mawar merah." kata zyan.
"baik. silakan tunggu sebentar." kata pelayan menyiapkan pesanan zyan.
jin mengerti sekarang kenapa zyan berhenti didepan toko bunga. jin tersenyum senang.
sambil menunggu, zyan melihat melihat bunga. matanya berhenti saat melihat lily putih yang indah. zyan mendekati lily putih itu, zyan mengambil setangkai bunga lily itu,
"tuan maaf sudah membuat anda menunggu. silakan pesanan anda." kata pelayan tadi memberikan dua buket mawar merah pesanan zyan.
"terima kasih." kata zyan membayarnya lalu keluar dari toko.
"bawalah." zyan menyerahkan dua buket itu pada jin.
jin menerimanya dengan senang hati dan motor zyan kembali ke jalan.
mereka sampai di pemakaman. jin terdiam tak berani masuk kedalam. zyan melepaskan helmnya.
"kenapa berdiri saja?"tanya zyan.
"aku takut." kata jin.
zyan menarik tangan jin, jin hanya bisa mengikuti zyan. mereka berdua sampai di pemakaman orang tua jin. jin berjongkok didepan makam kedua orang tuanya, dia meletakan buket mawar itu disetiap makam.
"ayah, ibu jin merindukan kalian. apa kalian juga merindukanku? ayah ibu sekarang jin sudah besar dan ayah ibu tolong bantu jin agar bisa menangkap pembunuh kalian." kata jin.
"ibu, tidak perlu cemaskan jin. jin sudah memiliki seseorang yang sangat berarti untuk jin. seorang sahabat yang sangat berarti, ibu pasti tau dia siapa. iya bu dia zyan." kata jin didepan makam orang tuanya.
"ibu, zyan dia sahabat dan juga keluargaku. dia selalu ada untukku. ayah ibu aku pasti bisa menemukan pembunuhnya. aku janji pada kalian. ayah ibu beristirahatlah yang tenang." kata jin.
jin menangis, tak kuat menahan air matanya lebih lama. zyan berjalan mendekati jin dan menepuk pelan pundaknya.
"jangan menangis. laki laki sejati tidak akan menangis didepan orang tuanya." kata zyan.
jin menghapus air matanya.
"kamu benar zy. aku tidak boleh menangis. aku harus kuat untuk kedua orang tuaku. agar mereka damai disana." kata jin
zyan dan jin berdoa di makam orang tua jin. dan membakar dupa untuk penghormatan kedua orang tua jin. selesai berdoa mereka berdua duduk dimakam, jin memandangi batu nissan kedua orang tuanya, seperti memandang wajah kedua orang tuanya.
"zy, apa kamu tidak ingin menemui keluargamu?" tanya jin.
zyan terdiam tak menjawab pertanyaan jin. yang ada dalam hatinya zyan adalah amarah dan kesedihan yang sangat dalam.
kruuyyyuukkk suara perut jin karna sejak pagi mereka belum ada yang sarapan.
"ayo pergi." ajak zyan.
"iya. ayah ibu aku pergi dulu. bye" kata jin.
zyan dan jin meninggalkan pemakaman dan mencari tempat untuk makan.
"kamu mau makan apa jin?" tanya zyan disela perjalanan mereka.
"terserah kamu aja zy" jawab jin.
zyan mempercepat laju motornya agar cepat sampai di villa. akhirnya mereka sampai divilla, markas mereka.
"selamat siang master, selamat siang tuan muda jin." sapa para pelayan saat keduanya masuk kedalam villa itu.
"dimana paman yang?" tanya zyan pada salah satu pelayan pria disana.
"beliau sedang menyiapkan makanan untuk anda, master." jawab pelayan itu.
zyan dan jin langsung menunju ruang makan dan benar paman yang ada disana.
"tuan dan tuan muda jin anda sudah datang. silakan, makanan sudah siap." kata paman.
"terima kasih paman."kata zyan dan jin keduanya kompak.
__ADS_1
"wah banyak sekali. enak enak juga, bikin makin lapar." kata jin yang sudah kelaparan.
"silakan tuan dan tuan muda nikmati. saya permisi dulu." kata paman yang membungkuk dengan sopan lalu pergi meninggalkan zyan dan jin makan.
"wah zy coba ini. ini enak banget" kata jin mengambilkan sepotong daging panggang dan diletakan di piring zyan.
zyan memakannya,
"terima kasih." kata zyan.
keduanya makan dengan tenang. meski banyak makanan enak didepan mata tapi zyan sama sekali tidak lapar. perasaannya saat ini dipenuhi amarah dan rasa haus darah.
"jin kamu habiskan makanannya. aku sudah kenyang." kata zyan meletakan sumpitnya.
"eh zy, ini masih banyak loh. eh kamu mau kemana?" tanya jin.
"tempat latihan." kata zyan beranjak pergi meninggalkan jin yang masih asyik makan.
sebenarnya zyan tidak pergi ketempat latihan, dia pergi ke ruang baca.
"dimana paman yang?" tanya zyan pada pelayan yang sedang bersih bersih.
"paman ada dibelakang master." jawab pelayan itu.
"suruh dia menemui ku diruang baca sekarang." perintah zyan.
pelayan tadi memberi hormat dan pergi mencari paman yang. zyan kembali berjalan menuju ruang baca. sambil menunggu paman yang datang, zyan melihat tumpukan buku di rak dan mengambil satu buku untuknya dibaca.
tak lama paman yang datang,
"tuan, anda memanggil saya?" tanya paman.
"duduklah paman. ada hal penting yang ingin aku sampaikan." kata zyan menutup kembali bukunya dan mengambil ponselnya.
zyan menunjukan video Haruka akaba yang sedang telpon dengan seseorang dan sedang membahas tentang mawar hitam. setelah mendengar video tersebut, paman sangat terkejut dan sulit untuk percaya.
"apa paman tau siapa yang mengirim video ini?" tanya zyan dengan serius.
"saya tidak tau tuan." jawab paman.
"ghostraid. pagi ini dia mengirimiku email tentang Haruka akaba. tak lama, dia mengirim video ini. video ini sangat jelas diambil oleh orang yang bekerja ditempat akaba." kata zyan.
"jadi maksud tuan. ghostraid yang kita cari ada di kantor Haruka akaba dan bekerja untuknya?! tapi tuan jika dia benar anak buah akaba, lalu kenapa dia mengirimkan video ini kepada anda"tanya paman.
zyan terdiam berpikir dengan serius.
"yang dikatakan paman ada benarnya. jika benar dia bekerja untuk akaba, lalu kenapa dia mengirimiku video percakapan akaba. dan untuk apa dia melakukan semua ini" kata zyan semakin tidak mengerti dengan yang terjadi.
paman yanh berpikir dan mencoba mencerna semua yang terjadi.
"paman, aku ingin bergerak. targetku dia Haruka akaba." kata zyan.
"maaf tuan, Haruka akaba baru saja meninggalkan kota. para bawahan yang melaporkannya pada saya." kata paman.
"apa!! sial." zyan sangat kesal.
"tuan saya sudah menyuruh berapa orang untuk terus memantau rumah akaba." kata paman.
jin sudah selesai makan, dia pergi ke ruang berlatih.
"zy, kamu sudah selesai?" tanya jin saat masuk kedalam ruang latihan tapu didalamnya kosong.
"loh zy kemana? tadi katanya mau ke ruang latihan tapi ko gak ada?!" tanya jin pada dirinya.
jin keluar dari ruangan itu. saat jin berjalan, dia berpapasan dengan seorang pelayan wanita.
"nona tunggu. tunggu sebentar?!" kata jin.
"iya tuan muda ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu.
"apa nona melihat zy? aku cari ketempat latihan dia tidak ada." kata jin.
"oh master tadi pergi keruang baca, tuan muda." jawab pelayan tadi.
"oh terima kasih." kata jin. berjalan ke ruang baca.
jin sampai didepan pintu ruang baca, saat akan membuka pintu terdengar percakapan zyan dengan paman yang.
"aku tidak perduli lagi dengan ikan teri itu. saat ini aku sedang memburu buruan yang besar." kata zyan.
"baik tuan saya mengerti." kata paman yang.
tok tok tok. jin mengetuk pintu, zyan dan paman diam tak lagi melanjutkan percakapan mereka.
"zy ternyata kamu disini. tadi q nyari ketempat latihan tapi kamu nya tidak ada." kata jin berjalan masuk dan duduk disebelah zyan.
"aku bosan saja" kata zyan.
__ADS_1
"kamu lagi baca apa si?" tanya jin.