
Zyan melepaskan pelukan setelah hatinya merasa tenang. Hanya memeluk jin, zyan bisa merasa lebih baik.
"Zy, apa yang sebenarnya terjadi? Apa kalian berdua bicarakan?" tanya jin.
"Tidak ada yang terjadi." jawab zyan.
"Zy mau sampai kapan kamu terus menyembunyikannya? Aku tahu kamu sedang berbohong, zy." kata jin.
Kali ini zyan tak bisa mengelaknya lagi. Jin sudah tahi jika dirinya sedang berbohong.
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Jin apa kau percaya padaku?" tanya zyan.
"Zy kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku percaya padamu. Apa kau meragukan ku zy?" tanya balik jin.
"Tidak. Bukan aku meragukan mu jin. Aku hanya ingn lebih yakin jika langkah yang aku ambil ini memang benar." kata zyan.
"Apa maksudmu zy? Aku semakin tidak mengerti." tanya jin.
Zyan tak langsung menjawab, dia berjalan kemeja belajarnya dan duduk disana. Mata jin mengikuti pergerakan zyan.
"Dengar kan aku jin. Kau tahu, keadaan akhir akhir ini semakin genting. Kita tidak bisa leluasa dalam bertindak." kata zyan.
"Aku tau itu. Lalu apa hubungannya dengan aku percaya padamu atau tidak zy? Zy tolong katakan dengan jelas jangan lagi ada yang di sembunyikan dariku." kata jin.
"Aku membutuhkan kepercayaanmu. Kau percaya padaku kalau aku akan terus melindungimu bukan?" kata zyan.
Jin mengangguk kan kepalanya lalu berjalan ke meja belajarnya dan duduk di kursi sambil menatap zyan.
"Kita tinggal selangkah lagi untuk menyelesaikan semuanya. Demi keamanmu, malam ini cukup aku saja yang keluar. Kamu tetap lah disini." kata zyan.
"Tunggu zy. Aku tidak bisa membiarkan kamu keluar sendiri. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?" kata jin mulai khawatir.
"Jin, kamu bilang kamu percaya padaku. Karna itu biarkan aku saja yang keluar. Kau tetap di asrama." kata zyan.
Sebenarnya zyan melakukan ini untuk melindungi jin. Zyan tidak ingin menyeret jin masuk kedalam lubang hitam yang lebih dalam lagi.
Zyan sudah merencanakan semuanya. Jika dia tertangkap saat sedang bergerak, setidaknya hanya dia lah seorang diri yang tertangkap.
Jadi jin tetap aman, meski zyan tahu itu tidak bisa menjamin jin akan aman 100%, karna jika zyan tertangkap sudah pasti jin akan ikut di selidiki.
Perasaan itulah yang membuat zyan akhirnya memutuskan untuk bergerak seorang diri. Tak ingin lagi melibatkan jin dalam bahaya.
Malam di asrama, saat ini zyan sedang berbaring sambil mendengarkan lagu. Entah kenapa hari ini zyan merasa bosan untuk belajar.
Jin yang berbaring di sampingnya sambil bermain game di ponsel nya merasa heran saja dengan sikap zyan yang tiba tiba berubah.
"Zy tumben kamu tidak belajar?" tanya jin.
__ADS_1
Tapi tak dapat jawaban dari zyan. Jin melirik kesampaingnya, ternyata zyan sudah tertidur.
Jin bangun dan menarik selimut lalu menutup tubuh zyan. Jin tersenyum melihat zyan yang sedang tertidur.
Entah kenapa jin merasa lucu melihat wajah zyan yang sedang tidur itu. Jin tersenyum senyum sendiri.
Saat sedang asyik memperhatikan wajah zyan, perutnya meminta untuk diisi. Jin beranjak bangun, dia melirik zyan sekilas.
Jin tidak mau membangunkan zyan yang sedang tidur, karna itu jin memutuskan untuk keluar makan seorang diri.
Jin menuruni tangga sampai di lantai bawah, suasana asrama cukup sepi karna ini sudah waktunya makan malam.
Semua penghuni asrama kebanyakan sudah berkumpul di kantin asrama untuk makan malam. Jin berjalan seorang diri untuk mengambil makanan di dapur asrama.
"Malam bi." sapa jin.
"Malam nak jin. Tumben sendirian? Nak Zyan tidak ikut?" tanya bibi penjaga kantin.
"Zy lagi tidur. Aku gak enak buat banguni." jawab jin dengan senyuman.
"Oh begitu, ya sudah nak jin makan dulu. Nanti bibi siapkan makanan untuk nak jin bawa kekamar. Mungkin nanti nak Zyan bangun." kata bibi.
"Wah terima kasih bi. Bibi baik banget dan sangat pengertian." balas jin.
"Ih. Nak jin bisa saja." kata bibi.
Jin melihat raiga dan soji yang sedang makan dan menghampiri keduanya.
Raiga dan soji cukup terkejut melihat jin datang seorang diri ke kantin.
"Loh jin ko kamu sendirian? Pacarmu ko gak ikut?" tanya raiga.
"Zy sedang tidur." jawab jin.
"Tidur? Tumben zyan tidur jam segini. Dia sakit?" tanya soji.
"Tidak. Tadi dia tiduran sambil dengarin musik pake headset terus ketiduran deh." jawab jin.
"Oh gitu." balas raiga.
Selesai makan, jin kembali ke kamar nya sambil membawa sepiring makanan untuk zyan.
Zyan masih tertidur, tiba tiba ponsel zyan bergetar. Jin mengambil dan melihat siapa yang menelpon zyan.
Jin mengerutkan keningnya saat melihat nama penelpon. Tanpa pikir panjang, jin mengangkat telpon itu.
"Hallo." sapa jin pada si penelpon.
__ADS_1
"Jin. Dimana zyan?" tanya penelpon yang tak lain adalah ghostraid.
"Zy sedang tidur. Ada apa kamu mencari zy?" tanya jin.
"Aku ada perlu dengan dia. Bangun dia sekarang." pinta ghostraid.
"Aku tidak mau. Jika kau ada perlu, kau bisa sampaikan padaku." jawab jin.
Jin berjalan kearah jendela, dia melihat seseorang berdiri sebelah tembok pembatas asrama. Jin cukup terkejut, ternyata ghostraid menelponnya dari balik tembok asrama.
"Bangun kan saja zyan." balas ghostraid yang sedang menatap kearah jendela kamar zyan dan jin.
"Kau tetap di bawah. Aku akan turun untuk menemui mu. Tak perlu membangunkan zy." kata jin lalu mematikan ponselnya.
Jin menaruh kembali ponselnya dan mengulurkan tali untuk turun kebawah. Jin turun dengan perlahan hingga sampai ke bawah.
Jin menemui ghostraid yang sudah menunggunya di depan pintu rahasia.
"Katakan ada perlu apa kau mencari zy?" tanya jin dengan sedikit kesal.
"Aku ada perlu dengan kekasihmu itu, kenapa malah kau yang turun." jawab ghostraid.
"Sudah aku bilang. Zy sedang tidur. Jika ada perlu dengan zy katakan saja padaku, nanti akan aku sampaikan." balas jin.
"Baiklah jin. Karna kau terus bersikeras jadi, aku berikan saja ini padamu. Tolong berikan pada kekasihmu itu." kaya ghostraid sambil memberikan selembar kertas pada jin.
"Apa Ini?" tanya jin sambil menerimanya.
"Hanya sebagian rencana kecil. Aku sudah membuat rencana untuk menghabisi target. Aku tau, zyan pasti sudah menceritakan semuanya padamu bukan?, Tentang kelompok inagawa." kata ghostraid.
"Iya, zy memang sudah menceritakan semua yang kalian berdua lakukan kemarin." balas jin.
"Kelompok inagawa bukan kelompok sembarangan. Dengn kekuatan kita sekarang akan sangat sulit untuk melawannya. Meski kelompok ku bergabung dengan kelompok zhan tetap saja, kita masih kalah kekuatan. Jadi semua yang sudah aku rencanakan sudah aku tulis disana." kata ghostraid.
"Baiklah. Aku mengerti. Aku akan memberikan ini pada zy." kata jin.
"Oke jin. Aku harus pergi. Sampai jumpa." kata ghostraid.
Setelah ghostraid pergi, jin kembali kekamarnya. Dan tidur di samping zyan.
Sampai mentari pagi muncul. Zyan dan jin sudah siap berangkat kesekolah.
Keduanya sudah rapi dan siap untuk keluar. Saat jin mengambil tasnya selembar kertas terjatuh dari atas mejanya.
Jin mengambil kertas itu, dia teringat akan pesan ghostraid. Jin bergegas menghampiri zyan yang sudah menunggunya di depan pintu kamar.
"Zy, ini. Semalam ghostraid datang dan memberikan ini." kata jin sambil memberikan selembar kertas itu pada zyan.
__ADS_1
Zyan menerimanya dan langsung membacanya. Sebuah rencana yang sudah di siapkan oleh ghostraid.