Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 36


__ADS_3

Jin terlonjat kaget saat ada yang menepuk pundaknya dari belakang.


"Jin" panggil shion.


Jin menengok kebelakang, perasaan nya kembali lega saat melihat shion lah yang menepuk pundaknya.


"Huft shion bikin kaget aja." kata jin.


Shion hanya tersenyum geli melihat ekspresi jin yang sangat lucu.


"Ne, shion-chan ada apa kamu minta ku untuk bicara berdua?" tanya jin.


"Kita cari tempat yang sepi untuk bicara ya" kata shion.


Jin mengangguk. Jantungnya terus berdetak kencang. Pikiran jin melayang layang entah kemana.


Sampai mereka di tempat yang sepi. Shion duduk di atas rerumputan yang rimbun. Jin ikut duduk di samping shion.


"Jadi shion, apa yang ingin kau bicarakan berdua denganku?" tanya jin.


Shion masih belum menjawab, dia menundukkan kepala menatap kebawah.


Jin masih menunggu jawaban shion sambil terus memperhatikan wajah shion.


"Jin.. Bisakah aku minta tolong?" tanya shion pelan.


"Minta tolong apa shion? Jika aku bisa, aku pasti membantumu." jawab jin.


"Jin, bisakah kau meminta zyan untuk berhenti membalas dendam? Aku tidak ingin dia salah langkah dan menyesali perbuatannya itu." kata shion.


Jin terkejut bukan main mendengar ucapan shion yang ternyata sudah mengetahui identitas zyan yang sebenarnya.


"Apa maksudmu, shion?" tanya jin, yang masih terkejut.


"Jin, jangan berpura pura tidak tahu. Aku tahu, kamu juga tau kalau mawar hitam itu adalah zyan yang selama ini bersembunyi." kata shion.


Jin tak bisa lagi berkata apa apa. Dia masih belum bisa menguasai dirinya dari keterkejutannya itu.


"Jin, hanya kamulah satu satunya orang yang dekat dengan zy dan hanya kamu yang bisa menyelamatkannya. Aku sudah bicara dengan zyan tapi zyan tidak mau mendengarkan ku. Karna itulah aku meminta bantuan mu." kata shion.


"Shion, dari mana kamu tahu kalau mawar hitam itu adalah zy?" tanya jin dengan serius.


"Beberapa hari sebelumnya, saat aku keluar asrama untuk pergi ke apotek. Dan saat perjalanan pulang, aku tidak sengaja melihat dua orang misterius berhenti di belakang asrama." kata shion, memalingkan pandangannya keatas.


Jin masih menunggu dan jantungnya semakin berdetak kencang. Jin merasa takut dan gelisah setelah mendengar perkataan shion.


"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang itu. Dan aku sempat mendengar pria yang menaiki motor menyebut mawar hitam dan zyan." kata shion.


"Awal nya aku tidak mengira kalau zyan itu ternyata mawar hitam yang sedang di cari oleh polisi." kata shion lagi.


"Shion, setelah kamu tau kalau mawar hitam itu adalah zy. Orang yang sudah membunuh ayahmu apa yang akan kamu lakukan? Apa kau akan melaporkannya pada polisi? atau kamu mau membalas kematian ayahmu?" tanya jin dengan nada serius.


Shion menggelengkan kepalanya dan menatap jin.


"Tidak. Aku tidak akan melaporkan zy pada polisi ataupun membalas kematian ayahku. Aku juga tidak akan membenci zyan karna sudah membunuh ayahku." kata shion dengan nada sedih.


Jin tercengang mendengar ucapan shion. Dia tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini. Orang yang dia suka ternyata sudah mengetahui tentang mawar hitam.


"Jin, kamu juga sama kan? Kamu juga mengikuti zyan, kamu juga mawar hitam." kata shion.


"Kau sudah mengetahui semuanya?" tanya jin.


"Iya. Jin apa yang kau dapat setelah kamu membunuh targetmu? Perasaan apa yang kamu rasakan saat kau melihat targetmu mati?" tanya shion.


"Yang aku rasakan? Aku tidak tau. Awalnya aku takut saat pertama kali aku melakukannya tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa melakukan itu. Dan saat aku menghabisi korban, hanya ada perasaan marah dan benci didalam hati." kata jin dengan nada sedih.

__ADS_1


"Apa yang kamu dapat jin setelah menghabisi korban?" tanya shion.


"Entah. Aku tidak tahu." jawab jin.


"Seperti yang pernah aku katakan dulu. Balas dendam hanya akan membawa kehampaan dan kebencian yang mendalam." kata shion.


Jin menatap shion, entah apa yang ada didalam pikiran jin saat ini. Jin terdiam memikirkan perkataan shion.


"Tapi mereka pantas mendapatkannya. Mereka yang sudah membuat aku dan zy menderita. Mereka tidak bisa di biarkan begitu saja." kata jin.


"Tapi jin apa yang kamu lakukan itu salah. Apa kamu pernah memikirkan perasaan keluarga targetmu? Bagaimana perasaan keluarga mereka yang kehilangan salah satu anggota keluarganya. Sedih dan juga marah." kata shion.


"Mereka menjadi membenci dirimu dan juga zyan. Dan mereka pasti akan menuntut balas pada mu dan juga zyan." kata shion.


Jin terdiam. Jin mulai berpikir apa yang di katakan shion memang ada benarnya.


Dan sejak malam itu, jin tak berhenti memikirkan perkataan shion. Jin menjadi ragu dan ketakutan mengingat apa yang sudah dia lakukan sebelumnya.


Zyan sendiri menyadari perubahan sikap jin. Tapi zyan enggan bertanya. Pagi hari mentari telah muncul membangunkan kedua anak adam dari mimpinya.


"Uh" eluh zyan.


Zyan beranjak bangun dan segera pergi kekamar mandi. Dia menatap dirinya dalam cermin. Entah perasaan apa yang tiba tiba menghampiri zyan.


Di luar, jin sudah bangun dan sedang membuat minuman untuknya dan juga zyan.


Zyan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.


"Pergilah mandi." kata zyan.


"Nanti. Ini masih pagi." balas jin.


"Terserah." kata zyan sambil memakai baju.


"Zy bagaimana semalam?" tanya jin.


Jin terdiam, sebenarnya ada yang ingin jin katakan tapi jin ragu untuk bertanya.


Zyan melihat jin, sorot matanya menyiratkan sesuatu. Zyan pun menghampiri jin.


"Ada apa? Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya zyan, seolah tahu apa yang dipikirkan jin.


"Tidak ada. Aku mandi." kata jin lalu pergi kekamar mandi.


Tak berapa lama keduanya sudah siap berangkat sekolah. Keduanya berjalan kaki bersama murid yang lain. Jin melihat shion yang berjalan didepannya bersama teman temannya.


Jin merasa ragu untuk menyapanya dan hanya memperhatikannya saja.


Zyan tau jika sahabatnya itu sedang memperhatikan shion yang ada didepannya itu.


"Kenapa tidak menyapanya?" tanya zyan.


Pertanyaan zyan membuat jin terkejut dan tersadar dari lamunan nya.


"Tidak." jawab jin singkat.


Kedua nya sampai di sekolah. Perubahan sikap jin yang begitu terlihat sangat mudah bagi zyan menebaknya. Karna biasanya, jin akan menyapa shion terlebih dulu.


Tapi hari ini, jin lebih pendiam. Zyan tau, pasti terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.


waktu terus berlau, sampai waktu istirahat tiba. Jin yang biasanya selalu ceria dan ramah, hari in berubah murung.


"Jin,"panggil zyan.


"Iya, tunggu aku zy." jawab jin.

__ADS_1


Keduanya pergi ketempat biasa. Shion hanya bisa terdiam dan memperhatikan zyan dan jin yang keluar.


Di tempat biasa, keduanya tiduran diatas rumput di bawah pohon besar.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya zyan.


"Tidak terjadi apapun, zy." jawab jin.


"Kau bisa berkata begitu tapi matamu tidak bisa berbohong jin." kata zyan.


Jin tak menjawab, dia ragu untuk mengatakan perasaan nya saat ini. Jin sedang dilema, memikirkan perkataan shion.


"Sudahlah, jika memang kamu tidak mau bicara." kata zyan.


"Zy, setelah semua ini berakhir....apa kita akan benar benar bebas?" tanya jin, takut.


"Iya, bukan hanya kita tapi keluarga kita pun akan terbebaskan. Kematian mereka akan segera terbalas." jawab zyan.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya jin lagi.


"Belum aku pikirkan." jawab zyan.


Keduanya kembali diam, sampai waktu pelajaran dimulai. Jin benar benar berbeda hari ini. Zyan pun ikut diam.


Malam di asrama, zyan yang sudah bersiap untuk melakukan menelurusa.


"Zy, hati hati." kata jin.


"Iya." balas zyan lalu turun.


Seperti biasa, jin di tinggal seorang diri didalam kamar. Jin yang merasa bosan pun pergi keluar kamar dan berjalan di halaman.


Mata jin menangkap seseorang yang sedang duduk seorang diri di halaman asrama. Jin berjalan menghampirinya.


"Hay shion." kata jin sambil duduk di samping shion.


"Hy jin. Ko kamu sendirian? Mana zy?" tanya shion.


"Zy,,, dia keluar lagi." jawab jin.


"Begitu ya." balas shion dengan nada sedih.


Jin tak berani menatap shion, dia menundukkan kepalanya dan menatap rumput.


"Maaf aku belum bisa bicara dengan zy." kata jin.


"Kenapa kamu minta maaf jin?" tanya shion.


"Karna aku belum bisa bicara berdua dengan zy. Aku terlalu pengecut untuk bicara dengan zy." jawab jin.


"Tidak apa apa. Pelan pelan saja." kata shion sambil tersenyum.


Jin merona saat melihat senyum di wajah shion. Dan malam ini keduanya habiskan sedang saling mengobrol banyak hal.


Terkadang mereka membicarakan hal yang lucu, sehingga keduanya tertawa bersama. Sampai keduanya tidak sadar, ada yang memperhatikan mereka berdua.


Berapa saat sebelumnya, zyan yang kembali lebih awal karna keadaan yang tidak menguntungkan. Zyan masuk kedalam kamar, dia cukup terkejut karna kamar dalam keadaan sepi.


Zyan mengganti pakaiannya dan menyimpan kembali perlengkapannya.


Selesai semua, zyan keluar kamar dan menurun tangga sampai di lantai bawah. Di halaman zyan melihat sekeliling, dan mata nya melihat jin dan shion sedang duduk berdua.


Melihat jin yang tersenyum dan tertawa bahagia, ada perasaan yang aneh yang menghampiri hatinya.


#catatan

__ADS_1


Tadinya ashleen mau tamati disini tapi karna teks'y terlalu panjang, kasihan reader jadi ashleen bagi dua part akhirnya. Ini part 1 nanti akan ada part 2 akhirnya.


__ADS_2