
Dirumah sakit, shion mulai sadar. Dia melirik kesamping kiri dan kanannya. Semua nampak putih dan disamping kirinya ada kanton infus.
Kedua teman shion yang sejak tadi menunggunya sadar, segera menghampirinya yang mulai sadar.
"Shion, syukurlah akhirnya kamu sadar juga." panggil lan.
Shion masih bingung, dia belum bisa mengingat kejadian apa yang terjadi padanya tadi.
"Aku dimana?" tanya shion.
"Kamu ada dirumah sakit. Kamu tadi pingsan dan kai membawamu kemari." jawab elena.
"Bu elena." panggil shion.
Shion mencoba untuk bangun dan duduk sambil bersandar dibantu oleh kedua temannya.
"Shion, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Bagaimana bisa kamu terkunci di gudang?" tanya yuri.
"Aku... Tidak ingat." jawab shion.
"Kamu tidak ingat apa yang terjadi?" tanya lan.
Shion.menggelengkan kepalanya. Shion masih belum bisa mengingat kejadian tadi.
"Teman temanmu menemukan mu terkunci didalam gudang. Dan kunci gudang hilang entah kemana." kata elena.
Mendengar perkataan elena, shion mulai mengingat apa yang terjadi.
"Jika zyan tidak membuka paksa pintunya, kami tidak akan bisa membuka mu didalam." kata elena lagi.
"Iya zyan menendang pintu gudang sampai rusak. Zyan juga memberikan bajunya padamu karna seragammu basah." jelas yuri.
"Iya sekarang aku ingat apa yang terjadi." kata shion.
"Kau sudah mengingat semua shion? Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya lan.
"Shion bisa kamu cerita apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa kamu bisa terkunci di gudang dalam keadaan seragam yang basah?" tanya elena.
Dan shion mulai menceritakan apa yang terjadi padanya dari awal sampai dia terkunci di gudang.
#flashback on#
Saat shion dan kedua temannya baru keluar dari kelas berapa langkah dan tiba tiba mereka dihentikan oleh senior mereka.
"Shion." panggil senior.
Merasa namanya dipanggil, shion berhenti dan menoleh kebelakang dengan senyum.
"Iya kak, ada apa kakak memanggilku?" tanya shion.
"Aku bisa berdua denganmu. bisa?" tanya balik senior.
Shion dan kedua temannya tidak menaruh curiga apapun pada senior yang menghampiri mereka.
"Bisa kak. Kita mau bicara dimana?" tanya shion
"Ikutlah denganku." ajak senior.
Shion yang tak curiga, dia mengikuti seniornya pergi. Dan didepan kelas tinggal kedua temannya.
__ADS_1
Shion terus mengekor dibelakang seniornya yang terus berjalan kearah gudang belakang. Shion menengok kanan kirinya, dia sedih takut dan mulai bingung.
"Kak, sebenarnya kakak mau bicara denganku dimana?" tanya shion.
"Sudah kamu diam saja dan ikuti aku." jawab senior iti.
Sampai di gudang sudah ada dua senior yang menunggunya. Mereka menatap shion yang pandangan sinis.
Shion mulai merasakan firasat buruk akan terjadi.
"Hei, ren. Ini anaknya sudah aku bawa." kata senior itu.
"Jadi ini ya yang namanya shion. Cewek kampungan berani sekali kau mendekati zyan!!" kata ren.
Memperhatikan shion dari dekat membuat shion merasa risih.
"Ada apa kakak senior memanggilku?" tanya shion.
"Ada apa? Apa kamu tahu kesalahanmu apa?" tanya balik ren.
Shion menggelengkan kepalanya karna dia memang tidak tahu apa kesalahannya. Selama ini shion tidak pernah mengganggu para seniornya.
"Kesalahanmu adalah.." kata ren sambil mengangkat ember berisi air es.
Byuurrr.
Ren menyiram air es didalam ember diatas kepala shion, shion menjerit terkejut.
"Aahhhh"
"Kesalahanmu berani beraninya mendekati pangeran ku, zyan." kata ren.
"Apa?! Zy kamu bilang?! Berani sekali kamu manggil zyan dengan panggilan zy!!" kata ren.
Shion diam saja sambil memeluk tubuhnya sendiri yang basah kuyup.
"Dengar, kamu itu cuma anak baru. Jangan coba coba so akrab dengan zyan." kata ren.
"Udah ren habisi saja dia. Jangan beri ampun." kata temannya.
"Jangan ren, jika sampai bu elena tau apa yang terjadi, bisa gawat urusannya. Kita kurung saja dia di gudang sampai sekolah usai." usul temannya.
"Kak jangan, aku mohon. Jangan kurung aku disini. Aku takut kak." kata shion mulai terisak.
"Diam!! Ini balasannya berani bersikap so cantik didepan zyan." kata ren.
Ren lalu mendorong shion menjauh dari pintu dan ketiga senior itu keluar dan mengunci pintu gudang dari luar. Meninggalkan shion yang ketakutan dan kedinginan.
"Rasain kamu." kata ren.
"Kak tolong buka pintunya, aku mohon. Kak." panggil shion tapi sayang ketiga senior tadi sudah pergi.
#flashback off#
Begitulah ceritanya. Elena yang mendengar cerita shion menjadi geram kepada murid muridnya itu.
"Shion untuk sementara ini kamu menginap disini. Nanti ibu akan datang lagi. Istirahat lah" kata Elena.
"Baik, bu." jawab shion.
__ADS_1
"Untuk masalah para senior, biar ibu yang mengurusnya. Kamu tenang saja, ibu akan melindungimu." kata elena sambil mengusap kepala shion.
Shion menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lemah. Elena keluar dari ruangan shion dan kembali kesekolah.
Didalam mobil elena menelpon zyan untuk menceritakan apa yang dia dengar daru shion.
Cukup lama elena menelpon zyan tapi tak diangkat oleh zyan. Sampai akhirnya zyan mengangkat telponnya.
"Hallo zy." sapa elena.
"Ada apa?" tanya zyan dingin.
"Shion sudah sadar dan dia juga sudah menceritakan apa yang terjadi padanya." kata elena.
"Lalu." jawab zyan dingin.
"Kamu tidak ingin tahu ceritanya?" tanya elena.
"Tidak. Jika tidak ada hal lain lagi, aku tutup telpon ya." kata zyan lalu menutup telponnya.
Elena merasa sedih karna zyan masih saja bersikap dingin padanya.
Di villa milik keluarga zhan,
Zyan sedang memeriksa berkas untuk rapat nanti. Hari ini zyan harus menghadiri rapat perusahaannya tapi tetap dia sembunyikan dirinya.
"Zy tadi kak elena telpon ada apa?" tanya jin penasaran.
"Tidak ada apa apa." jawab zyan,
Matanya masih fokus pada berkas berkas. Tak lama paman yang datang.
"Tuan sudah waktunya. Silakan nyalakan laptop anda. Saya sudah menghubungkan anda ke perusahaan dan saya juga sudah mengurus orang untuk menutup wajah anda." jelas paman.
"Terima kasih paman." balas zyan.
Lalu membuka laptopnya dan langsung masuk kedalam akses perusahaan. Di laptop zyan nampak para karyawan yang mengikuti rapat.
"Selamat siang semuanya." sapa zyan pada semua karyawannya.
"Selamat siang pak zhan." balas para karyawannya.
Dan jadi waktu 1jam setengah untuk rapat. Jin merasa bosan karna tidak ada yang bisa diajak ngobrol. Zyan sedang sibuk rapat, di villa juga hanya ada pelayan. Jin akhirnya menghabiskan waktu berbaring dibawah pohon besar sambil membaca komik dan mendengarkan musik.
Tanpa disadari, jin tertidur dengan pulas dan komiknya berada diwajahnya.
Zyan sudah selesai rapat. Dia menutup kembali laptopnya. Terasa pegal dipinggangnya karna duduk terlalu lama.
Zyan melirik jin yang masih tertidur dibawah pohon. Zyan menghampiri sahabatnya itu dan duduk disampingnya. Zyan mengangkat komik yang menutupi wajah imut jin.
Zyan tersenyum melihat jin yang tertidur. Dan akhirnya pun zyan ikut berbaring disamping jin tidur. Memandang langit biru yang begitu indah ditemani oleh hembusan angin yang sejuk.
Semakin membuat zyan masuk.kedalam alam mimpi. Zyan ikut tertidur dan memasuki alam mimpi. Paman yang datang bersama dengan pelayan sambil membawa minuman segar dan berapa cemilan.
Saat paman melihat zyan dan jin yang tertidur pulas di bawah pohon, hatinya merasa senang.
"Tuan, nyonyak bisa kalian lihat tuan muda sudah bisa diandalkan. Saya merasa bangga sekaligus senang." kata paman.
Pelayan itu menaruh minuman dan makanan di meja. Paman tak berani membangunkan zyan. Paman membiarkan saja zyan dan jin tertidur pulas.
__ADS_1