
Setelah zyan dan jin melewati tangga lantai dua, elena menatap para murid yang melihat kejadian itu.
"Apa yang kalian lakukan disini? Kenapa tidak cepat masuk?!" teriak elena.
Semua murid yang tadi menonton segera kembali masuk kedalam kamar mereka masing masing. Elena juga kembali ke kamar nya yang ada dilantai tiga.
*
Jin merasa lega saat sampai di kamar nya, dia pikir dia akan beneran tidur di luar tadi.
"Zy, kamu ngapain si tadi? Kenapa kamu tadi menurut aja waktu disuruh tidur diluar si?" tanya jin, sewot.
"Memang kenapa kalau tidur di luar?" tanya balik zyan.
"Ih kamu ini, tentu saja gak enak. Dingin banyak nyamuk lagi." jawab jin.
Zyan tak menjawab lagi, dia membereskan dirinya menaruh pistolnya kedalam laci meja. Jin juga ikut menaruh pistol nya didalam laci.
"Hoamm, zy ayo tidur." ajak jin yang sudah mengantuk.
"Iya." jawab zyan.
Jin dan zyan akhirnya berbaring. Zyan tak langsung tidur, pikirannya masih kesal dengan kejadian tadi. Sedangkan jin, begitu menyentuh bantal dia langsung terlelap.
Zyan menatap langit langit kamarnya, ekspresi kesalnya nampak jelas diwajahnya.
"Ibu ayah maafkan aku yang masih belum bisa membalaskan kematian kalian." gumam zyan dalam hati.
"Hei jangan ambil itu. Itu punya ku." jin mengigau.
Zyan melirik kesampingnya dan tersenyum pada jin yang mengigau. Zyan memperhatikan wajah tidur sahabatnya itu, terlihat damai dan tenang.
Tanpa terasa rasa ngantuk menghampiri dirinya. Zyan pun tertidur.
Pagi yang cerah hadir menyapa penduduk bumi. Kriiinnngggg, suara alarm perlahan membangunkan jin dari tidurnya. Entah apa yang membuat jin bangun terlebih dulu dari zyan.
Karna biasanya zyan lah yang bangun lebih awal dan jin biasa bangun agak siang. Tapi kali ini jin bangun awal. Jin melirik ke samping nya, masih ada zyan yang sedang tidur.
"Mm tumben zy masih tidur?" kata jin.
Jin duduk sambil bersandar, dan memperhatikan wajah sahabatnya itu. Tiba tiba otak isengnya muncul.
"Hi hi hi ini kejadian yang langka. Sebaiknya aku foto. Hi hi hi hi." kata jin.
Lalu mengambil ponselnya dan memfoto zyan yang sedang tidur.
"Hm ternyata wajah dingin zy lebih terlihat imut saat dia tidur. Hi hi hi ini momen paling langkah" jin tersenyum senyum sendiri melihat foto zyan di ponsel nya.
Perlahan zyan membuka matanya, dia langsung melihat jendela.
"Sudah pagi." kata zyan.
__ADS_1
Jin terkejut karna jin tidak menyadari zyan sudah bangun. Zyan bangun dari tidurnya dan duduk disamping jin yang sedang memainkan ponselnya.
"He he.. Zy sudah bangun ya?" tanya jin, senyum senyum gugup.
"Hn." singkat saja zyan menjawabnya.
Zyan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berjalan kekamar mandi.
"Huft lega, untung zy tidak lihat foto fotonya. Jika sampai ketahuan bisa gawat." kata jin.
Jin merasa lega karna zyan tidak melihat jin yang sedang melihat foto foto zyan yang sedang tidur tadi. Jin bangun dan berjalan kedapur.
Sambil menunggu zyan selesai mandi, jin seperti biasa menyiapkan makanan dan minuman untuk dirinya da juga zyan.
"La..la..la..la.."
Jin bersenandung riang pagi ini. Karna dia mendapat momen langka.
Zyan sudah selesai mandi dan langsung memakai seragam sekolah. Jin menghampiri zyan yang sedang berpakaian dan memberinya sepotong roti panggang.
"Ini untukmu." kata jin.
"Terima kasih." balas zyan.
Sambil memakai pakaian, zyan memakan rotinya.
"Cepat pergi mandi atau aku tinggal." kata zyan.
"Iya cerewet, aku mandi. Oh ya zy, itu minumanmu afa di dapur." kata jin lalu masuk kedalam kamar mandi.
Jin selesai mandi dan menghampiri zyan dan duduk di kursi belaja milik zyan.
"Zy, kayanya bakal heboh ini soal kita semalam." kata jin.
Zyan tak menanggapi perkataan jin.
"Cepat pakai seragammu. Sebelum kita terlambat." kata zyan.
"Eh zy, tunggu sebentar." balas jin, lalu memakai seragamnya.
Kedua sudah berpakaian lengkap dan siap untuk berangkat sekolah. Seperti biasanya, jin keluar sambil memakan roti.
Saat sampai dilantai dasar, banyak yang menyapa keduanya. Tapi hanya jin yang membalas sapaan teman temannya.
"Ohayo zy, jin" sapa shion.
"Eh shion. Ohayo" balas jin dengan senyum.
"Kalian berdua makin hari makin dekat aja ni. Hi hi hi." canda lan.
"Dekat apaan si." balas jin.
__ADS_1
"Ya kamu itu jin. Kaya anak ayam yang gak pernah lepas dari induknya." balas yuri.
"Enak saja. Siapa yang anak ayam?" jawab jin agak emosi.
Ketiga gadis itu hanya tertawa melihat tingkah jin yang lucu.
"Eh iya jin, aku dengar kalian semalam diomelin bu elena ya?" tanya yuri.
"Dari mana kau tahu?" tanya jin balik.
"Astagah. Berita kalian yang dimarahi bu elena itu udah tersebar ke asrama putri tau." jawab lan.
Jin kaget, dia tidak menyangka akan secepat ini berita tentang kejadian semalam akan tersebar sampai asrama putri.
"Memang apa si yang kalian lakukan sampai bu elena marah begitu?" tanya shion.
"Kami hanya pulang terlambat." jawab jin.
Sedangkan zyan sejak tadi hanya menyimak pembicaraan teman temannya, tanpa menanggapi sedikitpun.
"Hah? Memang kalian habis dari mana malam malam begitu?" tanya lan.
"Tadinya kami dari rumah ibu, terus kami ketemu teman kami dan saat akan pulang, kami dihadang berapa preman." jelas jin.
"Apa preman?!" kata yuri kaget.
"Lalu apa yang kalian lakukan?" tanya shion.
"Hm iya, kami lawan preman preman itu dan akhirnya mereka pergi." jawab jin.
"Kau melawan mereka? Aku gak percaya. Paling kamu sembunyi dan zyan yang melawan mereka." kata lan. meremehkan.
"Apa kau bilang lan?! Aku gak selemah yang kamu bilang tadi. Aku memang melawan preman preman itu meski gak sepenuhnya. Tapi aku tidak sembunyi." kata jin.
"Benarkah? Bukannya kau selalu bersembunyi dibelakang zyan." ejek lan.
Jin mulai emosi mendengar ucapan lan.
"Lan sudah lah jangan mengejek jin. Kasihan." kata shion.
"Hei lan, lihat saja, jika kau ada masalah jangan harap aku akan membantumu." jawab jin.
"Aku juga sependapat dengan lan. Tidak mungkin jin ikut membantu mengusir preman preman itu. Ya paling jin sembunyi dibelakang zyan, hi hi hi." balas yuri dengan senyum mengejek.
"Kalian ini!! Aku bicara yang sebenarnya. Zy tolong jelaskan pada mereka kalau aku tidak lemah." kata jin setengah memohon.
"Berisik, seperti anak kecil saja." Kata zyan yang sejak tadi diam.
"Hi hi hi hi."
Kedua gadis itu tertawa geli mendengar jawaban zyan. Sedangkan jin, jadi semakin cemberut.
__ADS_1
"Ah kamu zy gak setia kawan." kata jin langsung duduk dengan wajah cemberut.
Zyan sama sekali tidak memperdulikan wajah sahabatnya. Dia langsung membaca buku favorite nya.