
Zyan dan jin melihat segerombolan orang turun dari dalam kapal. Tapi target yang dicari zyan dan jin belum juga menunjukan dirinya.
Zyan melihat mereka dengan menggunakan teropong. Cukup lama tapi target belum juga keluar.
"Zy, yang mana target kita? Kenapa sejak tadi aku tidak melihatnya?" tanya jin.
"Target kita belum muncul. Aku tidak tahu dimana dia" jawab zyan.
"Eh!!!! Apa maksudmu kamu tidak tahu target kita dimana?!" tanya jin, bingung.
Ayan tak menanggapi, dia masih fokus memantau orang orang yang ada keluar masuk kekapal besar itu. Setelah lama keduanya menunggu, seorang perempuan cantik sexi keluar dari kapal.
Terlihat wanita itu bukan wanita biasa. Dilihat dari reaksi orang orang yang disana yang memberi hormat pada wanita itu.
Zyan terus memperhatikan wanita itu, zyan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
......Katakan siapa target malam ini? Beritahu detail target itu.......
Zyan mengirimkan pesan pada ghostraid untuk meminta kejelasan target. Jin hanya diam sambil memperhatikan zyan. Tak lama ponsel zyan bergetar, satu pesan masuk. Zyan langsung membukanya.
Pesan dari ghostraid yang mengiriminya sebuah foto wanita yang menjadi target mereka malam ini.
......*Lihat foto dibawah. Wanita ini adalah bos bandar narkoba jaringan internasional.......
...Dia terlibat dalam pembantai keluarga zhan. Dia adalah wanita yang pernah ditolak oleh paman ryu. Namanya maria harista*.
...
Zyan sangat terkejut setelah membaca pesan dari ghostraid. Dia mengerti sekarang, wanita yang baru keluar itu adalah bos bandar narkoba dan salah satu otak pembunuhan keluarga zhan.
Zyan menaruh kembali ponselnya dan dia bersiap untuk beraksi.
"Jin, ayo turun." ajak zyan.
"Eh turun? Memang target kita dimana? Apa tidak ada disana?" tanya jin.
Tapi tak dihiraukan oleh zyan. Zyan berjalan dan turun kebawah untuk menyiapkan rencana untuk mengeksekusi target.
Jin mengikuti zyan turun kebawah. Zyan menelpon bawahnya.
"Apa kau bawah bubuk mesiu?" tanya nya lewat telpon.
"Bubuk mesiu? Ada dimarkas master." jawab bawahan zyan
"Cepat ambil bubuk itu. Bawa juga kertas dan obat nyamuk. Dan juga kardus dan lakban." perintah zyan lalu menutup telponnya.
"Zy untuk apa bubuk mesiu itu?" tanya jin.
"Nanti kau juga akan tau." kata zyan sambil terus memperhatikan targetnya.
"Zy apa rencanamu sebenarnya?" tanya jin lagi.
"Diam dan lihat saja." jawab zyan penuh tekanan.
Jin menjadi takut mendengar suara zyan yang penuh tekanan amarah. Jin menelan ludahnya saat melihat sorot mata zyan yang menakutkan dan sulit diartikan.
Jin itu memperhatikan sekelompok orang di kapal, dam sesekali melirik zyan yang masih enggan untuk bersuara. Tak berapa lama, anak buah zyan tiba di dermaga dan segera menuju tempat zyan.
__ADS_1
Dua bawahan zyan itu sudah sampai ditempat zyan berada dengan membawa semua barang yang diminta oleh zyan.
"Master ini semua yang anda katakan." kata bawahan zyan.
"Letakkan dibawah." perintah zyan.
Bawahan itu meletakan barang barang yang tadi diminta zyan di tanah. Zyan dengan cepat merangkai bubuk mesiu itu menjadi gulungan.
Zyan memasukan bubuk itu kedalam kertas dan memasukan obat nyamuk yang sudah menyala. Menata agar kertas yang berisi bubuk mesiu itu bisa meledak tetap waktu.
Selesai zyan membuatnya, zyan meminta bawahannya berpura pura jadi kurir pengantar paket dan memberikannya kepada wanita di kapal itu.
"Bawahlah paket ini. Ingat jangan sampai ketahuan. Waktumu hanya 10 menit sebelum bubuk ini meledak." kata zyan.
"Baik master." jawab bawahan zyan.
Jin terus memperhatikan zyan dalam diam. Jin ingin tahu apa rencana zyan yang sebenarnya.
Jin ingin sekali bertanya tapi jin tahan karna jin tahu zyan tidak akan memberitahukannya.
"Kita naik," kata zyan.
Zyan naik kembali keatas tumpukan kotak besi dan disusul jin dibelakangnya. Zyan mengamati situasinya dari atas.
Bawahan zyan sudah sampai di depan kapal besar. Dan saat akan masuk dia ditahan oleh dua pengawal.
"Tunggu!! Mau apa kamu?!" tanya pengawal.
"Saya cuma mau mengantarkan paket untuk nona maria harista." jawab bawahan zyan.
Mendengar namanya disebut, wanita itu mendekati kurir. Dia melihat kurir itu dengan tajam, dan tak menaruh curiga sedikitpun.
Pengawal itu menerima paketnya dan kurir itu langsung pergi menjauh. Saat bawahan zyan sudah agak jauh, maria memberi syarat pada pengawalnya untuk menghabisi kurir itu.
Pengawal itu mengangguk kan kepalanya dan mengikuti kurir itu dari belakang. Zyan melihat bawahannya diikuti oleh seseorang,
"Jin aku punya tugas untukmu. Siapkan senjatamu." lata zyan.
"Tugas apa, zy?" tanya jin.
"Lihat. Kau lihat orang yang berjalan dibelakang bawahanku?" tanya zyan.
"Iya aku lihat." jawab jin.
"Habisi dia. Kau tembak dia, awas jangan sampai meleset Yang di kapal biar aku yang urus." kata zyan.
Jin mengerti, dia pun mempersiapkan senjatanya. Dan langsung membidik korbannya. Dengan satu tembakan langsung mengenai korbannya.
Dorr.
Zyan juga sudah bersiap menembak tempat ke paket yang saat ini dipegang oleh maria.
Dengan satu tarikan, satu peluru meluncur dan mengenai paket yang berisi bubuk mesiu. Dan..
BOOOOOOOMMMMMM
Semua yang ada di kapal itu semua meledak, begitu ya orang orangnya semua mati.
Jin sempat kaget mendengar suara ledakan yang begitu besar. Jin melirik kearah zyan, zyan terlihat tenang.
__ADS_1
"Zy.." panggil jin.
"Kita kembali. Tugas sudah selesai." kata zyan sambil beranjak dari tempat itu.
"Iya." jawab jin.
Mereka kembali ke mobil setelah berhasil menyelesaikan misinya. Perasaan puas dalam hati zyan karna satu per satu otak pembunuhan keluarga zhan mendapat balasannya.
"Zy sebenarnya siapa wanita itu?" tanya jin penasaran.
"Dia seorang bos bandar narkoba jaringan internasional." jawab zyan.
"Eh seorang bandar?! Lalu apa hubungannya dengan dia yang bandar dan kita?" tanya jin lagi.
"Karna dia yang menjadi salah satu otak pembunuhan keluarga zhan." jawab zyan.
Jin terdiam, sekarang dia mengerti. Jin hanya menatap sedih zyan. Jin mulai berpikir, dia masih lebih baik dari zyan. Setidaknya dia masih memiliki keluarga meski tak dianggap. Sedangkan zyan, tak seorangpun keluarganya yang masih hidup.
Jin salut pada zyan yang selama ini bisa bertahan dan tidak pernah mengeluh seperti dirinya. Zyan selalu bersikap kuat dan tegar.
"Zy, terima kasih untuk mau jadi keluargaku." kata jin.
Zyan terkejut dia melihat jin yang tersenyum lembut padanya.
"Sudahlah tidak perlu berterima kasih." balas zyan.
"Hi hi hi tapi aku iri padamu zy. Kamu bisa kuat dan tegar dalam menghadapi semua masalah." kata jin.
"Aku bisa karna ada alasannya." balas zyan.
"Alasannya? Apa itu zy? Katakan padaku?" tanya jin.
Saat zyan akan menjawabnya, mobil yang mereka naiki berhenti. Mereka sudah sampai di asrama.
Zyan dan jin turun dari mobil dan langsung masuk kedalam asrama.
"Zy katakan apa alasannya." kata jin di sela mereka naik.
"Nanti aku katakan." kata zyan.
Zyan dan jin naik keatas, dan masuk kedalam kamar. Sampai dikamar jin masih saja penasaran dengan alasan zyan bisa bersikap kuat da tegar.
"Zy.." panggil jin.
"Bersihkan dulu dirimu." kata zyan.
"Nanti. Kamu belum kasih tahu aku alasannya." kata jin dengan nada manja.
"Jadi kamu ingin tahu alasanku?" tanya zyan.
Jin mengangguk kan kepalanya dengan senang.
"Alasannya karna tanggung jawab yang harus aku pikul dan karna ada seorang teman yang selalu ada disisiku." kata zyan.
Seketika jin memerah, dia tahu siapa teman yang dimaksud zyan.
"Hi hi hi zy, I love you.." teriak nya sambil memeluk zyan.
"Apaan si?! Bodoh!!" kata zyan dengan sedikit emosi.
__ADS_1