Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 10


__ADS_3

Jin terus melamun sampai di sampai di depan kelas. Jin tak mendengar sapaan teman temannya, pikirannya masih memikirkan keadaan zyan.


Jin masuk kedalam kedalam, shion melihat jin datang seorang diri.


"Jin-chan, ko datang sendirian? Mana zy-kun?" tanya shion.


"Zy lagi sakit. Dia tidak berangkat sekolah hari ini." jawab jin dengan nada murung.


"Zy sakit apa?. Kemarin sepertinya dia baik baik saja." tanya shion.


"Dia demam, kepalanya pusing. Oh ya ini buku kamu yang kemarin. Makasih ya shion." kata jin.


Jin memberikan buku yang kemarin di pinjamkan shion pada zyan. Karna hari ini zyan tidak berangkat jadi jin lah yang mengembalikannya.


Pelajaran dimulai, jin tetap diam mengikuti pelajaran. Sampai waktu istirahat tiba.


"Jin-chan, tidak kekantin?" tanya shion.


"Tidak. Kamu duluan saja." jawab jin.


"Kenapa? Apa karna tidak ada zy ya?" tanya shion.


Tapi tak dijawab oleh jin. Tak ada zyan jin terlihat murung tak bersemangat.


Raiga dan soji mendekati jin dan dibelakangnya ada lan dan yuri.


"Kenapa murung jin?" tanya lan.


Tapi tetap tak dijawab oleh jin.


"Itu karna kekasihnya tidak berangkat hari ini, jadi jin murung." canda raiga.


"Kekasih jin? Siapa?" tanya yuri dan lan berbarengan.


"Raiga berhenti bercanda. Hari ini zyan tidak masuk sekolah. Jin bilang zyan sakit, jadi kami berdua berencana untuk menjenguk zyan sepulang sekolah nanti." jawab soji.


"Apa aku boleh ikut menjenguk zy?" tanya shion


"Eh? Shion kamu mau ikut? Bukannya murid cewek dilarang masuk ke asrama cowok?!" tanya yuri.


"Iya benar. Peraturan mengatakan begitu. Murid cewek dilarang masuk ke asrama cowok begitu pula sebaliknya." balas lan.


"Kalian bisa jenguk zy. Jika kalian mau?" kata jin masih saja murung.


"Bagaimana caranya? Oh iya, jin kan adiknya bu elena pasti bisalah minta ijin agar para cewek ini bisa ikut jenguk zyan." kata raiga.


"Iya. Nanti aku bicara dengan kak elena." kata jin.


Dan akhirnya mereka berlima setuju untuk menjenguk zyan di asrama cowok. Saat sekolah selesai, jin dan ke lima temannya pergi ke ruang kerja elena untuk meminta ijin agar ketiga teman ceweknya bisa masuk ke asrama cowok.


Tok tok tok. Jin mengetuk pintu ruangan elena. Elena yang sedang memeriksa tugas siswa berhenti.


"Masuklah." kata elena.


Jin dan teman temannya masuk kedalam ruangan elena.


"Kak, maksud aku bu elena." sapa jin.


"Jin jangan terlalu formal seperti itu. Ini diluar kelas sayang. Ada apa jin, tumben kamu datang kesini?" kata elena dengan senyum.


"Iya kak. Aku kesini mau minta ijin," kata jin sedikit takut.


"Ijin apa jin? katakan saja." kata elena.


"Aku mau minta ijin agar shion dan kedua temannya bisa masuk ke asrama cowok untuk menjenguk zy. Bolehkan kak." kata jin.


"Eh memang zy kenapa? Bukannya kemarin dia baik baik saja?" tanya elena terlihat khawatir.

__ADS_1


"Itu semalam dia demam tinggi. Mungkin kelelahan." jawab jin, berbohong.


"Oh ya sudah. Kalian boleh pergi menjenguk zy. Kakak juga akan kesana. Kakak khawatir dengan keadaan zyan." kata elena.


Jin mengangguk kan kepalanya,


"Kalau begitu kami pergi dulu, selamat siang kak." kata jin lalu pergi.


Teman temannya ikut pergi dan sebelum pergi teman temannya memberi hormat pada elena. Elena langsung membereskan buku bukunya dan menelpon ibunya.


Elena mengkhawatirkan keadaan zyan.


"Hallo bu. Aku kembali dulu, aku dapat kabar dari jin kalau zyan sedang sakit jadi aku berniat menjenguknya." kata elena.


"Pergilah. Tengok adikmu." kata ibu disebrang telpon.


"Oke ibu." kata elena.


Selesai membereskan barang barangnya, elena bergegas pergi ke asrama untuk melihat keadaan zyan.


*


Jin dan teman temannya berjalan bersama ke asrama, jin masih saja melamun memikirkan keadaan zyan.


"Hei, kita mau bawa apa ya buat zyan?" tanya yuri


"Memang mau bawa apa? Kita kan tidak tahu apa yang zyan suka?" jawab lan.


"Kalau soal itu kita tanyakan saja pada jin. Benarkan jin?" kata shion.


Sontak mendengar namanya dipanggil oleh shion, jin tersadar dari lamunannya. Jin terkejut karna teman temannya menatapnya.


"A..ada apa?" tanya jin bingung.


"Hm jin kamu pasti tau apa makanan atau buah yang di suka zyan." kata raiga.


"Ya sudah kalau begitu. Kita mampir beli buah untuk zyan bagaimana?" tanya yuri.


"Boleh itu. Buah sangat baik untuk tubuh." kata soji.


Jin dan teman temannya sepakat untuk membeli buah sebagai oleh oleh untuk zyan.


*


Di asrama, zyan sedang menelpon paman yang sambil melihat keluar jendela.


"Keadaanku baik baik saja paman." kata zyan.


"Syukurlah, saya sangat mengkhawatirkan keadaaan anda tuan. Sejak semalam saya tidak bisa tidur karna memikirkan keadaan anda." balas paman.


"Maaf sudah membuat paman khawatir." kata zyan.


"Tidak apa apa tuan, asalkan anda baik baik saja itu sudah cukup bagi saya tuan." kata paman.


"Terima kasih paman." kata zyan.


Disaat zyan sedang sibuk menelpon, zyan tak menyadari ada yang datang kekamarnya.


"Tuan ada berapa berkas yang harus anda tanda tangani." kata paman.


"Berikan saja padanya, paman apa ada info lagi?" tanya zyan.


Tanpa zyan sadari, elena datang ke kamar nya sambil membawa kotak bento. Tanpa sengaja elena mendengar sebagia percakapan zyan dan paman yang.


"Maafkan saya tuan, saat ini belum ada informasi apapun." kata paman.


"Cari terus paman. Aku tidak akan pernah berhenti membalas perbuatan mereka pada keluargaku. Kematian keluarga zhan harus dibalaskan." kata zyan penuh amarah.

__ADS_1


Mendengar perkataan zyan yang menyebut nama keluarga zhan, membuat elena terkejut dan tanpa sadar dia menjatuhkan kotak bento yang dibawanya.


Brak. Mendengar ada suara benda jatuh dibelakangnya, zyan menengok kebelakang. Betapa terkejutnya zyan melihat elena sudah ada dibelakangnya, mendengar perkataannya tadi.


Elena terkejut bukan main, dia sampai tak bisa berkata apa apa dan hanya bisa menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


Zyan melihat elena dengan pandangan yang sangat tajam. Sorot matanya seperti binatang buas yang kelaparan dan siap menerkam.


"Zyan.. Kau.." kata elena terbata bata.


"Kau?! Apa yang kau lakukan disini?" tanya zyan dengan nada sangat dingin.


"Jadi selama ini kau sudah mengingat semuanya?" tanya elena.


Masih tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Perlahan identitas zyan mulai terungkap oleh elena.


Zyan tak menjawab pertanyaan elena, sampai suara derap langkah terdengar dari luar. Zyan dan elena saling berpandangan dalam keheningan.


*


Jin dan teman temannya sampai di asrama cowok. Mereka langsung menuju kamar zyan dan jin yang ada dilantai tiga.


"Wah jin, kamarmu jauh juga." kata lan.


"Kamar zyan dan jin kan berbeda dari yang lain. Lihat saja nanti isi kamar mereka. Aku yakin kalian bakal terkejut." kata raiga.


"Iya iya. Kami percaya." kata lan lagi.


Jin tetap diam tak memperdulikan perkataan teman temannya. Akhirnya mereka sampai dikamar zyan dan jin. Jin terkejut karna melihat pintu kamarnya terbuka.


Suasana tegang diantara keduanya terpecah saat jin datang dan menyapa elena.


"Kak elena kau sudah datang?" tanya jin.


Elena tersadar, dan beralih menatap jin dan teman temannya.


"Eh jin-chan sudah datang ya?" kata elena sambil mengambil kotak bento yang tadi jatuh.


"Iya, zy bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya jin menghampiri zyan.


"Lebih baik." jawab zyan.


"Teman teman datang menjengukmu." kata jin.


Zyan duduk di atas tempat tidur dan teman temannya ikut duduk. Jin menaruh tasnya di atas meja dan pergi ke dapur untuk mengambil minuman untuk teman temannya.


"Bro, sebenarnya kamu sakit apa? Perasaan kemarin kamu baik baik saja." tanya raiga.


"Zy cuma demam. Ini ambil lah." kata jin.


Elena terus memperhatikan zyan, dalam hatinya di penuh tanda tanya. Zyan sendiri masih tetap diam tak ingin menanggapi perkataan teman temannya.


"Oh ya zyan, ini kami bawakan buah untukmu agar kamu cepat sembuh." kata yuri.


"Arigato." balas zyan.


"Oh iya, kakak bawa makan untuk kalian berdua. Zy pasti belum makan kan?" tanya elena dengan senyum yang dipaksakan.


"Terima kasih kak. Zy ini makan dulu." kata jin.


"Aku tidak lapar." jawab zyan.


"Ya sudah aku taruh di dapur dulu." kata jin.


Elena terus memperhatikan zyan sampai matanya bertemu dengan mata tajam zyan.


__ADS_1


jangan lupa like dan komen'y kaka.. perlahan kebenaran mulai terungkap.


__ADS_2