
Shion menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang.
"Kalau sudah, kita kekasir yuk. Jangan sampai pulang terlambat nanti kak el marah." kata zyan.
"Kak el?" tanya shion bingung.
"Mm maksud aku. Bu elena. He he he." kata jin tersipu malu.
"Baiklah." jawab shion dengan senyum.
Melihat shion tersenyum membuat jantung jin berdetak kencang dan wajahnya memerah. Jin segera memalingkan wajahnya agar tidak diketahui shion.
Zyan yang masih berdiri didepan toko sambil terus memandangi orang itu. Orang yang diseberang jalan itu mengambil ponsel disaku jaketnya. Terlihat pria itu seperti memainkan ponselnya, selesai melakukan sesuatu lalu dia memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jaketnya.
pria itu tersenyum mengejek pada zyan. Zyan terus melihat pria itu. Tiba tiba ponsel zyan bergetar, ada satu pesan masuk.
...Hallo mawar hitam. Lama tak melihatmu, siapa sangka bisa melihat wujud asli mu disini.😀. Orang lain tidak akan tahu siapa dirimu, tapi tidak denganku....
Zyan terkejut melihat isi pesan yang dikirim atas nama ghostraid. Selesai membaca, zyan langsung tahu yang didepannya saat ini adalah sang pemberi informasi misterius.
Zyan tak menjawab pesan itu, dengan pandangan penuh emosi zyan berjalan menghampiri pria itu. pria itu yang melihat zyan sudah dekat, melangkahkan kakinya dan zyan mengikutinya dari belakang dan menjaga jarak dengan pria itu.
Pria itu berhenti disalah satu kedai coffe dan duduk disalah satu meja disana. Zyan menghampiri dan duduk didepan pria itu. Keduanya diam saling berpandangan. Zyan menatap pria itu dengan sinis.
"Permisi mau pesan apa?" tanya pelayan kedai.
"coffe saja." jawab pria itu.
"ice tea" kata zyan.
"baik silakan tunggu." kata pelayan itu lalu pergi
Keduanya kembali diam dan saling memandang. Tak ada yang membuka suara satupun. Keheningan yang cukup lama.
"SMA MANGETSU IDO. Jadi itu tempatmu sekolah." kata pria itu memecah keheningan.
"Apa yang kamu inginkan?!" tanya zyan pelan namun penuh tekanan.
Ghostraid tertawa kecil melihat sikap zyan yang penuh kewaspadaan.
"Kau ini kaku sekali. Santai lah sedikit, lagi pula disini hanya ada kita. Tak ada yang tahu siapa dirimu." kata ghostraid.
"Aku tidak perduli. Apa tujuanmu sebenarnya mengikutiku?" tanya zyan penuh kecurigaan.
"Mengikutimu? Apa aku ini kurang kerjaan? Hah, aku hanya sekedar lewat dan kebetulan melihatmu turun dari bis." kata ghostraid.
"Kamu pikir aku anak kecil yang mudah kamu bohongi." kata zyan.
"Ah terserah saja. Aku berkata jujur." kata ghostraid sambil meminum coffe nya.
__ADS_1
Zyan diam tapi matanya terus memperhatikan ghostraid.
Di dalam toko buku, jin dan shion berjalan kekasir untuk membayar buku yang mereka beli.
"Terima kasih. Datang lagi." kata kasir.
Jin dan shion hanya tersenyum lalu pergi kehalte bus menunggu zyan.
"Jin, itu zy kemana?" tanya shion yang sejak tadi tida melihat zyan.
"Hm itu. Hm zy, tadi dia bilang mau ke toilet dulu, dan kita disuruh nunggu disini." kata jin membuat alasan.
"Oh begitu, ya sudah kita nunggu dia. Kita kan datang bertiga jadi pulang juga bertiga. benarkan?" kata shion lagi tersenyum.
Melihat shion tersenyum, wajah jin memerah lagi. Jin lagi memalingkan wajahnya. Cukup lama keduanya menunggu zyan dihalte tapi zyan belum kembali juga. Jin mulai khawatir takut terjadi sesuatu pada zyan.
Jin mengambil ponselnya dan menelpon zyan,
"Hallo zy, kamu dimana?" tanya jin.
Zyan yang masih mengobrol dengan ghostraid berhenti karna ponselnya berbunyi. Zyan mengangkat panggilan itu.
"Ada apa?" tanya balik zyan.
"Kenapa lama sekali. Kami sudah menunggumu dihalte sejak tadi." kata jin.
"Baiklah. Aku kesana." balas zyan lalu menutup telponnya.
"Sepertinya temanmu sudah menunggu. Baiklah," kata ghostraid.
Zyan enggan menanggapinya, dia beranjak dari kursi itu tapi sebelum zyan benar benar pergi, dia berhenti untuk memperingatkan ghostraid.
"Aku tidak tau apa motif dan tujuanmu. Jika identitas ku terungkap, identitasmu pun akan ikut terungkap. Berhati hatilah!!" kata zyan penuh penekanan di setiap kata.
Ghostraid tersenyum ramah mendengar peringatan zyan. Zyan pergi meninggalkan ghostraid sendiri dan kembali ke teman temannya.
"Ini sungguh menarik. Siapa yang sangka ternyata masih ada penerusnya." kata ghostraid pada dirinya sendiri.
Jin dan Shion masih menunggu zyan. Jin sejak tadi tidak bisa tenang, dia terus mengkhawatirkan zyan. Takut terjadi hal buruk padanya. Jin terus memandang ponselnya dan jalan arah toko, tapi zyan tak nampak jejaknya
Tak lama, zyan terlihat berjalan mendekati mereka berdua.
"Zy kenapa lama sekali?" tanya jin dengan wajah manyun.
"Aku ada urasan." jawab zyan dingin.
"Urusan apa si? Sampai lama banget." kata jin masih manyun.
Zyan tidak menjawabnya dan memilih untuk diam. Zyan berharap jin tidak ikut terlibat dalam bahaya.
__ADS_1
"Ah itu bus nya sudah sampai. Ayo kita naik." kata shion menunjuk bus yang datang.
"Ayo masuk." ajak zyan.
Dijawab anggukan oleh shion dan jin. Ketiganya masuk kedalam bus. Karna ini sudah sore, bus sudah mulai sepi. Zyan, jin dan shion bisa duduk dengan santai.
Zyan duduk didekat pintu dan disamping kanannya ada jin, disamping kanan jin ada shion.
Ketiganya diam, sibuk dengan urusan masing masing. Shion sibuk membaca buku, jin sibuk bermain game sedang zyan sibuk mengingat kejadian tadi.
#*flackback on
......"Aku tidak menyangka ternyata mawar hitam hanya bocah kemarin. Tapi harus aku akui kemampuan mu sungguh hebat dalam melakukan operasi." kata ghostraid......
...Zyan diam saja, dia sedang mengamati dan mendengarkan setiap kata yang di ucapkan ghostraid....
..."kenapa diam saja? Kamu tidak perlu khawatir karna aku bekerja sendiri. Tidak ada atasan atau anak buah." kata ghostraid....
..."Jadi apa yang kamu inginkan? Katakan apa alasan mu mengirimkan informasi padaku?" tanya zyan penuh curiga...
..."Sudah aku katakan sebelumnya. Aku hanya ingin membantumu membalas dendem." jawab ghostraid dengan santainya....
...Zyan tidak semudah itu percaya pada kata katanya. Zyan terus menatap ghostraid penuh kecurigaan....
..."Dengarlah mawar hitam, lawanmu bukanlah orang sebarangan. Selama ini yang kamu lawan hanya ikan teri, tapi saat ini lawanmu adalah ikan yang lebih besar." kata ghostraid....
...Zyan juga tahu hal itu. Zyan ingin sekali mengakhiri semua ini secepat mungkin. Tapi zyan juga sadar semuanya butuh proses tak semudah yang dibayangkannya....
..."Jadi berapa banyak ikan besar yang akan muncul?" tanya zyan....
..."Aku tidak bisa memastikannya, karna aku sendiri juga tidak tahu. Yang pasti kamu harus bergerak dengan hati hati. Kali ini nyawamu bisa melayang kapa pun?!" kata ghostraid....
#flashback off
Zyan masih melamun dan tidak sadar kalau bus yang mereka naiki sudah sampai di depan asrama.
"Woi, zy. Ko ngelamun? Kita sudah sampai ayo turun" kata zyan.
Zyan tersadar dari lamunannya, dan segera turun dari bus. Jin merasa aneh dengan zyan, jin yakin pasti ada yang zyan sembunyikan. Ketiganya masuk kedalam asrama dan setelah masuk ke halaman shion berpisah dengan jin dan zyan.
"Arigatao, untuk hari ini. Aku sangat senang." kata shion dengan senyum.
"Sama sama. Aku juga senang bisa membantu" balas jin dengan ramah.
Zyan tak memperdulikan pembicaraan keduanya, zyan malah berjalan terlebih dulu kedalam asrama.
"Eh zy tunggu. Bye shion." kata jin
Jin mendekat dan berjalan disamping zyan. Sejak kembali ekspresi zyan sangat berbeda. Jin ingin bertanya pada zyan apa yang terjadi tapi jin urungkan karna ini masih diluar kamar. Jin tidak bisa bertanya hal yang privasi ditempat rame.
__ADS_1
Jin dan zyan segera masuk kedalam kamarnya. Karna jin yang berada dibelakang, jin langsung mengunci pintu agar tidak seorangpun masuk.