
Suasana pagi yang tenang membuat zyan teringat akan masa lalu nya bersama keluarganya.
#flashback on
......Pagi yang cerah dikediaman keluarga Zhan. Terlihat dihalaman belakang rumah, seorang anak laki laki yang baru berumur 7 tahun sedang berlatih memanah bersama ayahnya, yah dia zhan yin, putra pertama Ryu dan hana....
..."Ayo yin, kamu harus bisa mengenai target yang ada tengah." kata Ryu, ayah yin...
...Yin menganggukkan kepalanya, dia mengerti dengan ucapan ayahnya. Yin bersiap untuk membidik tepat ditengah lingkaran warna hitam. Dan dengan satu tembakan, anak panah yang yin tembakkan tepat mengenai di tengah tengah lingkaran hitam....
...Ryu terkesimah dengan kemampuan anaknya itu. Hanya dengan sekali diajarkan, zyan langsung bisa mengenai sasaran....
...PLOK PLOK PLOK...
..."Hebat, hebat sekali putra ayah." puji Ryu....
..."Hi hi hi" yin tertawa senang....
...Ibu yin yang baru datang dari dapur sambil membawa minuman, ikut tersenyum bangga melihat kehebatan putranya....
..."Kamu hebat yin-kun, kamu benar benar bisa melampaui ayahmu." kata hana....
..."Tidak ibu, yin masih jauh dari ayah. Ayah sangat hebat." jawab yin...
...Ibu yin tersenyum mendengar jawaban putranya, ayah yin ikut tersenyum dan merasa bangga pada putranya....
..."Apa yang ibumu katakan itu benar. Suatu saat kamu pasti bisa melampaui ayah bahkan mungkin lebih hebat dari ayah." kata ryu...
...Yin tersipu malu. Sampai hembusan angin yang pelan meniup pohon sakura disana dan membawa kelopak sakura terbang. Bunga sakura terjatuh tepat dipundak yin....
...Yin mengambil bunga sakura yang jatuh dipundaknya dan melihat ke pohon sakura....
..."Ibu, sakuranya mulai berguguran." kata yin...
...Ibunya tersenyum pada yin karna mendengar perkataan yin. Ibu yin berjongkok dihadapan yin sambil mengelus lembut rambut putranya....
..."Yin setiap yang hidup pasti akan mati. Begitu pula dengan bunga sakura ini. Ada masanya dia akan mekar dan saat waktu nya tiba dia akan berguguran." kata ibu yin...
...Yin memandangi bunga sakura yang sangat indah. Perlahan angin bertiup menerpa bunga bunga sakura dan menerbangkan bunga bunga itu ke udara. Sebuah pemandangan yang sangat indah....
..."Terlihat indah bukan? Bunga sakura yang berterbangan itu?" tanya ayah yin...
...Yin diam saja dan terus memperhatikan bunga sakura yang berterbangan di langit seperti sedang menari di udara. Terlihat sangat indah....
#flashback off
Jin sudah selesai mandi. Dia melihat zyan yang masih berdiri didepan jendela, dan sepertinya sedang melamun.
jin menghampiri zyan dan berdiri.
"Hei zy, apa yang sedang kamu lihat?" tanya jin.
Zyan tidak menyadari kedatangan jin, sampai suara jin membangunkannya dari lamunannya.
Zyan tak menjawabnya, dia malah terus melihat langit.
"Zy, kamu dengar gak si aku bicara?" tanya jin, kesal.
"Iya aku dengar." jawab zyan tanpa berpaling.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Sepertinya tadi kamu melamun?" tanya jin lagi.
"Hanya sesuatu yang tak seharusnya diingat." jawab zyan.
__ADS_1
Zyan membalikkan badannya dan berjalan menuju meja belajarnya untuk memasukkan buku ke dalam tasnya. Jin cuma melihat zyan yang sedang menyiapkan buku pelajaran.
"Zy tungguin aku." kata jin
"Cepat! Atau aku tinggal" kata zyan.
Jin segera bersiap membereskan buku bukunya. Dan keduanya keluar dari kamar.
Elena keluar dari ruangannya, dan melihat kedua adiknya itu keluar dari kamar. Elena berinisiatif untuk mengejutkan mereka berdua.
"Wah tumben ni sudah bersiap. Biasanya harus nunggu kakak bangunin." kata elena, mengejek.
"Ih kakak bikin kaget saja." kata jin.
"Hi hi hi jin kamu tuh lucu. Zyan aja tidak terkejut kenapa kamu terkejut." jawab elena.
Jin ngambek, dan segera menarik tangan zyan untuk menjauh dari elana.
"Zy ayo." kata jin
Zyan cuma bisa mengikuti jin saja. Meninggalkan elena yang tersenyum keheranan.
"Ah jin, jin. Kamu itu lucu." kata elena.
Sepanjang jalan kesekolah, jin masih ngambek. Wajahnya terlihat manyun, ingin sekali zyan tertawa tapi sebisa mungkin zyan menahannya.
"Mau sampai kapan tuh muka ditekut begitu?" kata zyan.
Tapi tak di tanggapi oleh jin, dia terus jalan dengan wajah yang masih ditekuk. Zyan hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan sahabatnya itu yang ke kanak kanakkan.
Shion yang sedang berjalan sendiri, karna dia belum begitu akrab dengan teman teman barunya. Saat dia sedang berjalan, dia melihat zyan dan jin yang berjalan didepan tak jauh darinya.
Segera dia berlari menghampiri zyan dan jin.
Mereka berdua bertemu dengan shion saat berjalan menuju sekolah. Shion terkejut melihat wajah jin yang manyun itu.
"Itu jin-chan kenapa?" tanya shion pada zyan.
"Lagi kerasukkan hantu onokuki." kata zyan dingin.
"Eh onokuki? Apa itu?" tanya shion terkejut.
Zyan malas menanggapinya. Shion terus memperhatikan jin. Sikap jin yang kemarin begitu ramah dan menyenangkan sekarang jadi pendiam dan aneh.
Ketiganya sampai didepan gerbang sekolah,
"Ne jin jika terus manyun begitu nanti terlihat jelek loh?!" ejek shion.
Entah kenapa shion merasa lebih cepat akrab dengan mereka berdua padahal shion mengenal mereka berdua baru kemarin tapi shion merasa nyaman berteman dengan zyan dan jin.
"Biarin." jawab jin
"Hi hi hi jin kamu lucu." kata shion sambil tertawa pelan.
Melihat shion tertawa, wajah jin berubah merah. Jin malu dan senang melihat shion tertawa.
"Apaan si." kata jin pelan.
Zyan hanya melihat sekilas jin. Ekspresinya tetap dingin sangat sulit ditebak.
"Zyan, zyan." panggil salah satu teman zyan.
Zyan yang akan masuk kedalam kelas berhenti didepan pintu.
__ADS_1
"Ada apa?" tanyanya.
"Bu kepsek menyuruhku untuk memanggilmu ke ruangan nya." kata teman zyan.
"Ada apa zy? Tumben ibu manggil kamu." kata jin.
"Entah. Aku menemuinya dulu." kata zyan.
Zyan pergi keruangan kepsek karna tadi dia dipanggil. Tok tok tok, zyan mengetuk pintu ruangan kapsek sebagai tanda kesopanan
"Masuklah" kata ibu ruan.
Klik. Zyan membuka pintunya dan masuk Kedalam ruangan kapsek.
"Ada apa ibu memanggilku?" tanya zyan langsung.
"Zyan kamu itu langsung saja pada intinya." kata ibu ruan.
Zyan malas menanggapi ucapan ibu ruan. Dia hanya memasang wajah tanpa ekspresi.
"Tidak ada apa apa. Ibu hanya ingin memberikan ini," kata ibu ruan.
Ibu ruan menyerahkan sebuah undangan berwarna emas pada zyan. Zyan tak langsung mengambilnya, dia hanya melihat undangan itu dan jelas itu bukan undangan biasa.
"Apa maksudnya ini?" tanya zyan.
"Ibu ingin kamu dan jin menghadiri undangan ini. Kamu bisa kan zy?" tanya ibu ruan.
Zyan mengambil undangan itu dan membacanya. Itu undangan pesta untuk tamu vip. Hanya sebuah pesta launching sebuah produk perhiasan salah satu perusahaan besar.
"Baiklah." jawab zyan.
Zyan mengiyakan permintaan ibu ruan karna acara itu dilakukan malam hari. Tidak akan mengganggu urusan nya hari ini.
Ibu ruan terlihat senang karna zyan mau menggantikan dirinya menghadiri pesta itu.
"Arigatao gonzaimatsu zy-kun. Oh iya untuk pakaian kalian, nanti ibu kirim kekamar kalian. Semua keperluan Kalian sudah ibu siapkan." kata ibu ruan
Zyan menganggukkan kepalanya dan memasukkan undangan itu kedalam tasnya.
"Sudah tidak ada lagi kan?" tanya zyan
"Iya sudah. Kamu boleh kembali ke kelas. Nanti beritahu jin untuk bersiap." kata ibu ruan.
"Iya" Zyan keluar dari ruangan itu.
Zyan tak merasa keberatan memenuhi permintaan ibu angkatnya itu karna dalam pikiran zyan ada kemungkinan dia akan menemukam mangsanya disana.
Zyan memasuki kelas yang sudah ramai tapi belum ada guru yang masuk. Zyan menaruh tasnya dan duduk di meja nya. Jin langsung menanyai zyan.
"Zy ada apa ibu memanggilmu?" tanya jin.
"Nanti saja aku jelaskan." kata zyan
Sambil menunggu guru datang, zyan membaca buku dan mengabaikan pandangan kepo jin.
"Zy-kun selalu saja begitu. Nyebelin banget si?!" kata jin.
Mulai mode manja dan ngambeknya. Jin mengembalikan badannya, menghadap kedepan lagi. Zyan hanya mengintip jin lewat atas buku, lalu kembali menatap bukunya.
Shion yang duduk disebelah kanan zyan terkejut dengan perubahan sikap jin. Mereka seperti sepasang kekasih saja.
Tak lama seorang guru datang dan pelajaran pun dimulai. Selama pelajaran jin tidak mengganggu zyan, jin masih dalam mode ngambeknya jadi dia berusaha sendiri mengerjakan tugas yang diberikan meski Sebenarnya dia tidak bisa.
__ADS_1
Zyan terus mencuri pandang dengan jin yang ada didepannya. Zyan tau jin sedang kesulitan mengerjakan tugas, tapi zyan juga tidak mau terus membantu jin. Jika zyan terus membantu memberi jawaban, maka jin akan terus bergantung padanya.