
"Ada apa zy?" tanya jin.
"Tidak ada." jawab zyan.
Jin tahu ada yang zyan sembunyikan, zyan tidak mungkin mengatakan kalau ghostraid yang menelponnya tadi karna sekarang mereka ada di asrama.
Waktu terus berlalu sampai tak terasa malam semakin larut. Angin musim semi mulai berhembus pelan membawa aroma wangi bunga sakura.
"Wah, ternyata sudah jam 10.15 menit. Enggak terasa sudah malam saja." kata jin.
"Eh iya, kami harus kembali. Zy makasih untuk hari ini." kata shion.
Zyan hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.
"Sampai besok ya girl." kata jin
Mereka kembali ke asrama masing masing. Zyan dan jin segera naik kelantai 3.
"Zy enggak apa apa kan mereka ikut?" tanya jin
"Terserah" jawab zyan dingin.
"Ih ko dingin banget si jawabnya. Kalau kamu gak suka ya besok aku ngomong sama mereka." kata jin.
"Terserah" jawab zyan lagi.
"Lama lama kamu ngeselin." jin mulai ngambek lagi.
Sepanjang perjalan mereka kelantai 3, zyan lebih banyak diam. Dia memikirkan tentang perusahaan nya yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit kembali.
Tidak ada yang bicara, baik zyan ataupun jin. Keduanya diam, sampai elena menyapa mereka.
"Hy, jin zyan. Kalian baru balik ya?" sapa elena dengan senyum.
"Ih kak. Bisa egak si kalau datang itu jangan bikin kaget?!" kata jin kesal.
"Hi hi. Maaf adekku yang imut. Kakak perhatikan kalian mulai akrab dengan penghuni asrama sebelah." canda elena.
"Apaan si. Orang kita belajar bareng ko." jawab jin.
Zyan diam saja, masih enggan menanggapi perkataan ataupun candaan elena. Zyan masih menatap dingin elena.
"Jin aku kembali dulu. Masih ada yang harus aku kerjakan." kata zyan.
Zyan berjalan duluan ke kamar nya. Sikap zyan yang berubah dingin semakin membuat elena bingung dan juga sedih.
"Jin, sebenarnya ada apa dengan zyan? Kenapa akhir akhir ini sikapnya berubah dingin." tanya elena, terlihat sedih.
Jin sendiri juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada zyan sampai sikapnya berubah dingin seperti ini.
"Aku tidak tahu kak" jawab jin.
"Begitu yah?." kata elena.
Elena terus memandang zyan dari belakang dengan pandangan sedih. Jin sudah pernah menanyakannya pada zyan tapi zyan tak mau menjawabnya.
"Kak, aku kembali kekamar." kata jin.
"Iya, istirahatlah yang nyenyak." kata elena, senyum.
Jin berjalan kekamarnya dengan perasaan penuh tanda tanya. Berubahan sikap zyan yang mendadak menimbulkan banyak tanda tanya didalam hati jin.
"Zy, sudah tidur ya?" tanya jin.
Jin masuk kedalam kamarnya, keadaan kamar yang gelap membuat jin mengira zyan sudah tidur. Hanya mengandalkan sinar bulan yang masuk melalui jendela kamar yang tidak tertutup tirai. Jin berjalan ke tempat tidurnya. Saat jin sampai di sana, zyan tidak ada ditempat tidur.
__ADS_1
"Zy.. Kamu dimana?" tanya jin,
Jin mulai merinding, takut ada hantu. Jin terus menengok ke kanan dan ke kirinya tapi kosong. Tiba tiba angin berhembus cukup kencang sampai membuat jendela kamar terbuka dan tertutup.
...Brakk. Suara benturan jendela membuat jin terlonjat kaget....
"Kyaaa, Zyyy kamu dimana?" kata jin
Karna ketakutan jin langsung menarik selimut dan duduk sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Jin menggigil ketakutan.
"Zy kamu di mana? Aku takut." kata jin.
Berapa menit sebelum jin masuk,
Zyan yang masuk duluan, menaruh laptopnya di meja dan mematikan lampu kamar. Saat dia sedang berbaring, ponselnya berbunyi. Zyan melihat pesan yang masuk.
...Master saya membawa berapa berkas yang harus anda tanda tangani, saya sudah ada diluar. Di tempat biasa anda keluar....
Selesai membacanya, zyan langsung menyiapkan tali untuknya turun kebawah. Zyan segera turun kebawah untuk menemui bawahannya.
"Mana berkas nya?" tanya zyan
"Ini master. Kata tuan Yang, anda harus periksa terlebih dulu. Karna ini ada hubungannya dengan klien." kata bawahannya.
"Baiklah." jawab zyan.
Zyan masuk kedalam mobil agar tak ada yang melihatnya berada di luar.
Berapa saat kemudian, zyan selesai memeriksa berkas itu dan sudah menanda tangani berkas itu.
"Semua sudah aku tanda tangani. Katakan pada paman, lakukan saja apapun yang terbaik." kata zyan
"Baik master, akan saya sampaikan." jawab bawahan zyan.
Zyan keluar dari mobil dan langsung masuk ke pintu rahasia. Melewati semak semak.
"Zy kamu kemana? Aku takut banget." kata jin.
Saat suasana sedang tegang, jin dibuat terkejut karna melihat sebuah tangan yang tiba tiba muncul di jendela.
"Iiihh apa itu!" teriak jin.
Jin semakin takut, dia menutup rapat tubuhnya. Jin menggigil sambil mulutnya berkomat kamit.
Zyan akhirnya sampai di kamar nya. Dia kebingungan karna melihat gundukan selimut yang bergetar.
Zyan mendekat keselimut itu, tangan kanan nya meraih selimut itu dan menariknya. Membuat isi dalam selimut itu berteriak ketakutan.
"Aaaahhhhh jangan makan aku. Aku tidak enak. Hiks hiks tolong. Jangan makan aku." kata jin
Zyan mengangkat sebelah alisnya melihat jin yang sedang tengkurep ketakutan.
"Tolong jangan makan aku... Hiks.. Zy kamu dimana? Aku takut." kata jin masih menutup matanya.
Zyan sudah kesal dengan sikap jin yang berlebihan seperti ini.
"Mau sampai kapan seperti ini?" kata zyan.
Mendengar suara yang begitu familiar, jin perlahan membuka matanya, dia memberanikan diri menengok kebelakang. Dan nampak wajah zyan yang dingin. Segera jin bangun dan langsung memeluk zyan.
"Uwaaahh zyyyy kamu dari mana saja. Aku takut hiks hiks" kata jin.
"Huft, gak ada yang perlu ditakutkan. Disini tidak ada apa apa. Baka." balas zyan.
"Huhu." Kata jin.
__ADS_1
"Sudahlah tidak ada yang perlu ditakutkan." kata zyan.
Jin semakin erat memeluk zyan. Tubuhnya masih gemetar ketakutan.
"Sudah. Aku ada disini. Tak perlu takut." kata zyan.
Perlahan jin mulai tenang, zyan berbaring disamping jin yang terus memeluknya dan masih sambil tersedu sedu.
Zyan membalas pelukan sahabatnya itu, mencoba meredakan ketakutan jin.
"Zy jangan pergi, ninggalin aku sendirian. Aku takut." kata jin, mulai tenang.
"Iya, aku janji." kata zyan.
"Zy, kamu kemana si tadi? Kenapa kamarnya gelap tapi kamu tidak ada?" tanya jin.
"Aku ada urusan tadi. Harus menanda tangani berapa berkas dibawah." kata zyan.
"Kenapa tidak bilang padaku?" tanya jin manyun.
"Karna kamu tidak ada." jawab zyan.
"uh jahat kamu zy" kata jin.
"Sudahlah. Kita tidur, sudah malam." ajak zyan.
Mereka akhirnya tertidur dan masih terus berpelukan. Sampai matahari menunjuk kan dirinya setelah tidur sepanjang malam. Sinar mentari perlahan memasuki kamar, sampai sinar matahari menyinari wajah zyan.
"Uh," eluh zyan.
Perlahan zyan mengusap matanya, mengejap menyesuaikan cahaya. zyan melirik kearah jam, sudah pukul 6.00 pagi. Zyan mencoba bangun tapi tidak bisa karna tangan jin memeluknya dengan erat.
Zyan terpaksa menyingkirkan tangan jin yang memeluknya erat. Zyan duduk sambil bersandar, belum ada 1 menit zyan melepaskan tangan jin, lagi tangan jin memeluk. Kali ini zyan membiarkannya saja.
Pandangan zyan beralih keluar jendela, lalu zyan mengambil ponselnya yang ada disamping dia tidur. Zyan menelpon paman yang,
"Hallo paman." sapa zyan.
"Selamat pagi tuan. Ada yang bisa sayang bantu?" tanya paman.
"Paman bisakah paman hari ini pergi ke panti asuhan ren'ai. Aku ingin mengajak semua anak anak panti itu untuk pergi jalan jalan hari ini." pinta zyan.
"Baiklah, tuan. Akan saya lakukan." jawab paman.
"Baik kita ketemu di taman kota jam 9." balas zyan.
"Baik tuan." jawab paman.
Zyan menutup telponnya. Ini untuk pertama kalinya dia ingin berbagi kebahagiaan dengan anak anak panti tempatnya dulu tinggal.
Zyan beranjak kekamar mandi, meninggalkan jin yag masih tertidur lelap.
Tangan jin meraba raba tempat tidur disampingnya, terasa kosong. Perlahan jin membuka matanya, dan di lihatnya disampingnya sudah kosong, tak ada siapapun.
"Loh zy kemana?" tanyanya.
Hanya suara gemricik air yang terdengar, jin tahu jika zyan sedang mandi. Dia tidak pergi meninggalkannya sendirian. Jin segera bangun dan pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuknya dan zyan.
"La la la la pagi yang indah." senandung jin sambil membuat kopi.
Zyan keluar dari kamar mandi dan bergegas berpakaian.
"Zy sudah selesai ya?" tanya jin.
"Iya." jawab zyan.
__ADS_1
"Ini minumlah." kata jin.
Zyan menerimanya dan berjalan ke jendela untuk melihat mentari pagi.