Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 22


__ADS_3

"tidak ada." kata zyan.


jin melihat buku dimeja sebuah buku tentang kehidupan.


"kalau tidak ada hal lain lagi saya permisi dulu." kata paman pergi meninggalkan keduanya.


"zy, sebenarnya kamu kenapa? pagi ini kamu aneh. apa yang kamu sembunyikan lagi dariku?" tanya jin.


zyan masih diam, jin menunggu dengan sabar.


zyan bangun dan menuju rak buku,


"apa kau tau, hati manusia selalu berubah ubah?" kata zyan,


jin tidak mengerti maksud perkataan zyan.


"kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti dan mungkin orang terdekatmu bisa melukaimu." kata zyan lagi.


dia masih tetap menatap rak buku.


"apa maksudmu berkata demikian zy?" tanya jin merasa kesal.


"apa yang akan kau lakukan jika aku melukaimu.?" tanya zyan.


"tidak. kamu tidak akan melukaiku. kamu orang yang baik zy. aku percaya padamu zy" kata jin.


"tapi kamu tidak tau apa yang aku pikirkan?" tanya zyan menoleh kebelakang.


jin terdiam menatap punggung zyan. jin tidak tau harus jawab apa. kenyataannya emang dia tidak tau apa yang zyan pikirkan saat ini.


"aku memang tidak tau apa yang kamu pikirkan saat ini. tapi aku tetap yakin pada hatiku dan percaya padamu. apapun yag terjadi nanti." kata jin dengan penuh keyakinan.


keduanya kembali diam, zyan masih sibuk dengan pikirannya dan jin sibuk mencerna setiap kata yang zyan ucapkan.


"aku tidak tau harus berbuat apa. saat ini perasaanku kacao. aku seperti orang bodoh, tidak berguna. dia ada didepanku tapi aku tidak bisa berbuat apa apa." kata zyan, dia kembali duduk setelah mengambil sebuah album foto.


"zy sebenarnya ada apa?" tanya jin lagi.


jin terlihat sedih karna zyan terus diam dengan yang terjadi.


"malam ini aku akan bergerak. satu informasi mengenai kelompok yang terlibat dalam pembunuhan keluarga hou sudah terlihat. aku ingin tau siapa saja dan berapa jumlah mereka." kata zyan mengalihkan pembicaraan.


"kelompok yang membunuh ayah dan ibuku!! aku ikut. bagaimanapun aku harus ikut. jangan larang aku zy." kata jin.


"aku tidak akan melarangmu. ini urusan keluargamu. aku hanya akan membantumu menyelesaikan balas dendam mu." kata zyan.


"terima kasih zy." kata jin.


"zy berapa lama lagi kita bisa mengungkap misteri pembunuhan keluarga kita?" tanya jin.


"entah. selama dalangnya belum diketahui, kita tidak bisa berhenti. jika kamu sudah lelah, kamu bisa berhenti. tapi aku tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah membunuh keluargaku." kata zyan dengan kebencian.


keduanya kembali diam, tiba tiba ponsel jin berbunyi. jin mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. jin terkejut melihat siapa yang menelponnya, yang menelpon jin adalah elena. jin bingung mau angkat, dia melirik kearah zyan.


"kenapa gak diangkat?" tanya zyan.


"kak elena. aku harus gimana?" jawab jin.


"angkat saja." kata zyan.


jin mengangkat telponnya.


"ohayo elena nee-chan." sapa jin.


"ohayo. kalian lagi dimana? kenapa belum pulang?" tanya elena khawatir.


"hm kami.. kami sedang di.." jin kesusahan menjawab pertanyaan elena.


zyan dengan berat hati, mengambil alih ponsel jin.


"kami perpustakaan. ada apa elena nee mencari kami?" tanya balik zyan.


"gak ada apa apa. nee-chan cuma khawatir pada kalian. ya sudah kalian lanjutkan saja, ingat jangan pulang terlambat." kata elena.


"iya." jawab zyan lalu mematikan ponselnya dan memberikan kembali pada jin.


"zy, sebentar lagi musim dingin, apa yang akan kamu lakukan?" tanya jin.


zyan berhenti membaca,


"musim dingin, tak lama lagi ulang tahun naya." kata zyan.


jin tahu siapa naya, naya adalah adiknya zyan yang terbunuh bersama keluarganya.


"apa yang akan kamu lakukan?" tanya jin.


"tidak ada. mungkin berdoa untuk naya." kata zyan tanpa ekspresi sama sekali.


setelah seharian mereka habiskan di villa, sore ini zyan dan jin hanya duduk duduk di taman asrama.


"hei, kalian lagi ngapain?" tanya elena dari belakang, membuat jin terkejut.


"aya. elena nee jangan ngagetin kenapa si?! datang datang langsung ngagetin orang. gimana kalau aku kena serangan jantung?" omel jin.


elena hanya tersenyum dan duduk disamping jin.


"cuma gitu aja kena serangan jantung. zy saja gak terkejut. kamu ini terlalu berlebihan."kata elena membuat jin jadi manyun.


zyan sendiri lagi asyik bermain game, tidak memperdulikan elena dan jin.


"zy lagi main apa? sampai sibuk gitu?" tanya elena.


tapi zyan tidak mendengarnya dan terlalu fokus pada game.


"percuma tanya zy saat dia main game. dia gak bakal dengar." kata jin.

__ADS_1


"eh begitu yah. kamu sendiri jin lagi chat sama pacar ya?" goda elena.


jin hanya diam, dia bosan mendengar godaan elena.


saat ketiga sibuk dengan urusan masing masing. ditempat tak jauh dari mereka bertiga, ada tiga cewek yang terus berbisik bisik salah satu cewek itu membawa kado.


"cepatlah, selagi dia masih disana" kata luna yang terus mendorong eria untuk mendekati zyan.


"aku malu." kata eria.


"ngapain malu. cepat selagi sepi." kata aura.


"tapi disana ada elena sensei. aku malu." kata eria.


"ya udah kami temenin." kata luna.


akhirnya ketiga cewek tadi berjalan mendekati zyan dan saat sudah dekat luna dan aura mendorong eria kedepan. eria malu, dia menenggok kebelakang tapi kedua temannya terus mendorong dan terus memberi semangat.


"ayo cepat" kata kedua teman eria.


eria memberanikan diri mendekati zyan.


"uhmm zyan-kun." panggil eria.


zyan menenggok kearah suara. mata zyan menatap eria dengan tajam, membuat eria mundur sedikit takut ditatap begitu. elena yang melihat zyan yang menatap eria dengan tajam langsung menghentikannya.


"zy kun jangan menatapnya dengan tajam kasian eria jadi takut" kata elena.


zyan diam dan matanya kembali menatap ponselnya.


"ada apa?" tanyanya dengan nada dingin.


"em itu aku.. aku.. aku ingin kasih ini untuk kamu." kata eria malu sambil memberikan kado pada zyan.


zyan menatap eria dan kadonya bergantian.


"apa ini?" tanya zyan.


"ini untuk kamu." kata eria.


zyan tak menerimanya, dan masih sibuk menatap ponsel. eria masih menunggu zyan mengambil kadonya.


jin merasa kasihan sama eria karna zyan sama sekali tidak menerimanya. jin menarik baju zyan pelan, zyan menengok kearah samping matanya bertanya apa jin.


'apa?'


jin menganggu kan kepala sambil mengarak ke eria.


zyan langsung paham dan zyan berhenti bermain. zyan bangun dan menerima kado itu


"terima kasih. lain kali tak perlu repot repot." kata zyan.


"tidak. aku senang memberikannya." kata eria merasa sangat malu dan berlari ke teman temannya.


zyan hanya memandanginya saat pergi.


"tidak apa. yang penting kamu sudah memberikannya." kata luna memberi semangat.


"ayo kembali." ajak aura, ketiga cewek itu kembali ke asrama mereka.


"aku balik duluan" kata zyan beranjak pergi.


"loh zy kenapa terburu buru?" tanya elena.


"aku mau mandi." kata zyan menjauh dan tinggal jin dan elena disana.


"zy itu selalu saja bersikap dingin. aku takut semua cewek akan menjauhinya jika dia terus bersikap seperti itu." kata elena.


"zy sangat lembut meski diluar terlihat dingin tapi hatinya sangat lembur dan penuh perhatian." kata jin yang sudah mengenal zyan cukup lama jadi jin tau bagaimana sifat zyan.


"iya si. dari yang kakak lihat juga begitu. sayang sekali, padahal orang tuanya sangat ramah dan baik. andai semua tak terjadi" kata elena.


jin terkejut mendengar kalimat terakhir elena.


"apa maksud kak elena mengatakan orang tua zy sangat baik dan ramah? apa kakak mengenal orang tua zy?" tanya jin penuh curiga.


elena tersadar dengan yang dia katakan barusan.


"bukan. aku tidak mengenal orang tua zyan." kata elena sedikit gugup, keringat dingin perlahan mengalir.


"hmm benarkah?" tanya jin lagi.


jin semakin penasaran dan curiga kalau elena menyembunyikan sesuatu. jin menatap elena dengan tajam dan elena tersenyum untuk menutupi kegalauan hatinya.


"jin chan tidak mandi?" tanya elena mengalihkan pembicaraan.


"nanti." jawab jin, dia menatap elena penuh kecurigaan.


"jin kenapa menatapku seperti itu?" tanya elena merasa risih karna ditatap terus dengan tatapan tajam penuh kecurigaan.


"tidak ada. aku balik dulu kak." kata jin berjalan menjauh.


elen terus menatap jin yang semakin jauh dengan tatapan sedih. hampir saja elena keceplosan soal ayah dan ibunya zyan.


zyan sudah selesai mandi, dia duduk dimeja belajarnya. seperti biasa ketika didalam kamar, zyan membuka laptopnya dan mengecek file filenya. berapa data para target yang sudah di eksekusi dan yang belum. klik, suara pintu terbuka, nampak wajah jin yang terlihat murung. jin masuk dan langsung duduk ditepi ranjang.


"ada apa?" tanya zyan tanpa berpaling dari laptopnya.


"zy, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu" kata jin masih menundukkan kepalanya.


"iya." jawab zyan.


"zy, seperti apa keluargamu?" tanya jin kali ini dia menatap punggung zyan.


zyan berhenti mengetik mendengar pertanyaan jin.

__ADS_1


"untuk apa kamu menanyakan keluargaku?" tanya balik zyan, terlihat tidak senang.


"aku hanya ingin tau saja. ayahmu pasti orang yang hebat dan ibumu pasti sangat baik. benarkan zy?" kata jin.


zyan terdiam tak mau menjawab pertanyaan jin.


"aku yakin mereka orang orang yang hebat dan mereka pasti bangga denganmu zy." kata jin.


"ayahku bukanlah orang yang hebat. ayahku, dia selalu bersikap keras pada siapapun termasuk aku. dia selalu memarahiku karna aku gagal dalam berlatih." kata zyan,


akhirnya dia bicara setelah diam cukup lama.


"sedangkan ibuku dia wanita yang sangat hebat. didunia ini tak ada yang bisa menyamainya. perempuan yang tangguh sampai akhir khayatnya." kata zyan lagi.


sekarang keduanya dia kembali diam, jin yang biasanya selalu ribut kali ini menjadi pendiam.


selesai makan malam. kedua kembali kekamar mereka. zyan sudah bersiap, tali sudah terpasang.


"zy tunggu aku." kata jin yang sedang bersiap.


"cepatlah." kata zyan sudah bersiap turun.


zyan sudah berada dibawah menunggu jin turun. keduanya berjalan melewati semak, dan keluar. kali ini zyan memakai motor untuk menemui target. motor sudah disiapkan dan senjata juga sudah dibawa oleh dua orang bawahan zyan.


"master, ini senjata anda" kata bawahan satu.


zyan menerimanya tanpa bicara.


"tuan muda ini milik anda." kata bawahan kedua menyerahkan shot gun pada jin.


"terima kasih." kata jin.


zyan menyalakan motornya dan jin menaiki dibelakang.


saat ini target berada di sebuah proyek bangunan yang masih dalam proses pembangunan. target sedang mengecek kondisi disana karna saat ini sedang lembur. zyan dan jin sudah berada disana, mereka terus mengamati keadaan sekitar.


"zy bagaimana ini? keadaan disana sangat rame dan juga target kita masih berada disana?" kata jin pelan.


zyan berpikir bagaimana caranya agar target menjauh dari tempat itu.


"kita tunggu kesempatan yang bagus." kata zyan.


zyan mengamati sekitar dan terus mencari cara untuk mengeksekusi target.


akhirnya sitarget pergi menjauh dari proyek itu,


"ini kesempatannya. ayo bergerak." kata zyan.


perlahan zyan dan jin mengikuti target hingga target menjauh dari semua orang. dengan sigap zyan langsung membukam mulut target dan membawanya ketempat yang sepi.


"hm hm hm hm" berontak sitarget saat zyan membawa pergi.


ditempat yang sepi jauh dari proyek itu, zyan melepaskan target. target terjatuh, disana jin sudah menunggunya.


"siapa kalian? apa mau kalian?" tanya target ketakutan.


"kau tidak perlu tau siapa kami. malam ini tamat lah riwayatmu!!" kata jin sudah siap menembak.


"tunggu. jangan eksekusi sekarang." tahan zyan.


"tapi black. dia yang sudah membunuh keluargaku" kata jin


"aku ingin bertanya padanya." kata zyan berjongkok didepan target.


jin menurut, dia menurunkan shot gun nya.


"jawab pertanyaan ku dengan jujur. jika tidak kau akan mati" ancam zyan.


target ketakutan dia melihat zyan dan jin secara bergantian.


"baik. baik. aku akan menjawab semua pertanyaanmu." kata target.


"apa kau tau siapa dalang dibalik pembunuhan keluarga hou?" tanya zyan dengan tenang tapi menakutkan.


"aku.. aku.." kata target terus bergerak mundur secara perlahan.


"aku tidak tau." kata target.


"sudahlah kita habisi saja dia." kata jin sudah geram ingin membunuh. zyan bangun


"bersabar sebentar maka kamu akan alasannya." kata zyan.


disaat keduanya sedang berbicara, target melarikan diri. dia berlari dengan kencang.


"hei, jangan kabur!!" teriak jin.


zyan cepat zyan merebut shot gun yang dipegang oleh jin dan menembakannya tepat lelaki target. DOR.


"arrghhtt" kaki kir target terkena peluruh da target terjatuh.


zyan dan jin berjalan mendekatinya. target langsung gemetar ketakutan,


"tolong ampun aku. aku mohon" kata target memohon.


"sebaiknya kamu cepat katakan yang sebenarnya apa yang terjadi pada keluarga hou dan siapa dalang dibalik semua ini?" tanya zyan lagi sambil berjongkok didepan target.


"baik baik aku akan mengatakannya tapi tolong jangan bunuh aku. aku mohon." kata target.


"cepat katakan!!" teriak jin.


"baik. sebenarnya alasan kami menghabisi tama hou, karna dia berkhianat pada kami. dia keluar dari kelompok dan bergabung dengan mawar hitam milik zhan Ryu." jelas target. zyan dan jin terkejut mendengarnya.


"katakan lagi." bentak zyan ingin tau lebih dalam.


"malam itu, ketua sayap hitam mengumpulkan orang orangnya untuk menyerang kediaman tama hou dan menyuruh anak buahnya untuk menghabisi tama." kata target lagi.

__ADS_1


jin terdiam, dia tidak pernah menyangka ternyata ayahnya adalah salah satu anggota kelompok mafia.


"awalnya kami hanya berencana untuk menghabisi tama tapi karna istrinya melihat kejadian itu, dengan terpaksa kami membunuhnya." kata target lagi.


__ADS_2