
Danzo yang tidak berdaya diikat dan dimasukkan kedalam kardus besar itu.
"Kita harus cepat, Kita tidak boleh mengecewakan master." kata bawahan zyan.
"Iya."
Mereka semua membungkus danzo dengan rapi dan tidak lupa mereka juga memasukkan berapa mawar hitam kedalam kardus.
Mereka menutup kardus itu dengan rapi dan siap untuk dikirim ke ruangan pesta sebagai hadiah terbesar disana.
Diruang pesta,
zyan terus berkomunikasi dengan bawahannya lewat telpon.
"Master kadonya sudah siap. Kapan akan dikirimnya?" tanya bawahan zyan.
"Tunggu perintah dariku. kalian bersiap saja, ingat jangan sampai ketahuan." balas zyan.
"Baik master."
Zyan lalu memperhatikan sekeliling, mencari ghostraid untuk menunggu saat yang tepat.
"Zy jadi kapan pertunjukan itu akan dimulai?" tanya jin.
"Sebentar lagi acaranya akan dimulai." jawab zyan.
Acara pesta malam itu akan segera dimulai, zyan dan jin sudah bersiap untuk melihat pertunjukan yang sangat menarik untuk semua orang.
"Zy aku menantikan ekspresi mereka?" tanya jin.
"Iya aku pun sama. Dengan adanya kejadian seperti ini aku berharap mereka akan menampakan diri." jawab zyan.
"Iya. Agar semua cepat selesai." kata jin.
Acara launching dimulai, seorang wanita naik keatas panggung untuk memberi sambutan, dan saat itulah zyan memberi tahu bawahannya yang ada diluar ruangan untuk bersiap.
"Apa semua sudah siap?" tanya zyan.
"Sudah master, Semua seperti yang anda katakan." jawab bawahan zyan.
"Baik. Bersiaplah. 10 menit lagi bawa kadonya kesini." kata zyan.
"Baik master." balas bawahan zyan.
Jin melihat zyan, zyan menganggu kan kepalanya. Ghoshtraid yang berdiri cukup jauh dari mereka berdua tapi masih bisa dilihat oleh mata, menganggukan kepalanya.
Diluar ruang,
bawahan zyan yang sudah berpakaian seperti kurir dan membawa kado besar menggunakan troli barang dan menemui penjaga didepan ruangan pesta.
"Tunggu. Kamu mau kemana?" tanya penjaga.
"Maaf saya disuruh seseorang untuk mengantarkan kado ini untuk tuan nabe lee." jawab bawahan zyan.
Penjaga itu memeriksa kurir dan kadonya yang besar sebelum dipersilakan masuk.
"Apa isinya?" tanya penjaga.
"Saya tidak tahu. Saya hanya kurir yang disuruh untuk mengantarkan kesini." jawab bawahan zyan.
"Hm baiklah, ikut denganku untuk masuk kedalam." kata penjaga itu.
"Terima kasih."
Kurir itu mendorong masuk kadonya dan masuk kedalam bersama dengan penjaga masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1
Didalam ruangan, jin yang sejak tadi terus memperhatikan pintu karna dia sudah tidak sabar melihat pertunjukan yang mereka buat.
"Bersikaplah tenang, jika seperti itu kamu akan membuat orang lain curiga." kata zyan.
Zyan dengan tenang sambil menggoyangkan gelas ditangannya mengalihkan pandangannya kedepan. Jin langsung berubah tenang dan pandangannya tak lagi kearah pintu tapi kedepan.
Tak lama pintu terbuka, tak seorangpun menyadari kedatangan kado spesial untuk pesta ini.
"Kamu tunggu disini. Aku akan memanggil tuan babe " kata penjaga itu.
"Baik tuan." jawab kurir.
Saat penjaga sedang berbicara dengan nabe, kurir itu terus memperhatikan sekeliling sampai matanya bertemu dengan mata zyan dan jin. Zyan mengangguk kan kepala nya, kurir itu mengerti dia membalas nya dengan anggukkann juga.
Selesai bicara dengan nabe, penjaga bersama nabe menghampiri kurir itu,
"Tuan silakan tanda tangan disini." kata kurir.
Kurir itu menyerahkan kertas tanda terima kepada nabe. Nabe langsung menanda tangani kertas itu dan memberikannya kembali ke kurir itu.
"Terima kasih. Kalau begitu saya permisi." kata kurir.
"Bawa kado itu kesana." perintah nabe pada penjaga
"Baik tuan." balas penjaga.
Penjaga itu membawa kado besar itu ke depan panggung untuk diperlihatkan kepada para tamu.
"Bersiaplah, pertunjukan akan dimulai. Ingat untuk terus berakting." kata zyan.
"Tentu saja. Aku benar benar tidak sabar melihat pertunjukan ini, zy." jin jadi girang.
Zyan tersenyum tipis pada jin.
"Para tamu, hari ini tuan nabe mendapat kado besar bagaimana kalau kita minta tuan nabe untuk membukanya." kata pembawa acara.
"Aaarrrrgghhhtttt itu." teriak semua orang.
"Ini apa apaan." teriak nabe.
Begitu kado dibuka terlihat danzo yang hanya memakai ****** ***** dengan kaki dan tangannya terikat. Ditubuhnya terlihat beberapa bercak merah, dengan nafas yang masih terengah engah. Danzo masih tersadar namun tak berdaya karna obat yang disuntikan kepadanya.
"Tidak mungkin. Suamiku" teriak histeris istri danzo.
Istri danzo menangis histeris melihat keadaan suaminya yang begitu menyedihkan. Semua orang yang disana langsung ketakutan melihat disamping tubuh danzo, ada sebuket mawar hitam dan satu tangkai mawar yang menancap di kaki nya.
"Cepat bawa dia kerumah sakit. Dan cari kurir tadi!!" perintah nabe.
"Ini.. Ini pasti perbuataan mawar hitam. Ini pasti mawar hitam." teriak salah satu tamu.
Semua semakin panik, tak ada yang menyangka kalau mawar hitam ada datang kepesta.
Zyan dan jin merasa sangat senang, tapi mereka berakting mengikuti alur cerita yang terjadi. Mereka berdua pura pura panik.
"Zy, apa yang akan kita lakukan sekarang?" bisik jin.
"Kita tunggu pertunjukan ini selesai. Aku mau lihat bagaimana reaksi mereka saat melihat ini." jawab zyan.
"Tapi ini seru zy. Aku tak menyangka bakal seru begini." bisik jin lagi.
"Hee ini semua pertunjukan kecil." jawab zyan.
Semua orang panik dan ada yang keluar dari pesta. Para bawahan nabe tidak berhasil menangkap kurir ataupun sang mawar hitam.
Zyan dan jin keluar dari ruangan pesta dan terus berpura pura panik. Sampai mereka dilantai bawah, mereka langsung menuju mobil yang berada diparkiran.
__ADS_1
"Tuan, apa pestanya sudah selesai?" tanya pak asil.
"Sudah pak." jawab jin dengan senyum.
Saat keduanya akan masuk mobil, seseorang menghampiri mereka.
"Bagaimana? Sangat menarik bukan?!" tanya ghostraid.
"Iya. Lalu bagaimana dengan danzo?" tanya zyan.
"Dia takkan bisa hidup lebih dari 2 hari. Takkan aku biarkan dia mati dengan mudah." kata ghostraid
Sejujurnya zyan sangat penasaran dengan identitas ghostraid ini. Zyan terus memperhatikan ghostraid dari bawah
"Ada apa kamu memperhatikanku seperti itu?" tanya ghostraid.
Ghostraid merasa risih dipandang begitu tajam oleh zyan. Zyan tak menjawabnya dan masih menatap tajam ghostraid.
"Zy, kita harus kembali. Ghostraid malam ini terima kasih banyak sudah membantu kami." kata jin.
"Tak masalah tuan muda jin. Senang bisa membantu." jawab ghostraid.
Jin segera menarik tangan zyan, mereka harus segera kembali jika sampai pak asil tahu dan melaporkannya pada elena bisa gawat.
"Zy ayo cepat. Kita harus kembali sebelum membuat pak asil curiga dan melaporkannya pada kak elena." bisik jin.
Zyan menurut saja dan masuk kedalam mobil. Mobil itu melaju dijalan menuju asrama yuro no niji.
"Zy tadi itu seru banget. Kamu lihat gak mukanya dia terlihat sangat lucu, ha ha" kata jin.
"Siapa yang terlihat lucu jin?" tanya elena.
Kedua nya terkejut mendengar suara dibelakang mereka. Mereka yang tadinya akan naik kelantai 3 berhenti dan menengok kebelakang. Dengan wajah kaget jin melihat elena sudah berdiri dibelakangnya
"Jin, ko diam? Sepertinya kalian sangat menikmati pestanya." kata elena
"Tidak, membosankan" jawab ketus zyan.
"Sepertinya begitu. Dilihat dari ekspresi kalian sepertinya sangat menikmati." kata elena.
Tak ada yang menjawabnya, jin melirik kearah zyan yang sedang bersandar didinding tangga.
"Kenapa kalian diam saja? Apa terjadi sesuatu?" tanya elena.
"Jin ayo kembali, aku lelah." kata zyan.
Berjalan duluan didepan dan jin segera menyusul zyan dan meninggalkan elena yang masih kebingungan.
"Ada apa zy? Kenapa hari ini sikapmu aneh sekali pada kak elena?" tanya jin.
"Tidak apa apa." jawab zyan.
"Jin, tidak perlu kamu tahu alasanku. Aku takkan biarkan siapapun menyakitimu. Tidak perduli siapapun itu." gumam zyan dalam hati.
Klik, zyan membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam. Zyan segera melepaskan jasnya dan duduk di kursi nya sambil memijat kepalanya.
"Zy kenapa?" tanya jin, khawatir
"Aku tidak apa apa. Pergilah bersihkan dirimu." pinta zyan
"Baiklah. Tapi kamu yakin, kamu baik baik saja zy?" tanya jin lagi.
"Iya, sudahlah. Aku baik baik saja." jawab zyan.
"Baik lah. Aku ke kamar mandi dulu." kata jin.
__ADS_1
Jin pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri da mengganti pakaian.
Zyan menarik laci meja belajarnya dan mengambil buku hitam. Zyan membukanya dan menulis sesuatu di buku itu. Buku hitam itu adalah buku catatan milik zyan.