Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 28


__ADS_3

"iya. Karna itu dengarkan kata kataku. aku akan jelaskan semua rencanaku." kata zyan semakin serius.


jin hanya terdiam memandang mata zyan sangat tajam, lebih tajam dari biasanya.


"baiklah aku akan mendengarkan semua perkataanmu. asalkan aku ikut bersamamu aku akan menuruti semua perintahmu." kata jin dengan penuh harapan.


"dengarkan rencanaku. kamu dan paman tetap didalam mobil cukup aku saja yang turun. kamu tetap awasi sekitar jika ada sesuatu yang tak beres aku akan memberimu kode seperti biasa." kata zyan mulai menjelaskan rencananya.


"aku tidak mau didalam mobil. aku mau ikut denganmu kedalam cafe!!" kata jin.


"tidak. kamu tidak boleh ikut masuk. ini keputusanku. jika kau mau ikut tetap dimobil jika tidak mau tetaplah di asrama." kata zyan tak bisa dibantah lagi.


jin hanya bisa terdiam, tak mampu membalas argumen zyan.


"ini kesempatan langka, aku bisa tau siapa sebenarnya ghostraid ini. yang dia tau selama ini hanya mawar hitam hanya seorang. jika kau muncul itu hanya akan merusak rencanaku." kata zyan.


"maaf aku selalu menjadi penghalang untukmu zy." kata jin sedikit sedih.


zyan diam lagi, sebenarnya zyan merasa bersalah pada jin karna menyuruh jin tetap didalam mobil tapi inilah yang terbaik untuk jin. jika jin keluar ikut dengan zyan, jin kemungkinan akan ikut dalam bahaya dan zyan sendiri takut tak bisa melindungi jin jika hal itu terjadi.


"pergilah mandi. kita akan segera berangkat?!" pinta zyan.


jin hanya menurut saja dan pergi kekamar mandi. selagi menunggu jin mandi, zyan berjalan kearah jendela. memandang kebawah yang di penuhi salju, jalan rahasia pun tertutup oleh salju.


entah kenapa, hari ini kenangan masa lalu zyan saat masih bersama keluarganya muncul kembali di ingatan zyan.


"uh. kenapa bayang itu terus muncul!!"kata zyan sambil memegangi kepalanya yang mulai pusing.


zyan merasa kesal pada dirinya sendiri kenapa dia harus mengingat masa lalu nya itu?. jin baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian lengkap. jin melihat kearah jendela dan melihat zyan sedang memegangi kepalanya. dengan cepat jin berjalan menuju zyan.


"zy kamu kenapa? kepala kamu sakit lagi?" tanya jin khawatir.


"aku baik baik saja." jawab zyan masih memegangi kepalanya.


"istirahatlah dulu. jangan kamu bebankan pada dirimu sendiri zy." kata jin.


zyan diam saja, yang dikata jin memang benar tapi zyan tak mau jin menanggung bebannya.


"jika sudah siap, kita turun. selagi masih ada waktu, kita buat persiapan." kata zyan berjalan kearah pintu.


jin hanya mengikutinya dari belakang.


suasana asrama masih sepi karna masih masa libur sekolah. zyan dan jin keluar dari gerbang asrama, dan seperti biasa sebuah mobil avanza hitam terparkir tidak jauh dari asrama. zyan dan jin masuk kedalam mobil itu, dan mobil itu langsung melaju dijalan.


"master, kemana kita akan pergi?" tanya si supir.


"villa."jawab zyan tanpa memalingkan pandangannya dari jendela mobil.


"baik master." kata supir.


jin terus memandangi zyan dengan perasaan khawatir dan takut. semua perasaan itu tergambar jelas diwajahnya, tapi jin tak bisa mengatakannya langsung.


'zy, aku berharap kamu akan mengubah pemikiranmu dan membatalkannya. aku sangat khawatir denganmu.' gumam jin dalam hati.


zyan terus menghindari tatapan mata jin karna itu zyan terus menatap keluar jendela. tiba tiba, ssriitt mobil yang dinaiki zyan dan jin tiba tiba berhenti mendadak membuat zyan dan jin terkejut.


"ada apa? kenapa berhenti mendadak begitu?!" tanya zyan dengan nada keras.


"m.. maaf master, itu didepan.." kata supir.


zyan dan jin langsung melihat kearah mobil dan zyan sangat terkejut melihat seorang anak kecil didepan mobilnya.


zyan segera turun dari mobil,


"zy tunggu aku." kata jin mengikuti zyan turun.


zyan menghampiri anak kecil itu yang terlihat ketakutan.


"zy, siapa anak ini? dimana orang tuanya?" tanya jin kebingungan.


"entah." kata zyan kasihan melihat anak kecil itu dan menggendong anak kecil itu yang ketakutan.


"dimana orang tua anak ini? apa ada yang tau? jika ada yang tau, tolong beri tahu kami?!" tanya jin pada setiap orang yang ada disana.


semua orang diam, tidak ada yang mengenal anak kecil itu.


"zy bagaimana? kita tidak tau siapa anak ini. apa kita titipkan saja pada kantor polisi?" tanya jin sudah kebingungan.


"tidak. kita tunggu sebentar disini. kemungkinan orang tuanya akan mencarinya."kata zyan terus memperhatikan sekeliling.


"tolong belikan makanan untuk kami." pinta zyan pada supirnya.


"baik master." jawab supirnya.


"sekalian cari tau orang tua anak ini?!" kata zyan.


"baik master. akan saya lakukan" kata supir itu lalu pergi.

__ADS_1


zyan mencari tempat duduk disekitar situ. sejujurnya jin sangat senang melihat sikap zyan yang begitu perduli pada semua orang. tidak perduli siapapun dia, zyan selalu bersikap baik.


'kebaikan hatimu semoga tidak pernah berubah. aku suka dirimu yang seperti ini, seperti malaikat yang diturunkan oleh Tuhan untuk membantu orang orang yang membutuhkan. terima kasih zy.' gumam jin dalam hati sambil tersenyum bahagia.


"master ini makanannya." kata supir baru datang dengan sekantong plastik roti, coklat dan berapa susu kotak.


" terima kasih. bagaimana? apa sudah menemukannya?." tanya zyan sambil mengambil susu kotak dan dia berikan pada anak kecil itu agar berhenti menangis.


"maaf master. saya belum menemukannya." kata supirnya.


"cepat temukan. waktuku tidak banyak." kata zyan pelan tapi menakutkan.


"baik master." supir itu pergi lagi.


zyan memberikan kantong plastik tadi pada jin.


"zy jadi bagaimana kalau kita tidak menemukan orang tuanya? apa yang akan kita lakukan?" tanya jin sambil membuka sebungkus roti isi.


"jika tidak menemukan orang tuanya sampai waktu kita habis, kita bawa dia. sisanya serah pada mereka." kata zyan.


jin terdiam memakan roti tadi.


"anak kecil siapa namamu?" tanya jin dengan lembut.


"namaku ness," kata anak itu.


"apa kamu tau dimana ayah dan ibumu?" tanya jin lagi.


ness diam, dia tidak tau apa apa karna dia masih anak berumur 5 tahun.


"kamu tidak tau yah. ya sudah tidak apa apa. kami pasti akan membantumu untuk menemukan orang tuamu. oya nama kaka jin dan yang menggendong ness namanya kak zy." kata jin tersenyum hangat.


ness melihat zyan, zyan menatap balik ness. dan entah apa yang dipikirkan ness, dia tiba tiba mengulurkan tangan kecilnya dan menyentuh wajah zyan lalu tersenyum bahagia. zyan dan jin keduanya cukup terkejut, jin langsung tersenyum melihat ekspresi terkejut zyan.


"hi hi hi zy seperti ness menyukaimu." kata jin tersenyum senang.


zyan hanya terdiam memandangi anak kecil itu, tiba tiba dia teringt adiknya, naya yang sudah pergi terlebih dahulu. entah kenapa melihat anak kecil itu tersenyum hati zyan merasa hangat.


tak lama supir datang bersama dua orang, seorang laki laki dan seorang perempuan.


"ness, anakku." teriak perempuan itu, ness melihat itu dan langsung berteriak.


"okaaaaaa" teriak ness kegirangan.


perempuan yang dipanggil ibu segera berlari dan langsung memeluk ness yang turun dari pangkuan zyan.


terlihat sangat bahagia, zyan hanya mengangguk saja tanpa ekspresi apapun.


"lain kali jaga putrimu dengan baik. hampir saja kalian kehilangan dia untuk selamanya."kata jin sedikit kesal.


"maafkan kami karna lengah dan membiarkan putri kami bermain sendirian. mohon maafkan kami dan terima kasih banyak." kata ayah ness membungkukkan badannya.


zyan tak memperdulikannya dan dia berjalan ke mobil diikuti oleh jin dibelakangnya.


"kak jin, kak zy. arigatao gonzaimatsu.." teriakan ness membuat langkah zyan dan jin berhenti,


jin menengok kebelakang dan tersenyum sambil melambaikan tangan nya.


"ayo, waktu kita sudah terbuang banyak." kata zyan masuk kedalam mobil.


"tunggu zy." kata jin masuk kedalam mobil.


mobil itu kembali melaju dijalan.


zyan terus terbayang wajah anak kecil tadi. wajahnya mengingatkannya pada naya, kesal marah dan perasaan bersalah hadir dalam hatinya membuat dadanya terasa sesak. zyan memegangi dadanya dan nafasnya pun terengah engah.


"zy kamu baik baik saja? apa yang sakit?" tanya jin saat melihat zyan kesakitan.


"aku baik baik saja." jawab zyan.


dia berusaha untuk tetap tenang meski dadanya terasa sakit.


jin hanya terdiam menatap sedih sahabatnya itu yang selalu tertutup.


mobil hitam sampai didepan gerbang villa. gerbang langsung terbuka dan mobil itupun masuk. zyan segera keluar dari mobil dan langsung menuju aula latihan untuk menyiapkan berapa senjata. jin terus mengikuti zyan dari belakang dan terus memperhatikan zyan saat zyan menyiapkan berapa senjata.


"zy, haruskah?" tanya jin masih ragu.


"iya." jawab zyan sambil merekatkan pisau dipaha kanannya.


zyan tak membawa banyak senjata hanya pisau kecil dan pistol untuk berjaga jaga.


"zy masih ada waktu. sebaiknya sarapan dulu meski hanya sedikit." kata jin menyerahkan kantong plastik yang masih tersisa dua bungkus roti.


zyan hanya melihatnya sebentar lalu fokus kembali pada persiapannya.


tok tok. "masuk!" kata zyan pada seseorang yang mengetuk pintu diaula latihan.

__ADS_1


"master, semua persiapan sudah siap. mereka yang bertugas ditempat sudah sampai." kata seorang pelayan.


zyan menganggukan kepalanya.


"kita berangkat sekarang" kata zyan.


zyan keluar dari ruang latihan dan langsung menuju kemobil. disana sudah ada paman yang, zyan dan jin segera masuk dan mobil itu kembali melaju menuju tempat pertemuan.


didalam mobil zyan menyiapkan diri, memakai masker dan memakai kaca mata yang sudah dilengkapi dengan kamera kecil.


"didalam kacamata ini sudah dilengkapi dengan kamera kecil. dan dengan ini kamu bisa melihat dan mendengar apa yang aku lihat dan yang aku bicarakan lewat tablet ini." kata zyan menjawab khawatiran jin dengan menunjukan tablet yang sudah disiapkan.


jin melihat zyan dengan serius,


"iya." kata jin masih merasa khawatir meski zyan sudah menyiapkan semua.


mobil hitam sudah sampai didekat cafferia, mobil itu berhenti tak jauh dari tempat itu untuk mengamati situasi.


"ingat!! jangan gegabah. jika terjadi sesuatu tunggu kode dariku!! jika kau benar ingin membantu, tetaplah didalam mobil." kata zyan memberi peringatan.


jin sedikit takut melihat mata zyan yang sangat tajam.


tak lama seorang mengendarai motor lewat didepan mobil zyan, tapi tak ada yang menyadarinya. pemotor itu masuk kehalamanan cafferia. pemotor itu yang tak lain adalah ghostraid masuk kedalam cafferia, dia juga memakai masker dan menutupi wajahnya. dia duduk ditempat duduk yang sudah dijanjikan, dia mengambil ponselnya dan menelpon zyan.


"aku sudah sampai ditempat. jangan bilang kalau kamu takut dan tidak datang." kata ghostraid menyeringai,


lalu setelah mendengar jawaban zyan dia menutup telponnya.


seorang pelayang wanita datang menghampirinya.


"permisi tuan. mau pesan apa?" tanya pelayan wanita itu.


"aku mau coklat panas." jawab ghostraid.


pelayan itu pergi.


dimobil zyan masih menunggu dengan sangat tenang meski dalam hati sedikit berdebar. zyan tidak sabar untuk bertemu dengan ghostraid. saat semua yang didalam mobil sedang fokus dengan pikiran masing masing, dikejutkan oleh suara ponsel zyan. zyan mengambil dan langsung mengangkatnya.


"ada apa?" tanya zyan langsung.


"cih, mulutmu sangat busuk. aku tidak pernah takut menghadapi cecunguk sepertimu." balas lagi zyan.


setelah itu zyan memasukan kembali ponselnya kedalam saku mantelnya.


"paman, biar aku saja yang menyetir." kata zyan beralih duduk dibelakang stir.


"memang kenapa harus kamu yang menyetir?" tanya jin bingung.


"dia sudah sampai." jawab zyan.


paman pindah kebelakang disamping jin dan zyan yang mengemudi. mobilnya dia nyalakan dan memasuki area cafferia. zyan memarkirkan mobilnya tak jauh dari pintu masuk cafferia.


"jalankan sesuai rencana. jangan ada yang bertindak gegabah sebelum ada perintah dariku!!" kata zyan sebelum keluar mobil.


"baik tuan." jawab paman.


"baik. berhati hatilah."kata jin.


dia masih cemas.


zyan keluar dari mobil dan masuk kedalam cefferia, zyan melihat ke seluruh arah untuk mengamati posisi anak buahnya di tempat itu. setelah memastikan semua sesuai dengan rencana, zyan berjalan menuju meja yang sudah dijanjikan.


zyan langsung tahu siapa dimeja itu, dia menarik kursi dan duduk didepan orang itu. mata keduanya saling bertemu. mata tajam zyan bertemu dengan mata sayu ghostraid.


sesaat tak ada yang berbicara, keduanya terdiam saling memandang dan sampai seorang pelayan datang membawa pesan ghostraid.


"tuan ini pesanan anda." kata pelayan itu sambil meletakan secangkir coklat panas didepan ghostraid.


"terima kasih." ucapnya sambil tersenyum dibalik maskernya.


pelayan itu membungkuk hormat lalu beralih pada zyan.


"tuan anda mau pesan apa?" tanya pelayan itu.


"mocca" jawab zyan tanpa mengalihkan pandangannya dari ghostraid.


"baik, silakan tunggu" kata pelayan itu lalu pergi.


"apa yang kau mau?!" tanya zyan pelan setelah pelayan itu menjauh.


"tidak ada. aku hanya ingin menyapa sang mawar yang saat ini sedang viral menggemparkan dunia." kata ghostraid, zyan hanya diam menatap dengan bingung.


"apa kamu tau sekarang dunia gelap sedang kacao dengan adanya dirimu. semua orang panik dan kebingungan bahkan para atasan pun ikut kebingungan. yah itu hal yang wajar mengingat kau sudah cukup banyak membunuh orang!!" kata ghostraid dengan santai tapi diakhir kata ada sedikit pelan.


"sepertinya kamu tau banyak soal dunia gelap?!" kata zyan.


zyan mencoba memancing ghostraid agar mengatakan semua yang dia tau tentang dunia gelap dan mempermudah untuk zyan mencari tau siapa sebenarnya ghostraid ini?.

__ADS_1


__ADS_2