
Elena hanya bisa terdiam dan menyaksikan bagaimana jin begitu perduli dan sangat menurut pada zyan. Hati elena semakin sakit menyaksikan hal itu.
"Bersiaplah, sebentar lagi aku akan keluar." kata zyan
Jin pun mengangguk dan bersiap siap meski ada elena didalam kamar.
Elena menatap zyan yang pandangan marah dan juga sedih. Tapi tak di perdulikan oleh zyan.
"Kakak elena, apa ada yang mau kau sampaikan lagi sebelum kami keluar?" tanya zyan.
"Kalian mau kemana?" tanya elena balik.
"Kami ada urusan." jawab jin.
Elena menengok kebelakang, melihat jin.
"Urusan apa, jin?" tanya elena.
"Kami mau menemuai teman kami dari sekolah lain." jawab zyan.
Elena terdiam, dia sekarang tak percaya sepenuhnya pada zyan. Elena masih merasa kesal atas sikap zyan yang dingin.
Zyan sudah bersiap sejak tadi, dia beranjak bangun dan berjalan menghampiri jin.
"Jin pake ini. Jangan sampai penampilanmu berantakan." kata zyan sambil memberikan topi pada jin.
"Terima kasih zy." balas jin dengan senyum.
"Kami akan pergi sekarang." kata zyan.
Seolah meminta elena untuk keluar dari kamarnya. Elena yang mengerti maksud zyan, segera beranjak bangun dan berjalan keluar.
Sebelum elena keluar, elena berhenti ditengah tengah pintu. Lalu menengok kebelakang.
"Jangan pulang larut." kata nya.
"Iya kami mengerti kak." jawab jin dengan nada biasa.
Elena lalu pergi dari kamar mereka. Diikuti di belakang zyan dan jin. Zyan dan jin turun dari lantai tiga dan segera menuju lantai bawah.
Zyan dan jin terus bergegas kegerbang asrama. Saat keduanya akan keluar gerbang, langkahnya terhenti oleh suara seseorang.
"Zy, jin." panggil shion.
Jin dan zyan berhenti dan melihat kebelakang. Senyum jin langsung mengembang saat shion menghampirinya.
"Kalian mau kemana?" tanya shion.
"Kami mau keluar, shion." jawab jin.
"kalian mau jalan jalan ya?" tanya shion lagi.
"He he he iya begitulah."jawab jin.
"Boleh kah aku ikut?" tanya shion dengan penuh harap
"Tidak!!" jawab zyan yang sejak tadi terdiam.
"Eh kenapa zy? Kalian mau kencan ya? Hm ya sudah kalau tidak boleh." kata shion.
"Bukan. Kami ada urusan. Kami tidak bisa mengajak mu kali ini. Lain kali saja ya."balas jin.
"Baiklah."kata shion.
Zyan tak mau berlama lama disini, dia pulan berjalan meninggalkan asrama dan bergegas masuk kedalam mobil. Jin tak menyadari kalau zyan sudah masuk kedalam mobil.
"Jin hou." panggil zyan dengan sedikit keras.
__ADS_1
Jin terkejut, jin tersadar kalau zyan sudah tidak di sampingnya lagi.
"Shion, kami pergi dulu. bye." kata jin lalu pergi.
Didalam mobil jin terlihat ngambek karna di tinggal.oleh zyan yang masuk kedalam mobil terlebih dulu.
Mobil itu langsung melaju di jalan aspal dengan kecepatan sedang.
"Master, kita kemana dulu?" tanya sopir.
"Ke villa." jawab zyan.
"Baik master." balas sopir.
Jin masih saja terlihat ngambek dan tak mau bicara sepanjang perjalanan. Zyan juga enggan untuk memulai pembicaraan.
Sampai mereka didepan villa. Mobil itu segera masuk kedalam.
Zyan langsung turun dan berjalan masuk tanpa memperdulikan wajah sahabatnya itu yang semakin manyun.
"Dimana paman Yang?" tanya zyan pada pelayan.
"Beliau sedang ada di ruangannya, master." jawab pelayan.
Zyan mempercepat langkahnya untuk menemui paman Yang.
"Paman." panggilnya saat sampai diruangan.
"Tuan muda. Anda sudah datang." jawab paman.
"Paman aku mau bertanya sesuatu padamu." kata zyan sambil duduk.
Jin masuk kedalam ruangan masih dengan wajah ngambek.
"Zy kamu kenapa ninggalin aku si?" tanya jin.
Tapi zyan tak menanggapinya. Zyan masih fokus pada pertanyaan nyan.
Karna ada jawaban dari zyan, jin duduk disamping zyan mendengarkan apa yang zyan dan paman Yang bicarakan.
"Paman, apa kau tahu anak laki laki yang dulu pernah di tolong ayahku yang bernama Shen?" tanya zyan.
Paman terdiam nampak berpikir. Paman mencoba mengingat nama Shen yang pernah muncul di keluarga zhan.
"Zy, Shen itu siapa? Dan apa hubungannya dengan keluarga mu?" tanya jin, penasaran.
"Diamlah, nanti kau juga akan tahu." jawab zyan.
Jin pun kembali diam dan memperhatikan paman yang sedang berpikir.
Cukup lama paman terdiam, berusaha untuk mengingat semua yang pernah terjadi di masa lalu.
"Bagaimana paman? Apa paman sudah mengingatnya?" tanya zyan.
Paman masih belum bisa menjawab nya. Sampai akhirnya paman mengingat semua.
"Iya tuan muda, sekarang saya ingat. Dulu tuan besar memang pernah menolong seorang anak laki laki yang hampir melukai tuan besar." kata paman.
"Apa maksud paman? Anak itu hampir melukai ayahku?" tanya zyan.
"Saat itu sedang turun salju, Tuan besar baru saja kembali dari pertemuan dan saat sedang berjalan, tiba tiba dari arah belakang seorang anak laki laki berumur sekitar 8 tahun berlari dengan cepat menghampiri tuan besar dengan membawa pisau." kata paman.
"Apa?! Dia berani menyerang ayah?!" kata zyan dengn sedikit emosi.
"Tapi dengan mudahnya tuan besar menghindar dan langsung memberinya pelajaran. Tapi anak itu tidak menyerah dan lagi dia berusaha menggertak tuan besar untuk memberikan nya uang." Kata paman.
#Flashback on.
__ADS_1
"Cepat berikan uangmu!! Kalau tidak aku akan membunuhmu!!" gertak anak laki laki sambil mengacuhkan pisau.
"Bocah nyalimu besar juga." balas Ryu sambil tersenyum.
"Jangan meremehkankuuuu!!!!!" Teriaknya sambil berlari kearah Ryu.
Secara reflek Ryu menendang tubuh kecil bocah laki laki itu hingga dia terpental cukup jauh.
Bocah itu merintih kesakitan sambil memegangi perutnya yang terkena tendangan Ryu.
Ryu dengan pandangan tajam mendekati bocah itu dan mengangkat tubuh bocah laki laki itu dengan mencekram bajunya.
"Lepaskan aku!!" berontak bocah itu.
Tapi Ryu tidak mau melepaskannya, bocah itu terus merontah untuk melepaskan diri. Dan tak jauh dari tempat Ryu dan bocah itu, terlihat seorang wanita tengah berlari sambil berteriak.
"Tolong lepaskan putraku." teriak wanita itu.
Ryu pun menjatuhkan bocah kecil itu hingga bocah itu terduduk. Wanita itu segera berlari menghampiri bocah laki laki itu dan langsung memeluknya sambil menangis.
"Tuan, saya mohon jangan sakiti putra saya. Tolong maafkan putra saya, tuan." kata wanita sambil memohon pada Ryu.
"Apa kau tahu apa yang sudah dilakukan putramu padan tuanku?" tanya paman Yang pada Wanita itu.
Wanita itu menggelengkan kepalanya sambil terus menangis.
"Saya tidak tahu tuan." jawab wanita itu.
"Putra mu berusaha untuk melukai tuanku. Dan dia juga mengancam tuan ku dengan pisau." Kata paman yang.
Wanita itu terkejut bukan main saat mendengar apa yang terjadi. Wanita itu yang tadinya memohon sekarang menatap putra dengan penuh emosi.
Dan Plak. Dengan keras dia menampar putranya itu dengan penuh amarah.
"Apa yang mereka katakan itu benar, Shen? Jawab ibu?" tanya wanita itu dengan penuh emosi.
Bocah laki laki yang di panggil Shen hanya bisa menunduk kan kepala sambil mengangguk mengakui perbuatannya. Ibunya benar benar terkejut dan tak kuasa menahan air matanya lagi.
"Kenapa? Kenapa kamu melakukan semua itu? Ibu sudah sering mengatakannya padamu. Biarpun hidup kita susah, jangan sampai kau melakukan kejahatan." kata ibu Shen.
Shen diam, dia sangat takut pada ibunya.
"Kenapa diam saja? Uhuk.. Uhuk.." Kata ibu Shen
"Ibu, sakit mu semakin parah." kata Shen khawatir.
"Diam. Kamu belum menjawab pertanyaan ibu. Kenapa kamu melakukan hal seperti ini? Kamu tahu ibu paling benci pada orang seperti itu." kata ibu penuh emosi.
"Aku melakukannya agar aku bisa mendapat uang untuk membeli obat untuk ibu." kata Shen.
Ibunya tersentak mendengar jawaban putranya yang melakukan hal itu demi bisa memberi obat untuk ibunya.
Ryu tersentuh mendengar alasan yang sebenarnya bocah itu mengancamnya dan meminta uang padanya.
"Shen, maafkan ibu nak." kata wanita itu,
Wanita itu memeluk putranya dan tiba tiba dia tak sadarkan diri. Shen menjadi khawatir dengan keadaan ibunya.
"Ibu, bangunlah. Ibu, sadarlah." panggil Shen.
Ryu mendekati wanita dan bocah itu. Lalu melihat wanita yang pingsan. Ryu memeriksa nadi wanita itu, nadi di tangannya terasa lemah.
Ryu pun menjadi panik, dan segera memerintahkan paman Yang untuk menyiapkan mobil.
"Paman siapkan mobilnya, kita harus membawanya kerumah sakit." kata Ryu.
"Ah baik tuan." jawab paman Yang.
__ADS_1
Ryu segera menggendong wanita itu dan masuk kedalam mobil bersama Shen. Mobil itu segera melaju dengan cepat kerumah sakit terdekat.
#Yang penasaran siapa sebenarnya Shen? Tunggu chap selanjutnya.#