Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 31


__ADS_3

"Sudah saatnya kita berangkat." kata zyan membuka jendela dan mengulur tali kebawah.


"Emm zy apa kita harus turun? Tidak bisakah kita keluar lewat pintu?" tanya jin agak ragu.


Karna jin sebenarnya takut jika harus turun kebawah dengan tali tipis.


"Bukannya kamu udah biasa. Kenapa masih takut?" tanya zyan balik.


"Mmm ya meski udah biasa tapi tetap saja tiap kali aku harus turun lewat tali, aku selalu takut." kata jin.


"Jin kamu ini. Ya sudah jika mau keluar lewat pintu silakan paling nanti ketahuan kak elena." kata zyan lalu turun pake tali, jin berpikir ulang lagi.


Jika keluar lewat pintu pasti ketemu elena,


"Zy tunggu aku. Aku akan turun, kamu jagain aku ya?" kata jin lewat headset.


Zyan yang berada dibawah mengangguk saja.


Jin turun dengan ragu, jin sudah siap diatas jendela tapi masih ragu untuk turun.


"Jika tidak cepat turun aku tinggal." kata zyan kesal karna jin tidak juga turun.


"Eh zy tunggu. Baik aku akan turun." kata jin.


Perlahan turun, jin menutup matanya saat turun. Akhirnya jin sampai dibawah dengan aman.


"Talinya masih kuat. Buat apa takut." kata zyan sedikit mengejek.


Jin membuka matanya, dia menyadari bahwa dia sudah dibawah.


"Huft syukurlah selamat." kata jin lega.


"Ayo kita harus bergegas belum target pergi." kata zyan berjalan menyusuri semak bersalju.


Jin mengikutinya dari belakang sampai di pintu rahasia. Zyan dan jin begitu keluar dari pintu segera masuk kedalam mobil.


"Langsung ketempat target. Sudah tidak ada waktu." perintah zyan pada sopirnya.


"Baik master." jawab sopir.


Mobil itu melaju dijalan bersalju dengan cukup kencang. Selagi mobil itu melaju, zyan dan jin bersiap memakai perlengkapannya didalam mobil.


"Apa kau sudah membawa mawar?" tanya nya pada sopirnya.


"Sudah master. Mawarnya ada sudah didalam tas hitam. Jumlahnya ada 4, apa itu cukup master?" kata sopir sambil menyetir mobil.


Zyan mengambil tas yang dimaksud dan memeriksanya.


"Ya. Ini cukup." kata zyan.

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di lokasi, disana sudah ada dua orang anak buah zyan yang sudah menunggu mereka.


"Master." hormat kedua bawahannya itu begitu melihat zyan dan jin datang.


"Dimana dia?" tanya zyan pada kedua bawahannya.


"Target sedang didalam bersama berapa wanita penghibur. Menurut informasi sebentar lagi target akan pergi untuk menghadiri pertemuan." jelas bawahan A.


Zyan memperhatikan tempat itu dari kejauhan,


"Jadi zy, kita harus bagaimana? apa kita akan masuk atau menunggu dia keluar?" tanya jin.


Zyan tidak menjawabnya, dia sedang memikirkan cara mengeksekusinya seperti apa dan dimana?. Karna jika bertindak sembarangan bisa berbahaya.


"Woi zy aku bertanya padamu. Kenapa kamu diam saja." kata jin, merasa kesal karna diabaikan oleh zyan.


"Sshhhttt diamlah aku sedang memikirkan cara yang mudah untuk kita menggali informasi darinya. Tidak mudah mendapatkan informasi dari orang seperti dia." kata zyan.


Target mereka kali ini bukanlah kelas teri, kali ini target merek adalah pemimpin kelompok dan yang pasti target tidak akan memberi tahukan semuanya. Zyan harus memikirkannya sedang baik, dia tidak boleh ceroboh.


Tak lama, si target keluar bersama seorang wanita dan dia masuk kedalam mobil.


"Ayo ikuti." kata zyan pada jin. Jin mengikuti zyan dari belakang,


"Eh zy kita naik mobil lagi?" tanya jin karna tak melihat motor yang biasa mereka kendarai.


"Iya." jawab zyan.


"Cepat ikuti mobil itu. Jangan sampai kehilangan dia." perintah zyan pada sopirnya.


"Baik master." kata sopir.


Mobil nya mengikuti mobil target dengan jarak agak jauh agak tidak ketahuan.


"Jadi dimana kita akan melakukannya?" tanya jin masih penasaran dengan rencana zyan.


"Tunggu dan lihat apa yang akan terjadi." kata zyan.


Jin terdiam tidak mengerti maksud zyan, tapi jin juga tidak mau bertanya lagi.


Mobil target berhenti ditepi jalan yang sepi. Entah apa yang terjadi didalamnya, mobil itu bergoyang. Jin memperhatikan mobil itu, dia merasa heran dan penasaran dengan yang terjadi didalamnya.


"Zy kenapa mobilnya bergoyang? Apa yang mereka lakukan?" tanya jin dengan wajah polosnya.


Membuat zyan sedikit kesal, tidak tau harus bagaimana menjelaskannya pada jin tentang yang terjadi didalam mobil itu.


"Kita turun. Pakai dulu topeng mu jin." kata zyan sebelum turun.


Jin menganggu kan kepalanya dan ikut turun bersama zyan. Zyan mencabut katana nya dari sarungnya dan menggesekkannya pada aspal.

__ADS_1


Sreeek sreekk sreeekk sreeekkk suara gesekkan pedang dengan aspal menciptakan percikan api kecil.


"Tuan itu suara apa?" tanya wanita didalam mobil pada pria yang bersamanya.


"Hm aku tidak tau. Biar aku lihat, kamu tetap disini." kata pria itu sambil memperbaiki pakaiannya.


Saat pria itu akan keluar, dia terkejut melihat seorang bertopeng berada didepan kaca mobilnya. Pria itu sangat ketakutan karna tau siapa yang berada di depan nya saat ini.


"Kamu.. Kamu mau apa?" tanyanya gemetar.


Pria bertopeng itu tidak menjawabnya, dia mengetuk kaca mobil dan menatap tajam ke pada kedua orang itu.


Wanita itu ketakutan, ditatap begitu tajam oleh pria bertopeng.


"Apa maumu?" tanya pria itu.


Pria bertopeng memberi isyarat menyuruh untuk di keluar. Karna takut pria yang didalam mobil menurut dan dia membuka pintu mobil. Pria bertopeng berjalan mundur sedikit menjauh dari mobil dan saat target keluar dengan cepat pria bertopeng mencekram lehernya.


"Uh, lepaskan aku." pinta target.


Tapi pria bertopeng tidak mau melepaskannya, dia mencekram dengan kuat.


"Aku akan melepaskan mu, jika kau berjanji menjawab semua pertanyaan ku dengan benar." kata pria bertopeng yang tak lain black si mawar hitam.


Target hanya bisa menganggukan kepalanya.


"White, bersiaplah." kata black pada white yang sejak tadi menunggu dibelakang mobil.


White menganggu kan kepalanya, dia sudah bersiap dengan senjatanya. Target semakin ketakutan karna dia baru tahu kalau dia sudah terpojok.


"Siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan keluarga zhan dan keluarga hou? Dari kelompok mana saja mereka?!" bentak black.


"uh.. uh.. uh" target tidak bisa menjawabnya karna black masih mencekram lehernya.


"Black lepaskan dia dulu. Biarkan dia bicara." kata white.


Black pun melepaskan cekramannya.


"uhuk uhuk uhuk. Aku tidak tau." kata target.


Tubuhnya mulai gemetar ketakutan, yang berdiri dihadapannya adalah mawar hitam yang saat ini sedang dicari banyak orang.


Black sangat marah karna selalu jawaban itu yang dia dapat setiap kali dia bertanya. Saking marahnya black menendang mobil mewah itu.


Brak. Wanita penghibur didalamnya menjadi semakin ketakutan,


"Sebaiknya katakan atau aku akan mencabut kuku kukumu satu persatu!!" ancam black.


Target yang takut tetap bukam tidak mau menjawab sedikitpun.

__ADS_1


"Cepat jawab!!" bentak keras black. Tapi tak membuahkan hasil.


"Sudahlah black. Sebaiknya kita bawa dia ketempat itu, terlalu lama disini akan bahaya. Percuma kamu membentaknya jika dia masih bukam." saran white.


__ADS_2