Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 52


__ADS_3

Waktu pulang sekolah tiba, sebuah mobil hitam terparkir tak jauh dari gerbang sekolah. Seorang pria berpakaian rapi terlihat berdiri di samping mobil itu menunggu seseorang.


"Kita berangkat." kata zyan pada pria yang berdiri disamping mobil.


"Baik master." jawab pria itu.


Zyan dan jin masuk kedalam mobil dan mobil itu langsung menuju villa markas mereka.


Sampai mereka divilla itu, zyan yang sejak tadi sangat penasaran dengan informasi yang paman dapa langsung masuk kedalam.


"Dimana paman?" tanya zyan pada pelayan.


Sebelum pelayan itu sempat menjawab pertanyaan zyan, paman terlebih dulu datang dan langsung menjawab pertanyaan zyan.


"Saya disini tuan muda." jawab paman.


"Jin pergilah makan duluan. Aku ada urusan yang harus di bicarakan berdua dengan paman." pinta zyan.


"Baiklah." kata jin


Jin menuruti saja perintah zyan, karna jin pikir itu urusan perusahaan zhan. Jadi dia tak perlu ikut campur dalam urusan itu.


Zyan dan paman pergi ke ruang khusus. Bekas ruang kerja ayahnya zyan.


"Jadi bagaimana paman?" tanya zyan


"Iya tuan, saya sudah mendapat informasi tentang elena dan ming ruan. Keluarga ming ruan sejak dulu usaha mereka di bidang pendidikan. Keluarga ming ruan sudah banyak membangun sekolah sekolah di berbagai daerah dan tak hanya itu mereka juga sering membantu anak anak yang tidak mampu dengan memberi mereka beasiswa." jelas paman.


"Lalu." kata zyan


"Ruan ming menikah dengan seorang pria, dia juga seorang anak pengusaha industri. Lalu mereka dikaruniai seorang anak perempuan, elena nama anak itu" kata paman.


Zyan terus mendengarkan cerita paman.


"Paman siapa suami ruan ming?" tanya zyan.


"Suami ruan ming adalah orang yang pernah dibantu oleh tuan besar. Dia pernah berkhianat dan bergabung dengan tuan besar." kata paman.


Zyan semakin penasaran dengan pria itu. Dia berusaha menebak tapi tetap tidak ketemu.


"Paman katakan dengan jelas, siapa pria itu?" tanya zyan.


"Pria itu adalah tama hou, ayah dari tuan muda jin hou?!" kata paman.


Zyan sangat terkejut mendengar cerita paman. Rasa tak percaya dengan yang dia dengar menghampirinya.


"Ini bagaimana mungkin." katanya.

__ADS_1


"Itu benar tuan. Tama hou pernah menikah dengan ruan ming dan memiliki seorang anak perempuan. Lalu setelah 5 tahun mereka menikah, tak pernah ada restu dari keluarga hou." kata paman.


"Sejak awal pernikahan mereka memang tak direstui dan tidak diakui oleh keluarga besar hou. Sampai akhirnya terjadi pertengkaran diantara keduanya dan berakhir dengan perceraian." kata paman lagi.


Zyan terdiam mencoba mencerna yang terjadi.


"Lanjutkan paman." kata zyan.


"Setelah perceraian itu, tama hou menghilang entah kemana? Tak seorangpun tahu tentang keberadaannya bahkan keluarganya." paman berhenti bercerita sejenak.


"Setelah 5 tahun menghilang, dia kembali ketokyo bersama seorang wanita dan seorang bayi laki laki yang baru berumur 7 bulan." kata paman.


"Bayi?" tanya zyan.


"Iya tidak lain adalah tuan muda jin. Tama hou menikah dengan seorang wanita desa dari daerah terpencil. Saya tidak tahu banyak soal istrinya tama." jelas paman.


"Lalu apa hubungan elena yang membawa jin dari panti? Dan bagaimana bisa dia tahu tentang orang tuaku?" tanya zyan.


"Untuk soal itu,.." paman menggantung kata katanya.


"Ada apa paman? Katakan semuanya?" tanya zyan.


"Itu karna demi bisa mengambil alih semua harta tama hou yang jatuh pada jin, elena dan ruan menjadikan jin sebagai batu loncatan untuk mendapatkan semua harta tama hou." kata paman.


Mendengar kebenaran itu, zyan seakan tak percaya. Dalam hatinya dia tidak menyangka kalau elena dan ibunya memiliki niat buruk pada jin.


Zyan masih mencoba mencerna semua informasi yang dia dengar. Selama ini zyan berusaha untuk melindungi jin dari bahaya. Siapa yang menyangka jika keluarga angkatnya berniat buruk pada sahabatnya itu.


"Paman tolong rahasiakan semua ini dari jin. Aku tidak mau dia mengetahui informasi apapun." kata zyan


Zyan sudah dipenuhi amarah, matanya terlihat sangat menakutkan.


"Baik tuan." jawab paman.


Di ruang makan,


Jin duduk sendirian dengan banyak menu yang lezat dan enak didepannya tapi tak ada satupun yang jin makan. Dia mengaduk ngaduk sup yang ada didepannya sambil melamun.


"Zy ko lama banget. Kalau makan sendirian enggak enak." kata jin


Jin sudah merasa bosan duduk sendirian, tapi dia juga tidak mau menganggu zyan. Jin ingat kejadian tadi siang saat zyan benar benar marah, sangat menakutkan.


"Ih, ngapain juga bayangi kejadian tadi. Bikin merinding saja." kata jin.


Jin bicara sendiri seperti orang gila. Zyan yang sudah selesai dengan urusannya, menemui jin yang ada diruang makan.


Sorot mata yang sangat tajam berubah lembut saat melihat jin yang sedang duduk melamun.

__ADS_1


"Maaf sudah membuatmu menunggu." kata zyan.


Zyan menarik kursi dan duduk berhadapan dengan jin.


"Kenapa lama sekali. Aku menunggu sampai berakar tahu." kata jin manyun.


"Iya maaf, ada urusan penting. Sudah cepat makan." kata zyan.


'Jin takkan aku biarkan siapa pun menyakitimu. Selama aku masih hidup, aku akan terus melindungi mu.' ucap zyan dalam hati.


Saat makan sesekali zyan melihat jin. Meski zyan dingin tapi zyan sangat perduli pada jin. Zyan juga menganggap jin seperti saudaranya sendiri.


Zyan akan marah jika ada yang menyakiti jin. Ikatan yang kuat di antara keduanya.


Selesai mereka makan, zyan dan jin saat ini berada ditempat latihan tapi bukan untuk berlatih, hanya duduk santai menikmati hembusan musim semi.


"Zy sebentar lagi bunga sakura mekar. Apa kamu tidak ingin melihatnya?" tanya jin.


"Iya nanti kita lihat bunga sakura." jawab zyan.


Jin tersenyum senang, dirinya sedang membayangkan melihat bunga sakura bersama dengan zyan seperti tahun tahun sebelumnya.


"Zy tahun ini sepertinya bunga sakura banyak yang mekar." kata jin.


"Entah. Semoga saja." kata zyan.


Zyan yang terus sibuk bekerja mengurus perusahaan dari jauh. Jin duduk bosan karna terus melihat zyan yanh hanya memandangi laptopnya.


Jin bangun dan berjalan jalan ditempat latihan itu, dia teringat soal undangan pesta nanti malam. Jin bergegas menghampiri zyan.


"Zy bagaimana dengan pestanya nanti malam?" tanya jin panik.


Jin tidak pernah ikut pesta mewah, dan ini pertama kalinya jin menghadiri pesta yang mewah.


"Tidak masalah selama kamu mengikuti ku dan tidak berbuat ceroboh." kaya zyan.


Jin jadi manyun. Melihat wajah jin yang sedang ngambek membuat zyan ingin tertawa tapi dia tahan.


"Zy, aku takut." kata jin


"Takut apa?" tanya zyan.


"Aku tidak pernah datang ke pesta begini. Aku sangat takut zy?!" rengek jin.


"Membunuh orang kamu tidak takut. Menghadiri pesta kenapa takut?" tanya zyan.


Jin tak menjawabnya, sikapnya yang sedang dalam mode manja sangatlah lucu dan mengemaskan.

__ADS_1


__ADS_2