Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 23


__ADS_3

"hanya itu yang kami lakukan." kata target lagi.


jin sudah sangat kesal, emosinya sudah tak terbendung lagi.


"apa kau tau kenapa tama mengkhianati sayap putih?" tanya zyan terus berusaha mengumpulkan informasi.


"itu. itu karna dia tidak mau ikut dalam operasi pengiriman narkoba. dia bertengkar dengan ketua dan dia memilih untuk keluar. karna menurutnya itu bukan hal yang baik. hanya itu yang aku tau. aku sudah menjawab semua pertanyaanmu. tolong ampuni nyawaku." kata target memohon lagi.


"bohong. ayahku tidak mungkin melakukan hal seperti itu!!" bentak jin.


"itu benar. aku berkata jujur" kata target.


"dimana markas sayap putih berada?" tanya zyan lagi.


"itu berada di kota B. dijalan gang osa no 18." kata target lagi.


karna sudah merasa cukup informasi yang didapat, zyan bangun dan berjalan kearah jin. zyan menepuk pundak jin, jin mengerti maksud zyan dan langsung mengeksekusinya.


DOR, satu tembakan langsung mengenai kepala target. setelah itu, zyan menaruh mawar hitam dimayat target.


tugas selesai, zyan dan jin kembali ke motor mereka. jin terdiam disamping motor mereka.


"jika kau lelah kembalilah." kata zyan karna melihat sahabatnya itu terlihat frutasi.


"tidak!! aku tidak mau kembali sekarang. aku mau ikut denganmu" kata jin.


"terserah." kata zyan menaiki motornya dan menyalakan motor itu.


jin naik dibelakang, motor itu melaju dijalanan kembali. zyan mendapat informasi tentang target berikutnya tapi masih belum ada kepastian apakah target itu berada ditempat itu atau tidak?.


ditengah perjalan, tak sengaja zyan melihat seorang wanita yang sedang diganggu oleh 4 pria. zyan menghentikan motornya tak jauh dari wanita itu.


"zy ada apa?" tanya jin turun dari motor.


zyan tak menjawab dan berjalan mendekati pria itu, jin mengikuti zyan dari belakang


"hei nona ayo bermain dengan kakak. kakak tidak akan menyakitimu. ha ha ha ha" kata salah satu pria itu.


"jangan mendekat. atau aku akan teriak." ancam wanita itu.


saat tangan salah satu pria itu hampir menyentuh wajah wanita itu, dihentikan oleh tangan zyan.


"jangan coba sentuh dia dengan tangan kotormu" kata zyan memegang erat tangan pria itu.


"aaa lepaskan tanganku!!" teriak pria itu.


"siapa kamu? berani beraninya ikut campur." kata pria yang lainnya.


zyan diam saja, ketiga pria yang lainnya menyerang zyan tapi dengan mudahnya zyan menghindari mereka.


"white, bawa wanita ini" perintah zyan pada jin.


mereka menggunakan nama samaran saat beraksi.


"baik." jin segera menarik wanita itu agar menjauh dari tempat perkelahian.


"hati hati black." kata jin pada zyan.


dengan cepat ke 4 pria tadi tumbang.


"siapa kalian sebenarnya?" tanya pria itu.


"black rose" jawab zyan.


mendengar 'black rose' ke 4 pria tadi langsung kabur ketakutan. mereka tidak pernah menyangka akan bertemu dengan black rose. pembunuh yang sedang dicari oleh polisi.


wanita yang tadi ikut ketakutan dan mundur berapa langkah dan dia terjatuh. jin mendekati wanita itu.


"tolong jangan bunuh saya. saya tidak akan mengatakan apapun yang terjadi. tolong jangan bunuh saya" kata wanita itu ketakutan.


"nona kami tidak akan menyakitimu. kami hanya ingin membantumu." kata jin berjongkok didepan wanita itu yang terjatuh terduduk.


wanita itu ketakutan dan terus memandangi zyan. zyan memperhatikan wanita itu dan terlihat jelas kalau baju wanita terbuka. zyan segera melepas jaketnya dan dia mendekati wanita itu yang masih ketakutan.


"ini pakailah. bajumu terbuka, itu akan mengundang bahaya lagi" kata zyan sambil memakaikan jaketnya pada wanita itu.


"white, ayo kita harus pergi." kata zyan.


"baiklah. kami pergi dulu nona. jaga dirimu." kata jin pada wanita itu.


zyan dan jin kembali menyalakan motornya dan pergi menjauh. wanita itu perlahan bangun, dia merasa lega karna tidak terjadi hal buruk padanya.


jin diam diam tersenyum senang karna kebaikan hati zyan tidak berubah.


mereka sampai di pelabuhan. setelah memarkirkan motornya, zyan dan jin berkeliling mencari keberadaan target. zyan menghubungi seseorang.


"dimana posisi target?" tanya zyan pada bawahannya.


"kami belum menemukannya, tapi dari radar kapal nya sebentar lagi akan mendarat." kata bawahannya.


"baiklah awasi terus." kata zyan menutup telponnya.


jin masih kepikiran dengan kata kata target tadi soal ayahnya. jin terus melamun, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


zyan duduk ditepian dermaga, memandangi laut dimalam hari. udara malam yang dingin menusuk kedalam tubuhnya. tapi zyan tak memperdulikan rasa dingin dan terus menunggu. jin yang berdiri bersandar pada tiang dibelakang zyan, sesekali dia melihat kearah zyan. matanya terlihat sayu, tak bersemangat seperti biasanya.


"jika kau ingin tau cerita tentang ayahmu, kau bisa bertanya pada paman yang" kata zyan tanpa menengok kebelakang.


jin terdiam saja, dia sendiri masih bimbang antara percaya atau tidak.


"sejak kecil aku sudah tau kalau ayahku seorang Yakuza dan memimpin sebuah kelompok."kata zyan ceritakan tentang ayahnya.


"meski aku mengetahuinya, aku tidak memperdulikan apapun yang dia lakukan diluar, yang terpenting untukku ayah sayang pada keluarga dan selalu perduli pada keluarganya." kata zyan.


mengingat masa lalunya membuat hatinya sakit. zyan menyentuh dadanya yang terasa sangat sakit. zyan merintih pelan kesakitan, jin yang melihat zyan kesakitan segera menghampirinya.


"zy kamu baik baik saja? apa yang terjadi padamu?" tanya jin khawatir,


"iya aku baik baik saja." kata zyan berusaha untuk tetap tenang meski rasa sakit itu masih ada.


"zy kamu kenapa? kamu sakit?" tanya jin lagi dia khawatir pada zyan.


"tidak. hanya mengingat kembali luka lama." kata zyan menatap kedalam laut.


jin terdiam, dia mengerti maksud zyan. hati zyan sakit karna mengingat kejadian di masa lalunya.


dreet dreet suara ponsel zyan bergetar. iya mengambil ponselnya dan langsung mengangkat telpon.


"bagaimana?" tanya zyan langsung.


"kapal sudah mendarat. target terlihat disana bersama berapa orang." kata bawahanya melaporkan pada zyan.


"apa kau membawa crossbrow?" tanya zyan.


"iya master, saya membawanya." jawab anbu (anak buah) zyan.


"bawa kemarin."kata zyan lalu menutup telponnya.


segera anbu itu menghampiri zyan dan jin yang sudah menunggunya.


"master ini crossbrownya" kata anbu menyerahkan crossbrow pada zyan.


zyan mengikat setangkai mawar hitam di anak panah yang akan ditembakkan. zyan mencari tempat yang dekat tapi cukup tinggi untuknya menembak target. zyan menaiki tumpukkan cargo barang. dari sana terlihat jelas target, tanpa ragu ragu zyan segera menembaknya dan langsung mengenai dada kanan target.


"ada pembunuhan. ada pembunuhan." teriak orang orang disana.


"disana, arah panahnya dari sana." kata seorang menunjuk ketempat zyan berada.


para pengawal jarga langsung berlari kearah zyan berada.


jin sangat khawatir dengan zyan. jin bersembunyi cukup jauh dari zyan dan terus mengamati keadaan. jin terus gelisah karna para pengawal berlari kearah tempat zyan berada.


'zy cepatlah kembali' kata jin dalam hati.


"dimana dia? aku yakin dia ada disini." kata salah satu pengawal jarga.


"cepat cari. temukan dia hidup atau mati." kata pemimpin mereka.


"baik" jawab ketiga pengawal.


para pengawal menyebar untuk mencari pembunuhnya. zyan terus bersembunyi sampai ada kesempatan.


"kami tidak menemukan dia dimanapun." kata pengawal pada pemimpinnya.


"sial. kembali." perintah pemimpinnya.


kesempatan yang bagus, zyan langsung pergi dari tempat itu.


zyan berlari dengan kencang agar tidak diketahui oleh para pengawal jarga. jin terlalu fokus melihat target dan para pengawalnya sampai dia tak menyadari kalau zyan sudah ada dibelakangnya.


"Tuhan, tolong selamatkan zy. aku mohon" kata jin sangat khawatir.


tiba tiba seseorang menepuk pundaknya, seketika jin terdiam mematung. di takut tapi dia memberanikan diri untuk melihat kebelakang. dan ternyata yang menepuk pundaknya,


"hah, zy aku kira siapa?. huft kamu ini aku kaget saja. datang tanpa suara" kata jin yang ternyata yang menepuknya adalah zyan.


"sssstttthhh jangan berisik. kita pergi dari sini. selagi mereka sibuk mengurusi mayat tua itu." kata zyan.


jin mengikutinya dari belakang.


malam ini zyan cukup puas karna dia berhasil membunuh salah satu ketua gang yang menyerang keluarganya. tapi berbeda dengan jin, jin masih belum bisa nerima kenyataan yang ada.


mereka berdua sampai diasrama pukul 2.30 menit waktu setempat. keduanya langsung tertidur, jin masih belum bisa tidur karna kejadian tadi. meski matanya terpejam tapi pikirannya tidak. jin berguling kesana kesini, zyan tidak bisa tidur karna getaran dikasurnya terasa dengan jelas.


"masih tidak tidur?" tanya zyan. jin akhirnya membuka mata


"uh huh. aku gak bisa tidur zy" kata jin


"masih memikirkan yang tadi, rasanya sulit sekali untuk membuang pikiran itu."kata jin.


"sulit menerima kenyataan. apalagi jika orang lain yang mengatakannya." kata zyan.


jin terduduk dikasur, wajahnya terlihat murung. mau tak mau zyan pun bangun dan ikut duduk sambil bersandar. zyan mengusap pelan rambut jin,


"perjalanan masih panjang. jangan biarkan kata kata orang mempengaruhimu" kata zyan.


jin berbaring dipangkuan zyan, perkataan zyan tadi membuatnya sedikit tenang.

__ADS_1


"zy, aku memang tidak pernah tau pekerjaan ayahku diluar. rasanya sulit untuk percaya kalau ayahku terlibat dalam kejahatan." kata jin,


"biasakan dirimu. perlahan sedikit demi sedikit kau akan tau tentang ayahmu" kata zyan.


jin ternyata tertidur dipangkuan zyan.


pagi menjelang tapi tak bisa membangunkan kedua anak adam ini. karna hari ini hari libur, jadi zyan dan jin sengaja bangun siang. pagi ini cuaca sangat dingin, dan terlihat hujan salju mulai turun.


jin mempererat pelukannya pada zyan, karna udara dingin yang marasuk kedalam kamar.


tok tok tok suara pintu kamar zyan seperti ada yang mengetuk.


"jin-chan, zy -kun ayo bangun." teriak elena dari luar.


"zyan buka pintunya, cepatlah kalian bangun. ini sudah siang." teriak elena lagi.


karna berisik, perlahan zyan membuka matanya. dia mengumpulkan kembali nyawannya, lalu dia bangun dengan sempoyongan zyan membuka pintu. klik, pintu terbuka dan nampak elena sudah berpakaian tebal khas musim dingin.


"masuklah nee." kata zyan mempersilakan elena masuk


"zy kamu baru bangun yah?" tanya elena.


"iya" zyan sambil menyalakan air.


"jin juga masih tidur. kalian begadang lagi yah?" tanya elena.


zyan tidak menjawab.


"mentang mentang libur kalian bangun siang. zyan coba lihat keluar, salju mulai turun. terlihat indah bukan?!" kata elena membuka tirai jendela dan nampaklah salju turun.


zyan hanya melihatnya sekilas dan kembali membuat minuman.


"zy cepatlah bersiap. kita main diluar yuk. oya bangun jin dulu." kata elena berjalan mendekati jin yang masih tidur.


"terserah. aku mau mandi dulu." kata zyan berjalan kekamar mandi.


elena tersenyum ramah,


"jin-chan bangun" kata elena menggoyangkan tubuh jin perlahan.


"uh.. zy 5menit lagi." gumam jin.


elena tersenyum kesal.


"jin-chan bangun!!!" teriak elena membuat jin terbangun kaget.


"akhirnya bangun juga." kata elena tersenyum,


sedangkan jin, wajahnya menakutkan. bangun kaget, melirik kearah elena yang tersenyum ramah.


"ternyata nek lampir." kata jin merasa kesal.


"apa yang kamu katakan tadi?!" tanya elena kesal tapi tetap tersenyum.


tanpa rasa bersalah, jin bangun dan langsung menuju dapur. jin tak perduli pada elena yang menahan amarah.


"zy kemana kak?" tanya jin tanpa memalingkan wajahnya.


elena diam saja, menahan amarah.


zyan keluar dari kamar mandi, dan melihat elena begitu mengerikan. zyan berjalan mendekati jin,


"hust, apa yang terjadi?" bisik zyan pada jin yang sedang membuat minuman untuk dia dan zyan.


jin menengok kebelakang dan langsung terkejut melihat elena yang sangat menakutkan.


"ih apa yang terjad zy?" bisik jin, dia bersembunyi dibelakang zyan.


"jin hou, apa yang kamu katakan tadi!!" tanya elena mulai membara.


"iiihhh apa? aku tidak mengatakan apa apa." kata jin tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"sudah gak perlu bahas masalah kecil. pergilah mandi" kata zyan pada jin.


jin menganggukan kepalanya langsung pergi kekamar mandi.


zyan mendekat ke elena sambil membawa dua gelas minuman hangat. satu gelas dia berikan pada elena,


"makasih" kata elena.


zyan berjalan kearah jendela, dia membuka jendela dan terlihat jelas salju turun. zyan terdiam memandang salju yang turun, dia menjulurkan tangannya untuk menyentuh salju. semakin lebat salju yang turun dan udara dingin mulai menusuk masuk kedalam kamar. elena mendekati zyan yang duduk ditepi jendela.


"apa yang kamu pikirkan zy?" tanya elena.


"tidak ada." jawab zyan.


"saat hujan salju seperti ini membuatku teringat akan masa lalu ku. saat pertama kali aku bertemu dengan seorang perempuan yang begitu cantik dan baik hati." elena mulai bercerita tentang masa lalunya sewaktu masih sekolah.


"saat itu sedang turun salju. waktu itu aku masih kecil, aku menangis disudut kota karna teman laki laki ku merebut permenku. dan seseorang datang menolongku. saat itu aku menganggapnya seperti malaikat. sejak saat itu selalu dekat dan menganggapnya seperti kakak sendiri." kata elena mengingat kembali kenangan pertama kali bertemu dengan hana, ibunya zyan.


"dia hana louli. sosok malaikat cantik" kata elena.


zyan langsung terkejut mendengar nama ibunya disebut. meski zyan terlihat terkejut tapi dia berusaha untuk tetap tenang.

__ADS_1


'apa maksudmu mengatakan semua ini?' tanya zyan dalam hati.


"dia sosok yang penyayang, sampai dia bertemu dengan seseorang yang begitu aku kenal. laki laki itu juga pernah menolong keluargaku saat keluarga ku dalam kesulitan. aku berhutang banyak padanya dan belum sempat untuk membalasnya." kata elena dengan nada sedih.


__ADS_2