
"Bukankah zyan memang seperti itu sejak pertama kita ketemu. Dia memang dingin dan tak pernah tersenyum sedikit pun. Apa yang berbeda el?" kata ibu.
"Memang benar. Ibu tidak bersama dengan dia setiap hari, jadi ibu tidak memperhatikannya. Sikap zyan itu sangat berbeda, bu. Dulu itu zyan sudah tak sedingin ini, dia dulu mau bercanda meski sedikit." kata elena.
"El, kau tidak bisa menebak isi hati manusia. Mungkin saja zyan berubah karna ingatannya perlahan kembali. Kau tau kan kejadian yang menimpak keluarganya dulu itu sangat menyakitkan untuknya." kata ibu.
Elena terdiam, memikirkan perkataan ibu. Dia menatap langit malam yang gelap dan sedikit bintang.
"Mungkin yang dikatakan ibu benar. Ingatan tentang kejadian yang mengerikan itu mungkin sudah kembali." kata elena.
*
Zyan dan jin tak langsung ketempat pertemuan. Zyan melajukan motor ke villa markas mereka. Pintu gerbang langsung terbuka saat melihat zyan dan jin datang.
"Master." sapa pelayan.
"Dimana paman?" tanya zyan setelah memarkirkan motornya.
Karna mendengar suara zyan, paman yang menghampiri zyan dan jin kedepan pintu.
"Saya disini tuan." kata paman.
Zyan turun dari motornya, dan menghampiri paman yang.
"Apa sudah ada informasi dari target atau si peniru?" tanya zyan.
"Maafkan saya tuan, saya belum mendapatkan informasi apapun. Tentang target kami masih mengumpulkan informasi yang lebih jelas." jawab paman.
Ayan diam saja, dia masuk kedalam villa diikuti jin dibelakangnya dan paman yang.
Zyan langsung menuju ruang senjata untuk menyiapkan perlengkapan yang akan dia bawa malam ini.
"Zy kau mau pake yang mana?" tanya jin sambil menunjukan dua pistol pada zyan.
Zyan yang sedang memcari senjata berhenti dan melirik ke arah jin. Zyan memperhatikan dua pistol itu, dan zyan mengambil satu pistol.
"Aku pake yang ini. Sebaiknya kau juga membawanya. untuk berjaga jaga." kata zyan.
"Tentu saja. zy, ada yang ingin aku tanyakan sejak tadi." kata jin.
"Apa?" tanya zyan.
"Zy tolong jujurlah padaku. Sebenarnya kamu kenapa? Ada masalah apa kamu dan kak elena? Kenapa sikap kamu berubah tiba tiba." tanya jin.
Ekspresi zyan berubah setelah mendengar pertanyaan jin. Ekspresi wajah zyan menjadi semakin dingin dan sorot matanya yang sangat menakutkan.
"Berhenti menanyakan hal bodoh itu. Aku melakukan itu demi kebaikan." jawab zyan.
__ADS_1
"Kebaikan? Kebaikan apa zy? Apa yang sebenarnya kamu ketahui tentang kak elena?" tanya jin, penuh curiga.
Zyan tak menjawab, dia terus sibuk menyiapkan senjata yang akan dia bawa.
Jin merasa kesal pada zyan karna setiap kali jin menanyakan perubahan sikapnya pada elena, zyan diam seribu bahasa.
Brak.
"Zy, kenapa kamu selalu diam saja?! Hal apa yang tidak boleh aku ketahui?! Katakan zy?" bentak jin.
Jin yang sudah tidak sabar, menarik baju zyan dan mencengkramnya. Zyan masih saja bukam dan hanya menatap jin dengan pandangan tajam.
"Lepaskan." perintah zyan.
"Tidak! Sebelum kamu jawab pertanyaan ku, aku tidak akan melepaskan mu, zy." kata jin.
"Aku bilang lepaskan." kali ini kata kata zyan penuh penekanan.
Jin gemetar ketakutan melihat sorot mata zyan. Kakinya terasa lemas dan tubuhnya gemetar. Jin hampir terjatuh kelantai jika zyan tidak langsung menangkapnya.
"Jin, kau baik baik saja?" tanya zyan khawatir.
Jin tidak menjawab, dia berjongkok dan pandangan matanya menatap kelantai. Meski zyan keras dan dingin, tapi zyan sangat mengkhawatirkan keadaan jin.
"Sebaiknya kau tetap di villa. Biar aku saja yang akan keluar." kata zyan.
Zyan merasa tidak tega melihat jin yang ketakutan karna dirinya. Zyan memeluk jin, mencoba menenangkan jin.
"Maaf sudah membuatmu takut. Percayalah padaku, aku tidak ingin kau terluka meski sedikit." kata zyan lembut.
Perlahan jin membalas pelukan zyan. Meski tubuhnya masih gemetar ketakutan tapi perasaannya saat ini agak lebih baik.
Keduanya terdiam dalam peluk kan, sampai paman datang.
"Tuan, ini sudah hampir jam 9 malam." kata paman.
"Baik paman." balas zyan.
Zyan melepaskan pelukkannya pada jin. Jin masih saja tertunduk menatap lantai.
"Paman, tolong jaga jin. Aku akan pergi sekarang." pinta zyan.
"Baik tuan." jawab paman.
Mendengar zyan akan pergi sendirian, jin langsung meraih tangan kiri zyan. Dan melihat jin yang masih menunduk.
"Jin, lepaskan tanganku. Aku segera pergi." kata zyan.
__ADS_1
"Tidak. Kamu tidak boleh pergi sendirian." balas jin, mengangkat wajahnya menatap zyan.
"Aku ikut denganmu." kata jin lagi.
Akhirnya zyan dan jin pergi bersama menaiki motor untuk menemui ghostraid.
Sampai ditempat tujuan, zyan segera memarkirkan motornya. Ghostraid sudah menunggunya diparkiran, begitu melihat zyan dan jin datang, dia menghampiri zyan dan jin.
"Aku pikir kau tidak akan datang?" tanya ghostraid.
"Janji harus ditepati." kata zyan.
"Ha...ha..ha..ha.. Keren." kata ghostraid.
"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya jin.
"Kita tunggu disini. Kalian sendiri bagaimana?" tanya balik ghostraid.
"Aku berniat untuk berkeliling tempat ini." kata zyan.
"Baiklah, ayo kita berkeliling." kata ghostraid sambil tersenyum.
Zyan kembali menaiki motornya dan jin ikut naik dibelakang. Zyan langsung menyalakan motornya.
Kedua motor itu melaju dijalan bersamaan. Keduanya berkeliling untuk mencari tahu siapa sebenarnya mawar hitam.
Ghostraid sebenarnya dia tahu identitas mawar hitam palsu itu tapi ghostraid berpura pura tidak mengetahuinya. Karna mawar hitam palsu itu sebenarnya adalah ghostraid itu sendiri.
Ghostraid diam diam membantu membuat image mawar hitam itu baik di mata masyarakat dengan sering membantu orang orang dan pihak kepolisian.
Saat ini ghostraid sedang bersama zyan dan jin. Zyan sebenarnya sudah mencurigai ghostraid, tapi zyan tida memiliki bukti yang cukup untuk mengungkapnya.
Motor zyan terus berkeliling mencari keberadaan mawar hitam palsu itu sampai tanpa sengaja, mata zyan menangkap sesosok yang baru saja keluar dari hotel.
Iya menghentikan motor tiba tiba. Dan ghostraid ikut berhenti kebingungan.
"Ada apa zy kenapa berhenti tiba tiba?" tanya jin.
"Lihat kedepan." jawab zyan.
Ghostraid yang mendengar perkataan zyan menatap kedepan, dan terlihat seseorang sedang berdiri disamping mobil.
"Zy itu bukannya target kita?" tanya jin.
"Iya itu adalah salah satu target kalian. Nah zyan apa yang kau lakukan sekarang?" tanya ghostraid.
Zyan menatap target dari balik kaca helm dengan penuh amarah dan kebencian.
__ADS_1