
Perlahan zyan membuka matanya, mengejap ngejap untuk menyesuaikan cahaya. Zyan melihat jam yang ada diatas bantalnya.
"Hm jam berapa sekarang?" tanya zyan pada dirinya sendiri.
"Sudah jam 6. Membosankan." eluhnya.
Zyan bangun dari tempat tidur dan berjalan ke dapur untuk memasak air. Setelah menaruh air, zyan pergi kekamar mandi untuk bersiap berangkat sekolah.
Jin terbangun dari tidurnya karna dia merasa tak ada orang disampingnya. Perlahan jin membuka matanya, dia langsung melihat kearah samping kirinya tak ada zyan. Lalu jin duduk ditempat tidurnya sambil bersandar. Terdengar suara air mengalir dari kamar mandi.
"Jadi zy sudah bangun ya?" tanya jin pada dirinya.
Jin masih teringat kejadian semalam, dia menjadi cemas pada zyan. Jin takut kejadian semalam akan terulang kembali, dimana zyan tidak bisa mengontrol emosinya.
Saat jin sedang melamun, zyan sudah selesai mandi dan bersiap memakai seragam sekolah. Diliriknya jin sedang termenung, zyan kembali memakai seragamnya dan berjalan kedapur yang hanya berjarak 2 meter dari lemari pakaiannya. Jin masih belum menyadari kalau zyan sudah selesai mandi dan sudah rapi.
Zyan membuat kopi untuknya dan jin lalu berjalan mendekati jin.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya zyan sambil memberikan segelas kopi.
Mendengar suara zyan, jin tersadar dari lamunannya dan menatap zyan yang tepat didepannya.
"Tidak ada." jin berbohong dan menerima kopi yang dibuat zyan.
Zyan mengangkat kedua alisnya, dia tahu jin sedang berbohong padanya. Zyan menjauh dari jin dan berdiri depan jendela sambil meminum kopinya.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan. Kamu tidak pandai berbohong di depan ku." kata zyan sembari menatap dua burung yang sedang berterbangan di langit.
Jin terdiam. Apa yang dikatakan zyan memang benar, dirinya memang tidak bisa membohongi sahabatnya itu. Dalam diam jin sesekali melirik zyan yang terlihat tenang.
"Pergilah mandi sebelum terlambat." pinta zyan tanpa melihat kebelakang.
"Baiklah. Aku mandi dulu, jangan keluar sendirian tunggu aku selesai." kata jin bangun dari duduknya dan beranjak kekamar mandi.
Zyan tak menjawab, zyan malah mengingat perkataan paman semalam.
#flashback on#
......"Tuan, sebaiknya untuk saat ini anda berhenti memburu mereka." kata paman......
...zyan sangat terkejut dengan ucapan. Dia hampir emosi karna tak mengerti apa yang dimaksud paman....
..."Apa maksud paman aku harus melepaskan semua yang mereka lakukan pada keluargaku. Lalu melupakannya. Apa itu yang paman inginkan?" kata zyan....
__ADS_1
......Jin berusaha menahan zyan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.......
..."Zy tenang lah dulu. Kita dengarkan dulu alasan paman. Aku yakin paman punya alasan kenapa beliau berkata demikian." kata jin....
...Zyan berusaha untuk tenang dan kembali duduk untuk mendengarkan penjelasan paman....
..."Saya tidak bermaksud menyuruh anda untuk berhenti atau melupakan kematian keluarga anda. Saya hanya ingin anda untuk tenang dan belajar mengontrol emosi anda. Saya takut jika anda terus seperti ini, itu akan membahayakan diri anda tuan. Saya khawatir pada anda." jelas paman....
......Zyan dan jin terdiam. Kini zyan mengerti, dia merasa bersalah karna sudah menuduh paman yang.......
......"Paman apa ada cara lain untuk zy agar bisa mengontrol emosinya?" tanya jin.......
...Paman yang terdiam memikirkan sesuatu. Paman teringat akan sesuatu yang bisa dilakukan oleh zyan untuk mengontrol emosinya....
..."Memang ada caranya, tapi apa tuan bersedia melakukannya? Karna ini membutuhkan waktu yang tidak singkat" tanya paman....
......Zyan menatap paman dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan.......
..."Akan aku lakukan apapun itu." kata zyan dengan penuh keyakinan....
#flashback off#
Zyan masih memandang keluar, tak lama jin keluar dari kamar mandi dan segera memakai seragam sekolah.
"Iya." jawab zyan.
Zyan dan jin selesai dan siap berangkat. Saat zyan dan jin keluar dari asrama langsung disambut sapaan para gadis yang sudah lama tidak melihat mereka berdua.
"Huft akhirnya masuk sekolah juga. Bosan libur terus." kata jin.
Keduanya sudah berada dikelas mereka. Jin langsung menidurkan kepalanya diatas meja, sedangkan zyan sibuk membaca buku dan tak ingin membalas ucapan jin. Saat keduanya berada disekolah, keduanya bersikap biasa. Zyan dengan sikap dinginnya dan hemat kata. Jin selalu ramah dan mudah senyum. Keduanya bisa dengan mudah berpura pura.
"Hei, kalian sudah dengar belum berita semalam?" kata salah satu siswa yang sedang berkumpul.
"Berita apa si? Kenapa heboh begitu?" tanya siswa yang lain.
"Berita kematian Haruka Akaba. Dia dibunuh semalam dirumahnya tapi anehnya istri dan kedua anaknya masih hidup dan tidak terluka sedikitpun." kata siswa lainnya.
"Iya. Aneh sekali ya? Sebenarnya siapa mawar hitam itu kenapa dia membunuh orang orang kaya? Saat dia sedang dicari polisikan." kata temannya.
Zyan dan jin hanya mendengarkan percakapan teman temannya tentang kejadian semalam. Jin mengambil ponselnya. Dia mengetik pesan dan mengirimnya.
Ting. Suara ponsel zyan. Zyan mengambil ponselnya yang ada disaku bajunya dan melihat pesan dari siapa.
__ADS_1
'Zy, bagaimana jika istri Haruka akaba melaporkan kejadian yang sebenarnya pada polisi?.'
Zyan tidak menjawabnya, dia malah mengabaikan pesan dari jin. Karena lama tak ada balasan dari zyan, akhirnya jin menengok kebelakang.
"Zy kenapa diam saja? Apa kamu tidak dengar?" tanya jin.
"Jangan bahas disini. Bahas nanti saja selesai pelajaran." kata zyan.
Seorang guru datang ke kelas.
"Pagi semua." sapa guru.
"Pagi sensei." Balas para murid.
"Selamat datang kembali disekolah. Setelah kalian libur musim dingin. Baik untuk pelajaran pertama hari ini, kalian buat cerita tentang liburan kalian selama musim dingin. Kalian punya waktu 1 jam untuk membuat cerita" pinta guru.
Semua murid membuat cerita saat liburan tanpa kecuali zyan dan jin. Jin bingung dengan cerita liburan nya, karna sepanjang libur musim dingin dia habisnya bersama zyan melakukan hal yang dirahasiakan. Jin berbisik pada zyan yang berada dibelakangnya.
"Hush, zy gimana ni? Apa yang harus aku tulis? Aku bingung" kata jin.
Zyan mendengar bisikan jin, lalu zyan merobek bukunya dan zyan mulai menulis.
'Tulis saja tidak ada kegiatan. Menghabiskan waktu diasrama dan perpus. Sekali membantu kak elena dan bermain di panti.'
Selesai menulis, zyan memberi kode pada jin dan jin mengulurkan tangannya kebelakang untuk mengambil kertas dari zyan. Setelah menerima kertas itu jin membacanya dan lagi dia menengok kebelakang.
"Zy, ini serius?" tanya jin berbisik.
Zyan menganggukan kepalanya, jin langsung paham dan dia pun mulai menulis seperti yang diarahkan oleh zyan.
Waktu pelajaran selama 1 jam habis selesai, dan masih banyak siswa yang masih menulis ceritanya. Zyan sudah selesai sejak tadi, sekarang zyan melanjutkan membaca buku sambil menunggu waktu pelajaran habis.
"Baiklah semua, waktu sudah habis kumpulkan semua sekarang" perintah guru.
Satu per satu para murid maju kedepan dan menyerahkan tugas mereka.
"Zy mau sekalian aku bawakan?" tanya jin.
Zyan memberikan bukunya pada jin untuk menyerahkannya sekalian. Jin membawa tugasnya dan tugas zyan untuk dikumpulkan.
"Sensei ini tugas aku sama zy." kata jin.
"Baik. Letakkan saja, kembalilah ketempat dudukmu." kata guru.
__ADS_1
Jin kembali ketempat duduknya. "Baiklah semua, karena masih ada waktu kalian kerjakan halaman 50 tentang puisi dan sastra." kata guru.