Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 56


__ADS_3

Zyan membuat catatan lagi. Dia menulis apa yang dia rasakan saat ini dan semua yang terjadi. Selesai menulis zyan memasukkan kembali bukunya kedalam laci mejanya. Zyan melanjutkan kegiatannya dengan memeriksa data data perusahaan.


"Zy giliranmu sana." kata jin.


"Iya sebentar lagi aku selesai." jawab zyan


"Lagi ngapain si?" tanya jin kepo.


Zyan tak menjawab membuat jin terpaksa menghampirinya. Melihat tulisan yang seperti kereta menurut jin, membuat kepala jin pening.


"Astagah, aku sama sekali tidak mengerti?!" kata jin.


"Jin ada yang ingin aku katakan padamu." kata zyan dengan nada serius.


Jin yang sedang duduk santai dibuat terkejut oleh perkataan zyan.


"Ada apa zy?" kata jin penasaran.


"Mulai sekarang kamu harus belajar cara mengelola usaha milik keluargamu. Meski usaha keluarga Hou kecil tapi tetap kebutuhkan seorang yang bisa mengelolanya." kata zyan


"Eh, zy ada apa ni? Kenapa tiba tiba berkata begitu?" tanya jin.


"Jin dengarkan aku. Kamu satu satunya penerus usaha keluargamu, cepat atau lambat kamu harus mengambil alih semuanya." kata zyan


Jin semakin bingung dengan perkataan zyan yang di tiba tiba jadi aneh.


"Tunggu zy?! Kamu ke sambel setan apa si? Ko hari ini kamu aneh. Tidak seperti biasanya." kata jin.


Zyan tidak menjawab malah menatap jin dengan tajam membuat jin risih ditatap begitu.


"Zy jangan menatapku seperti itu. Aku jadi malu." kata jin lagi.


"Jin, ada hal yang bisa dikatakan dan ada hal yang tidak bisa dikatakan." jawab zyan.


Jin memandang zyan balik, mencoba membaca mata zyan berharap temukan jawabannya


"Zy, aku tidak membutuhkan semua itu. Masih ada pamanku yang mengurusnya. Aku tidak menginginkan harta atau apapun. Yang aku inginkan terus bersamamu zy." kata jin.


Senyum yang tulus tergambar jelas di wajah jin, membuat zyan terteguh.


"Bodoh" kata zyan.


"Hei zy apaan si?" jin mode manja aktif.


"Sudahlah, aku mau ganti pakaian dulu." balas zyan


Zyan tak memperdulikan ekpresi sahabatnya itu yang sedang mode ngambek itu. Dia terus mengganti pakaianannya.


"Zy kenapa si kamu selalu saja menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya jin


"Tidak ada yang aku sembunyikan." jawab zyan.


"Tidak mungkin tidak ada yang kamu sembunyi. Matamu mengatakan kamu menyembunyikan sesuatu." kata jin.


"Jin hou bukankah aku sudah mengatakan nya tadi, ada hal yang bisa dikatakan dan ada hal yang tak bisa dikatakan. Apa kamu paham maksudku?" tanya zyan.


"Iya aku tahu itu," jawab jin


"Sudah jangan banyak bicara lagi. Tidur sana." pinta zyan


"He he he" jin tertawa.


"Kenapa ketawa?" tanya zyan.


"Temenin tidurnya, aku takut." jin mulai lagi.


Zyan menghela nafas lelah dengan tingkah manja sahabatnya itu.

__ADS_1


"Baiklah setelah itu tidur. Aku masih banyak pekerjaan." kata zyan


Jin mengangguk girang, zyan pun berbaring disamping jin. Pikirannya masih melayang ke kejadian tadi di pesta, sebuah pengalaman baru untuknya.


"Zy, bagaimana keadaan danzo saat ini?" tanya jin


"Entah." jawab zyan.


"Zy apa tidak sebaiknya kita kirim mata mata untuk mengawasi danzo dan juga ghostraid" kata jin


Zyan terdiam mendengar perkataan sahabatnya itu. Zyan mulai memikirkan perkataan sahabatnya itu ada benarnya juga


"Kamu memang benar. Untuk mengawasi danzo aku bisa kirim Seseorang, tapi untuk mengawasi ghostraid itu bukan hal yang mudah" balas zyan.


"Memang kenapa zy? Bukankah bawahanmu banyak? Suruh saja bawahanmu itu mengikuti ghostraid kemanapun dia pergi." kata jin.


"Ghostraid bukanlah orang yang mudah untuk dilacak. Sudah berapa kali aku mencoba dan hasilnya nol" kata zyan.


"Jadi kamu sudah menyuruh orang untuk mengikuti ghostraid tapi gagal?" tanya jin.


"Iya." jawab zyan.


Keduanya kembali diam. Jin tak pernah menyangka zyan sudah melakukan itu. Zyan memang anak yang pandai, dia bisa bertindak cepat dalam segala situasi.


Jin mengubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap zyan.


"Zy selanjutnya apa yang akan kita lakukan? Apa kita mau bertindak tanpa petunjuk?" tanya jin.


"Tidak, untuk saat ini kita tidak perlu bertindak. Tunggu ada kabar, baru bertindak. Aku tidak mau membuang buang waktu untuk hal tidak berguna." jawab zyan.


Sekarang zyan mendapat satu tambahan pekerjaan, selain dia harus mengurus perusahaan, dia juga punya tugas untuk melindungi sahabatnya itu dari segala bahaya.


Berapa hari setelah kejadian itu, jin dan zyan hanya menghabiskan waktu saat malam di asrama. Begitu pula malam ini, zyan dan jin menghabiskan waktu dihalaman asrama.


Saat ini bunga sakura sedang bermekaran,


"Baiklah." jawab zyan.


"Yeay, arigato zy-kun." kata jin


Karna kegirangan jin langsung memeluk zyan, semua orang yang ada disana dibuat melongo melihat adegan mesra zyan dan jin.


"Lepaskan baka." kata zyan, kezal.


"Hi hi hi gomen'nasai zy-kun." kata jin.


Zyan melanjutkan mengerjakan ngurus perusahaan. Sedangkan jin tersenyum senyum senang.


Dari asrama cewek yang bersebelahan dengan asrama cowok, tiga cewek sambil membawa buku menghampiri zyan dan jin yang sedang duduk.


"Anu zy-kun, jin-chan bisakah kami minta tolong?" kata shion.


Jin dan zyan mendengar namanya dipanggil melirik kearah samping, nampak tiga cewek berdiri disamping mereka.


"Ada apa shion-chan" sapa jin dengan senyum.


"Jin-chan maaf kalau kami mengganggu kalian. Kami mau minta tolong, boleh?" tanya shion.


"Oh, boleh. Disini duduk, jangan berdiri saja." kata jin.


Mereka bertiga duduk diatas rumput berhadapan dengan zyan dan jin. Zyan tak sedikitpun memperdulikan mereka bertiga. Lan mencolek yuri,


"Apa?" bisik yuri.


"Tuh." jawab lan sambil menatap zyan.


"Kamu saja." bisik yuri.

__ADS_1


Lan menggelengkan kepalanya, dia takut mengganggu zyan yang sedang sibuk bermain laptop. Yuri mencolek shion membuat shion menengok kearahnya. Jin menyadari kalau ketiganya terus memperhatikan zyan.


Jin menarik baju zyan, tapi tak ada respon dari zyan. Sampai membuat jin kesal karna zyan masih saja fokus pada laptopnya.


"Zy-kun bisakah kamu berhenti sebentar. Urusan ini bisa di lanjutan nanti dikamar." kata jin dengan nada manjanya.


Zyan yang merasa terganggu dengan sikap manja jin, sudah merasa kesal dan saat zyan melirik jin, rasa kesalnya menghilang karna melihat wajah imut jin.


"Huft, jadi ada apa?" tanya zyan, dingin.


Melihat zyan menutup laptopnya, jin tersenyum senang.


"Zy bisakah kamu membantu para gadis ini?" tanya jin.


Pandangan zyan beralih ke tiga cewek itu. Ditatap begitu tajam oleh zyan membuat ketiganya merasa risih.


"Jadi, apa yang kalian inginkan?" tanya zyan.


"Kami cuma mau minta diajarin rumus ini" jawab lan.


Zyan tak berkata apa apa, dia menaruh laptopnya dan mengambil buku milik lan. Zyan membacanya sekilas dan mengembalikannya lagi pada lan.


"Jadi kalian ingin aku menjelaskan tentang rumus ini?" tanya zyan lagi.


Ketiganya menganggu kan kepalanya. Dengan berat hati zyan menjelaskan tentang rumus fisika pada ketiganya. Jin ikut memperhatikan zyan yang sedang menjelaskan.


Dari jendela ruang atas asrama cowok, elena memperhatikan zyan dan jin yang sedang belajar bersama dengan teman teman ceweknya.


"Zyan, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa berapa hari ini sikapmu berubah sangat dingin?" tanya elena pada dirinya sendiri.


Sudah berapa hari ini sikap zyan sangat dingin padanya dan sangat protektif terhadap jin. Elena merasa ada yang disembunyikan oleh zyan.


Sejak mereka kembali kepesta, elena dan zyan jarang sekali berkomunikasi. Zyan juga jarang mau berbicara panjang seperti biasa pada elena. Perubahan sikap zyan yang tiba tiba membuat ibu dan elena kebingungan.


"Zyan apa yang kamu sembunyikan? Apakah ingatanmu sudah kembali?" tanya elena


Dalam diam, dia menangis. Mereka sudah bersama sama bertahun tahun, membuat elena tanpa sadar melupakan tujuan awalnya. Perasaan sayang tumbuh di hatinya. Perlahan elena mulai menyayangi jin seperti adik kandungnya sendiri.


"Jin, apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu tahu siapa aku?" kata elena.


Kembali ke taman asrama, zyan selesai menjelaskan pada mereka bertiga,


"Zyan arigato." kata ketiganya.


Dibalas anggukan oleh zyan.


"Besok kalian ada rencana tidak?" tanya shion.


"Besok kami mau ketaman, mau lihat sakura." jawab jin.


"Wah seru banget thu. Kami boleh ikut tidak?" tanya shion.


"Tentu saja boleh." jawab jin, dengan riang.


Zyan sama sekali tidak memperdulikan nya, dia melanjutkan kesibukannya. Sampai ponselnya bergetar., ada panggilan masuk.


Zyan mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata ghostraid yang menelponnya.


"Ada apa?!" tanya zyan tanpa basa basi.


"Astagah dingin sekali. Aku hanya ingin tahu kabarmu tuan zhan?" jawab ghostraid lewat telpon.


Zyan tak menjawabnya, semuanya melihat kearah zyan. Jin menyadari perubahan ekspresi sahabatnya itu, pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Akhir akhir ini tidak ada jejak apapun. Benar benar membosankan bukan?" kata ghostraid.


"Iya." jawab singkat zyan.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengganggu waktumu tuan zhan. Baiklah kalau begitu aku tutup telponnya. Oyasumi." kata ghostraid.


__ADS_2