Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 17


__ADS_3

Tiba tiba ekspresi zyan berubah. Yang tadinya tenang tanpa bisa di tebak? Sekarang terlihat seperti orang terkejut.


Pasalnya zyan teringat dua orang yang sudah mengetahui identitasnya. Mereka berdua adalah Ghostraid dan Elena.


Ghostraid memang sudah mengetahui semuanya dan keduanya juga pernah bekerja sama dan karna ada masalah keduanya sudah tidak saling berkomunikasi ataupun kerja sama lagi.


Elena baru saja menebak identitas zyan secara tak sengaja. Elena mendengar percakapan zyan dengan paman Yang kemarin dan elena mengetahui rahasia ingat zyan yang telah kembali.


'Jika sampai polisi mengetahui identitas mawar hitam itu anak sma? Berarti ini ada kaitannya dengan dua orang ini.' Gumam zyan dalam hati.


Saat ini zyan sibuk dengan pikirannya sampai tak menyadari kalau bel sekolah telah berbunyi.


Zyan tersadar dari lamunannya saat seseorang menepuk pelan pundaknya.


"Hei, zy ko melamun?" tanya shion.


Zyan tersadar dari lamunan nya dan menatap shion dengan dingin.


Jin ikut terkejut mendengar suara shion. Meski jin tidak melamun tapi mendengar shion memanggil zyan membuatnya terkejut.


"Gimana keadaan kamu? Sudah baikkan?" tanya shion lagi.


Tapi zyan tak menjawabnya begitu pula dengan jin. Jin lebih memilih untuk diam karna dirinya masih takut memikirkan berita tadi pagi.


Shion ikut diam, lalu dia membuka buku pelajarannya. Cukup lama tak ada seorang pun guru yang masuk sampai suara pintu terbuka.


kriitt.


Semua mata memandang kearah pintu kelas. Dan semua murid jadi terdiam saat elena memasuki kelas.


"Selamat pagi semua." sapa elena.


"Selamat pagi bu elena." balas pada murid.


"Baiklah. Hari ini kita akan belajar tentang sejarah. Buka halaman 34. Baca isi halaman itu dan setelah itu jawab pertanyaan disana." pinta elena.


"Baik sensei." balas para siswa.


Semua murid membuka buku halaman yang tadi di minta oleh guru mereka. Elena terus memperhatikan zyan.


*


Diluar kelas. Di gerbang sekolah sebuah mobil polisi datang dan berhenti di depan gerbang sekolah.


Seorang security sekolah keluar dari pos dan menghampiri mobil polisi itu. Karna kelas sudah di mulai, jadi gerbang sekolah pun sudah di kunci.


"Selamat pagi." sapa polisi yang keluar dari mobil.


"Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu pak?" sapa security sambil membuka pintu gerbang.


"Kami ingin bertemu dengan pemilik sekolahan ini." kata polisi.


"Oh silakan masuk. Beliau ada diruangannya." kata security.


Mobil polisi itu masuk kedalam parkiran sekolah tanpa membunyikan sirenenya karna itu akan mengganggu waktu belajar para siswa.


Setelah mobil polisi masuk, security kembali menutup gerbang sekolah.


"Biar saya antar bapak keruangan bu kapsek." kata security.


"Baiklah." balas polisi.


Security mengantarkan ketiga polisi itu keruangan kepala sekolah sma mangetsu ido.


Sampai didepan ruangan, security itu mengetuk pintu sebagai tanda kesopanan.


Tok tok tok.


"Masuk." kata ruan dari dalam.

__ADS_1


"Permisi bu. Saya datang membawa tamu." kata security.


"Oh. Persilakan masuk." balas ruan.


"Baik bu." kata security.


"Silakan pak polisi masuk, ibu kepala ada didalam." kata security mempersilakan ketiga polisi masuk.


Ketiga polisi itu menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam ruangan kapsek.


"Selamat pagi bu." sapa polisi itu.


"Pagi. Oh pak polisi ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya bu ruan.


"Sebelumnya kami minta maaf karna sudah mengganggu waktu ibu. Jadi kedatangan kami kesini, kami membawa surat perintah untuk melakukan pemeriksaan di sekolah ini." kata polisi.


Ibu ruan menerima surat perintah itu dan membacanya. Memang benar surat itu berisi perintah untuk memeriksa setiap sekolah SMA di seluruh kota tokyo ini.


"Baiklah, silakan ikut saya." kata ibu ruan.


Ibu ruan membawa ketiga polisi itu berkeliling sekolah. Kelas demi kelas mereka masuki dan mulai melakukan pemeriksaan.


Sampai didepan kelas zyan dan jin. Suasana dalam terlihat tenang. Ibu ruan mengetuk pintu kelas.


Tok tok tok.


"Tunggu sebentar." kata elena.


Elena bangun dan berjalan kearah pintu. Semua murid berhenti mengerjakan tugas dan semua menatap kearah pintu kelas.


Elena membuka pintu dan elena terkejut melihat ibunya bersama dengan tiga polisi.


"Ibu, ada apa ini?" tanya elena, kebingungan.


"El, hari ini bapak bapak kepolisian datang untuk mengadakan pemeriksaan disekolah kita." jawab ibu ruan.


"Pemeriksaan apa bu?" tanya elena.


"Ciri ciri mawar hitam?" tanya elena terkejut.


Elena sangat terkejut mendengar polisi sudah mengetahui ciri ciri mawar hitam itu.


"Iya, dia seorang anak di bawah umur dan masih duduk di bangku SMA. Karna itulah kami kesini untuk menyelidikinya." kata polisi lainnya.


Elena masih terdiam terpaku, dia tak tahu harus bagaimana. Karna jika benar polisi sudah mengetahui identitas mawar hitam dan berhasil menangkap zyan, itu akan menjadi hal yang sangat memalukan.


Dan yang paling elena khawatirkan adalah jin. Elena terus bertanya, apa jin ada kaitannya dengan mawar hitam?.


"Baiklah pak silakan masuk." kata ibu ruan.


"Baik, bu." balas polisi.


Ketiga polisi masuk kedalam kelas. Semua murid didalam kelas menjadi tegang.


Jin gemetar ketakutan saat melihat ketiga polisi masuk kedalam kelas. Sampai tanpa sadar, dia menjatuhkan pulpennya.


Zyan melihat jin yang menjatuhkan pulpennya, tau jika jin sedang ketakutan.


"Bodoh bersikaplah biasa saja." bisik zyan.


Tapi jin tak mendengarkannya. Terlihat jelas ekspresi wajah terkejut jin.


"Pagi semua. Hari ini sekolah kita ada pemeriksaan, untuk semua murid dikelas 2 taruh tas kalian diatas meja." kata bu ruan.


Semua murid menaruh tas mereka diatas meja. Kedua polisi mulai memeriksa tas para murid. Sampai mereka di depan meja jin.


Jin terlihat gemetar dan ketakutan saat polisi mulai memeriksa isi tasnya. Zyan terus memperhatikan sikap jin yang terlihat jelas dia sedang ketakutan.


Polisi selesai memeriksa tas jin dan beralih memeriksa tas zyan. Jantung jin berdetak lebih kencang, keringat dingin pun mulai bercucuran.

__ADS_1


'Zy..' panggil jin dalam hati.


Ekspresi zyan terlihat tenang tanpa merasa khawatir ataupun takut ketahuan.


Elena ikut memperhatikan zyan dan jin secara bergantian. Dan yang terlihat jelas, ekspresi jin yang tegang.


Elena ikut tegang, saat tas zyan di periksa oleh polisi. Jantung elena terus berdekat kencang. Tapi zyan tetap bersikap biasa saja.


Dan akhirnya polisi selesai memeriksa tas zyan dan tas seluruh murid di kelas 2 ini.


"Maaf bu kepala sekolah, kami ingin meminta ijin untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut." kata polisi.


"Oh silakan pak." Balas bu ruan.


"Kepada seluruh siswa siswi di mohon untuk keluar kelas sementara dan bagi yang namanya di panggil, segera masuk kedalam kelas." kata polisi.


Semua siswa keluar kelas. Mereka menunggu di depan kelas sambil berbincang bincang.


"Aku masih tidak mengerti. Bagaimana cara polisi mengetahui identitas mawar hitam itu anak SMA?" tanya teman.


"Entah. Aku sendiri pun tidak tahu. Jujur saja aku sangat terkejut saat mendengar berita ini tadi pagi. Siapa sangka ternyata sosok mawar hitam ini seumuran kita." kata teman lainnya.


Jin dan zyan hanya mendengarkan pembicaraan teman temannya. Jantung jin terus berdetak kencang, perasaan nya tak bisa tenang.


Sedangkan zyan tetap terlihat tenang tanpa terlihat gelisah sedikitpun. Jin yang duduk disamping zyan terus gelisah.


"Zy, apa yang akan kita lakukan sekarang?" bisik jin.


Zyan yang sejak tadi berdiri bersandar pada tiang bangunan sekolah sambil melipat kedua tangannya dan menutup matanya.


Perlahan membuka matanya, dan tetap bersikap tenang.


"Ikuti saja alurnya." balas zyan.


"Tapi aku takut. Bagaimana kalau aku tertangkap?" tanya jin.


"Jika memang semua harus terungkap sekarang, aku lakukan itu." balas zyan.


"Melakukan itu? Apa maksudmu zy?" tanya jin tak mengerti maksud zyan.


Zyan tak menjawabnya. Zyan sudah memiliki rencana jika seandainya identitasnya terungkap sebelum dia berhasil membalaskan dendam keluarganya, maka zyan akan menghabisi semua orang yang sudah mengetahui identitasnya.


Jin melirik kearah zyan, ekspresi zyan tetap terlihat tenang. Tak terlihat sedikitpun rasa takut. Yang jin lihat dari wajah zyan bukanlah ketakutan tapi lebih ke amarah yang tertahan.


Elena yang ikut keluar terus memperhatikan zyan dan jin. Elena tau zyan dan jin sedang membicarakan sesuatu.


Elena juga tau jin sedang gelisah, terlihat dari ekspresi dan tingkahnya. Elena tak berani mendekati zyan dan jin.


Shion dan kedua temannya menghampiri jin dan zyan. Lalu duduk disamping jin.


"Jin kau kenapa? Ko gemetaran begitu?" tanya shion.


Tapi jin tidak menjawab, dia malah menarik baju zyan da menggenggamnya dengan erat.


"Kau sakit ya jin?" tanya yuri.


Tapi tetap tak ada jawaban. Zyan merasa tak tega saat melihat sahabatnya itu ketakutan seperti ini. Zyan berjongkok di hadapan jin.


"Dia hanya phobia saat melihat polisi." jawab zyan,


Zyan terpaksa berbohong agar tidak ada yang tahu yang sebenarnya terjadi.


"Kasihan sekali jin. Tubuhnya sampai gemetar seperti ini." kata yuri.


Jin mengenggam tangan zyan dengan erat. Ketiga teman ceweknya, melihat sedih jin.


Dan satu per satu nama nama murid di panggil dan masuk kedalam kelas untuk melakukan pemeriksaan.


#happy reading all😊😊

__ADS_1


maaf ya chapter ini belum bisa ada yang seperti kemarin....


__ADS_2