Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 5


__ADS_3

Waktu pelajaran terus berjalan, baik jin ataupun nya tetap diam. Jin yang biasanya memint coretan pada zyan karna dia tidak bisa mengerti soal pelajaran fisika, kali ini jin diam dan berusaha mengerjakannya sendiri.


Hari ini, elena yang mengajar. Mata elena terus memperhatikan zyan dan jin. Dalam hati, elena merasa tak enak sudah memarahi keduanya.


Zyan tau, elena sedang memperhatikan dirinya. Meski mata zyan pada pelajaran tapi perasaannya sangat peka. Zyan bisa merasakan seseorang yang sedang memperhatikan dirinya.


Elena membuka ponselnya dan mengetik pesan lalu mengirimkannya pada zyan. Elana tidak bisa mengirim pesan pada jin, karna pasti akan membuat heboh seluruh kelas.


Zyan merasa ponselnya bergetar, tapi zyan tidak membukanya dan masih fokus pada pelajaran.


Dalam diam, zyan juga memperhatikan jin. Meski zyan terlihat dingin dan terkesan tak perduli, tapi zyan sangat perhatian pada jin. Zyan tahu saat ini jin sedang kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan elena.


Zyan yang sudah selesai mengerjakan tugasnya, membuka buku catatan dan menulis isi jawaban pada selembar kertas kecil.


Zyan mengangkat tangan nya keatas untuk memberi tanda kalau dia sudah selesai.


"Ada apa zyan?" tanya elena.


"Aku sudah selesai." jawab zyan.


Sontak semua murid melihat kearah zyan. Semua murid terkejut karna zyan sudah selesai mengerjakan tugas dala waktu 30 menit.


"Baiklah bawa kesini." kata elena.


Zyan bangun dari duduknya dan berjalan kedepan. Seperti biasa saat melewati meja jin, zyan menjatuhkan kertas jawaban dimeja jin tanpa diketahui oleh siapapun.


Jin melihatnya dan langsung mengambil kertas itu dan menyembunyikannya di bawah meja.


Zyan menyerahkan buku catatannya dan kembali lagi tempat duduknya. Saat melewati meja jin, zyan sempat berbisik.


"Bodoh" bisik zyan.


Mendengar kata bodoh yang diucapkan zyan, membuat jin sedikit kesal.


"Awas kau zy. Istirahat nanti aku akan buat perhitungan denganmu." gumam jin dalam hati.


Shion melirik zyan yang sudah kembali duduk disampingnya. Blush, wajah shion memerah saat tidak sengaja melihat zyan yang tersenyum tipis.


Jantung shion berdetak kencang, pandangannya dia alihkan kembali ke materi pelajaran.


30 Menit kemudian.


"Waktu habis. Cepat kumpulkan tugas kalian." perintah elena.


Berapa murid panik karna tugas mereka ada yang belum selesai.


"Zyan, tolong kumpulkan tugas teman teman mu. Dan bawa kesini." pinta elena.


Zyan yang sudah selesai sejak tadi, bangun dari duduknya dan mulai mengumpulkan tugas teman teman sekelasnya satu per satu.


Saat nya melewati meja para murid cewek, para murid cewek tersenyum senyum melihat zyan. Sedang zyan sendiri selalu memasang tampang dingin tanpa ekspresi.


Zyan selesai mengumpulkan semua tugas teman temannya dan langsung memberikannya pada elena.


"Terima kasih, zy." kata elena.


Tapi tak dapat respon apapun dari zyan. Zyan langsung kembali ke tempat duduknya. Elena hanya bisa memandang punggung zyan sambil berkata dalam hati.


"Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini zy?"


Pelajaran selesai dan elena sudah pergi. Kelas kembali kosong. Para murid kembali bebas untuk mengobrol bermain dan lainnya.


Jin yang sudah kesal, bangun dari duduknya. Zyan tak menyadari ada aura gelap didepannya karna sibuk membaca buku favoritenya.


Jin membalikkan badan dan menghadap kebelakang. Menatap zyan dengan pandangan kesal. Jin semakin kesal karna zyan tak melihatnya, jin merebut buku yang zyan baca.


Sontak zyan terkejut dan akhirnya zyan menatap jin yang sudah kesal.


"Kembalikan!!" kata zyan.


"Tidak akan aku kembalikan." balas jin.


"Kembalikan!!" kata zyan lagi dengan nada sedikit tinggi.


Shion yang sedang membaca buku, berhenti karna mendengar suara zyan dan menatap zyan.


"Aku bilang tidak!! Apa maksudmu berkata bodoh padaku?" tanya jin.


"Kau memang bodoh." jawab zyan dengan santai.


"Apa!! Katakan sekali lagi, zy!" kata jin sedikit keras.


"Baka." kata zyan.


"Zy, beraninya kau berkata aku bodoh!! Sekali lagi kau bilang aku bodoh, aku cium kamu." ancam jin.

__ADS_1


Mendengar ucapan jin yang akan mencium zyan membuat semua yang ada dikelas terkejut dan melihat kearahnya dan kelas menjadi hening.


Shion yang duduk disamping zyan ikut terkejut, shion menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apa yang kau katakan jin?!" tanya zyan,


Tatapan zyan sangat tajam, jika itu bukan jin mungkin orang itu akan pergi. Tapi yang ditatap zyan itu sahabatnya sendiri yang sudah terbiasa dengan tatapan tajam dan seperti binatang buas yang kelaparan, jin sudah terbiasa dan tidak merasa takut sedikitpun.


"Aku akan mencium mu jika kau berkata seperti itu lagi." kata jin sama sekali tidak takut dan malah mendekat ke wajah zyan.


Zyan mundur sedikit kebelakang untuk menghindari wajah jin yang mendekat padanya.


"Menjauh lah dari ku jin hou." kata zyan.


"Tidak akan. Jika kau berani berkata, aku akan langsung mencium mu." kata jin, dengan senyum menggoda.


Semua teman temannya menjadi tegang melihat adegan yang cukup mengejutkan mata mereka.


"Jauhkan wajah mu itu bodoh!" kata zyan semakin kesal.


"Tidak akan." balas jin semakin dekat.


Semua yang di kelas semakin tegang, ekspresi mereka bermacam macam. Zyan sudah semakin kesal pada sikap jin. Entah setan apa yang tiba tiba merasuki zyan.


Zyan tiba tiba menyeringai nakal, jin yang tadinya terlihat senang tiba tiba berubah melihat seringai zyan. Jin merasakan firasat buruk.


Tangan kanan zyan merangkul jin, zyan mendekati wajah jin yang mulai tegang. Zyan berbisik ditelinga jin.


"Jika kau berani menciumku?! Aku juga bisa melakukan hal yang lebih parah lagi padamu. Aku bisa membuatmu terbaring tak berdaya diatas tempat tidur." bisik zyan


Ekspresi jin sontak langsung semakin tegang. Jin tak bisa berkata apa apa lagi. Jantungnya berdetak kencang.


Shion yang disamping zyan mendengar apa yang zyan bisikan pada jin. Wajah shion ikutan merona.


"Jangan coba coba mengancam ku, jin hou?!" bisik zyan lagi, memberi peringatan pada jin..


Setelah berbisik, zyan kembali duduk dengan senyum kemenangan. Sedangkan jin masih terpaku diatas meja zyan dengan ekspresi tegang.


Semua teman temannya kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh zyan sehingga membuat jin sampai tak berkutik sedikitpun.


Suara guru datang, memecah hening dalam kelas.


"Selamat siang semuanya." sapa guru.


Semua murid langsung berhamburan kembali ke meja masing masing. Begitu pula dengan jin, jin kembali ke mejanya dengan wajah yang masih memerah.


"Keluarkan buku bahasa kalian, kita mulai pelajarannya." kata guru.


Waktu terus berjalan sampai waktu istirahat tiba. Zyan jarang sekali keluar kelas jika jin tidak mengajaknya keluar.


Sejak zyan berbisik pada jin, sikap jin berubah jadi pendiam dan terlihat sedikit murung.


"Zy, kamu tidak keluar?" tanya shion.


"Tidak." jawab singkat zyan.


Shion tak bertanya lagi. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat mengingat perkataan zyan tadi pada jin. Perlahan shion menyimpan perasaan pada zyan, tapi karna bisikan zyan pada jin, shion merasa terluka.


"Hy shion ke kantin yuk?" ajak yuri.


"Iya." jawab shion lemah.


Yuri dan lan saling berpandangan mendengar suara pelan shion.


"Shion kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya lan.


"Tidak apa apa?" jawab shion sambil menggelengkan kepalanya.


Shion dan kedua temannya keluar kelas. Didalam kelas hanya tinggal empat cowok. Dua cowok duduk disebrang sambil berbisik.


"Kamu saja sono?" kata soji.


"Ogah, kamu saja, soji." balas raiga.


"Aku gak mau. Kan kamu yang penasaran, kenapa nyuruh aku yang nyamperin." kata soji.


"Kita sama sama samperin, oke." usul raiga.


"Baiklah, tapi kamu jalan duluan. Aku di belakangmu." kata soji.


Kedua cowok tadi berjalan mendekati zyan yang sedang duduk sambil dengerin musik.


"Zyan." panggil raiga.


Zyan tak mendengar ada yang memanggilnya karna zyan menggunakan headset di telinganya dan memandang keluar jendela kelas.

__ADS_1


Raiga menengok kebelakang, soji hanya mengangguk kan kepalanya dan menyuruh raiga untuk memanggil zyan lagi.


"Hm zyan." panggil raiga lagi.


Raiga tak berani menyentuh zyan karna takut mengganggu zyan dan zyan akan marah. Jin yang sedang tiduran diatas meja merasa terganggu dengan panggilan kedua temannya yang tak di tanggapi zyan.


Jin menengok kebelakang, dan melihat zyan yang sedang asyik mendengarkan musik. Jin menarik kabel headset membuat headset itu terlepas dari telinga zyan.


Zyan kaget langsung melihat kearah jin. Jin dengan mata malas enggan menatap zyan.


"Tuh dipanggil," kata jin lalu kembali kemejanya.


Zyan menengok ke samping nya, kedua temannya tersenyum padanya.


"Ada apa?" tanya zyan.


"Hi hi hi." keduanya hanya tertawa kecil saja.


Raiga duduk ditempat duduk shion, sedangkan soji mengambil kursi disebelah meja zyan dan duduk disamping zyan.


"Em zyan, tadi kalian ngapain si? Sampai bikin tegang semua anak anak?" tanya raiga kepo.


"Tidak ada." jawab zyan dengan tenang.


Jin yang ada didepan, mendengarkan percakapan zyan dan kedua temannya. Wajahnya kembali memerah saat mengingat perkataan zyan.


"Masa? Jelas jelas kami dengar jin mau mencium kamu kalau kamu bilang bodoh lagi. Sebenarnya ada apa?" tanya raiga lagi.


Zyan tak menjawab dia hanya menatap kedepannya. Soji dan raiga yang terus memperhatikan zyan mengikuti pandangan mata zyan yang menuju jin.


"Zyan, apa kamu benar benar..." tanya soji tak berani melanjutkan pertanyaannya.


"Apa?" tanya zyan balik.


"Kamu dan jin itu.. Emm.. Itu..." kata soji takut.


"Bicara yang jelas." kata zyan.


Zyan sebenarnya mengerti maksud pertanyaan soji. Tapi zyan masih menunggu soji melanjutkan pertanyaannya.


"Selama ini, aku lihat kamu selalu dingin pada setiap orang termasuk pada cewek cewek disekolah ini. Tapi sikap kamu berbeda pada jin. Kamu sering tersenyum dan kamu juga lebih banyak bicara saat bersama jin." kata soji.


Jin terus mendengarkan percakapan zyan dan kedua teman itu tanpa bergerak sedikitpun.


"Zyan, apa kamu tidak menyukai cewek? Apa kamu lebih menyukai cowok? Zyan apa jangan jangan kau menyukai jin?" tanya raiga spontan.


Jin langsung terkejut mendengar pertanyaan raiga. Tiba tiba jantung jin berdetak kencang lagi, jin penasaran dengan jawaban zyan.


"Aku tidak ada waktu mengurusi urusin hal yang tidak berguna." jawab zyan.


"Apa maksudmu hal yang tidak berguna? Jadi benar kau dan jin, kalian pacaran?" tanya raiga.


"Apa itu benar zyan? Jin?" tanya soji, dengan nada tinggi.


Jin sudah tidak tahan lagi mendengar pertanyaan kedua temannya, jin membalik kan badannya.


"Diam semua!! Berhenti berpikir yang tidak tidak tentang aku dan juga zy. Hah.. hah.." teriak jin dengan emosi.


Kedua temannya terdiam dan hanya menatap jin dengan bingung.


"Kami ini masih normal. Dan asal kalian tahu, zy bukannya tidak menyukai cewek. Tapi zy masih belum bisa membuka hatinya." jelas jin.


"Membuka hatinya? Apa maksudnya?" tanya raiga.


"Kalian tidak tahu apa apa tentang kami. Kalian selalu saja berpikir hal yang aneh tentang kami. Kenapa aku selalu dekat dengan zy, karna bagiku hanya zy lah yang bisa aku percaya dan hanya zy lah satu satunya yang aku miliki di dunia ini." kata jin.


Jin menunduk sedih mengingat masa masa kelam dalam hidupnya.


"Sejak aku kehilangan keluargaku, tak ada yang mau perduli padaku. Semua orang menjauhiku, hanya zy yang mau berteman denganku dan satu satunya orang yang perduli padaku. Zy, orang yang paling berharga untukku Aku tak ingin kehilangan satu satunya keluargaku." kata jin pelan.


Kedua temannya terbengong mendengar ucapan jin. Teman teman kelasnya yang baru saja datang ikut terbengong mendengar cerita jin.


"Zy, dia seperti malaikat yang dikirimkan oleh Tuhan untukku. Karna disaat aku sendirian tak ada yang perduli, zy hadir dan selalu ada disaat aku membutuhkannya. Dia selalu ada disisiku tanpa pernah mengeluh. Disaat semua orang membullyku yang tak memiliki siapapun, zy satu satunya yang melindungi ku. Tak perduli apapun yang terjadi, zy selalu melindungi dan menjagaku. Karna itulah, aku ingin terus bisa bersama zy. Bersamanya aku merasa bahagia." jelas jin.


Semua teman temannya tercengang mendengar cerita jin yang begitu sedih.


"Aku tak perduli kalau kalian mau membully ku, atau menghina ku. Tapi aku tidak akan terima jika kalian menghina zy!!" kata jin,


Matanya kini penuh dengan air mata yang tertahan. Zyan beranjak bangun dan berjalan mendekati jin.


Zyan memeluk jin, membiarkan sahabatnya itu menangis dipundaknya. Jin membalas pelukan zyan.


"Kalian sudah mendengar semuanya. Berhenti memikirkan hal yang bodoh." kata zyan.


Zyan melepaskan pelukannya dan mengusap air mata jin dengan saputangannya. Zyan membawa jin keluar kelas, agar sahabatnya itu bisa meluapkan emosinya dengan bebas diluar.

__ADS_1


Seisi kelas di buat hening, tak ada seorang pun berbicara. Raiga dan soji merasa bersalah karna sudah menanyakan hal seperti itu dan membuat jin menangis.


__ADS_2