
Hy semua,😊😊😊
Ashleen mau ngucapin terima kasih banyak buat para pembaca yang sudah mau mampir dan sudah mau komen. Ashleen juga mau minta maaf karna ashleen lama up nya. Karna ashleen sedang mengerjakan proyek lain jadi cerita ini jadi terbengkalai.
Yosh, kita lanjutin aja cerita zyan dan jin. Meski sebenarnya masih gak semangat tapi karna kalian yang setia disini, ashleen lanjutin sampai ending.😊😊
Oke kakak kakak semua selamat menikmati cerita somvlak ini.. Semoga kalian suka..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah seharian zyan berada dikamar, akhirnya malam ini zyan keluar. Dan yang pasti di temani oleh sahabat setia nya.
Keduanya langsung menuju kantin asrama. Banyak yang melihat mereka.
"Hei, zyan. Bagaimana keadaanmu?" tanya teman zyan.
"Lebih baik." jawab zyan singkat.
Jin membantu zyan menarik kursi dan zyan langsung duduk.
"Zy, aku ambil kan makanan. Kamu tetap disini." kata jin.
Zyan menganggukkan kepalanya dan menunggu jin mengambilkan makanan untuk dirinya.
Selagi zyan menunggu, berapa teman temannya menghampiri dirinya.
"Hei, ko tadi pagi gak masuk sekolah? Lo kenapa?" tanya teman zyan.
"Sakit." jawab singkat zyan.
"Sakit apa kamu? Baru kali ini aku lihat kamu sakit." kata teman zyan lainnya.
Zyan tak menjawab, dia lebih memilih untuk diam ketimbang menjawab pertanyaan teman temannya itu.
Tak lama jin datang dengan membawa dua piring makanan untuknya dan zyan.
"Zy ini makanlah. Apa yang kalian lakukan disini?" taya jin pada teman temannya.
"Kami hanya ingin tahu zyan sakit apa? Soalnya baru kali ini zyan sakit." jawab salah satu temannya.
"Memangnya zy gak boleh sakit gitu?! Dia juga manusia wajarlah kalau dia sakit." balas jin dengan nada sedikit kesal.
"Astagah jin gitu aja emosi. Santai bro." kata teman lainnya.
Jin diam saja. Dia jadi ngambek mendengar pertanyaan teman temannya.
Sedangkan zyan terus makan tanpa memperdulikan perkataan teman temannya itu.
Zyan selesai makan dan beranjak bangun. Saat akan pergi, jin meraih tangan zyan dan membuat zyan berhenti.
"Zy, tunggu aku." pinta jin.
Akhirnya zyan kembali duduk dan menunggu jin selesai makan. Cukup sebentar jin selesai makan.
"Sudah habis." kata jin.
Zyan segera bangun diikuti oleh jin dibelakangnya. Semua teman temannya terbengong melihat kedua yang sangat dekat.
Selesai menaruh piring, zyan dan jin kembali kekamar mereka tanpa memperdulikan panggilan teman temannya.
__ADS_1
Saat akan menaiki tangga kedua, zyan merasa pusing. Zyan langsung berpegangan pada besi tangga. Sontak jin terkejut melihat zyan hampir terjatuh itu.
"Zy kamu baik baik saja?" tanya jin khawatir.
"Iya hanya sedikit pusing." jawab zyan.
"Biar aku bantu. Jalannya pelan pelan saja." kata jin.
Jin khawatir pada zyan karna itulah jin membantu zyan menaiki tangga sampai di kamar mereka.
Jin langsung membuka pintu kamar dan segera membawa zyan ketempat tidur dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Istirahatlah dulu." kata jin.
"Jin tunggu." kata zyan, meraih tangan jin.
"Ada apa zy?" tanya jin.
"Bisakah kau membantuku mengantarkan berkas ini kedepan?" tanya balik zyan.
Jin terkejut dan juga sedikit merasa kesal karna dalam keadaan seperti ini saja zyan masih memikirkan pekerjaannya.
Jin tak langsung menerima berkas itu, dia masih menatap zyan dengan pandangan tajam tapi tak setajam pandangan zyan.
"Jin, pleace." kata zyan.
"hufftt baiklah. Akan aku antarkan. Tapi kamu harus janji padaku dulu." kata jin.
"Apa?" tanya zyan.
"Kamu harus janji setelah ini kamu tidak boleh lagi memikirkan pekerjaan mu sampai kamu sembuh." kata jin.
Zyan tak menjawab. Jin masih menunggu jawaban dari zyan.
Jin tersenyum senang mendengar jawaban zyan. Jin langsung mengambil berkas itu dan langsung beranjak pergi.
"Jin.. tunggu." kata zyan lagi.
Tapi jin tak mendengar panggilan zyan dan malah pergi tanpa mendengarkan penjelasan zyan lebih lanjut.
Zyan hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat jin pergi begitu saja.
Diluar kamar, jin berjalan dengan senang hati. Dan saat akan turun tangga, jin berhenti karna teringat sesuatu.
"Eh tadi zy bilang ini diantar kemana ya? Masa aku harus pergi ke villa? Aduh tadi zy ga bilang ini diantar kemana, huh terpaksa aku harus balik lagi." kata jin.
Jin kembali kekamar dan segera membuka pintu kamarnya.
"Zy....." panggil jin.
Zyan yang sedang memejamkan matanya, terbuka karna suara keras jin.
"Ada apa?" tanya zyan.
"Zy kenapa kamu tidak bilang mau diantar kemana?" tanya jin, dengan kesal.
"Salahmu sendiri. Aku belum selesai bicara tapi kau malah pergi begitu saja." kata zyan.
"Uh.. Jadi ini diantar kemana?" tanya jin.
__ADS_1
"Tunggu saja didepan gerbang. Nanti ada yang ngambil berkasnya." jawab zyan.
"Baiklah. Jadi aku hanya perlu pergi keluarkan?" tanya jin lagi.
"Iya bodoh." jawab zyan.
"Ya sudah. Sekalian saja aku keluar beli obat." kata jin.
Jin jadi ngambek karna zyan memanggilnya bodoh. Jin pun keluar lagi dan bergegas menuruni tangga.
Sampai di pintu masuk asrama dan jin melanjutkan ke gerbang.
Sampai di depan gerbang, jin berhenti tak jauh dari gerbang karna melihat seseorang yang dia kenal sedang berdebat dengan security.
"Pak tolonglah biarkan aku keluar. Cuma sebentar saja ko." kata orang itu yang tak lain, shion.
"Maafkan saya nona. Ini sudah peraturan di asrama ini. Seluruh murid penguhi asrama dilarang keluar dari asrama saat malam kecuali sudah mendapat ijin dari bu elena." jawab security.
"Tapi pak. Ini bener bener gawat. Tolong lah pak." kata shion.
"Maaf nona, saya tidak bisa memberi izin." balas security.
Jin mendengar shion terus memohon tapi tak di ijin kan oleh security itu. Jin pun menghampiri shion da security.
"Ada apa shion?" tanya jin.
Mendengar namanya dipanggil, shion menengok kesampingnya,
"Eh jin. Ini aku mau keluar ke minimarket sebentar tapi tak di izinkan sama pak security." jawab shion.
"Memang jika malam hari, semua murid tak diijinkan keluar asrama." jawab jin.
"Hm. Lah kamu jin. Kamu ngapain disini?" tanya shion.
"Aku disini mau anter ini sekalian mau keluar ke apotek." jawab jin.
"Kamu mau keluar? Memang boleh?" tanya shion
"He he he." jin hanya tertawa.
Tak lama, datang pemotor dan berhenti tepat di depan gerbang asrama. Jin tau siapa yang datang jadi jin segera menghampiri pemotor itu dan memberikan berkas yang tadi di minta oleh zyan.
"Tolong ya." kata jin.
"Baik tuan. Kalau begitu saya ijin pamit." jawab pemotor itu.
Jin mengangguk kan kepalanya dan melihat kebelakang menatap shion yang terbengong.
"Loh katanya mau keluar? Ko masih berdiri disana?" tanya jin.
Shion tersadar dari lamunannya dan menghampiri jin.
"Memang boleh kita keluar?" tany shion.
"Pak. Kami ijin keluar sebentar. Nanti jika kak elena datang bilang saja kalau shion pergi bareng aku ya. Pak." kata jin.
Security itu nampak kebingungan tapi akhirnya mengiyakan saja.
"Baiklah nak jin. Tapi jangan pulang terlalu malam ya nanti saya yang kena marah sama bu elena." kata paka security.
__ADS_1
"Iya pak. Tenang saja." jawab jin dengan senyum.
Shion hanya terbengong saja. Ternyata memang benar posisi jin dan zyan disini berbeda dari yang lain. Mereka bisa bebas keluar masuk asrama.