
Jin terus merajut pada zyan seperti anak kecil.
"Zy ayo lah." bujuk jin.
Zyan bangun dan itu membuat jin merasa senang. Karna jin pikir zyan mau menemaninya ke kantin sekolah.
Saat keluar dari kelas, zyan berjalan kearah yang berlawanan dengan arah kantin. Jin kebingungan karna zyan malah berjalan kearah ruangan kapsek.
"Loh zy. Arah kantin kan kesana? Kenapa kamu malah kesini?" tanya jin.
Zyan diam saja dan terus berjalan sampai didepan ruangan kepala sekolah
Tok tok tok.
Zyan mengetuk pintu kepala sekolah
"Masuklah." kata ibu ruan.
Klik.
Zyan membuka pintu dan masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Diikuti jin dibelakangnya.
"Oh zyan. Ada apa?" tanya ibu ruan.
"Aku hanya kesini untuk memberikan ini." kata zyan.
Zyan meletakan memory card diatas meja kerja ibu ruan.
"Apa ini zyan?" tanya ibu ruan.
"Bukti dan pelaku pembullyan kemarin." jawab zyan.
"Kalian sudah berhasil menemukannya?" tanya ibu ruan kagum.
"Iya, kemarin kami sempat mengintip pembicaraan berapa cewek. Dan zyan berhasil merekam semua pembicaraan cewek cewek itu, bu" jawab jin.
"Hebat. Kalian berdua benar benar bisa ibu andalkan. Baiklah dengan begini, kasus pembullyan bisa kita ungkap sekarang. Terima kasih banyak zyan, jin." kata ibu ruan.
Zyan hanya mengangguk kan kepalanya lalu pergi. Jin memberi hormat dan mengikuti zyan keluar.
"Zy kenapa kamu gak bilang si mau ngasih bukti itu pada ibu? Kamu ini selalu saja diam gak mau terbuka sama aku." kata jin.
Zyan tetap saja bisu. Enggan menanggapi perkataan jin. Didalam pikiran zyan dipenuhi dengan banyak hal. Terutama identitas mawar hitam palsu yang akhir akhir ini sering muncul.
Jin ikut diam, sesekali jin menatap zyan dengan pandangan sedih. Jin tahu saat ini zyan sedang banyak pikiran karna itu dia jarang merespon perkataan jin.
Dalam hati jin ingin sekali membantu meringankan beban yang dipikul zyan.
"Zy bisakah kau berbagi denganku? Aku juga ingin membantumu meski hanya sedikit." kata jin dalam hati.
Zyan tak sadar kalau jin sejak tadi memperhatikannya. Keduanya masuk kedalam kelas dan kembali ketempat duduk masing masing.
Baik zyan ataupun jin tak ada yang buka suara. Berapa temannya yang melihat keduanya diam merasa heran da bingung.
*
Diruang kepala sekolah. Ibu ruan menelpon elena.
"El bisakah kau kesini? Ada yang ingin ibu katakan padamu." kata ibu ruan.
"Ada apa bu?" tanya elena.
"Kesini saja. Nanti ibu jelaskan." kata ibu ruan.
Elena menutup telponnya dan pergi menemui ibunya. Elena langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Ada apa ibu memanggilku?" tanya elena langsung.
"El, ibu ingin kau mempersiapkan sesuatu untuk sebuah pertunjukan." jawab ibu.
"Pertunjukan apa, bu?" tanya elena, bingung.
"Zyan dan jin tadi datang kemari dan menyerahkan ini." kata ibu ruan sambil menunjukan memory card pada elena.
__ADS_1
"Itu apa, bu?" tanya elena lagi.
"Ini bukti pembullyan yang terjadi di sekolah kita kemarin. Ayan berhasil mengungkap identitas pelaku dan merekamnya disini." jawab ibu ruan.
"Baiklah. Akan aku siapkan semuanya" kata elena lalu pergi.
Ibu ruan tersenyum, dalam hati dia sangat mengagumi kemampuan zyan yang sangat hebat. Dia bisa bergerak dengan cepat dalam situasi yang genting.
Di halaman sekolah, elena sudah menyiapkan sebuah layar yang besar dan juga sudah menyambungkan nya ke laptop.
"Apa semua sudah siap?" tanya ibu ruan saat menghampiri elena.
"Sudah semua bu. Sekarang saja kita mulai bu." kata elena.
"Baiklah sayang." jawab ibu.
"Kepada semua murid sma mangetsu ido, berkumpul dihalaman sekolah. Sekarang juga." perintah ibu ruan lewat pengeras suara.
Semua murid mulai berhamburan keluar kelas dengan tatapan bingung.
Zyan dan jin ikut keluar dengan pandangan biasa saja. Tak terlihat terkejut atau kebingungan sedikitpun.
Semua murid sudah berkumpul di halaman sekolah. Semua murid saling bertanya tanya dengan pengumuman tadi.
"Ehm, karna semua sudah berkumpul jadi mari kita saksikan ini." kata ibu ruan.
Elena mengangguk kan kepalanya dan mulai muncul rekaman yang zyan kemarin rekam.
Rena dan kawan kawannya terkejut melihat video yang sedang diputar. Pembicaraan mereka kemarin terekam jelas dalam video.
Rena dan kawan kawan mulai gelisah karna semua orang menatap mereka. Shion terkejut melihat video itu.
"Ini maksudnya apa?" tanya shion.
"Jadi mereka yang menjebak dan menyakiti shion." kata lan.
Video itu berhenti. Ibu kepala sekolah berjalan kedepan.
"Siswi yang ada didalam video itu, maju depan." perintah ibu ruan dengan tegas.
"Ren bagaimana ini?" tanya salah satu teman rena yang juga ikut terlibat dalam video itu.
Rena tak menjawab. Dia sendiri takut dan kebingungan.
"Cepat maju!! Atau ibu akan menyuruh seseorang untuk menyeret kalian kedepan." kata ibu ruan lagi.
Akhirnya dengan perasaan takut, ketiganya berjalan perlahan kedepan. Semua murid meneriaki mereka bertiga.
"Jahat banget ya?" kata salah murid.
"Iya. Masa hanya masalah dia dekat dengan zyan sampai membahayakan nyawa orang lain." balas cewek lainnya.
"Iya. Cantik cantik tapi sayang hatinya busuk." kata cewek lain lagi.
Ketiganya berdiri didepan dengan wajah menunduk tak berani menatap kedepan.
"Zyan dan jin, bisa kalian maju kedepan." pinta elena.
Zyan dan jin berjalan kedepan. Rena melihat zyan dengan mata yang hampir menangis.
"Zy tolong dengarkan aku. Ini semua tidak benar, ini hanya kebohongan. Tolong percayalah." rengek rena.
Zyan diam saja. Sama sekali tak merespon sedikitpun. Pandangan mata zyan semakin dingin dan tajam.
"Zyan tolong aku. Ini semua kebohongan. Aku gak mungkin melakukan itu." kata rena lagi sambil memegangi lengan zyan.
"Hei, ren. Kamu pikir kami percaya dengan air mata buaya mu itu." kata jin.
Rena menatap jin dengan air mata yang terus bercucuran.
"Percuma kamu memohon dan menangis didepan zyan. Sebaiknya kamu hapus air matamu itu." kata elena ketus.
"Bu, bukan kami yang melakukannya. Bu tolong percaya pada kami. Kami di jebak." kata teman rena.
__ADS_1
"Di jebak!! Kalian pikir saya akan percaya dengan omong kosong kalian." kata elena lagi dengan sedikit emosi.
"Rena berhentilah menangis dan memohon agar kami semua percaya padamu." kata jin yang mulai kesal.
"Tidak, aku tidak akan berhenti. Ini semua bohong. Video itu pasti editan. Cewek itu, pasti dia yang membuat video itu." kata rena sambil menunjuk shion.
Shion dan kedua temannya terkejut mendengar itu.
"Apa kau bilang?! Bagaimana mungkin shion yang membuat video itu, sementara dia terbaring lemah dirumah sakit." balas lan.
"Benar. Kami bisa menjadi saksi kalau shion tidak bersalah." kata yuri.
"Hentikan semua." zyan akhirnya buka suara.
Semuanya terdiam. Semua mata tertuju pada zyan.
"Akulah yang merekam video itu kemarin." kata zyan.
Semua orang terkejut, kecuali jin, elana dan kepala sekolah.
"Apa? Jadi video itu benar?" kata berapa siswa.
Rena dan teman temannya syok, tak menyangka ternyata zyanlah yang merekam video itu.
"Jika ada yang harus disalahkan dalam hal ini. Kamu bisa menyalahkan ku. Karna aku yang merekamnya dan aku juga yang memberikan video ini pada ibu ruan." kata zyan.
Rena tak bisa berkutik lagi. Dia terduduk lemas tak berdaya.
"Karna pelaku pembullyan sudah diketemukan dan buktinya juga sudah jelas. Dengan ini, ibu akan memberi hukuman pada rena dan teman temannya." kata ibu kepala sekolah.
Rena terkejut dan tak bisa berkata apa apa.
"Untuk rena dan teman temannya, kalian dikeluarkan dari sekolah ini!!" kata ibu kepala sekolah.
"Bu tolong jangan keluarkan kami." kata teman rena, memohon.
"Bu tolong jangan keluarkan kami. Kami tidak salah, kami diperintahkan oleh rena." kata teman rena satunya.
"Apa maksud kalian berkata begitu. Kalian juga terlibat," kata rena.
"Ini sebagai peringatkan untuk kalian semua. Bagi yang berani melakukan hal seperti ini lagi, saya tidak akan segan segan untuk mengeluarkan kalian." kata ibu ruan.
Akhirnya rena dan teman temannya dikeluarkan dari sekolah dan asrama. Dan semua murid kembali ke kelas masing masing.
"Zyan, jin" panggil shion.
Zyan dan jin yang merasa terpanggil menoleh kebelakang.
"Shion ada apa?" tanya jin.
"Emm jin, zyan makasih sudah membantuku." kata shion.
"Iya, sama sama. Kami tidak suka ada yang berbuat seperti itu." jawab jin sambil tersenyum.
Shion memperhatikan zyan yang sejak tadi terdiam membisu. Entah kenapa perlahan wajahnya memerah saat mata mereka bertemu. Lan dan yuri yang melihat itu jadi ikut tersenyum.
"Ehm."
Suara batuk lan dan yuri yang bersamaan menyadarkan shion. Dia jadi tersipu malu karna ketahuan menatap zyan.
Zyan langsung beranjak dari tempat itu dan meninggalkan jin sendiri.
"Eh zy.. Tungguin.." kata jin saat sadar dirinya di tinggal zyan.
"Ehm cie yang lagi hmm.." ejek yuri sambil senyum senyum.
"Apaan si." Jawab shion dengan malu malu.
"Hi hi hi.. Shion mending kamu buang saja perasaan itu jauh jauh." kata lan.
"Lan, jangan begitu. Kita harus bantu shion." kata yuri.
"Apaan si kalian. Siapa juga yang punya perasaan pada zy" jawab shion dengan malu malu.
__ADS_1
"Sudah ayo kembali ke kelas." aja yuri.
Setelah kejadian video tadi, semua kembali normal seperti biasa.