
Zyan terus memperhatikan target dari kejauhan. Zyan tidak mungkin menyerang target sekarang karna keadaan disana sangat ramai.
Target masuk kedalam mobil dan mobil itu melaju dijalan. Tanpa banyak berpikir zyan langsung mengikuti mobil itu dari belakang.
Didalam mobil, seorang sopir menyadari kalau mobilnya diikuti oleh seseorang.
"Bos, sepertinya kita di ikuti seseorang." kata sopir.
Orang yang dipanggil bos itu melirik kebelakang mobil dan benar mobilnya diikuti oleh dua sepeda motor.
"Percepat mobilnya." perintah si bos.
"Baik, bos." jawab sopir.
Mobil target melaju dengan cepat, membuat zyan pun menambah kecepatannya. Saat dijalan yang ramai, zyan kehilangan mobil target.
"Sial, kemana perginya?" eluh zyan.
"Zy apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita tidak menemukan apapun. Target kita hilang dan kita juga tidak menemukan jejak tentang mawar hitam palsu itu." kata jin.
Zyan turun dari motornya dengan perasaan marah. Tak lama ghostraid datang menghampiri zyan dan jin.
"Dimana targetnya?" tanya ghostraid.
Zyan tak menjawab, dia masih merasa kesal karna tak dapat menemukan target. Jin terus memperhatikan zyan.
"Target sudah pergi." jawab jin.
"Pergi?! Bagaimana bisa? Kenapa kalian membiarkannya pergi begitu saja? Apa si yang kalian lakukan." kata ghostraid.
Zyan yang sejak tadi sudah penuh emosi, mendengar perkataan ghostraid tadi membuatnya semakin emosi. Zyan mengepalkan tangannya dan langsung menghantam wajah ghostraid hingga ghostraid hampir terjatuh.
Jin terkejut dengan tindakan zyan yang tiba tiba itu.
"Apa yang kau katakan?! Kamu pikir aku sengaja membiarkan anjing itu pergi!! Kau pikir kau siapa? Berani berteriak di depan ku!! Hah..hah..hah.." kata zyan penuh emosi.
Dengan sigap jin langsung menghalangi zyan agar tidak melakukan hal gila lagi.
"Zy, tenangkan dirimu. Dan kau ghostraid, Sebaiknya jaga mulutmu. Jangan bicara sembarang!!" kata jin.
Ghostraid hanya diam sambil mengusap ujung bibirnya yang terluka karna terkena pukulan zyan tadi.
"Sebaiknya kau pergi dari sini. Sebelum semua semakin rumit." kata jin berusaha bersabar.
"Baiklah. Urusan saja urusanmu sendiri." kata ghostraid lalu menaiki motornya dan pergi.
Setelah ghostraid pergi, jin melepaskan pelukannya pada zyan. Jin membawa zyan untuk duduk ditepian jalan, jin membiarkan zyan tenang dulu.
"Tetaplah disini, aku beli minuman dulu." kata jin lalu pergi.
Jin membeli minuman diwarung yang tak jauh dari tempat zyan duduk. Jin tidak bisa meninggalkan zyan terlalu lama dan tanpa pengawasan karna takut zyan akan melakukan hal yang tak diinginkan.
Selesai membeli minuman dingin, jin kembali ketempat zyan. Dan memberikan satu botol untuk zyan.
"Ini minumlah." kata jin.
Zyan menerimanya dan langsung meminumnya. Jin ikut duduk disamping zyan dan jin juga meminum minumannya.
"Zy, jangan masukin kedalam hati perkataan ghostraid tadi. Dia tidak tau apa apa, dan hanya asal bicara." kata jin.
Zyan masih diam sambil menatap kebawah. Zyan masih berusaha untuk menenangkan pikirannya dan emosinya.
Jin membiarkan zyan tenang, dia melihat jam tangannya dan waktu sudah menunjukan pukul 10.30 malam. Ini sudah sangat malam bagi zyan dan jin. Sudah saatnya untuk dia dan zyan pulang ke asrama.
__ADS_1
Jin melirik zyan yang masih menunduk. Tangan kanan jin menyentuh pundak zyan.
"Zy sudah jangan dipikirkan lagi. Besok kita bisa mencari dia. Waktu sudah cukup malam kita harus kembali ke asrama, jika kita telat bisa bisa kita kena omel." kata jin.
Zyan mengangkat wajahnya dan menatap sahabatnya itu yang tersenyum tulus padanya.
"Baiklah. Ayo kita kembali." kata zyan.
Jin mengangguk sambil tersenyum. Zyan beranjak bangun dan menaiki motornya, saat jin akan naik, berapa anggota geng motor menghampiri keduanya dan langsung menodongkan senjata.
"Berhenti kalian!!" teriak salah satu anggota geng motor
Jin yang tadinya akan naik tak jadi dan turun kembali. Zyan juga ikut turun dari motornya.
"Apa mau kalian?!" tanya zyan dingin.
"Diam!! Jangan banyak omong, cepat serahkan uang dan kunci motor kalian!!" teriak anggota geng itu dan terus menodongkan pisaunya kearah zyan dan jin.
Zyan yang sejak tadi sudah dibuat kesal karna kehilangan target dan karna perkataan ghostraid, dan sekarang zyan semakin kesal dengan datangnya sekelompok geng motor yang menghadangnya.
"Minggir sebelum kesabaranku habis!!" kata zyan yang sudah diujung batas.
"Zy tenang dulu." bisik jin.
"Minggir kamu bilang? Ha ha ha ha.. Kalian pikir kalian siapa? Disini daerah kekuasaan kami." kata preman itu.
Zyan sudah tak bisa lagi bersabar. Jin memperhatikan zyan, zyan sudah bersiap mengambil ancang ancang untuk menyerang balik.
Dengan gerakkan cepat, zyan menendang tangan preman itu hingga pisau nya terjatuh ke jalan. Zyan tidak melewatkan kesempatan ini, zyan langsung membekuk pria itu hingga tak bisa berkutik.
Semua anggota lain hanya terdiam terkejut dan tak bisa berbuat apa apa. Pria yang tadi mengancam zyan dan jin sekarang sudah tidak bisa berbuat apa apa. Zyan menarik tangan kanan pria itu kebelakang dan membuatnya tengkurep dijalan.
Zyan langsung duduk diatas pria itu sambil menodongkan pistol ke kepala pria itu.
"Bos jangan bunuh. Tolong maafkan aku.." kata pria iti memohon.
"Tolong bos maafkan kami. Kami tidak tahu tentang bos. Maafkan kami bos." kata salah satu anggota lainnya.
Semua anggota geng motor itu berlutu pada zyan dan memohon ampun. Mereka tidak menyangka kalau yang mereka ancam bukan orang sembarangan.
"Tolong bos lepaskan teman kami. Kami janji tidak akan mengganggu bos lagi. Tolong bos."
Melihat mereka terus memohon, jin merasa tidak tega. Jin menepuk pundak zyan.
"Sudahlah. Jangan membuat masalah dengan orang luar. Kita sendiri yang akan susah nanti." kata jin.
"Baik. Kali ini aku lepaskan kalian. Pergi dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku. Jika aku melihat kalian lagi, aku tidak akan segan segan." kata zyan.
Sorot mata zyan sangat tajam seperti mata iblis yang haus darah.
"Terima kasih bos. Kami janji tidak akan menganggu atau muncul lagi didepan bos." kata pria tadi.
"Kalian pergilah, sebelum temanku berubah pikiran dan membunuh kalian." kata jin.
"Terima kasih."
Para geng motor itu langsung cabut dengan ketakutan.
"Zy, ayo pulang." ajak jin.
Zyan tak bicara dan langsung menaiki motornya, jin ikut naik di belakang dan zyan langsung menyalakan motornya dan langsung melaju untuk kembali keasrama.
Mereka sampai didepan gerbang asrama, keduanya dihentikan oleh security asrama.
__ADS_1
"Tunggu, siapa kalian?" tanya security tak mengenali zyan dan jin karna memakai helm.
Zyan dan jin membuka helmnya, security itu terkejut ternyata yang akan masuk adalah kedua murid di asrama. Security langsung membukakan gerbang asrama agar zyan dan jin bisa masuk.
"Silakan masuk." kata security.
"Terima kasih paman." balas jin.
Zyan menyalakan motornya dan membawanya ke parkiran. Jin langsung turun dari motornya.
*
Dilantai tiga asrama, elena yang sedang memeriksa tugas tugas muridnya, mendengar suara motor ninja. Elena melirik jam tangannya dan waktu menunjukan pukul 11.10 malam.
"Aduh anak anak ini. Kenapa jam segini baru kembali?! Apa si yang mereka lakukan? Harus diberi pelajaran." gerutu elena.
Elena keluar dari kamarnya dan langsung turun kebawah dengan perasaan marah. Elena berjalan dengan cepat dan saat akan turun kelantai satu, elena berpapasan dengan zyan dan jin.
"Dari mana saja kalian?! Jam berapa sekarang?!" tanya elena dengan penuh emosi.
Jin dan zyan yang akan naik kelantai dua dikejutkan dengan kehadiran elena yang berdiri di tengah tangga. Elena terlihat marah sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
Zyan dan jin tak ada satupun yang membuka suara. Zyan terus dengan ekspresi dinginnya sedangkan jin terlihat takut dan gugup karna ketahuan elena mereka pulang sampai larut.
"Kenapa diam saja. Jin zyan?" tanya elena lagi.
Keduanya masih diam, tak terlihat ada yang mau bicara. Sikap diam keduanya semakin membuat elena kesal.
"Zyan, jin!! Mau sampai kapan kalian bukam!! Hanya hanya karna kalian adikku terus kalian bisa pulang seenaknya!! Kalian juga harus menaati peraturan yang ada, apa kalian paham!!" teriak elena.
Teriakan elena yang cukup keras membangunkan berapa penghuni asrama. Mereka keluar dari kamar mereka dan melihat apa yang terjadi.
"Jin jelaskan kemana saja kalian pergi!! Jika kau tidak mau jelaskan, jangan harap kalian bisa kembali kekamar kalian!!" kata elena.
"Aku akan tidur diluar." kata zyan berbalik badan.
Saat zyan akan pergi, jin menahan tangan zyan agar tidak pergi.
"Zy tunggu. Kak elena akan aku jelaskan semua." kata jin.
"Baik. Cepat jelaskan." kata elena.
"Sebenarnya kami tadi pergi ketempat temen lalu saat kami akan pulang, kami dihadang oleh geng motor." kata jin.
"Terus kenapa sampai larut baru kembali?" tanya elena.
"Itu karna mereka tidak mau membiarkan kami pergi. Aku tahan oleh mereka, tapi untungnya tadi ada polisi yang lewat jadi kami baru bisa kembali." jelas jin.
Jin terpaksa berbohong tentang polisi yang datang menolong mereka. Jin tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya mereka lakukan.
"Zyan," panggil elena.
Zyan sama sekali tidak menoleh sedikitpun, jin hanya melirik zyan dengan sedih. Sikap zyan yang selalu dingin kepada elena membuat jin sedih.
"Zyan apa benar begitu?" tanya elena,
Elena sudah sedikit tenang.
"Iya." jawab zyan singkat.
"Baiklah. Kali ini kalian kakak maafkan. Pergilah ke atas dan cepatlah tidur." kata elena.
Jin merasa lega karna elena percaya dengan kebohongan yang dia katakan.
__ADS_1
"Kami keatas dulu. Selamat malam kak." kata jin.
Jin menggandeng zyan untuk naik kekamar mereka. Elena hanya memandang sedih kedua adiknya.