
"eh proposal?!. sudah jadi?" tanya elena.
zyan hanya menganggu kan kepalanya. elena tersenyum senang melihat kedua terlihat akur. zyan berhenti main game, dia teringat akan targetnya malam ini.
"jin-chan kita harus kembali. masih ada tugas yang belum kita selesaikan" kata zyan memberi isyarat, jin langsung paham maksud zyan.
"oh iya. aku lupa masih ada tugas yang belum kami selesaikan. jadi kak kami kembali duluan yah ke asrama." kata jin.
"hm mau pulang sekarang?" tanya elena.
"iya kak." jawab jin.
"ya sudah kalau begitu. tapi pamit dulu sama ibu sana." perintah elena.
jin dan zyan masuk kedalam dan berpamitan pada ibunya.
"bu, kami ijin kembali duluan. kami baru ingat ada tugas yang belum kami selesaikan. jadi kami mau kembali untuk belajar dan menyesaikan tugas." kata jin.
"ya sudah. kalian belajarlah yang rajin. oya kalian pulang naik apa?" tanya ibu.
"naik taksi" jawab zyan.
"jangan. zyan kamu bisa naik motor koplin?" tanya ibu.
"bisa." jawab singkat zyan.
jin memandang zyan dengan kebingungan karna selama ini zyan tidak pernah naik motor apalagi motor koplin. ibu mengajak zyan dan jin kegarasi dan menunjukan motor gede yang sudah tidak terpakai.
"ini motor milik ayah elena. karna ibu tidak bisa memakaian jadi ibu biarkan saja. nah zyan coba kamu nyalain." kata ibu
ibu ruan menyerahkan kunci motor itu pada zyan. zyan menerimanya dan menyalakan motor itu.
motor itu masih menyala, zyan menaiki motor itu dan masukkan gigi. zyan membawanya keluar bagasi.
"bagus zyan. baiklah kalian bawalah motor ini, ibu hadiahkan untuk kalian berdua." kata ibu,
"iya kalian bawalah dari pada nganggur disini. kalian bisa pake untuk berpergian. jadi gak perlu naik bis lagi" kata elena.
"terima kasih kak, bu" kata zyan.
"baiklah. kalian kembalilah ke asrama tapi hati hati jangan ngebut ya zyan." kata ibu.
zyan menganggukan kepalanya. jin naik dibelakang
"kalau begitu kami pamit. dah ibu dah kak elena" kata jin.
zyan menyalakan kembali motornya dan mulai menjelajahi jalanan.
"zy aku tidak tau kalau kamu bisa pake motor" kata jin tapi tak dijawab oleh zyan.
motor itu terus melaju dengan cepat, membuat jin semakin erat memeluk zyan. akhirnya mereka sampai di asrama, zyan segera memarkirkan motornya dan bergegas naik keatas diikutin jin dibelakang. banyak yang menyapa mereka tapi tak dihiraukan, keduanya terus berjalan dengan cepat. waktu masih menunjukan pukul 8.30 malam tapi zyan tidak ingin kehilangan buruannya.
zyan masuk ke kamar nya dan langsung membuka laptopnya, dan menelpon paman yang.
"hallo paman, persiapkan semua. malam ini kita bergerak." kata zyan.
jin duduk diatas kasur memperhatikan zyan.
"ayo kita harus bergerak sekarang." ajak zyan sambil membuka jendela kamarnya.
jin menganggu kan kapalanya, dan mengunci pintu agar tak seorangpun yang masuk.
zyan sudah turun diikuti jin. kali ini jin tidak lagi protes karna jalan yang penuh semak semak. langsung saja mereka masuk kedalam mobil, didalam mobil sudah disiapkan semua. dari baju topeng dan senjata semua sudah ada. zyan dan jin berganti pakaian didalam mobil.
"paman bagaimana kondisi disana?" tanya zyan.
"semua sesuai rencana tuan. target sudah berada ditempat." kata paman.
sampai mereka ditempat target, saat ini target tengah bersama berapa orang sedang mendiskusikan sesuatu. zyan dan jin masuk kedalam dan duduk tidak jauh dari target. terus mengintai target, tak lama si target meninggalkan caffe itu.
zyan dan jin mengikutinya target menggunakan motor yang sudah disiapkan oleh bawahannya. zyan dan jin mengikuti mobil target sampai ditempat yang sepi. zyan menghadang mobil itu dengan motornya. sebelum mobil target datang jin sudah bersembunyi.
"hei apa apa ini!" teriak si target mobilnya berhenti mendadak.
zyan hanya diam saja menatap tajam ke arah target. target keluar dari mobilnya dan menghampiri zyan.
"apa maksudnya ini! siapa kamu? kenapa menghalangi jalanku?" tanya si target.
zyan memberi kode pada jin yang bersembunyi untuk keluar.
"kau tidak perlu tau alasanku menghadangmu." kata zyan.
"kau berani sekali." target siap menghajar zyan tapi dengan mudahnya zyan mengelak.
zyan menarik katana nya dan mengayunkan katana nya ke leher target. membuat target ketakutan dan dari belakang jin yang membawa senapan laras panjang menghadang dibelakang. posisi target terkunci tak bisa bergerak.
"tolong jangan bunuh aku. aku akan berikan apapun yang kalian mau tapi jangan bunuh aku" kata target memohon.
"jawab pertanyaan ku!. siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan keluarga you?!" tanya zyan.
"aku.. aku tidak tau." kata target ketakutan dan terus memohon.
"jika kau tak menjawabnya, keluargamu yang akan menanggung semuanya." kata jin.
jin sudah belajar banyak dari zyan cara menghadapi lawan agar tak terlihat takut.
"tolong jangan lukai keluargaku." target terus memohon tapi tetap tidak bisa mengubah apapun.
zyan menatap tajam target.
"cepat katakan siapa saja yang terlibat dan siapa yang dalang dibalik pembunuhan keluarga hou!!" bentak keras zyan membuat target semakin ketakutan.
"baik.. baik akan aku katakan semuanya." akhirnya target memberi tahu semua yang terlibat dan lagi dia tidak tau siapa dalang dibalik insiden keluarga hou.
__ADS_1
"aku sudah mengatakan semuanya, tolong biarkan aku pergi. aku mohon" kata target.
zyan menurunkan katana nya dan berbalik badan. target merasa lega karna zyan menyarungkan kembali katana nya. zyan menengok kebelakang memberi isyarat pada jin untuk mengeksekusinya. jin sudah bersiap dan Dor satu peluruh masuk kedalam kepala target, seketika target terjatuh tewas ditempat. jin masih merasa takut, saat menembak pun jin menutup matanya.
zyan mendekati tubuh target dan menancapkan mawar hitam ditubuh target dan selembar kertas berisi kejahatan yang dia lakukan.
"kita kembali" ajak zyan.
"baiklah. zy bagaiamana mobilnya?" tanya jin.
"biarkan saja." kata zyan menyalakan motornya.
jin naik dibelakang zyan, motor itu pergi menuju markas mawar hitam.
zyan dan jin masuk kedalam markas, mereka mengganti pakaian dan meletakan kembali senjata mereka.
"paman masih ada waktu, bisakah paman mencari nama nama ini?" tanya zyan menyerahkan rekaman pembicaraan tadi dengan target.
"baik tuan saya akan segera mencarinya." kata paman
langsung pergi untuk mengumpulkan informasi tentang target selanjutnya.
"zy terima kasih sudah mau membantuku" kata jin.
"tak perlu terima kasih." kata zyan sambil membersihkan katana nya.
jin tersenyum senang
"zy, aku tahu kau masih sama seperti zy yang dulu. gak pernah berubah sedikitpun" kata jin.
"meski terlihat dingin dan cuek, sebenarnya kau perhatian dan penyayang" tambah jin tersenyum bahagia.
mendengarnya zyan menghentikan kegiatannya.
"jadi?" tanya zyan.
"jadi kamu melakukan semua ini untukku. untuk melindungi ku agar aku tak terlibat bahaya." kata jin.
zyan terdiam tak menanggapi perkataan jin. keduanya kembali diam tak ada seorangpun yang bersuara. tiba tiba ponsel zyan berbunyi menandakan ada email yang masuk. zyan langsung membukanya dan seperti dugaan zyan, email itu dari ghostraid.
...'jam 1 di pelabuhan kota, hari ini akan kedatangan tamu. bersiaplah mawar hitam.'...
"dari siapa zy?" tanya jin mendekat dan berdiri dibelakang zyan.
"eh ghostraid. apa orang ini yang sering menerormu dengan memberi informasi?" tanya jin.
"iya. sampai sekarang belum ada informasi tentangnya. dia benar benar seperti hantu" kata zyan sedikit merasa kesal.
"lalu apa yang kamu lakukan zy?" tanya jin, dia kembali ketempat duduknya.
"menyebar orang untuk mengintai dipelabuhan. siapa yang datang." kata zyan.
seperti perintah zyan, berapa bawahanya tersebar di pelabuhan.
hari sudah semakin malam, zyan dan jin kembali ke asrama karna mereka akan sekolah besok.
"apa?" jawab zyan.
"kenapa kamu merahasiakan semua ini? kenapa kamu harus bersikap dingin untuk melindungiku?" tanya jin.
"itu demi kebaikanmu" kata zyan.
"apa maksudmu? zy kita sudah berjanji tak ada rahasia diantara kita. tapi kenapa kau masih merahasiakannya?" tanya jin lagi.
"karna lawan kita sekarang bukan hanya para target tapi juga seseorang yang masih misterius. aku tak ingin kau tau karna aku ingin kau bertindak gegabah" jelaskan zyan.
jin duduk dikasur sambil mendengarkan penjelasan zyan.
"saat ini yang dia tau mawar hitam hanya aku seorang. jika sampai dia tau, kau juga mawar hitam itu akan membahayakan mu. karna sampai sekarang aku belum tau motif dan tujuannya memberiku banyak informasi" kata zyan.
jin merasa sangat senang karna akhirnya zyan mau terbuka.
"ayo tidur zy. besok kita harus sekolahkan?" ajak jin.
"em iya" kata zyan.
malam ini semua sudah jelas dan semua kembali ke awal.
pagi ini di asrama sangat ramai. zyan dan jin yang baru saja turun langsung melihat orang orang yang sedang bergosip terutama para murid perempuan.
"hei kalian lihat berita hari ini tidak?" tanya seorang murid perempuan pada teman temannya.
"oh iya berita tentang mawar hitam itu ya" kata temannya.
"iya. ih serem banget. aku jadi takut keluar malam" kata teman yang lainnya.
zyan dan jin terlihat biasa saja, tak tertarik dengan pembicaraan para gadis.
sepanjang perjalanannya kesekolah, zyan terus mendengar obrolan soal mawar hitam. sekarang teror mawar hitam menjadi trending.
"zy, sepertinya hari ini akan ramai" kata jin.
zyan hanya menganggu kan kepalanya.
"aku tak menyangka apa yang kita lakukan akan menjadi trending seperti ini" kata jin disela perjalanannya kesekolah.
"aku tidak perduli dengan yang kita lakukan akan trending atau tidak. aku hanya ingin menemukan dalang nya." kata zyan.
mereka sampai di gerbang sekolah.
"hei bukankah itu jin dan zyan" kata soji.
"mereka sudah balikkan yah? samperin yuk" kata raiga.
__ADS_1
dijawab anggukan oleh soji. raiga dan soji berlari kearah zyan dan jin, langsung menabrak mereka berdua.
"hei bro sudah baikan yah?" tanya raiga sambil merangkul zyan.
"siapa yang bertengkar?" tanya jin.
"kemarin kalian itu terpisah seperti habis bertengkar." kata raiga lagi dan soji ikut menganggu kan kepalanya.
"kemarin kami gak bertengkar ko" kata jin.
"masa gak bertengkar ko datang terpisah dan cemberut gitu." kata soji.
jin sudah kesal denga pertanyaan kedua temannya itu.
"aku sudah bilang kami tidak bertengkar." kata jin sedikit emosi.
raiga dan soji langsung diam.
"iya bro gak perlu pake emosi dong" kata raiga.
"iya bikin kaget saja" tambah soji.
"kalian sendiri yang bikin aku emosi." kata jin.
"gak perlu ribut lagi." kata zyan yang sejak tadi diam.
jin diam tak mau ribut lagi dengan mereka berdua. zyan dan jin duduk di bangku mereka masing masing, zyan membaca buku favorit nya dan jin bermain game sambil menunggu guru datang.
"hei zyan, siang ini ada waktu tidak?" tanya mei.
"ada" jawab zyan tanpa memalingkan wajahnya dari buku.
"aku mau ngajak kamu makan siang bareng" kata mei.
"aku tidak bisa" kata zyan.
"loh kenapa? katanya tadi ada waktu?" tanya mei dengan nada kecewa.
"ada urusan." kata zyan, jin yang didepannya terkikik mendengar jawaban zyan.
"kenapa kamu ketawa jin?" tanya mei kesal karna jin menertawakannya.
"ah gak apa apa." kata jin tersenyum.
"uh. iya sudah kapan kapan saja kalau kamu ada waktu yah zyan." kata mei,
kembali ketempat duduknya dengan perasaan kecewa. jin berbalik kebelakang,
"hei zy, kenapa kamu tolak ajak kan mei? kan lumayan dapat makan gratis" ejek jin dan langsung mendapat tatapan membunuh dari zyan.
"ih zy gak perlu menatapku begitu kan. kamu ini kenapa selalu bersikap dingin pada semua orang?" kata jin.
"terserah." kata zyan malas menanggapi perkataan jin.
"selalu saja begitu. lama lama kamu menyebalkan" jin kembali menghadap kedepan.
dreeett ponsel zyan bergetar, zyan mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimi dia pesan. zyan mengerutkan keningnya saat tau yang mengirim pesan itu adalah ghostraid. dia mengirim berapa foto polisi yang sedang melakukan pemeriksaan ditempat kejadian pembunuhan semalam.
'apa maksudnya dia mengirim semua ini?' tanya zyan dalam hati.
tak ingin berlama lama, zyan memasukan kembali ponselnya kedalam tas. seorang guru datang.
"ohayo min'na" sapanya.
"asa no sensei" jawab para murid.
ditengah pelajaran, jin melemparkan kertas kebelakang, ketempat duduknya zyan. zyan membuka kertas itu
'zy, lihat arah jam 2.'
setelah membacanya, zyan melihat arah jam 2 dan seseorang sedang memperhatikannya. karna ketahuan sedang memperhatikan zyan, yuna cewek itu jadi malu. zyan membalas tulisan jin dan melempar kembali kedepan tak diketahui oleh guru. jin membukanya dan seketika langsung kesal tapi juga merasa lucu.
'kurang kerjaan. fokus pada pelajaran bodoh'
jin membacanya tertawa geli.
'zy kamu itu lucu. masa gitu saja cemberut. ha ha ha' jin melempar lagi kertas itu kebelakang.
zyan langsung membalasnya tanpa membaca terlebih dulu.
'berhenti bermain main. ada hal penting yang harus kamu tau'
zyan melemparkannya lagi ke jin.
jin membukanya dan membacanya. setelah membacanya jin meremas kertas itu dan memasukannya kekolong meja.
'hal penting apa? apa ini ada hubungannya dengan pengirim email misterius itu?' tanya jin dalam hati.
jin kembali fokus pada pelajaran. waktu terus berjalan sampai tiba waktu istirahat. mei, cewek yang pagi mengajak zyan makan siang, menghampiri zyan lagi.
"zyan kekantin yuk." ajak mei.
"maaf aku sudah ada janji" kata zyan menarik tangan jin. "
hei, zy-kun tunggu." kata jin menahan zyan.
"cepatlah jin-chan" mendengar panggilan zyan pada jin dan juga sebaliknya, membuat mei terkejut.
"sudah. ayo pergi" kata jin.
kali ini jin yang menarik tangan zyan keluar.
"zy, tadi kamu bilang ada sesuatu yang penting, apa itu?" tanya jin disela perjalanan mereka ketempat rahasia mereka.
__ADS_1
"tunggu kita sampai baru aku kasih tau" kata zyan.
jin tak bertanya lagi, karna ini pasti ada kaitannya dengan mawar hitam.