Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 54


__ADS_3

Setelah obrolan itu, ponsel zyan bergetar. Zyan mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Zyan sudah Mengetahui kalau pesan yang masuk itu dari ghostraid. Dan memang benar pesan itu dari ghostraid.


......Target sudah ditemukan, dia memang berada di pesta bersama istrinya. Pria gendut pendek dengan perut buncit memakai jas berwarna abu abu. Wanita itu memakai kimono modern bermotif bunga sakura warna pink. Dia haijo danzo.......


Itulah isi pesan dari ghostraid, zyan menelpon paman untuk menyiapkan keperluannya nanti. Karna setelah pesta ini selesai mereka akan langsung bergerak.


"Hallo, paman bersiaplah." kata zyan.


"Baik, tuan. Dimana anda mau melakukannya?" tanya paman lewat telpon.


"Paman bersiap saja didepan gedung. Selesai pesta aku akan bergerak." jawab zyan.


Paman langsung mengerti, zyan menutup telponnya. Zyan memasukkan kembali ponsel nya kedalam saku.


"Jin ayo. Target sudah ditemukan." aja zyan.


"Dimana?" tanya jin.


"Dia ada disini. Kita akan langsung mengeksekusi dia saat pesta usai." kata zyan


Jin langsung mengerti, dia pun mengikuti zyan kembali ke pesta. Saat ditengah ruang pesta, mata zyan terus mencari pria yang dimaksud ghostraid.


"Jin cari pria gendut pendek perut buncit dengan seorang wanita memakai kimono sakura pink" bisik zyan.


Jin memperhatikan sekeliling, matanya terus memperhatikan satu per satu tamu yang hadir tapi jin tidak menemukannya.


"Zy aku tidak melihatnya." kata jin.


Zyan juga tak melihatnya. Dia sudah memperhatikan sekeliling dan karna ruangan pesta yang luas sehingga tidak mudah untuk nya mencari.


"Jin pake ini dan kita berpencar. Jika salah satu dari melihat segera beritahu." kata zyan.


Zyan memberikan headset pada jin, jin langsung memakainya dan mereka pun berpencar. Zyan dan jin terus menyusuri ruangan itu.


Mata jin menangkap pria seperti yang dikatakan zyan. Segera jin memberitahu zyan.


"Zy, aku melihat seseorang yang mirip dengan yang kamu katakan tadi." kata


"Di mana?" tanya zyan


"Disudut paling ujung. Dia sedang berbincang dengan berapa orang." kata jin.


Zyan segera menuju tempat jin, saat dia sedang berjalan, dia dihentikan oleh ghostraid.


"Tunggu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan juga temanmu itu?!" kata ghostraid.


"Apa?!" tanya zyan.


"Jangan disini. Kita keluar dulu. Panggil temanmu, kita bicara ditempat lain." kata ghostraid.


Zyan memandang ghostraid curiga dengan sikapnya. Zyan tak ingin jin terlibat dalam bahaya jika mengikuti dirinya yang bersama ghostraid.


Ghostraid melihat mata zyan yang dipenuhi keraguan pada dirinya.


"Jangan khawatir aku tidak akan membahayakan siapapun. Aku punya rencana untuk mengeksekusi dia." kata ghostraid menyakinkan.


"Baiklah. Awas saja jika kamu berniat jahat pada temanku, aku tidak segan segan membunuh mu." ancam zyan.


Ghostraid hanya tersenyum sebagia jawaban ancaman zyan padanya.


Zyan segera memberitahukan jin untuk menemuinya di pintu masuk.


"Jin temui aku di depan pintu masuk, sekarang." pinta zyan.


"Hm baiklah. Aku kesana."

__ADS_1


Tanya banyak bertanya jin berjalan menuju pintu masuk dan di sana terlihat zyan dan ghostraid sudah menunggunya.


"Zy." panggil zyan.


"Ayo ikutlah denganku, akan aku ceritakan rencanaku ditempat lain." ajak ghostraid.


Zyan dan jin mengikuti ghostraid. Di dalam hati jin ingin sekali bertanya pada zyan tentang yang terjadi sebenarnya.


"Zy kita mau kemana?" bisik jin


"Aku tidak tahu, kita ikuti saja dia." balas zyan.


Jin pun hanya mengikutinya saja. Dan tak banyak bertanya lagi. Sampai mereka disebuah ruangan dilantai itu.


"Masuklah. Kita bahas rencananya disini." kata ghostraid


Zyan dan jin masuk kedalam ruangan itu,


"Jadi apa rencanamu?" tanya zyan


"Kamu benar tidak sabaran. Duduklah dulu, akan aku jelaskan." kata ghostraid.


Mereka berdua duduk dikursi berhadapan.


"Jadi rencanaku seperti ini. Pertama kita pancing dia kesini." kata ghostraid.


"Apa maksudmu memancingnya kemari?" tanya zyan.


Ghostraid menjelaskan rencana nya pada zyan dan jin. Keduanya mendengarkan tanpa protes.


"Bagaimana? Apa kalian setuju dengan rencanaku ini?" tanya ghostraid.


Zyan masih diam saja, dia masih berpikir tentang rencana ghostraid itu.


"Zy bagaimana menurutmu?" tanya jin.


Jin terkejut mendengar jawaban zyan. Dia tidak menyangka zyan akan setuju dengan rencana gila ghostraid.


"Kamu serius zy?" tanya jin lagi.


"Yah. Mereka harus dihukum lebih kejam dari apa yang mereka lakukan." kata zyan.


Jin menelan ludah, dia merasa merinding melihat sorot matanya yang dipenuhi amarah dan kebencian.


"Baiklah kita sepakat. Kita lakukan sekarang selagi masih ada waktu." kata ghostraid.


"Baiklah. Kita lakukan." kata zyan.


Mereka bertiga pun bekerja sama untuk membuat rencana mereka berjalan lancar. Zyan yang sudah memberitahu bawahan nya untuk bersiap dibawah, menyuruhnya untuk membawa peralatan yang sudah disiapkan kedalam ruangan itu.


Rencana mereka pun dimulai. Pertama yang mereka lakukan adalah menghubungi target untuk menuju ketempat eksekusi.


"Hallo dengan tuan Danzo?" kata ghostraid.


Mereka mulai menghubungi target,


"Iya ini aku danzo. Ini siapa?" tanya danzo


"Bisakah anda datang keruangan sebelah. Saya ada perlu dengan anda. Saya ingin membahas bisnis dengan anda." jawab ghostraid.


"Baiklah aku datang." balas danzo


Ghostraid menutup telponnya. Dia beralih memandang zyan dan jin secara bergantian.


"Target sudah terpancing. Semua bersiap" kata ghost

__ADS_1


Selesai menghubungi target, mereka bersiap untuk menangkap target.


Klik. Suara pintu terbuka, target sudah datang, semua orang bersembunyi, dan saat ghostraid memberi kode maka zyan dan jin akan keluar dengan identitas mereka sebagai mawar hitam.


"Selamat datang tuan danzo." sambut ghostraid.


"Ada urusan bisnis apa sampai kamu berani menghubungiku?" tanya danzo.


"Kita duduk dulu sambil mengobrol." ghostraid memberi isyarat.


Zyan dan jin yang tiba tiba muncul dari belakang danzo sambil membawa pistol dan langsung diacuhkan ke kepala danzo.


Danzo tak berkutik, dia ketakutan.


"Siapa kalian? Apa mau kalian?" teriaknya.


"Tidak perlu banyak tanya. Hari ini kamu akan mati." kata zyan.


"Tunggu, aku ingin bertanya sesuatu padamu." kata ghostraid.


"Apa yang kamu ingin kan?" tanya danzo.


"Katakan dimana dua orang lagi?" tanya ghostraid.


"Aku tidak tau." jawab danzo.


"Cepat katakan atau peluruh ini ada menebus kepalamu?" ancam zyan.


"Mereka tidak ada ditokyo. Mereka masih diluar negeri. Aku tidak tahu kapan mereka akan kembali." jawabnya.


"Black," panggil jin


Zyan yang dipanggil black menganggukan kepalanya, memberi tanda untuk langsung menghabisinyan.


Ghostraid yang sudah menyiapkan suntikan racun, bersiap untuk menyuntikannya.


"Kalian tolong pegangi dia." pinta ghostraid.


Zyan dan jin memegangi danzo dengan kuat karna danzo terus merontah. Ghostraid pun akhirnya berhasil menyuntikan racun itu kedalam tubuh danzo.


"Sisanya minta mereka untuk mengurusnya." kata ghostraid


Zyan segera memanggil bawahannya,


"Cepat lakukan. Ingat ikat tangan dan kakinya. Tutup mulutnya juga. Lakukan seperti rencana." perintah zyan


"Baik master" kata para bawahan zyan.


"Dengan begini dia akan mati dengan tragis, tak ada penawar untuk racun ini." kata ghostraid


Jin hanya diam memperhatikan saja. Didalam hati kecilnya merasa kasihan tapi mengingat apa yang mereka lakukan pada keluarganya perasaan itu hilang.


"Tolong jangan lakukan ini. Akan aku berikan apapun yang lain mau. Tolong beri aku penawarnya" kata danzo.


Danzo terus memohon dan berlutut dihadapan ketiganya tapi tak ada respon apapun dari ketiganya hanya tatapan kebencian dari ketiganya.


"Tidak ada gunanya kamu mohon padaku." kata zyan.


Zyan yang sudah dipenuhi amarah, menendang danzo yang terus berlutut memohon di kaki nya sampai terpental.


"Kita kembali" kata zyan


"Baiklah. Kita harus kembali sebelum ada yang menyadari kita." balas ghostraid


Zyan dan jin melepaskan topeng mereka dan menyimpan kembali senjata mereka.

__ADS_1


Ketiganya keluar dari ruangan itu, dan kembali ke pesta dan bersikap seperti biasa.


Ruang satunya, para bawahan zyan sudah menyiapkan sebuah kartus besar yang akan dijadikan tempat untuk membungkuk danzo.


__ADS_2