Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 19


__ADS_3

meski jin bermain game tapi pikirannya tidak fokus pada game. dia masih merasa was was. sedangkan zyan, tetap tenang membaca buku yang baru saja dia beli. dreett ponsel zyan berbunyi, satu pesan dari bawahannya.


...master, saya tidak melihat orang yang mencurigakan itu. saya sudah melihat kearah jam 2 dari posisi master tapi tidak ada seorangpun disana....


zyan melihat kembali arah jam 2, dan memang tak ada seorangpun disana. zyan mengatur rencana kembali.


...kamu ikuti aku dari kejauhan, jangan sampai diketahui pelaku. jika sudah tertangkap, bawa dia kemarkas dan ikat dia diruang bawah tanah....


zyan membalas pesan bawahannya itu.


"jin ayo kembali." ajak zyan.


jin yang bingung cuma mengikuti zyan bangun.


"yang mengikuti kita bagaimana zy?" tanya jin penasaran.


"sudah beres" zyan berbohong karna jika jin tau sipelaku masih mengikuti, jin akan bertingkah seperti tadi.


mereka berdua kembali jalan kaki, dan ternyata benar insting zyan. yang mengikutinya itu bergerak, zyan tersenyum nakal.


tak berapa lama, bawahan zyan langsung menangkap si pengikut itu dan membawanya kemarkas.


"hei, apa apa ini? " berontak si pengikut.


"sudah tidak perlu banyak omong. ikut kami" bawahan zyan langsung membawanya menaiki mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat kejadian.


...master pelaku sudah ditangkap saat ini menuju markas....


satu pesan masuk dan zyan langsung membacanya. zyan mulai penasaran dengan pengikut ini.


'apa dia ghostraid?' tanyanya dalam hati.


zyan terus memikirkan pengintai itu sampai dia tidak menyadari ada pohon didepannya.


"zy awas" teriak jin sambil menarik tangan zyan sampai keduanya hampir jatuh.


"tadi itu hampir saja. kamu lagi mikirin apa si? sampai melamun sambil jalan." tanya jin.


"thank. bukan apa apa" kata zyan.


"lagi lagi ada yang kamu sembunyikan" jin dengan kesal karna zyan masih tidak bisa terbuka.


wajah imut jin saat marah membuat zyan ingin tertawa tapi dia tahan.


"aku hanya penasaran dengan orang yang mengikuti kita" kata zyan.


"eh iya juga. kemana orang yang mengikuti kita tadi? aku sampai lupa" kata jin sambil menengok kebelakang.


"sudah tidak ada. ayo kembali, hari sudah mulai sore" zyan berjalan kembali tapi kali ini dia tidak melamun lagi.


zyan dan jin sudah sampai di asrama, mereka berdua langsung menuju kamar mereka.


"jin kamu mandi duluan" perintah zyan.


"kamu duluan sana. aku nanti saja." kata jin, dia malah berbaring.


akhirnya zyan mengalah mandi duluan. sambil menunggu zyan mandi, jin membuat minuman untuk mereka berdua.


"zy ini untukmu." kata jin menyerahkan segelas kopi hitam pada zyan yang selesai mandi.


"arigatao" zyan mengambil kopinya dan jin tersenyum.


kedua berdiri ditepi jendela sambil meminum kopi dan menikmati pemandangan sore.


"mandi sono" suruh zyan,


"iya iya aku mandi. bawel banget si" kata jin sedikit manyun.


selagi jin mandi, zyan menelpon paman yang.


"hallo paman" sapa zyan.


"iya tuan muda. ada yang bisa saya bantu?" tanya paman.


"tadi siang ada yang membawa orang. tolong paman jaga dia jangan sampai terjadi sesuatu padanya dan satu lagi tolong persiapkan untuk nanti malam." kata zyan.


"baik tuan muda. oya untuk nanti malam apa yang perlu saya persiapkan tuan?" tanya paman.


"siapkan saja topeng wajah untuk nanti malam. aku ada urusan malam ini, dan jgn beri tahu hal ini pada jin." kata zyan dan mematikan ponselnya.


"zy, kau habis ngobrol sama siapa?" tanya jin saat keluar dari kamar mandi.


"paman yang" jawab zyan.


kriinngg ponsel jin berbunyi, jin mengambil ponsel untuk melihat siapa yang menelponnya.


"kak elena? ada apa ya?" tanya jin pada dirinya sendiri.


"hallo kak. ada apa kakak nelpon?" tanya jin.


"kalian tidak turun untuk makan?" tanya balik elena.


"bentar lagi kak . kami akan turun" jawab jin.


"baiklah. cepat turun yah baby" kata elena. lalu menutup telponnya.


"uh menyebalkan" gumam jin merasa kesal karna kata terakhir elena.


zyan dan jin belum keluar kamar untuk makan, mereka masih asyik didalam kamar.


"zy bagaimana dengan target kita selanjutnya?" tanya jin,


"belum ada target." kata zyan.


keduanya kembali diam, zyan sibuk membaca buku, sedang jin sibuk bermain game.


"zy makan yuk?" ajak jin.


zyan menganggu kan kepalanya. keduanya keluar dari kamar, dan menuju kebawah.


didepan gerbang asrama, ada seseorang yang datang.


"permisi, saya mau mengantarkan paket untuk saudara zyan. apa benar dia tinggal disini?" tanya seorang kurir pada satpam yang sedang bertugas.

__ADS_1


"hm benar. memang ada anak yang bernama zyan yang ditinggal disini. serahkan saja pada saya, nanti saya sampaikan" kata satpam.


"baiklah. ini tolong ya pak satpam" kata kurir itu.


setelah menyerahkan paketnya, kurir itu pergi. pak satpam tadi membawa paketannya kedalam asrama.


"maaf nak. ada yang lihat zyan?" tanya pak satpam pada raiga.


"oh zyan belum turun kayanya." kata raiga.


"eh itu zyan sama jin" kata soji yang melihat zyan turun dari tangga.


"oh iya itu zyan baru keluar." kata raiga.


pak satpam segera menghampirinya.


"nak zyan, ini ada paket untuk nak zyan" kata pak satpam sembari menyerahkan paket itu.


"dari siapa pak?" tanya zyan menerima paket itu.


"saya tidak tau. tadi kurirnya tidak bilang pengirimnya" kata pak satpam.


"terima kasih pak." kata zyan. lalu pak satpam itu tersenyum dan pergi.


"kamu beli online? ko datangnya malam malam?" tanya jin penasaran dengan paket itu.


"tidak." jawab zyan.


"hm ini aneh. kamu tidak order sesuatu tapi kamu dapat paketan?!" kata raiga.


"zyan disitu pasti ada nama pengirimnya kan. coba kamu lihat siapa yang ngirim" kata soji.


zyan melihat dibelakang paket, memang ada tulisan


*untuk. zyan


alamat. asrama yuro no niji


dari. penggemar mu*


"hah dari penggemarmu? kamu punya fans rahasia." kata soji.


"fans?! siapa?" tanya jin tapi zyan diam saja tak mau memperdulikan pertanyaan teman temannya.


"zy, kenapa kamu tidak buka saja paketnya. aku penasaran dengan isinya." kata jin.


"nanti saja dikantin" kata zyan.


akhirnya zyan dan teman temannya pergi kekantin asrama, setelah mengambil makanan mereka duduk bersama satu meja.


"zy buka yah paketnya." bujuk jin.


"makan dulu." kata zyan.


jin manyun mendengar perkataan zyan. sebenarnya zyan juga sangat penasaran dengan isi paket itu, tapi dia tidak mau terburu buru membukanya.


selesai makan, zyan bersiap membuka paket.


"zy ayo cepat buka." kata jin tidak sabar.


semua yang disana jadi tegang karna takut itu sesuatu yang buruk. zyan membukanya dan itu ternyata isinya setangkai mawar hitam yang dipenuhi tinta merah dan sebuket lily putih dengan selembar surat didalamnya.


"ini mawar hitam?!" teriak soji ketakutan.


"zyan ini ada apa?" tanya raiga juga ketakutan karna mawar hitam yang menjadi tanda teror. zyan mengerutkan keningnya,


"zy ini.." kata jin.


zyan mengambil mawar hitam yang penuh tinta merah dan meletakannya dimeja. lalu zyan melirik kembali kedalam kotak, diambilnya buket lily putih itu. lily putih itu mengingatkannya pada almh. ibunya yang sangat menyukai lily putih. zyan mencium lily itu, menghirup aroma khas lily putih. ingatnya kembali ke masa lalu.


jin merinding melihat mawar hitam yang penuh tinta,


"zy ini apa maksudnya?" tanya jin.


perkataan jin tadi membuat zyan tersadar.


"ini mawar hitam. apa mungkin sang mawar hitam ada disini? apa mungkin korban selanjutnya adalah.." kata raiga sangat takut.


"hust jangan berpikir yang aneh aneh. gak mungkinkan zyan." kata soji berusaha tenang meski dia sendiri cemas dan takut.


"zy, apa mungkin yang mengirim ini.. " jin tak melanjutkan katanya karna tak ingin didengar orang lain.


zyan tetap tenang dan membuka surat yang tadi didalam kotak.


...aku berharap kamu menyukai lily putih yang aku berikan. aku tau, kamu selalu memandang lily putih disetiap toko bunga. aku pikir mungkin kamu malu untuk membelinya. karna itu aku hadiahkan lily putih ini untukmu. tolong terimalah...


dari pengagum rahasiamu.


+81875xxxxxxxx3


fans rahasianya meninggalkan no telp.


"tidak. dia hanya seorang gadis biasa" kata zyan dengan wajah yang tenang.


"lalu kenapa ada mawar hitam yang penuh darah?" tanya raiga


" ini hanya tinta." kata zyan mengambil mawar itu dan menyentuh tintanya.


sekarang suasana sudah tak tegang lagi. zyan bangun, "mau kemana zyan?" tanya soji.


"balik" dijawab singkat saja. mendengar zyan mau balik kekamarnya, jin ikutan bangun.


"zy, apa malam ini kita akan bergerak?" tanya jin disela perjalanan mereka.


"iya, tapi sebaiknya kamu tetap diasrama." kata zyan.


"kenapa aku tidak boleh ikut?" tanya jin denga sedikit manyun.


"kondisi diluar semakin bahaya. tunggulah kabar dariku." kata zyan.


jin akhirnya mengalah, dia tetap di asrama sedangkan zyan yang akan pergi.


zyan sudah bergerak, jin menunggu dengan sabar dan terus berdoa untuk zyan. meski dalam hatinya dongkol tapi jin memahami situasi saat ini, apa lagi dengan kejadian tadi siang.

__ADS_1


"zy aku harap kamu baik baik saja." kata jin sambil melihat bulan.


"paman, bagaimana dengan orang itu?" tanya zyan saat dia baru sampai di villa.


"dia baik baik saja. seperti perintah tuan, dia berada diruang bawah tanah dan terus diawasi" jawab paman.


zyan dan paman yang berjalan menuju ruang bawah tanah untuk melihat orang yang mengikutinya tadi siang.


"silakan tuan, dia ada disini" kata paman mempersilakan zyan


zyan berjalan masuk ke ruangan itu, ada penjara dibawah tanah dan dijaga oleh dua orang yang membawa senjata.


"master, anda sudah datang?!" sapa salah seorang penjaga.


kedua penjaga itu memberi hormat pada zyan. zyan menemui orang itu dan berjongkok didepannya.


"siapa kamu? apa tujuanmu mengikutiku?" tanya zyan langsung.


orang itu ketakutan melihat mata zyan yang tajam dan membunuh.


"a.. aku.. tolong jangan sakiti aku. aku tidak bersalah." katanya memohon.


"jika kau menjawabnya dengan jujur, aku akan melepaskan mu." kata zyan.


"baik. namaku yura. tidak ada yang menyuruhku. aku ingin menjadi temanmu" kata orang itu.


zyan cukup terkejut mendengar alasan yura.


"apa kamu pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu!" kata zyan.


yura sangat ketakutan melihat mata zyan yang begitu tajam seperti ingin membunuh.


"aku berkata jujur. selama ini aku selalu mengagumimu, aku ingin berteman denganmu tapi aku takut karna kamu selalu bersikap dingin pada semua orang. karna itulah aku cuma bisa diam diam mengikuti mu dan memperhatikan mu dari jauh." jelas panjang lebar.


tiba tiba zyan teringat tentang pengirim bunga tadi.


"apa kau yang mengirim bunga lily padaku?" tanya zyan kali ini dengan nada pelan.


yura terkejut karna dengan mudahnya zyan bisa menebak kalau dirinya lah yang mengirim paket bunga itu.


"iya. aku yang mengirimnya." kata yura.


"lalu apa maksudmu dengan menaruh mawar hitam yang penuh tinta merah?" tanya zyan dengan serius.


"mawar hitam? aku tidak menaruh mawar hitam didalam kotak. aku hanya mengirimkan lily putih kesukaan mu." kata yura berkata jujur. zyan terdiam dia berpikir sejenak.


'jika bukan dia lalu siapa?' tanya nya dalam hati.


dipandangi begitu serius oleh zyan membuat yura risih. kruuyuuk suara perut yura, membuat yura malu.


"huft.. ikutlah denganku." kata zyan bangun.


yura ikut berdiri dan mengikuti zyan.


"paman siapkan makanan. biarkan dia makan" perintah zyan.


paman yang membungkuk lalu pergi menyiapkan makanan.


zyan membawa yura keluar dari ruang bawah tanah dan diikuti oleh dua pengawal dibelakang.


"jangan mencoba untuk kabur. kau takkan bisa pergi dari sini tanpa seijinku." zyan memberi peringatan keras.


yura hanya mengangguk mengerti. karna masih ada waktu, zyan membawa yura ke ruang santai. zyan menelpon paman.


"paman tolong kemari" pinta zyan.


"baik tuan" jawab paman.


"apa yang kamu ingin kan?" tanya zyan.


"aku tidak ingin apa apa." jawab yura masih takut.


ponsel zyan bergetar ada panggilan masuk, zyan melihat ponselnya dan mengerutkan keningnya saat dia yang menelponnya adalah Hiro hou.


"ada apa kamu menelponku?" tanya zyan.


"maaf tuan zhan. apa kita jadi ketemuan?" tanya balik Hiro.


"iya." jawab singkat zyan.


"oh baiklah. saya akan segera kesana." kata Hiro.


zyan menutup ponselnya, tak lama paman datang bersama seseorang yang akan mendandani zyan untuk melakukan penyamaran.


"tuan ini shinki. dia perias profesional. dia bisa membantu anda untuk menyamar." kata paman.


"selamat malam tuan zhan." kata shinki sedikit risih karna ditatap tajam oleh zyan.


"lakukan sekarang!" perintah zyan.


shinki pun melakukan pekerjaannya,


"paman apa makanannya sudah siap?" tanya zyan disela sela dia dirias.


"hampir siap." kata paman yang.


yura duduk diam dengan tenang dan memperhatikan zyan.


"untukmu, jangan coba coba memberitahu hal yang kamu lihat disini kepada orang lain!! jika sampai ada yang tahu tentang tempat ini atau hal yang ada disini, kamu akan mati!!" ancam zyan.


"aku janji tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapun." kata yura bersumpah.


"tuan makanannya sudah siap." kata paman.


"ikuti paman." suruh zyan.


"silakan ikut dengan saya" kata paman.


yura mengikuti paman yang.


"tunggu paman. selesai makan, antar dia pulang aku tidak mau ada masalah." perintah zyan.


"baik tuan." jawab paman.

__ADS_1


paman dan yura meninggalkan ruang santai. setelah berapa menit, zyan selesai menyamar. dan benar kini zyan sangat berbeda seperti bukan zyan.


__ADS_2