Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 36


__ADS_3

Setelah percakapan yang singkat itu, keduanya kembali diam. Jin sesekali melirik zyan,


..."Rahasia apa lagi yang kamu sembunyikan dariku? Berapa banyak hal yang belum aku ketahui tentang dirimu zy?!" gumam jin dalam hati....


"Tadi paman bilang ada yang ingin paman katakan." tanya zyan pada paman yang sedang menyetir mobil.


"Ah iya. Ini soal pesan tuan besar untuk anda tuan." jawab paman.


Zyan sangat penasaran dengan pesan yang dikatakan paman. Jin pun ikut penasaran dan ikut mendengarkannya.


"Saat tuan besar membangun rumah itu, Tuan besar sempat menaruh sebuah benda di lantai kamar tuan muda dan beliau juga berpesan pada saya untuk memberi tahu pada anda saat anda sudah dewasa." jelas paman.


"Apa yang paman maksud itu peti kayu kecil yang berukir naga yang ada dibawah lantai kamar aku?" tanya zyan.


Paman terkejut karna zyan ternyata sudah mengetahui nya.


"Bagaimana tuan muda bisa tahu?" tanya paman kaget.


"Dulu tak sengaja aku datang kerumah dan melihat bayangan seperti anak kecil yang menyuruhku untuk masuk." zyan mengingat kembali saat itu.


Jin jadi teringat akan kejadian mengerikan yang lalu. Jin merinding,


"Zy jadi benar ada hantu di rumah kamu yang dulu?" tanya jin penasaran sekaligus takut.


"Entah" jawab singkat zyan.


"Jadi tuan muda sudah menemukannya? Didalamnya ada benda paling disayang tuan besar. Karna benda itu turun temurun dari leluhur keluarga Zhan. Dan itu diturunkan ke setiap penerusnya. Hanya itu yang saya tau." jelas paman sambil mengemudi.


"Dari mana paman tau hal seperti itu?" tanya zyan semakin penasaran.


"Tuan dan nyonyak sepuh yang menceritanya saat itu." jawab paman. Ketiganya kembali terdiam.


Mobil hitam sampai didepan villa, zyan dan jin segera turun dan langsung masuk kedalam villa. Zyan sejak masuk tak banyak bicara, dia terus berdiri didepan jendela ruang baca dengan tatapan yang sulit diartikan. Jin tak berani mengganggunya karna takut zyan akan marah. Jin terus menatap punggung zyan dengan diam,


"Zy apa yang kamu pikirkan?" gumam jin dalam hati.


Jin yang bosan karna terus melihat zyan yang masih berdiri menghadap jendela, dia menghampiri paman yang sedang duduk membaca.


"Paman ada ingin saya tanyakan. Ini soal zy." kata jin pelan dan dengan nada sedih.


"Apa yang ingin tuan tanyakan?!" tanya balik paman.


Jin terdiam dan melihat kearah zyan,


"Ini soal tanggal ulang tahun zy? Sebenarnya itu kapan paman?" tanya jin. Paman tak langsung menjawab dan malah menutup buku yang dia baca.


"haah. kenapa tiba tiba tuan muda jin menanyakan hal itu? Apa tuan muda tidak pernah memberitahukannya pada tuan muda jin?" tanya paman.

__ADS_1


Jin tertunduk sedih,


"Tidak pernah paman. Zy masih belum mau terbuka sepenuhnya padaku. Dia masih menyimpan banyak rahasia." kata jin.


"Saya mengerti." kata paman dengan serius.


"Apa maksud paman?" tanya jin tidak mengerti.


Paman berpikir sejenak sebelum bicara.


"Alasan tuan tidak pernah mengatakan tentang ulang tahun nya karna tuan tidak ingin mengingat hal itu." jelas paman,


jin masih tidak mengerti maksud paman. Jin hanya diam mendengarkan perkataan paman yang.


"Hari ulang tahun tuan itu bertepatan dengan hari kematian keluarganya." kata paman dengan nada sedih.


Jin seketika terkejut setengah mati, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Tidak mungkin?!" kata jin tak percaya.


"Malam itu, saat kejadian mengerikan itu terjadi. Seluruh keluarga Zhan sedang berkumpul untuk merayakan ulang tahun tuan muda yin atau sekarang zyan yang ke 10 tahun." paman mulai menceritakan kejadian itu. (liat chapter 01).


Jin sangat terkejut, dia tidak menyangka ternyata malam kelam itu adalah malam ulang tahun zyan.


"Pantas saja zy tidak pernah mau mengatakan tentang tanggal lahirnya. Jadi karna alasan itu." kata jin sedih mengingat Ucapannya saat dipanti.


"Zy maafin aku yang tidak bisa mengerti dirimu" kata jin.


Zyan menengok belakang, "Terima kasih." ucap zyan.


Jin cukup terkejut tapi senang. Perlahan lahan jin mulai mengerti, ada kala sesuatu yang menyakitkan tidak perlu dikatakan dan diingat.


Malam di asrama, suasana mulai rame karna sebagian siswa sudah kembali ke asrama karna masa libur hampir berakhir.


Malam ini, zyan tidak keluar kamar. Dia masih sibuk bekerja mengurus data data perusahaan.


"Zy kamu mau makan apa? Nanti aku ambilkan sekalian." tanya jin,


"Terserah." jawab zyan masih fokus menatap layar laptopnya.


"Oke, aku ambil dulu ya." kata jin keluar dari kamar.


Jin turun kebawah, ke kantin asrama berada.


"Hei jin ko sendirian?" tanya teman jin.


"Ah iya. Zy lagi sibuk jadi enggak bisa ikut turun." jawab jin dengan senyum ramah.

__ADS_1


Jin membalas setiap sapaan teman temannya saat bertemu.


"Hai, oba-sama."sapa jin pada pengurus kantin.


"Jin, ini pilih saja yang kamu mau? Oh iya, mana zyan ko tidak kelihatan?" tanya bibi pengurus sambil menyerahkan piring untuk jin.


"Oba-sama, piring nya satu lagi untuk zy. Dia sedang sibuk jadi tidak bisa datang." jawab jin sambil mengambil makanan untuknya dan zyan.


"Oh begitu. Ya sudah ini." kata bibi lagi memberikan satu piring lagi pada jin.


Jin segera menyiapkan makanan kesukaan zyan dan segera membawakannya keatas.


klik, jin membuka pintu dengan kaki kanannya karna kedua tangannya membawa makanan.


"Zy, makan dulu nanti dilanjut lagi." kata jin menaruh sepiring nasi dan lauk diatas meja. Zyan menutup laptopnya,


"terima kasih." kata zyan.


"sama sama" jawab jin dengan senyum.


Zyan dan jin makan dibawah sambil menonton tv. Saat makan tak ada yang berbicara, keduanya diam.


Disaat keduanya sedang asyik makan, ponsel zyan bergetar. Zyan langsung berhenti makan dan mengambil ponsel melihat satu email yang masuk.


......Haruka Akaba sudah kembali ketokyo lebih dari seminggu. Kenapa kamu masih belum bergerak? Atau jangan jangan kamu sudah menyerah pada dendammu. Jika tidak sekarang, kamu akan kehilangan kesempatanmu selamanya.......


Kata kata email dari ghostraid yang membuat zyan kesal.


"Cih, aku tidak akan menyerah begitu saja!!" kata zyan.


Jin memperhatikan zyan yang terlihat kesal, lalu menghampirinya.


"Ada apa zy?" tanya jin.


"Kita bergerak sekarang." kata zyan tiba tiba.


"Sekarang?! Ini masih sore apa tidak apa apa kalau kita keluar sekarang?" tanya jin kebingungan.


"Aku tidak ingin melepaskan buruan besar malam ini." kata zyan sambil mengganti pakaiannya.


"Eh tunggu aku ikut." jin juga mengganti pakaiannya.


Setelah selesai berganti pakaian, zyan menelpon paman yang untuk bersiap.


"Hallo paman. Bersiap sekarang, aku akan bergerak." kata zyan.


Semua persiapan telah selesai, keduanya sudah bersiap untuk turun. Malam ini salju turun lagi, tapi takkan bisa menghalangi keduanya untuk beraksi.

__ADS_1


Zyan dan jin, keduanya masuk kedalam mobil dan mulai mempersiapkan diri mereka.


__ADS_2