
Malam semua, Zyan dan Jin kembali lagi menyelesaikan misi yang belum selesai. Author bakal up lagi meski udah end. Karna sebenarnya, cerita ini belum ending, author'ya kehabisan ide jadi terpaksa endingin dulu.
Hari ini author kembali untuk melanjutkan perjalanan zyan dan jin untuk membalaskan dendam keluarga mereka. Happy reading all.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam telah tiba, jin sedang bersiap untuk pergi kerumah ibu angkatnya.
"Zy, kenapa kamu masih duduk saja? Cepat bersiap." kata jin.
Zyan hanya melirik sekilas dan kembali menatap ponselnya. Zyan kembali cuek tak memperdulikan jin.
Jin menjadi kesal karna zyan selalu saja cuek padanya jika ada hubungannya dengan elena. Jin mendekati zyan dan mengambil paksa ponsel zyan, zyan terkejut.
"Hei, kembalikan ponsel ku!!" pinta zyan.
"Tidak mau! Akan aku kembalikan kalau kamu sudah bersiap." kata jin memasukkan ponsel zyan kedalam saku celananya.
Zyan jadi kesal, dia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati jin. Zyan yang sudah merasa kesal mencoba merebut kembali ponselnya.
Zyan merogoh saku celana jin. Jin sebisa mungkin menghindari zyan sampai keduanya seperti sedang berpelukan.
"Cepat berikan ponselku!!" kata zyan.
"Tidak mau. Akan aku kembalikan nanti jika kau sudah bersiap." kata jin.
Zyan semakin kesal dengan jin. Zyan terus berusaha merebut ponselnya. Saat keduanya semakin dekat seperti sedang berpelukan mesra, keduanya dikagetkan oleh raiga yang tiba tiba membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu.
"Zyan, jin" panggil raiga.
Raiga terkejut saat pertama membuka pintu melihat zyan dan jin yang seperti sepasang kekasih yang sedang memadu cinta.
Zyan dan jin terkejut dengan kehadiran raiga yang tiba tiba. Zyan dan jin berhenti bertengkar dan menatap raiga yang memerah.
"Ups aku salah masuk." kata raiga, lalu menutup pintunya kembali.
Zyan tidak melewatkan kesempatan ini. Saat ini jin tidak bergerak, jadi zyan menggunakan kesempatan ini untuk merebut ponselnya.
"Hei zy. Kamu curang." kata jin.
Zyan tak memperdulikannya, dia malah keluar kamar dengan wajah kesal.
Raiga yang masih berada didepan pintu, terkejut melihat zyan keluar.
"Eh zyan." panggil raiga.
__ADS_1
Zyan tak memperdulikan panggilan raiga. Zyan berlalu begitu saja, raiga memperhatikan zyan. Ekspresi wajah zyan yang tak biasa dilihat raiga. Ekspresi dingin tapi terlihat marah dan kesal.
Tak lama jin keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi.
"Loh jin mau kemana?" tanya raiga.
"Aku mau kerumah ibu. Hari ini ibu mengundang kami makan malam bersama dirumahnya." jawab jin.
"Zyan juga?" tanya raiga.
Jin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menjawab pertanyaan raiga.
"Raiga, ada apa kau datang kekamar?" tanya jin.
"Ah itu. Tadinya aku mau ngajak kalian main game bareng anak anak di bawah tapi karna kalian mau pergi ya sudah." jawab raiga.
Jin berjalan kebawah diikuti raiga disampingnya.
"Eh, jin. Tadi kalian lagi ngapain?" tanya raiga sambil senyum senyum nakal.
"Kami gak ngapa ngapain." jawab jin, sedikit malu.
"Katakan saja. Tidak apa apa ko. Kan cuma aku yang lihat." kata raiga lagi dengan senyum menggoda.
"Masa? Kalau hanya itu kenapa zyan terlihat marah?" tanya raiga.
Jin menghela nafas lelah menjawab pertanyaan temannya itu yang selalu kepo. Jin menatap raiga dengan pandangan malas.
"Memang itu yang terjadi. Jangan berpikir yang aneh aneh. Aku dan zy masih normal tahu." kata jin.
Tanpa terasa jin dan raiga sudah berada dilantai bawah. Zyan sudah menunggu jin diatas motor ninja nya. Jin segera menghampiri zyan dan zyan langsung memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
Motor ninja zyan telah sampai didepan rumah ibu ruan. Zyan segera memarkirkan motornya, elena yang mendengar suara motor, segera keluar.
"Akhirnya kalian datang juga. Kenapa lama sekali?" tanya elena.
"Hi hi hi,, tadi ada sedikit urusan." jawab jin dengan senyum.
Sedangkan zyan masih saja dengan ekspresi dingin ditambah zyan masih kesal pada jin.
"Zyan kenapa muka kamu cemberut begitu?" tanya ibu ruan saat zyan dan jin masuk kedalam rumah.
"Tidak apa apa." jawab zyan dingin.
"Ya sudah ayo makan. Kalian pasti sudah laparkan? Ibu sudah masak banyak makan untuk kalian." kata ibu ruan.
__ADS_1
Zyan, jin dan elena segera menuju meja makan. Keempatnya makan dalam diam tak ada satupun yang bicara.
Sampai selesai makan, zyan langsung berpamitan. Karna setelah ini, zyan masih ada urusan lain. Zyan sudah punya janji dengan ghostraid.
"Kami harus kembali. Terima kasih untuk makanannya." kata zyan.
"Loh, ada apa zy? kenapa kamu buru buru sekali?" tanya ibu.
"Kami ada janji bu. Tidak enak jika membuat teman kami menunggu lama. Kami pamit dulu bu." kata jin dengan sopan.
"Teman apa teman?" ejek elana.
"Apaan si kak elena." jawab jin.
"Hush elena, jangan terus ejek adik adikmu. Ya sudah jika kalian memang mau pergi sekarang. Ingat kalian harus berhati hati. Jaga diri kalian." kata ibu.
"Iya bu." jawab jin.
"Awas!! Jangan pulang terlalu malam." kata elena memberi peringatan.
Jin hanya tersenyum menanggapi perkataan elena. Elena menatap zyan yang sejak tadi terdiam dan hanya bicara berapa kata. Perubahan sikap zyan tak disadari oleh ibu ruan.
"Kalau begitu kami pamit. Selamat malam bu, kak." kata jin.
"Baiklah. Hati hati dijalan. Zyan jangan ngebut." pesan ibu.
Zyan hanya mengangguk kan kepalanya dan masih dengan ekspresi dingin. Zyan langsung menyalakan motornya. Jin segera naik, dan langsung berpegangan pada zyan.
Zyan langsung melajukan motornya ke jalan. Dirumah, elena duduk termenuh diteras rumahnya. Ibu ruan menghampiri putrinya dan duduk disampingnya.
Ibu ruan menatap elena dengan pandangan bingung,
"El, ada apa? Ko melamun?" tanya ibu.
"Aku sedang memikirkan sikap zyan yang akhir akhir ini berubah sangat dratis." jawab elena.
"Berubah dratis? Berubah bagaimana el? Ibu lihat zyan biasa saja. Tidak ada yang berubah dari dia. Kenapa kamu berpikir kalau zyan berubah? Apa yang membuatnya berubah, el?" tanya ibu.
Elena terdiam, dia sendiri masih tidak tahu alasan perubahaan sikap zyan kepadanya.
"Apa ibu tidak menyadari? Zyan akhir akhir ini sikapnya berubah sangat dingin. Setiap kali dia bertemu denganku, dia selalu mencoba menghindar. Dan setiap kali aku mengajaknya bicara dia juga memilih menghindar. Aku tidak tau kesalahanku dimana? Aku tidak pernah menyakiti zyan, tapi pandangan zyan padaku terlihat menakutkan dan seolah dipenuhi dengan kebencian." jelas elena.
*******
Jgn lupa like'y..
__ADS_1