
Jin terus cengar cengir sampai keduanya masuk kedalam kelas. Membuat teman temannya yang melihat jin merasa aneh.
Mereka akan terus melihat sikap zyan dan jin yang terlihat aneh setelah istirahat.
Waktu pelajaran dimulai, semua kembali diam dan fokus pada pelajaran. Shion, masih sering mencuri pandang dengan zyan.
Shion ingin bicara berdua dengan zyan tapi shion takut pada zyan. Selama jam pelajaran shion hanya diam sambil memperhatikan zyan.
Sampai waktu pulang tiba, shion membulatkan tekad untuk bicara berdua dengan zyan.
Tapi saat shion akan bicara dengan zyan, jin terlebih dulu bicara.
"Zy, hari ini kita mau kemana?" tanya jin.
"Kembali ke asrama" jawab zyan.
"Kita tidak ketempat itu, zy?" tanya balik jin,
"Tidak. Aku ingin istirahat." jawab zyan.
"Ya sudah. Kita kembali ke asrama." balas jin.
Jin pun kembali ke posisi duduknya dan menghadap kedepan. Shion yang melihat, Zyan yang masih membereskan buku akhirnya memberanikan diri untuk bicara dengan zyan.
"Mmm zy bisakah kita bicara berdua?" tanya shion dengan gemetar.
Jin terkejut mendengar suara shion yang mengajak bicara berdua dengan zyan. Dia pun langsung membalikan badannya menghadap kebelakang.
"Zy." panggil jin.
Sorot mata jin seolah bertanya pada zyan, maksud shion mengajaknya bicara berdua.
Zyan melihat jin sekilas. Zyan tau maksud tatapan sahabatnya itu, tapi zyan tidak mau menjawabnya.
Pandangan matanya dia alihkan pada shion. Shion tersentak sejenak karna melihat mata yang tajam seperti malam itu.
"Baik," jawab zyan.
Lalu pandangan zyan beralih ke jin.
"Jin kamu pergilah dulu. Nanti aku menyusul." kata zyan.
"Zy, memang kamu mau kemana?" tanya jin.
"Ada urusan yang harus aku selesai dengan dia. Kau pergilah dulu, seseorang sudah menunggu di depan." kata zyan sambil beranjak bangun.
"Tapi zy.." kata jin.
"Jin maaf. Aku tidak bisa mengajakmu. Aku perlu bicara berdua dengan zyan." kata shion.
Jin terdiam tidak tahu harus berkata apa lagi. Di dalam hatinya ada perasaan cemburu melihat zyan dan shion pergi berdua.
Shion dan zyan sudah meninggalkan kelas. Zyan berjalan didepan sedang kan shion berjalan di belakang zyan.
__ADS_1
Jin hanya bisa memperhatikan keduanya dengan perasaan kesal didalam hatinya. Entah jin merasa cemburu pada siapa?.
Sampai di depan kelas, jin berpisah jalan dengan shion dan zyan.
Jin berjalan kedepan gerbang dengan wajah manyun. Raiga dan soji yang melihat jin berjalan sendirian sambil menundukkan kepalanya, berlari menghampirinya.
"Hei, bro itu wajah kenapa di tekut begitu?" tanya raiga.
Tapi jin tidak menjawab dan masih saja memasang wajah manyun.
Raiga dan sini saling berpandangan bingung.
"Jin, mana zyan? Bukannya tadi dia ada di kelas, kenapa kalian tidak bareng?" tanya soji.
"Zy pergi dengan shion." jawab jin dengan malas.
Kedua teman jin terkejut bukan main. Ini pertama kalinya zyan pergi dengan perempuan.
"Serius? Mereka mau kemana?" tanya soji.
"Aku tidak tau." jawab jin lagi.
"Pantas kamu murung. Kamu cemburu ya, zyan pergi sama cewek lain." canda raiga.
Tapi tak di perdulikan oleh jin. Jin terus diam sampai mereka di asrama.
Sementara itu di tempat zyan dan shion. Zyan membawa shion ketempat biasa di sering nongkrong bersama jin. Tempat yang sepi dan tak pernah ada yang datang.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya zyan dengan nada dinginnya.
"Diam!! Kau tau apa tentang perasaanku!!! Aku memang tidak bisa mengembalikan seluruh keluargaku. Tapi aku bisa membebaskan mereka." kata zyan.
Shion menatap zyan dengan mata berkaca dan tubuh gemetar ketakutan.
"Kau bisa hidup bahagia karna ayahmu sudah mengambil semuanya dari keluargaku. Semua yang kau miliki sekarang ini, itu hasil dari rampasan ayahmu. Kejahatan ayahmu dan semua orang yang membuatku seperti ini. Dan kau memintaku untuk berhenti!!" kata zyan semakin penuh amarah.
"Zy.. Ayahku memang sudah melakukan kesalahan yang besar dan Kau sudah membalas perbuatan ayahku padamu. Zy, setelah kau menghabisi semua dan membalas dendam apa yang dapat? Hanya kehampaan zy. Kau tidak akan mendapat apapun." kata shion.
"Diam!!" kata zyan yang sudah di penuhi amarah
Zyan sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia pun mencekram baju shion dan mengangkat tubuh shion keatas.
Sorot matanya sangat tajam dan menakutkan, shion hanya bisa merontah mencoba melepaskan diri.
"Zy.. Ku mohon lepaskan aku.." kata shion.
"Siapa kau?! Berani menasehatiku." tanya zyan.
Sorot matanya semakin tajam, ekspresi wajah dingin zyan yang biasa sekarang berubah sangat mengerikan.
Shion hanya bisa menangis dan terus merontah untuk melepaskan diri dari cengkraman zyan.
Zyan melepaskan cekramannya, dan shion pun jatuh terduduk diatas rerumputan.
__ADS_1
"Sebaiknya kau diam. Jika kau terus ikut campur, aku tidak akan berbelas kasih lagi pada mu." kata zyan.
"Zyan, tunggu.. Aku tidak akan membalas kematian ayahku karna ibuku selalu bilang padaku. Perbuatan seseorang pasti akan ada balasannya. Baik itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk." kata shion.
"Ibuku juga sering mengatakan padaku, jika membalas dendam hanya akan melahirkan rasa kebencian yang lebih besar. Dan hanya kehampaan yang akan kita dapat setelah membalas dendam." kata shion lagi.
Zyan diam saja mendengar perkataan shion. Amarah zyan bukannya reda tapi semakin bertambah.
"Diam!!" teriak zyan.
"Zyan aku mohon berhenti. Aku tidak ingin kau salah jalan dan menyesal di kemudian hari. Aku melakukan semua ini karna aku perduli padamu, aku menyukai, zy." kata shion lagi.
Semua itu tidak akan mengubah perasaan zyan ataupun pendirian zyan untuk membalas dendam.
"Kau bukan tipe ku. Jangan mengharapkan apapun dariku. Dendam keluarga zhan harus terus dibalas kan sampai mereka lenyap dari bumi ini." kata zyan lalu pergi begitu saja.
Shion tak bisa lagi mencegah zyan untuk pergi. Shion pun hanya bisa terdiam sambil menangisi kepergian zyan.
Zyan berjalan dengan cepat, suasana sekolah sudah mulai sepi hanya berapa anak saja yang masih ada di sekolah.
Zyan sampai di asrama, ada berapa anak yang menyapanya tapi tak di hiraukan oleh zyan. Zyan terus masuk kedalam asrama.
Zyan lansung membuka pintu kamar, dan duduk di meja belajarnya. Jin yang biasanya melihat zyan masuk langsung menyapanya, sekarang terlihat cemberut.
Zyan sendiri tidak begitu memperhatikan jin, karna dia sendiri masih merasa kesal pada shion.
Jin melirik zyan, berharap zyan akan melihat kearahnya tapi sayang hasilnya nihil. Tapi sayang harapan jin pupus.
Jin pun akhirnya kembali terbaring sambil menutup matanya.
Zyan sama sekali tidak melihat kearahnya. Jin masih tetap diam dan tidak mau menyapa zyan.
Zyan yang masih kesal, beranjak bangun dan berjalan kulkas untuk mengambil minuman kaleng. Lalu berjalan ke jendela.
Zyan menatap keluar jendela sambil meminum minumannya. Setiap perkataan shion tadi terus terbayang dalam pikirannya.
Membuat zyan semakin kesal, tanpa sadar zyan meremas kaleng yang ada di tangannya itu.
Suara remasan kaleng membuat jin kaget, dan akhirnya membuka matanya. Jin melihat ke arah suara.
Jin langsung bangun, jin tahu kalau zyan sedang marah saat ini. Di lihat dari posisi zyan saat ini. Jin perlahan menghampiri zyan,
"Zy,, ada apa?" tanya jin takut.
Zyan melirik kesamping dengan pandangan tajam dan penuh amarah.
Jin mundur berapa langkah dengan wajah ketakutan. Zyan mendekati jin dan langsung memeluknya.
Jin terkejut, tapi jin langsung membalas pelukan sahabatnya itu. Jin tahu pasti terjadi sesuatu pada sahabatan nya itu.
"Zy ada apa? Apa yang kau dan shion bicarakan?" tanya jin.
"Tidak ada yang istimewa." jawab zyan.
__ADS_1
Entah kenapa jin merasa zyan sedang berbohong. Jin ingin bertanya lagi tapi dia tidak mau bertanya dulu. Jin menunggu sampai zyan benar benar tenang.