
Sepulang sekolah, zyan dan jin yang baru keluar dari kelas, berhenti karna elena memanggil keduanya.
"Zyan, jin." panggil elena.
Merasa namanya dipanggil, zyan dan jin berhenti berjalan dan menoleh kebelakang. Elena setengah berlari menghampiri zyan dan jin.
"Ada apa kak elena?" tanya jin.
"Syukurlah kalian belum pulang. Malam ini, ibu mengundang kalian untuk makan malam bersama. Kalian mau kan?" tanya elena.
Jin melirik zyan, zyan tetap cuek sama sekali tidak merespon perkataan elena sedikitpun. Pandangan jin beralih ke elena. Jin berusaha menutupi sikap zyan yang berubah.
"Iya kak. Kami mau. Nanti kami akan datang kerumah." kata jin sambil tersenyum.
"Baiklah. Terima kasih zyan dan jin sudah membantuku menangkap pelaku pembullyan. Jika tidak ada kalian mungkin sampai sekarang pelaku itu belum ditemukan. Terima kasih banyak, zyan dan jin." kata elena.
"Hee kak. Zyan lebih pantas menerima terima kasih itu dari pada aku. Aku tidak membantu apapun. Ini semua idenya zy." kata jin sambil tersenyum pada zyan.
"Zyan terima kasih banyak sudah membantu kakak dan sekolah ini." kata elena.
"Hn." jawab zyan dingin.
Elena nampak sedih mendengar jawaban zyan yang begitu dingin. Jin melihat zyan yang terus bersikap dingin dan cuek hanya bisa menatap sedih.
"Zy sebenarnya ada apa denganmu?" Tanya jin dalam hati.
"Jin, aku duluan." kata zyan berjalan terlebih dulu.
"Eh zy tunggu aku." balas jin.
"Kak, kami pergi dulu. Bye,, sampai nanti malam." kata jin lagi.
Elena hanya bisa menatap keduanya dengan pandangan sedih.
Zyan dan jin sudah keluar dari gerbang sekolah, keduanya terus berjalan kaki dalam diam.
"Zy kamu kenapa si? Dari tadi diam terus?" tanya jin
"Tidak apa apa." jawab zyan.
"Zy aku tau ada yang kamu sembunyikan. Sebenarnya kamu kenapa selalu bersikap dingin pada kak elena? Dulu kamu tidak begitu kenapa sekarang kamu berubah? Ada apa zy?" tanya jin.
Zyan terdiam, dia tak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa dia bersikap dingin.
"Jika kamu terus diam?! Aku akan cari tahu sendiri alasannya." kata jin lagi.
"Suatu saat kau akan tahu, jin hou." jawab zyan.
Jin manyun dengan jawaban zyan yang selalu saja sama setiap kali ditanya tentang alasannya dingin pada elena.
"Zy tidak berubah sedikitpun. Dari kita kecil sampai kita besar, kamu masih saja pandai menyembunyikan sesuatu." kata jin.
__ADS_1
Zyan diam saja tidak mau menanggapinya. Zyan terus memikirkan tentang identitas mawar hitam palsu ini. Zyan berpikir mungkin ini ada hubungannya dengan ghostraid.
Zyan berhenti tiba tiba, setelah menemukan arah lagi cerita mawar hitam ini. Jin yang berjalan duluan terkejut karna zyan yang tiba tiba berhenti.
"Zy ada apa?" tanya jin.
Zyan tak menjawab dan malah mengambil ponselnya didalam saku celana. Zyan mencari no telpon seseorang, setelah menemukannya dia langsung menghubung no itu.
"Aku ingin ketemu." kata zyan pada penerima telpon.
Jin diam saja dan hanya memperhatikan zyan. Jin tidak tahu apa yang direncanakan oleh zyan dan siapa yang sedang ditelpon zyan.
"Di kedai yakini Q Shinji." kata zyan lagi.
Setelah mendapat jawaban, zyan menutup telponnya. Dia menatap jin yang masih menunggu nya untuk bicara.
"Kita ke kedai yakini Q Shinji." kata zyan.
"Ada apa zy? Kau mau ketemu dengan siapa?" tanya jin.
"Ghostraid." jawab zyan.
"Apa!! Untuk apa kau menemuinya?" tanya jin.
"Nanti kau juga akan tau. Kita harus bergegas." kata zyan lalu berjalan duluan.
Jin hanya diam dan mengikuti zyan dari belakang. Jin terus memperhatikan punggung zyan. Meski jin sangat penasaran tapi jin juga tidak mau bertanya.
Zyan duduk dengan diam, jin sesekali melirik kearah zyan. Jin sangat mengkhawatirkan zyan.
Akhirnya bisa berhenti di halte berikutnya. Zyan dan jin turun dari bis karna kedai yakini Q Shinji tak jauh dari halte bis.
Zyan langsung menuju kedai dan diikuti jin dibelakang.
Klinting.
lonceng di atas pintu berbunyi tak kala pintu kedai terbuka.
Zyan masuk kedalam dan matanya melihat ke segala arah. Pandangannya berhenti saat melihat seseorang yag dia ingin temui sudah berada disana.
Zyan segera menghampirinya dan duduk di depan orang itu.
Pria yang sudah menunggu zyan, tersenyum ramah pada zyan dan jin saat zyan duduk dihadapannya.
"Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya zyan.
"Zyan, zyan. Kamu selalu saja begitu. Baru datang langsung bertanya pada intinya tanpa menyapaku dulu." kata ghostraid.
Zyan tak menjawab, dia malah menatap tajam pada ghostraid.
"Hei, jin apa kau mau tidak ingin memesan makanan atau minuman? Kalian baru pulang sekolah pasti haus dan lapar kan?" tanya ghostraid dengan ramah.
__ADS_1
Jin tak langsung menjawab, dia melihat iya terlebih dulu. Jin takut zyan akan marah jadi jin menunggu persetujuan zyan.
"Sudah tak perlu menunggu ijin dari dia. Kamu pesan saja menu yang kamu suka. Biar aku yang akan membayarnya." kata ghostraid.
Jin masih terdiam, sesekali melirik zyan yang masih terdiam.
"Katakan saja apa tujuanmu yang sebenarnya? Kenapa kau membuat kehebohan dengan menggunakan mawar hitam sebagai identitasmu?!" tanya zyan.
Jin terkejut bukan main mendengar perkataan zyan tentang identitas mawar hitam paslu ini. Jin menatap zyan dengan ekspresi terkejut.
"Hei apa maksudmu menuduhku sebagai mawar hitam?" tanya ghostraid dengan santai.
Zyan mulai kesal dengan sikap dan jawaban yang diberikan ghostraid padanya. Sedangkan jin masih terdiam dan sedang berusaha mencerna apa yang baru saja dia dengar.
"Aku tau, kaulah mawar hitam yang sudah membuat kehebohan." kata zyan.
"Tunggu dulu. Atas dasar apa kau menuduh ku sebagai mawar hitam? Aku sendiri juga masih mencarinya." kata ghostraid.
Zyan terdiam. Dia tidak punya bukti apapun untuk membuktikan bahwa ghostraid adalah mawar hitam palsu itu. Zyan hanya mengandalkan spekulasinya saja.
"Zy, apa maksud mu dia adalah mawar hitam?" tanya jin.
Tapi tak mendapat jawaban dari zyan. Zyan masih terus berpikir hubungan ghostraid dengan mawar hitam palsu ini.
"Zy tolong jawab. Dari mana kamu tau kalau ghostraid ini adalah mawar hitam? Bukannya kamu bilang, kamu belum menemukan jejak apapun tentang mawar hitam. Lalu bagaimana kamu bisa mengatakan itu?" kata jin.
"Aku memang tidak menemukan jejak apapun tentang mawar hitam ini tapi aku yakin dengan instingku. Kalau dia ada hubungannya dengan mawar hitam yang sering muncul itu." balas zyan.
"Hei, ternyata hanya mengandalkan insting ya. Zyan, harus aku akui kau memang hebat dan pandai dalam menebak sesuatu tapi sayangnya kali ini kau salah. Aku bukanlah mawar hitam palsu itu." jawab ghostraid.
Zyan merasa tak percaya dengan perkataan ghostraid. Zyan bisa melihat kebohongan dimata ghostraid.
"Sepertinya tuan muda zhan yang sulit untuk percaya pada orang lain. Bagaimana kalau malam ini kita mencarinya bersama sama." usul ghostraid.
"Zy, menurutku itu ide yang bagus." jawab jin.
Zyan masih berpikir tentang usulan itu. Dia masih menatap tajam ghostraid yang terus tersenyum padanya.
"Zy, tapi nanti malam kita ada acara?!" kata jin lagi.
"Temui aku di gedung A jam 9 malam ini." kata zyan.
"Baiklah tuan muda. Dengan senang hati aku akan datang." balas ghostraid.
Setelah pembicaraan itu, zyan dan jin langsung pergi dari kedai itu tanpa memesan apapun. Hanya tinggal ghostraid yang masih duduk disana.
"Aduh, zyan zyan. Ternyata kau lebih sulit dipahami dari pada ayahmu. Tapi harus aku akui kepandaianmu dalam menganalisa sangat hebat dan cepat." gumam ghostraid.
-TAMAT-
Sampai disini dulu perjalanan zyan dan jin.
__ADS_1