
Sampai ditempat hiburan mereka semua melihat lihat berbagai wahana permainan yang ada.
"Wah ramai sekali." kata shion.
"Shion, lan ayo kita naik itu." ajak yuri saat melihat wahana ayunan gantung.
"Ayo." kata shion dan lan bersamaan.
Sedang para cowok hanya terdiam dan mengikutinya saja.
"Zy ayo naik?" ajak jin.
"Kamu saja. Aku tetap disini." kata zyan.
"Kenapa kamu gak mau naik?" tanya jin.
"Malas." jawab zyan.
"Ya sudah aku yang naik. Tapi kamu jangan pergi kemana mana. Tetap disini, tunggu aku selesai." kata jin.
Zyan hanya menganggukkan kepala saja menjawab perkataan jin.
Jin dan yang lain menaiki wahanan ayunan gantung. Suara teriakkan mulai terdengar kala wahana itu mulai berputar dengan cepat.
Zyan masih berdiri sana sambil melihat sekeliling. Sampai matanya tertuju pada salah satu permainan tembak boneka.
Zyan melihat deretan boneka disana. Dia teringat akan adiknya yang sudah tiada. Zyan terlihat sedih.
Jin dan yang lain akhirnya selesai bermain dan turun dari permainan. Jin menghampiri zyan.
"Zy." panggil jin.
Zyan menatap jin dengan pandangan sedih.
"Apa?" tanya zyan dengan nada sedih.
"Kamu lihat apa si?" tanya yuri.
Zyan diam saja. Lagi lagi zyan bersikap dingin di depan teman temannya. Zyan berjalan menjauhi teman temannya dan menuju tempat tembak boneka.
"Jin, itu zyan mau kemana?" tanya raiga.
"Aku gak tau. Ikuti saja dia." jawab jin.
"Udah yuk ikutin aja." ajak yuri.
"Ya sudah ayuk." balas raiga.
Teman temannya mengikuti zyan dari belakang. Zyan sampai di tempat tembak boneka.
"Semalam malam tuan. Apa anda mau ikut menembak boneka?" tanya penjual.
"Tiga kali tembakkan hanya 15 ¥. Apa anda tertarik tuan?" tanya penjual lagi.
Tanpa banyak tanya nya mengambil uang dan memberikannya pada penjual itu. Penjual itu mengambil pistol dan tiga peluru kelereng lalu di berikannya pada zyan.
"Zyan kamu serius mau menembak?" tanya soji
Tapi tak direspon oleh zyan. Zyan terus memasukkan peluru kelereng itu kedalam pistol.
"Ya paling meleset. Lihat aja nanti. Aku jamin tembakkan zyan pasti semuanya meleset." kata raiga, meremehkan.
"Kalian bodoh, sudah meremehkan zy." gumam jin dalam hati.
Dan dengan sekali tembak. Dor. Dua boneka jatuh. Semua teman temannya kecuali jin, dibuat bengong oleh aksi zyan. Begitu pula dengan penjual, yang ikut terbengong.
__ADS_1
"Wah zy hebat." puji shion.
"Selamat tuan, ini boneka anda." Kata penjual.
Zyan menerimanya dan langsung memberikannya pada jin.
"Pegang ini." kata zyan.
"Baik." balas jin.
Tersisa dua tembakan lagi. Zyan pun bersiap untuk menembak langsung. Dor. dan satu tembakkan mengenai boneka beruang yang besar.
Semuanya terbengong dengan aksi zyan yang begitu mahir dalam menembak.
Lagi zyan mendapatkan boneka besar. Tinggal satu tembakkan lagi. Zyan bersiap menembak dan saat akan menembak, nya di kaget kan oleh suara seseorang disampingnya yang membuat tembakkan nya meleset.
"Yo, ternyata benar itu kau." kata seseorang.
Jin terkejut saat melihat siapa yang datang mengganggu zyan menembak.
"Kau!! Mau apa kamu kesini?" tanya jin langsung merasa kesal.
"Santai bro. Aku kesini karna ada perlu dengan kekasihmu ini." katanya sambil melirik zyan.
"Ada apa?" tanya zyan.
"Tidak ada. Aku hanya ingin mengajakmu duduk berdua." jawabnya yang tak lain adalah ghostraid.
"Baiklah." jawab zyan.
"Zy tunggu dulu." kata jin.
"Aku ada urusan, kamu bermainlah dengan yang lain. Tidak perlu menungguku pulang." kata zyan seolah tau apa yang jin pikirkan.
Zyan mengambil salah satu boneka yang di bawa oleh jin, dan berjalan mendekati gadis kecil itu.
"Hei, gadis kecil apa kau mau boneka?" tanya zyan dengan lembut.
Semua teman temannya terbengong melihat zyan yang begitu lembut pada gadis kecil.
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya. Zyan pun tersenyum pada gadis kecil yang mirip dengan adiknya yang sudah meninggal.
"Baiklah. Kakak berikan satu untukmu. Terima lah." kata zyan.
Gadis kecil itu menerima boneka pemberian zyan lalu mencium pipi zyan. Setelah mencium pipi zyan, gadis kecil itu berlari ke tempat orang tuannya.
Semua teman temannya tersenyum senang. Begitupula dengan jin. Jin ikut merasa senang melihat sikap zyan yang selalu lembut.
"Zy, dua boneka ini gimana?" tanya jin.
"Satu untukmu, dan satu lagi terserah." jawab zyan.
"Shion, yang ini untukmu." kata jin menyerahkan satu boneka pada shion.
"Terima kasih jin." balas shion sambil menerima boneka itu.
Angin malam bertiup semakin kencang. Zyan melihat jin mulai kedinginan, dia melepaskan jaketnya dan memberikannya pada jin.
"Pake ini, malam semakin dingin." kata zyan.
"Kamu bagaimana?" tanya jin.
"Jin-chan kamu gak perlu khawatir, kan ada aku. Aku bisa menghangatkan zyan." kata ghostraid dengan senyum tanpa dosa.
Mendengar hal itu, jin langsung menatap ghostraid dengan pandangan membunuh.
__ADS_1
"Sudah, tidak usah memikirkan aku. Aku bisa jaga diri. Aku pergi dulu." kata zyan.
"Zy.." panggil jin sambil menggenggam tangan zyan.
"Ada apa?" tanya zyan.
"Cepat kembali sebelum gerbang asrama ditutup." jawab jin.
"Aku tau. Tunggu aja aku di asrama." balas zyan.
"Baiklah." kata jin.
Zyan pergi bersama ghostraid. Setelah kepergian zyan, jin terlihat sedih.
"Loh jin, kamu kenapa ko terlihat sedih?" tanya yuri.
"Tidak apa apa." jawab jin
"Yuri, kamu ini gimana si. Ditinggal kekasih pergi sama selingkuhannya gimana gak sedih. Benarkan jin?" canda raiga sambil tersenyum.
"Hush kamu ini, bercandamu kelewatan tau." kata lan.
"Tau ni rai. Kalau bicara asal aja." timpal soji.
"Aku cuma bercanda dan lagi jin juga ga marah ko. Kenapa kalian yang sewot." kata raiga.
"Sudah kalian bertiga ini debat mulu." kata yuri.
"Jin, tadi itu siapa? Sepertinya kalian saling kenal?" tanya shion.
"Dia teman kami. Aku tidak suka dengan dia." jawab jin.
"Ya sudah, ayo main lagi. Sudah tidak usah dipikirkan, zyan akan baik baik saja. Nanti juga dia balik." kata raiga.
"Iya jin. Ayo kita main lagi. Mumpung kita masih ada waktu. Kan jarang kita kita bisa keluar asrama malam malam begini." tambah lan.
"Jin, percayalah pada zy." kata shion dengan senyum manisnya.
Jin melihat senyum shion jadi tersipu malu. Meski jin masih memikirkan zyan tapi karna ada shion disampingnya, jin jadi bisa sedikit melupakan zyan yang pergi bersama ghostraid.
"Iya, ayo." kata jin.
Ditempat lain, zyan dan ghostraid duduk di tempat gelap dan jauh dari keramaian. Karna mereka akan membicarakan hal yang sangat penting.
"Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanya zyan.
"Aku sudah menyelediki semua dikepolisian. Dan aku menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan." kaya ghostraid.
"Apa itu?" tanya zyan.
"Jadi selama ini, pihak kepolisian sudah menyelediki tentang mawar hitam sejak pertama kali kau muncul. mereka mengumpulkan berbagai informasi yang mereka dapat dari tempat kejadian dan kesaksian berapa saksi mata yang hidup." Jawab ghostraid.
Zyan terdiam, dia tak pernah menyangka jika jejak yang dia tinggalkan itu akan memberi petunjuk pada polisi untuk mengungkap identitasnya.
"Dan satu lagi yang membuat ku terkejut. Ternyata polisi menemukan sidik jari disalah satu anak panah yang ada di tempat kejadian. Dari sanalah polisi mulai menyelidiki identitas mawar hitam." kata ghostraid.
"Dari mana kau tahu semua informasi ini?" tanya zyan penuh curiga.
"Aku menyelidikinya, aku juga ingin tahu. Apa ada dalang di balik kejadian ini? Dan ternyata tak ada dalang. Semua dilakukan oleh polisi." jawab ghostraid.
"Jadi?" tanya zyan.
"Jadi semua dilakukan oleh polisi dalam waktu yang lama sampai polisi bisa memastikan bahwa pelakunya masih anak SMA." jawab ghostraid.
#Edisi spesial up 2 bab, agar cepat selesai..😊😊
__ADS_1