
Matahari mulai berjalan menuju tempat persembunyiannya. Tapi zyan dan jin masih tertidur pulas. Paman yang datang untuk membangunkan kedua anak adam.
"Tuan, bangun. Ini sudah sore?" panggil paman pada zyan.
Zyan perlahan mulai terbangun. Dia mengejap ngejap untuk menyesuaikan matanya. Zyan melihat sekelilingnya dan hanya ada rerumputan hijau.
"Paman jam berapa sekarang?" tanya zyan sambil mengusap matanya.
"Ini sudah jam 5 sore, tuan." jawab paman.
"Ternyata sudah sore. Terima kasih paman." kata zyan bangun dari tidurnya.
Zyan melihat ke samping nya dan terlihat jin masih tertidur pulas.
"Jin bangun. Ini sudah sore, kita harus kembali ke asrama." kata zyan.
"Hmm lima menit lagi." balas jin.
"Jika tidak bangun, aku tinggal." kata zyan lalu beranjak pergi.
Mendengar kata tinggal, jin langsung membuka matanya dan segera bangun dari tidurnya. Dilihatnya zyan sudah tidak ada disampingnya. Zyan sudah pergi meninggalkan dirinya diatas rumput.
"Eh zy tunggu aku?!" kata jin.
Jin mengejar zyan yang sudah kembali kedalam villa terlebih dahulu.
Selesai mereka berkemas, kedua kembali keasrama. Seperti biasa saat mereka kembali, keduanya langsung menuju kamar.
"Jin, zyan. Kalian baru kembali?" tanya elena.
"Iya kak." jawab jin.
"Bagaimana penyelidikannya?" tanya elena.
Zyan tidak menjawab, jin melirik kearah nya yang diam saja. Dan saat jin akan menjawab pertanyaan elena, dipotong oleh zyan.
"Iya kak. Tadi kami sudah menyelidiki...." kata jin
"Besok saja, aku akan memberitahu mu." kata zyan memotong perkataan jin.
"Kenapa tidak sekarang saja? Kakak penasaran siapa murid yang berani berbuat onar di sekolah ku" kata elena, dengan emosi.
"Besok akan aku beritahu semuanya. Aku lelah, aku mau istirahat. Ayo jin." kata zyan.
Zyan masuk kedalam kamar duluan. Sikap zyan yang masih dingin membuat jin kebingungan. Jin menatap elena, terlihat pandangan elena menatap zyan yanf masuk kedalam kamar dengan pandangan sedih.
"Kak, aku masuk duluan. Masih ada yang harus aku kerjakan" kata jin.
"Iya. Istirahatlah." kata elena sambil tersenyum palsu di depan adiknya.
Jin ikut masuk kedalam kamar. Meninggalkan elena yang sendirian. Sebenarnya jin tidak enak hati meninggalkan elena yang terlihat sedih tapi jin juga tidak bisa jauh dari zyan.
Dikamar nampak zyan sedang duduk ditempat tidurnya.
Seperti sedang menunggunya untuk masuk.
"Zy, ada apa?" tanya jin.
"Apa elena sudah pergi?" tanya balik zyan.
__ADS_1
"Iya. Ada apa zy?" tanya jin lagi.
"Malam ini, aku akan keluar. Aku akan menyelidiki sendiri siapa mawar hitam itu." jawab zyan, serius.
Jin terkejut mendengarnya. Dia sendiri juga penasaran dengan identitas mawar hitam palsu yang sebenarnya.
"Aku ikut." kata jin.
Zyan tak langsung menjawab, dia masih berpikir untuk mengijinkan jin ikut atau tidak. Karna zyan takut jin akan dalam bahaya jika dia itu. Tapi zyan juga tidak bisa menghentikan jin jika jin ingin ikut.
"Zy, kenapa diam saja? Pokoknya aku ikut denganmu." kata jin, memaksa.
"Huft, baiklah. Kau boleh ikut. Tapi ingat jangan bertindak sembarangan. Tetap di belakang ku." kata zyan.
"Baik bos." jawab jin.
Keduanya pun bersiap untuk berangkat. Pertama mereka berganti pakaian lalu menyiapkan tali untuk turun dan headset untuk komunikasi mereka.
Setelah semua siap, zyan turun terlebih dulu kebawah. Lalu disusul oleh jin. Selesai turun, keduanya berjalan ke pintu rahasia untuk keluar dari asrama.
Tak lama sebuah mobil hitam berhenti dihadapan keduanya. Zyan dan jin langsung masuk kedalam mobil. Dan mulai memakai topeng penyamaran mereka.
"Bagaimana? Ada kabar apa?" tanya zyan pada sopir.
"Iya master, saat ini tim 7 sedang berada di tempat hiburan malam, tapi belum menemukan jejaknya." jawab sopir.
"Bagaimana yang lain?" tanya zyan.
"Mereka juga sama master. Belum menemukan jejaknya." jawab sopir.
"Sial!!! Siapa dia sebenarnya?!" kata zyan, mulai kesal.
Selesa menerima kabar itu, sopir langsung memberitahukan kepada zyan.
"Master, saya baru mendapat kabar. Kalau mawar hitam palsu saat ini sedang berkeliaran dikota." kata sopir itu.
"Kita kesana." perintah zyan langsung.
"Baik master." jawab sopir itu.
Dan langsung tancap gas. Mempercepat laju mobilnya.
"Zy, apa yang akan kita lakukan nanti?" tanya jin.
Zyan yang sedang mempersiapkan senjata berhenti karna mendengar pertanyaan jin.
"Tangkap dia dan bawah dia ke penjara bawah tanah." jawab zyan.
Jin tak bertanya lagi, sampai mobil yang mereka naik berhenti di depan salah satu toko yang sudah tutup.
"Master, menurut informasi yang dikirimkan, dia ada disekitar sini." kata sopir.
"Baiklah. Kata kan pada mereka untuk terus berjaga jika mereka melihatnya langsung kabari aku." kata zyan.
"Baik master." jawab sopir.
Zyan dan jin keluar dari mobil dengan perlengkap yang sudah lengkap. Zyan dan jin berjalan di pinggiran sambil matanya terus memperhatikan sekeliling.
Jin juga ikut memperhatikan sekelilingnya, tak ada yang mencurigakan.
__ADS_1
Sreeett sreett sreett
Ada panggilan yang masuk pada zyan. Zyan langsung menerima panggilan itu.
"Target sudah di temukan. Dia berada di salah satu gank." kata bawahan zyan.
"Aku mengerti. Ayo.jin. Target sudah di temukan." kata zyan.
"Iya, ayo." balas jin.
Jin tidak bertanya, karna dia juga sudah mendengarnya Lewat headset. Zyan dan jin langsung berlari ketempat target berada.
Zyan yang lebih cepat sedikit, sudah sampai di tempat target terlihat tadi. Tapi saat zyan sampai disana target itu menghilang.
"Hah... Hah... Hah... Bagaimana zy?" tanya jin dengan nafas terengah engah.
"Hah... tidak ketemu. Dia sudah lari.." jawab zyan tang juga terengah engah.
"Hah.. Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya jin.
Zyan sedang berpikir apa yang akan mereka lakukan sekarang? Sampai suara ponsel zyan mengagetkannya. Zyan mengambil ponselnya dan ternyata pesan dari ghostraid.
...Target malam ini diketemukan. Di dermaga dia baru saja mendarat....
"Target? Di dermaga? Sepertinya menarik?" gumam zyan.
"Ada apa zy?" tanya jin.
"Kita ke dermaga sekarang. Ada ikan besar yang sudah menunggu untuk ditangkap." jawab zyan.
"Yosh, siap." kata jin penuh semangat.
Zyan menghubungi bawahannya untuk menjemputnya dan langsung menuju dermaga. Disana ada ikan besar yang siap untuk dipancing.
Didalam mobil, zyan dan jin mengganti senjata mereka dan tentu saja menyiapkan mawar hitam sebagai identitas mereka.
"Setelah lama enggak beraksi, akhirnya hari ini datang juga. Aku ingin cepat cepat menyelesaikan ini." kata jin.
"Iya, aku juga begitu." jawab zyan.
"Master, kita juga sampai." kata sopir.
"Baiklah. Tetap disini." perintah zyan.
"Baik, master."
Zyan dan jin seger turun dari mobil dan langsung masuk kedalam dermaga. Tidak mudah untuk masuk, karna di depan pintu dermaga ada berapa orang yang berjaga.
Zyan mencari cela untuk bisa masuk. Akhirnya zyan dan jin bisa masuk. Mereka berlari dan terus waspada.
Terlihat di dekat kapal besar, ada segerombolan orang dengan pakaian rapi.
"Zy apa mereka yang menjadi target kita?" bisik jin.
"Bukan. Ikan masih ada didalam kapal. Tunggu dia muncul lalu kita tangkap dia." kata zyan.
"Oke, zy apa kita tidak sebaiknya naik keatas agar lebih jelas menangkapnya?" kata jin sambil menunjuk tumpukan kotak besi.
Zyan melihat keatas, lalu mengangguk kan kepalanya. Zyan menembakan tali keatas untuknya dan jin naik. Setelah dirasa kuat, zyan naik duluan dan disusul oleh jin.
__ADS_1
#Maaf semua, telat up... jangan lupa like coment and share ya terima kasih atas dukungan kalian..