
jin terkejut melihat isi didalam ruangan itu.
"wahh tempat apa ini? aku tidak tau kalau disini ada tempat seperti ini" katanya terkagum kagum karna didalamnya berisi berbagai macam senjata.
"paman tempat apa ini sebenarnya?" tanya zyan sambil berjalan melihat senjata.
"ini adalah ruang rahasia milik keluarga zhan. disinilah keluarga zhan menyimpan berbagai macam senjatanya." kata paman mengambil sebuah pedang panjang dan memberikannya kepada zyan.
"ini adalah katana kesayangan tuan besar." tambahnya.
zyan menerimanya dan menarik katana itu dari sarungnya, zyan dan jin terkesima melihat katana itu. zyan sudah tak ingin membuang waktu lagi jadi dia langsung berganti pakaian dan memilih senjata. jin juga sama, mereka pergi keluar bangunan itu dengan pakaian hitam dan memakai topeng. zyan dan jin siap beraksi dan menuju target pertama mereka.
zyan dan jin sudah berada diatas atap sebuah gedung dan mengintai target mereka. hiasi ikimoto target pertama mereka, saat ini dia berada disalah satu hotel bersama seorang wanita, zyan dan jin sudah mengetahui posisinya.
zyan bersiap menembakan tali kearah tembok untuk dijadikan jembatan. zyan berayun menggunakan tali tadi dan mendarat dibalkon salah satu kamar dihotel itu. disusul jin, semua sesuai rencana. zyan dan jin datang tanpa suara dan tiba tiba mereka masuk lewat jendela kamar hotel dan langsung menodongkan senjatanya. seketika target tak berkutik karna takut,
"aarrggghhhtt" teriak wanita itu karna terkejut.
"jangan coba teriak atau kau akan mati" ancam zyan pada wanita yang bersama target. wanita itu pun cuma menganggukan kepalanya karna takut.
"white, ikat wanita itu" kata zyan pada jin. jin langsung mengikat wanita itu dan menyumpal mulutnya agar tak bersuara. white adalah nama jin saatnya mereka beraksi, agar tak ada yang tau siapa mereka sebenarnya.
"siapa kalian? dan apa mau kalian?" tanya hiasi gemetar ketakutan.
"kau tak perlu tau siapa kami!! cukup jawab saja pertanyaan kami!!" bentak jin.
"kami punya berapa pertanyaan untukmu!! jawab atau mati?" kata zyan begitu tegas.
"baik. aku jawab semua yang aku tau tapi aku mohon jangan bunuh aku" kata hiasi sambil berlutut dihadapan zyan dan jin.
"katakan siapa saja yang terlibat dalam pembantaian keluarga zhan dan keluarga hou 5 tahun yang lalu?" tanya zyan mencoba menahan amarah.
"aku tidak tau. tolong jangan bunuh aku" kata hiasi gemetar ketakutan karna zyan terus mengacungkan pedangnya.
"jika kau menjawab dengan jujur mungkin kami akan mengampuniku." kata jin. hiasi jadi semakin takut, mata melirik kearah meja dimana ia meletakan pistol nya. zyan tau apa yang dipikirkan hiasi.
"white cepat ambil senjata yang ada dimeja itu" perintah black, white pun mengambil pistol yang ada dimeja lalu menyimpannya kedalam tas.
"sebaiknya katakan sekarang atau nyawamu akan melayang" gertak black.
hiasi terpojok sekarang "baik akan aku katakan tapi aku mohon jangan bunuh aku" katanya terus memohon. white memandang black sekilas,
"cepat katakan" kata white. hiasi pun mengatakan semua yang dia tau dan menyebutkan nama nama orang yang dia tau yang terlibat dalam kejadian itu. white sudah mencatat semua ucapan hiasi.
black melihat kearah white, white menganggukan kepalanya memberi tanda bahwa semua sudah beres. black menurunkan pedangnya dan berbalik arah membelakangi hiasi, itu membuat hiasi merasa lega karna dia bisa terbebas dari kematian namun tiba tiba black berbalik arah, menarik kembali pedangnya dan mengayunkan pedangnya kearah hiasi.
zraas ketika tubuh hiasi terjatuh dengan penuh darah. jin terkejut melihat kejadian itu. dia tak pernah menyangka zyan begitu teganya menghabisi nyawa orang lain.
"aarrgghhtt" teriak wanita itu terkejut.
zyan berjalan mendekati jin yang tertegun ketakutan.
"tolong jangan bunuh aku. aku tidak tau apa apa" kata wanita itu memohon sambil menangis
"apa kau takut?" tanya black kepada white. white hanya terdiam, memandang mata black. sama sekali tak ada ketakutan sedikitpun, matanya menyorotkan kebencian yang mendalam.
"aku tidak takut hanya terkejut" jawab white.
"biasakan dirimu. ini baru awal dan perjalanan kita masih panjang." kata black sambil menepuk pundak white, white menganggukan kepalanya.
"lalu bagaimana dengan wanita ini? mau kita apakan dia?" tanya white. black mendekati wanita itu dan berjongkok didepannya.
"tolong jangan bunuh aku. tolong ampuni nyawa ku. aku janji tidak akan mengatakan apapun tentang hal ini. karna itu tolong biarkan aku hidup." katanya terus memohon dan terus menangis ketakutan.
black hanya diam memandangi wanita itu, lalu black memukul tengkuk wanita itu dan wanita itu jatuh pingsan.
"apa yang kamu lakukan black?" tanya white.
"wanita ini tidak mati, aku hanya membuatnya pingsan. dimana mawar hitamnya?" kata black meminta mawar hitam yang sudah mereka siapkan.
__ADS_1
white mengambil mawar hitam itu dari dalam tasnya dan memberikannya pada black. black menerimanya dan langsung menancapkan mawar hitam itu ditubuh dingin hiasi dan meletakan sebuah tulisan peringatan.
'sang mawar hitam telah kembali untuk menuntut balas' itulah tulisan di samping mawar.
alasan zyan memilih mawar hitam karna itu adalah julukan ayah zyan sekaligus nama kelompok yang dipimpin ayah zyan.
setelah selesai zyan dan jin keluar dari kamar itu melalui jendela dan kembali berayun dengan tali ke gedung sebelahnya.
"zy, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya jin setelah sampai di gedung sebelah. zyan diam sesaat
"kita kembali dulu. untuk hari ini cukup sampai disini." kata zyan berjalan pergi.
jin hanya mengikuti rencana zyan. sebelum mereka masuk kedalam gedung itu, mereka melepaskan topengnya dan menggantinya dengan masker, zyan memakai kaca mata hitam agar orang orang mengira dia buta. mereka masuk kedalam gedung, senjata yang tadi digunakan zyan berubah menjadi tongkat untuknya berjalan menunjukan arah. jin ikut berpura pura membantu zyan berjalan. ini rencana penyamaran mereka agar tak ada orang yang curiga.
didepan gedung itu sudah terparkir mobil hitam yang sedang menunggu mereka keluar. zyan dan jin masuk kedalam mobil, mobil itu melaju meninggalkan gedung itu. didalam mobil zyan dan jin melepaskan masker dan kaca matanya.
"tuan bagaimana? apa semua berjalan lancar?" tanya paman yang.
"paman aku ingin data orang orang yang hiasi sebutkan" kata zyan.
"semua nama nama orang yang hiasi katakan ada disini." kata jin menunjukan ponselnya yang dia pake untuk merekam penbicaraan hiasi.
"zy sebaiknya kita bicarakan hal ini dimarkas sekalian kita ganti pakaian." usul jin dan di iya oleh zyan.
mobil itu melaju ke markas. sampai disana zyan dan meletakan senjata mereka dan berganti pakaian. selesai berganti pakaian jin memutar rekaman tadi. paman yang mencatat setiap nama yang disebutkan hiasi.
"bagaimana paman? apa paman sudah mencatat semuanya?" tanya jin memasukan kembali ponselnya kedalam saku jaketnya.
"iya sudah saya catat semua. saya akan mencari data orang orang ini. dan akan segera melaporkannya kepada tuan muda zyan dan tuan muda jin." kata paman yang.
"baiklah. aku akan menunggu datanya" kata zyan sambil membersihkan darah dikatananya.
"zy ini sudah hampir larut, sebaiknya kita kembali. aku gak mau kak elena tau dan mencurigai kita." kata jin.
yang dikatakan jin memang benar, sekarang sudah pukul 11.15 malam. jika mereka tak segera kembali, takutnya elena akan tau kalau mereka tidak ada dikamar.
zyan dan jin memasuki asrama melalui halaman belakang yang penuh semak semak.
"aduh zy. gak ada jalan lain ya?" kata jin terus mengeluh.
zyan tak menghiraukannya dan terus jalan. sampai mereka di bawah jendela kamar. zyan memasang pengait ketali agar mereka bisa naik dengan mudah dan tak terjatuh.
"jin kau duluan" suruh zyan.
"aku duluan" kata jin masih takut.
"iya" kata zyan singkat. pengait dipasang di pinggang jin, meski masih ragu tapi jin tetap naik.
"aku menjaganya dari bawah" kata zyan.
"tangkap aku kalau nanti aku jatuh ya" kata jin. zyan hanya menganggu saja, jin perlahan menaiki tembok.
kakinya agak gemetar tapi jin percaya pada zyan. pelan pelan jin naik kelantai dua dan terus naik sampai dia di jendela kamarnya. tangan kanannya membuka jendela dan jin akhirnya masuk kedalam kamar dengan selamat.
"huft selamat. zy giliranmu" katanya melalui headphone. zyan memanjat tembok dengan cepat tanpa ragu dan cepat sampai dikamar.
"zy kamu cepat sekali" kata jin. tapi zyan tak menjawab, dia sibuk merapikan talinya.
"pergilah kekamar mandi dan bersihkan dirimu" suruh zyan pada jin.
jin menuruti perkataan zyan dan membersihkan diri. zyan sudah selesai merapikan talinya, dia melihat kearah jam. sekarang sudah jam 12.05 malam, ini sudah larut.
"zy giliranmu" jin sudah selesai membersihkan badan dan bersiap untuk tidur.
zyan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri, tak lama kemudian zyan selesai membersihkan diri.
"cih putri tidur" kata zyan saat melihat jin sudah tertidur pulas.
zyan pun bersiap tidur, saat zyan akan berbaring, dia melihat sekilas wajah sahabatnya itu. terlihat imut dan lucu. zyan berbaring dan memejamkan matanya.
__ADS_1
mentari pagi memasuki dalam dan suara alarm berbunyi nyaring tapi tak bisa membangunkan kedua anak adam ini. zyan yang biasanya terbangun terlebih dahulu, hari ini dia bangun terlambat.
klik suara pintu terbuka dan nampak seorang dengan wajah manyun memasuki kamar.
"bangun adik adik ku ini sudah jam berapa?" kata elena dengan suara nyaring. zyan perlahan membuka matanya dan matanya langsung menangkap cahaya mentari. zyan memejamkan matanya kembali karna silau.
"kenapa malah merem lagi zyan?" tanya elena. zyan perlahan membuka matanya, mengejap ngejap menyesuaikan cahaya.
"hm jam berapa sekarang?" tanya zyan duduk sambil mengumpulkan nyawanya.
"ini sudah jam 5.35 pagi. tumben kamu bangun telat zyan. biasanya kamu bangun lebih awal?" tanya elena sembari menarik kursi untuk duduk. zyan tak ingin menjawabnya dan beranjak kekamar mandi.
"hmm tinggal satu lagi yang belum bangun. wah zyan sudah siap mau pergi ya" inilah cara elena membangunkan jin.
berbisik ditelingan jin sambil menyebut nama zyan dan sontak saja jin langsung terbangun.
"zy jangan pergii" teriaknya tapi yang dia lihat hanya kekosongan dan saat jin menoleh kesamping nampak wajah cantik tapi memiliki aura membunuh yang kuat.
"eh kak elena.he he he. zy mana?" katanya senyum senyum, membuat elena geram.
"jin hou ini sudah jam berapa? kenapa belum bangun juga?" kata elena menahan emosi.
"ini masih pagi kak. eh iya zy mana? dia belum berangkatkan kak?" tanya jin dengan santai nya tanpa perduli aura membunuh yang kuat.
"zyan sudah pergi duluan" elena mulai kesal, yang pertama kali jin lakukan saat bangun tidur adalah menanyakan keberadaan zyan.
"gak mungkin zy ninggalin aku sendiri. dia pasti lagi mandi" kata jin.
zyan selesai mandi dan hal pertama yang dia lihat adalah perkelahian antara jin dan elena. keduanya saling beradu mulut, zyan hanya menghela nafas lelah dan dia berjalan kearah lemari untuk mengambil seragam. zyan malas ikut campur urusan mereka.
"zy, syukurlah kamu gak ninggalin aku" jin langsung berlari dan memeluk zyan begitu melihat zyan. zyan sendiri diam saja dan melihat ke elena. matanya seolah berkata
'apa yang kau katakan?'. elena hanya tertawa kecil melihatnya,
"baiklah anak anak cepet bersiap. aku tidak mau ada yang terlambat" elena berjalan keluar kamar, tinggal jin dan zyan yang masih berpelukan.
"cepat mandi."suruh zyan. jin melepaskan pelukannya
"tapi jangan tinggalin aku ya" kata jin memohon dengan manja. zyan hanya mengangguk, jin tersenyum dan pergi kekamar mandi.
kedua sudah bersiap berangkat sekolah. mereka keluar dari asrama dan berangkat bersama teman temannya. jin orang yang ramah, mudah bergaul tapi hanya bisa akrab dengan zyan saja.
sampai disekolah, zyan dan jin menaruh tasnya dan pergi ke kantin sekolah. karna hari ini zyan bangun terlambat jadi zyan tidak sempat menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"zy kamu mau sarapan apa?" tanya jin saat mereka sampai dikantin.
"roti sama moca" kata zyan.
"biar aku ambilkan sekalian" tanpa menunggu bersetujuan zyan, jin berlari ke warung yang ada dikantin untuk membeli sarapan untuk mereka. zyan berdiri disamping tembok kantin menunggu jin. sesekali murid cewek yang melihatnya menyapa zyan tapi tetap tak direspon.
hari ini suasana sekolah sangat ramai karna banyak yang membicarakan berita terhangat hari ini.
"eh sudah dengar berita belum?" kata salah satu cewek yang lewat.
"berita apa emangnya?" tanya cewek yang satu lagi.
"itu loh berita soal kematian hiasi ikimoto seorang pengusaha kaya, diberita dia dibunuh dan ditubuhnya ada mawar hitam." kata cewek tadi.
"ih mengerikan sekali yah. aku jadi takut" kata cewek satunya. zyan hanya mendengarkan saja perkataan kedua teman ceweknya itu.
"zy, ini roti dan mocanya. hati hati masih panas" kata jin memberikan roti dan mocanya.
"makasih" kata zyan, jin tersenyum senang. mereka pergi dari kantin dan menuju ketempat favorite mereka yaitu halaman belakang sekolah. mereka duduk sambil memakan sarapan mereka.
"zy selanjutnya siapa target kita?" tanya jin disela sela mereka makan.
"belum ada. tunggu data baru bergerak" kata zyan. memang malam ini zyan belum punya rencana siapa yang jadi target dia selanjutnya. karna belum ada info dari paman soal target mereka nanti.
"zy soal semalam, aku benar benar terkejut. kamu tiba tiba menarik pedang dan membunuhnya. awalnya aku pikir kamu akan melepaskan target kita begitu saja" kata jin.
__ADS_1