
Zyan membawa jin ketoilet, tujuan zyan agar jin bisa menghapus air matanya.
"Zy terima kasih." kata jin.
"Tak perlu berterima kasih. Sudah sewajarnya aku membantumu." balas zyan.
Jin tersenyum dan memeluk zyan erat.
"Sudah bersihkan wajahmu. Jangan menangis seperti bayi." kata zyan.
"Iya bawel." balas jin lalu masuk kedalam toilet.
Zyan menunggu didepan pintu toilet. Zyan melipat kedua tangannya didepan dadanya sambil memejamkan matanya.
Jin selesai membersihkan wajahnya dan keluar dari toilet.
"Zy." panggil jin.
Merasa dipanggil, zyan membuka matanya dan melirik jin yang sudah berdiri disampingnya.
"Sudah?" tanya zyan.
Jin hanya mengangguk sebagai jawaban pertanyaan zyan.
"Bagaimana? Mau kembali ke kelas atau mau ke tempat itu?" tanya zyan.
"Aku gak mau kembali kekelas." jawab jin.
"Baiklah kita ketempat itu." kata zyan.
Dan akhirnya keduanya ketempat persembunyian mereka. Dibelakang sekolah yang rimbun tak terurus. Zyan dan jin tiduran dibawah pohon besar.
"Zy kamu tidak kembali ke kelas?" tanya jin.
"Tidak. Aku mau menemanimu disini." jawab zyan.
Jin tersenyum, dan langsung memeluk zyan dengan erat.
"Zy terima kasih. Kau memang sahabat terbaik aku." kata jin.
Zyan diam diam tersenyum pada jin.
"Sudah lepaskan. Apa kau masih ingin menangis?" tanya zyan.
Jin jadi malu saat mendengar pertanyaan zyan. Jin melepaskan pelukannya dan memandang langit.
"Zy, apa malam ini kita akan bergerak?" tanya jin.
"Iya, kali ini aku tidak akan melepaskannya lagi!! Pasti akan aku hancurkan." kata zyan.
"Ayo kita sama cari dia." kata jin.
Keduanya kembali diam, zyan memejamkan matanya menikmati hembusan angin. Dan jin ikut memejamkan matanya.
Waktu terus berlalu, hari ini mereka berdua bolos pelajaran sampai waktu pelajaran terakhir keduanya baru kembali kedalam kelas.
Zyan dan jin berjalan sambil bercanda riang seperti tak terjadi apapun.
"Oya zy sepulang sekolah nanti kita mau kemana?" tanya jin di sela jalan kembali.
"Aku lelah. Aku tidur." jawab zyan.
"Baiklah. Kita kembali kekamar." balas jin dengan senyum.
__ADS_1
Raiga melihat zyan dan jin dari jendela kelas sedang berjalan menuju pintu kelas. Raiga langsung berbisik pada soji yang duduk disampingnya.
"Hush, itu mereka kembali." bisik raiga.
Soji melirik kearah yang ditunjuk raiga. Terlihat jin sedang tersenyum pada zyan. Dan zyan hanya menanggapinya dengan senyum tipis.
Kriitt.
Jin membuka pintu kelas, membuat banyak anak anak kembali ketempat duduk mereka karna mengira yang datang adalah guru mereka. Saat jin dan zyan masuk, semua mata tertuju pada mereka.
Jin yang tadi tersenyum ceria, saat masuk ekspresinya berubah seperti zyan. Keduanya tak menghiraukan pandangan teman teman sekelas yang menatapnya.
"Zy, ini bukumu. Maaf soal tadi." kata jin, menyerahkan buku yang tadi dia ambil.
"Arigatau." balas zyan.
Zyan melanjutkan membaca sedang jin malah mengambil buku dan membuat coretan. Saat jin sedang asyik menggambar, ponselnya bergetar.
Jin berhenti menggambar dan mengambil ponselnya. Dia amat terkejut saat mengetahui siapa yang menelponnya. Dia menatap kebelakang dengan ekspresi takut.
"Zy." panggil jin sambil menunjukan ponselnya.
Zyan menatap jin dan beralih melihat ponsel jin. Zyan mengambil ponsel jin. Zyan mengerutkan keningnya saat melihat nama penelpon.
"Biarkan saja. Tidak perlu diangkat." kata zyan.
"Apa tidak apa apa zy?" tanya jin takut.
"Bodoh, apa yang kau takutkan. Selama aku masih disini tidak ada yang bisa menyakitimu." kata zyan.
"Baiklah. Aku percaya padamu, zy." balas jin.
"Sudah kembali ketempatmu." pinta zyan.
Shion hanya bisa melihat dan mendengar percakapan zyan dan jin. Entah kenapa ada suatu perasaan haru dalam hati shion saat melihat ikatan diantara keduanya.
Ikatan yang sangat kuat, bahkan melebih ikatan saudara kandung.
Shion berpikir untuk memberikan catatan pelajaran yang tadi di tinggalkan oleh zyan.
"Hm zy." panggil shion.
"Hn." jawab zyan tanpa menoleh dari buku.
"Ini catatan pelajaran tadi yang kamu lewatin, mungkin kamu mau pinjam." kata shion.
Zyan berhenti membaca dan menutup bukunya. Zyan mengambil buku catatan milik shion dan langsung menyalin buku itu.
Shion tersenyum senang karna zyan mau menerima bantuannya. Awalnya shion ragu untuk memberikannya tapi shion akhirnya memberanikan dirinya.
Saat pelajaran terakhir, tak ada seorangpun guru yang datang. Dan ternyata ada rapat dadakan yang diadakan.
Raiga dan soji dalam diam memperhatikan zyan dan jin bergantian. Mereka ingin mendekat tapi tak berani.
Karna ada rapat dadakan sehingga semua guru tak bisa mengajar. Wakil kepala sekolah, yaitu elena membuat pengumuman lewat pengeras suara disekolah.
"Kepada seluruh murid sma mangetsu ido, di persilakan kembali ke asrama. Hari ini sekolah dipulangkan lebih awal karna pihak sekolah sedang ada urusan." kata elena.
Semua murid bersorak gembira karna bisa kembali lebih awal.
"Zy ayo pulang." ajak jin.
"Iya. Shion, aku pinjam catatanmu dulu. Nanti malam aku kembalikan." kata zyan.
__ADS_1
"Iya bawa saja." balas shion dengan senyuman.
"Terima kasih, shion-chan." kata jin.
Blush, shion memerah dipanggil shion-chan oleh jin.
"Sama sama." jawab shion.
Semua murid berhamburan keluar sekolah dengan penuh suka cita. Jin juga merasa senang bisa kembali lebih awal karna mereka berdua harus mempersiapkan diri untuk kegiatan malam mereka.
Raiga dan soji akhirnya mendekati jin dan iya yang sedang berjalan.
"Zyan, jin." panggil raiga.
Merasa terpanggil zyan dan jin berhenti, dan menengok kebelakang.
"Ada apa kalian memanggil kami?" tanya jin
"Kami mau minta maaf soal tadi." jawab raiga.
"Oh itu." kata jin.
"Iya kami tau kami salah. Bercanda kami sudah kelewatan, maafin kami jin." kata soji.
"Gak apa apa. Aku sudah maafin kalian." balas jin degan senyum ramah seperti biasa.
Zyan sejak hanya memperhatikan ketiga temannya itu. Lalu zyan melihat mobil hitam berhenti tak jauh dari nya. Zyan berjalan menghampiri mobil hitam itu dan meninggalkan ketiga temannya.
Jin melihat zyan berjalan menjauh dari nya dan mendekati mobil hitam yang terparkir tak jauh dari mereka berdiri.
"Zy mau kemana?" tanya jin.
Zyan tak menjawab langsung hanya memberi kode lewat pandangan matanya. Jin langsung tau kemana zyan akan pergi. Jin tetap diam ditempat dan tidak mengikuti zyan.
"Loh itu zyan mau kemana?" tanya soji, heran.
Jin tidak menjawab pertanyaan soji, pandangannya terus menatap zyan yang masuk kedalam mobil.
"Jin, ko itu zyan masuk kedalam mobil. Zyan mau kemana sebenarnya?" tanya raiga.
"Zy ada urusan." jawab jin.
#Hari ini author mau kasih jawaban permintaan reader tercintaπ
zyan zhan.
Sosok yang dingin tapi penuh perhatian dan setia kawan.
Jin hou
Cowo manja dan ramah. Dan baik hati tentunya.
Ghostraid.
Sosok misterius yang membantu zyan dan jin.
Sampai disini dulu visual'yπππ next chapter lagi ya.. semoga kakak suka dengan visual yang ada.. silakan ajukan permintaan atau pertanyaan lagi,, jika bisa author bakal penuhi dan jawab di next chapter..πππ
__ADS_1