
Sampai di rumah sakit, wanita itu langsung di bawa ke ruang darurat untuk segera ditangani.
Shen dan Ryu menunggu di depan ruang ICU. Wajah Shen nampak cemas.
"Jadi siapa namamu?" tanya Ryu.
"Namaku Shen. Hanya Shen." jawab shen enggan menyebutkan nama keluarganya.
"Hm begitu. Namaku Ryu, Zhan Ryu." balas Ryu.
Shen terkejut mendengar nama zhan disebut. Nama zhan sangat terkenal karna itu nama perusahaan dan juga salah satu deretan nama keluarga terkaya ditokyo.
Dan sejak kejadian dirumah sakit, Shen menjadi semakin dekat dengan Ryu. Shen juga bercerita tentang dirinya dan penyebab ibunya sakit karna hidup di jalan.
Shen dan ibunya di usir oleh ayah dan selingkuhan ayahnya sehingga dia da ibunya terpaksa hidup di jalan.
Dan Ryu pun memutuskan untuk membantu Shen, membiayai pengobatan ibunya sampai sembuh dan memberikan Shen untuk kembali menikmati hidup dengan layak.
Ryu juga memberi Shen untuk bisa kembali bersekolah hingga perguruan tinggi.
Sejak saat itulah Shen menjadi anggota keluarg zhan. Sampai 2 tahun sebelum kejadian pembantaian keluarga zhan. Shen secara tiba tiba menghilang tanpa kabar sampai sekarang.
#flashbaack off#
"Jadi begitu rupanya. Ternyata dia memang tidak berbohong." gumam zyan dalam hati.
Jin yang mendengarkan cerita paman, sama sekali tidak paham dengan semua ini.
"Zy sebenar siapa Shen ini? Dan dari mana kamu tahu tentang Shen?" tanya jin.
Zyan tidak menjawab nya. Dia masih larut dengan cerita yang di katakan paman.
"Tuan dari mana anda tahu tentang Shen?" tanya paman yang.
"Aku hanya pernah mendengarnya dari ayah." jawab zyan.
"Begitu." jawab paman.
"Baiklah paman, terima kasih sudah menjawab pertanyaan ku tadi. Sekarang aku ada urusan lain." kata zyan sambil bangun.
"Baiklah tuan," kata paman.
"Jin ayo." ajak zyan.
"Tunggu aku zy." kata jin.
Keduanya keluar dari ruangan dan bergegas menuju keluar. Zyan mengambil dua helm yang ada di lemari bagasi dan satu dia berikan pada jin.
"Zy sebenarnya kita mau kemana?" tanya jin.
"Jembatan kota." jawab zyan.
Zyan langsung menyalakan motornya. Jin ikut di belakang zyan.
Zyan memacu motornya ke jalan dan segera menuju tempat tujuannya. Zyan memacu motornya dengan kecepatan cukup tinggi.
Jin semakin mempererat pelukannya karna takut terjatuh. Sepanjang perjalanan, jin tak lagi bertanya apapun.
__ADS_1
Sampai di jembatan. Terlihat seorang cowok sedang berdiri ditepian jembatan sambil membawa bungkusan.
Zyan menghentikan motornya tepat disamping cowok itu. Cowok itu langsung tersenyum karna tau yang datang adalah zyan, orang yang dia tunggu.
"Maaf sudah membuatmu menunggu." kata zyan sambil melepaskan helmnya.
"Tidak apa apa. Aku juga belum lama datang." balas cowok itu tersenyum pada zyan.
Zyan turun dari motor dan menghampiri cowok itu. Jin hanya mengekor di belakangnya, tanpa berkata apapun.
"Ada apa kau memintaku untuk bertemu?" tanya zyan.
"Ini. Aku ingin memberikan ini padamu." jawab cowok itu yang tak lain, yura.
Yura memberikan bungkusan kain kotak pada zyan. Zyan menerimanya tanpa ragu.
"Apa ini?" tanya zyan.
"Ini kue yang aku buat sendiri. Aku sengaja membuatkannya untukmu. Aku harapan kau menyukainya." kata yura sambil malu malu.
"Terima kasih. Dari mana kau dapat no ku?" tanya zyan lagi.
"Aku kemarin datang ke rumah mu tapi kamu tidak ada lalu seseorang mengatakan padaku kalau kamu tidak tinggal disana. Jadi aku meminta no telponmu agar aku bisa bertemu denganmu." jawab yura.
"Begitu." kata zyan.
Entah kenapa jin merasa kesal pada cowok bernama yura itu. Melihat dia yang terus tersenyum pada zyan.
"Jadi kamu yang tadi pagi menelpon?" tanya jin.
"Iya. Aku yang tadi pagi menelpon zyan." jawa jin.
"Karna aku hanya ingin bicara dengan zyan saja. Aku tidak ingin bicara denganmu." jawab yura dengan gampangnya.
"Apa kamu bilang?!" balas jin semakin kesal.
Yura tidak memperdulikan ekspresi kesal jin, yura terus melihat zyan.
"Bagaimana rasanya zyan?" tanya yura.
"Enak." jawab zyan sambil makan.
Mendengar jawaban zyan, yura terlihat senang. Zyan melihat kearah jin yang masih berekspresi kesal. Zyan mengambil satu kue dari dalam kotak itu.
"Buka mulutmu dan coba ini." kata zyan.
Jin langsung membuka mulutnya dan zyan menyuapi jin. Jin melihat ekspresi kesal yura. Jin terlihat senang dan merasa menang di hadapan yura.
"Kue ini rasa enak. Tapi zy ini terlalu manis." kata jin.
"Iya." jawab zyan.
"Zy kan tidak suka makanan yang terlalu manis." kata jin.
"Oh begitu ya. Kalau begitu nanti aku buat kan kue yang tidak terlalu manis." kata yura sambil tersenyum.
Ponsel yura tiba tiba berbunyi. Ada pesan yang masuk.
__ADS_1
"Oha iya zyan aku harus kembali. Nanti mampir ya ketoko aku yah." kata yura.
"Iya." jawab zyan.
Yura tersenyum lalu pergi meninggalkan zyan dan jin di tepi jembatan.
Setelah berapa menit tak ada yang bicara. Zyan sibuk dengan pikirannya begitupula jin.
"Zy setelah ini kita mau kemana?" tanya jin sambil memandang kedepan.
"Aku mau kembali ke villa untuk mengumpulkan informasi." jawab zyan.
Dan jadilah mereka seharian di villa untuk mencari informasi hanya sudah di dapat oleh anak buah zyan.
Malam di asrama, selesai makan zyan dan jin kembali kekamar mereka untuk belajar.
Saat tengah belajar, ponsel zyan yang sedang mode silent tiba tiba bergetar. Zyan melihat siapa yang mengiriminya pesan.
Ternyata yang mengirim pesan itu ghostraid.
......Malam ini, keluarlah seorang diri. Malam ini aku mau mengajakmu menyelidiki seseorang. Jangan ajak jin, karna itu akan membahayakannya. Kita tidak tahu bahaya apa yang mengintai.......
Zyan meletakkan kembali ponselnya dan menutup buku pelajarannya.
Zyan bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan ke lemari untuk menganti pakaian.
"Zy kamu mau kemana?" tanya jin.
"Aku mau keluar malam ini. Kau tetaplah disini." kata zyan sambil bersiap.
"Aku ikut" kata jin.
"Kau tetap disini. Aku akan pergi sendiri." kata zyan.
"Aku ikut." kata jin terus bersikeras untuk ikut.
"Sudah aku bilang. Kamu tetap disini. Ini demi kebaikanmu." kata zyan.
"Kenapa aku tidak boleh ikut? Zy pokoknya aku mau ikut." kata jin.
Jin terus meminta untuk ikut zyan keluar malam ini. Tapi zyan tetap tidak mengijinkan jin ikut.
"Ini demi kebaikanmu. Aku tidak tahu bahaya apa yang akan mengintai malam ini. Karna aku sendiri tidak tahu apa yang akan aku lakukan malam ini" kata zyan.
"Apa maksudmu kamu tidak tahu apa yang akan kamu lakukan malam ini? Jika kamu tidak tahu kenapa kamu keluar zy?! Itu juga akan membahayakan dirimu." balas jin, terlihat khawatir.
"Jin terima kasih karna sudah mengkhawatirkan aku. Tetaplah disini, aku tidak mau kau dalam bahaya jika mengikutiku malam ini. Tunggu sampai aku memastikan target kita, barulah kau boleh ikut." kata zyan.
"Zy, apa kau akan pergi sendirian?" tanya jin masih khawatir.
"Tidak. Aku dan ghostraid malam ini akan melakukan mengintaian untuk mengumpulkan informasi. Karna itulah, tetaplah disini. Jika terjadi sesuatu padaku, masih ada dirimu." kata zyan.
Jin terdiam, dalam hatinya jin masih terus mengkhawatirkan zyan. Zyan tahu kalau sahabatnya iti mengkhawatirkan dirinya.
"Percayalah padaku. Aku akan kembali sebelum pagi. Tidak perlu menungguku pulang." kata zyan yang sudah bersiap untuk turun.
"Baiklah. Cepat kembali dan hati hati lah." balas jin.
__ADS_1
Zyan menganggukkan kepalanya lalu turun kebawah dengan perlahan. Jin hanya bisa memandanginya dari atas dengan wajah khawatir.