
Maaf semua kemarin gak sempet up. Kos ashleen lagi ada urusan lagi.😊😊 jadi sekarang selamat menikmati karya ashleen yang somvlak ini..
----------+++++++++--------
Mentari pagi perlahan muncul dari tempatnya dan menghangatkan udara di pagi hari.
Sepasang anak adam masih terlelap dalam tidurnya. Jin masih enggan untuk bangun dari mimpinya.
Zyan perlahan membuka matanya. Matanya terasa silau karna cahaya yang masuk kedalam kamar melalui jendela.
"Sudah pagi." gumamnya.
Zyan bangun dan duduk bersandar melihat wajah sahabatnya yang masih terlelap. Zyan mengambil ponselnya yang ada disampingnya.
Zyan jadi teringat akan kejadian tadi malam. Saat dia dan ghostraid bicara berdua.
Zyan beranjak dan berjalan kekamar mandi. Karna ini hari minggu, keduanya bangun lebih siang.
Ponsel zyan berbunyi, tapi zyan tak mendengarnya karna masih di dalam kamar mandi. Jin yang masih tidur, terpaksa bangun karna suara berisik ponsel zyan yang terus berbunyi.
Jin membuka matanya dan meraba raba disampingnya dan menemukan ponsel zyan.
Tanpa melihat siapa yang menelponnya, jin langsung mengangkat telpon itu.
"Hallo." kata jin dengan nada malas.
"Datanglah hari ini di jembatan. Aku ada perlu denganmu?!." jawab penelpon.
Sontak jin langsung terkejut mendengarnya. Jin menjadi sangat penasaran dengan penelpon ini.
"Siapa ini?" tanya jin pada penelpon.
Si penelpon menyadari jika suara yang menerima telpon berbeda.
"Kamu siapa?" tanya balik penerima telpon.
"Apa maksudmu bertanya balik padaku?. Aku yang harusnya menanyakan hal itu. Siapa kamu? Ada perlu apa kamu menelpon ke no ini?" tanya jin dengan nada tinggi.
Si penelpon nampak bingung sampai dia tidak menjawab pertanyaan jin.
"Hei kenapa diam saja? Aku bertanya padamu!!" kata jin lagi.
Si penelpon masih diam saja. Sampai zyan keluar dari kamar mandi. Dan menghampiri jin yang sedang memegang ponselnya.
"Ada apa?" tanya zyan.
"Eh zy. Ini ada yang menelponmu tapi aku tidak dia siapa. Aku tanya tapi dia tak menjawabnya." jawab jin.
"Berikan padaku." pinta zyan.
Jin pun memberikan ponselnya pada zyan. Zyan melihat siapa yang menelponnya.
Zyan melihat siapa yang sedang menelponnya tapi private number. Zyan mengerutkan kening.
"Siapa ini?" tanya zyan dengan nada dingin pada penelpon.
"Ini siapa?" tanya balik penelpon.
__ADS_1
"Zyan." jawab zyan.
"Syukurlah. Zyan, ini aku yura. Aku ingin bertemu denganmu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Apa bisa?" tanya yura.
Zyan mengerutkan keningnya. Ternyata yura, orang yang dulu pernah mengikuti zyan dan jin.
"Dimana?" tanya zyan.
"Di jembatan kota, apa kamu bisa?" tanya yura balik.
"Baiklah. Jam 9 di jembatan." jawab zyan.
"Baiklah zyan. Aku akan menunggumu di jembatan." balas yura.
Yura mematikan panggilannya. Zyan menaruh kembali ponselnya.
"Zy tadi itu siapa?" tanya jin.
"Temen." jawab zyan.
"Temen? Siapa zy?" tanya jin lagi, sangat penasaran.
"Bersiaplah. Sebentar lagi aku ada janji untuk bertemu dengan seseorang." jawab zyan.
"Siapa zy? Kamu ini kalau ditanya selalu saja jawabnya bertele tele." kata jin.
"Nanti kau juga tau." kata zyan.
Jin jadi manyun mendengar jawaban zyan.
"Cepat mandi. Aku ada urusan dengan paman. Ada berapa hal yang ingin bicarakan dengannya." kata zyan.
Zyan hanya bisa menghela nafas dengan tingkah sahabatnya itu.
Selagi menunggu jin mandi, zyan mengambil ponselnya dan menelpon paman Yang.
"Hallo paman." sapa zyan.
"Hallo tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya paman.
"Paman ada waktu? Ada yang ingin aku bicarakan." kata zyan.
"Saya selalu ada waktu untuk anda tuan." balas paman.
"Sebentar lagi aku kesana." balas zyan.
Zyan mematikan ponselnya Lalu menaruh kembali ponselnya diatas tempat tidurnya.
Zyan melihat keluar jendela, melihat pemandangan pagi yang sangat indah dimana burung burung kecil berterbangan dengan bebasnya.
Saat zyan sedang asyik melihat burung burung itu, perhatiannya teralihkan oleh suara ketukkan pintu.
Tok tok tok.
Zyan bangun dan berjalan kearah pintu lalu membuka nya.
Zyan langsung menatap tajam pada orang yang mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, zyan meninggalkan pintu yang terbuka dan kembali keposisinya semula. Zyan membiarkan elena masuk tanpa bicara apapun.
Elena duduk di kursi belajar jin. Keduanya saling menatap tajam. Elena menatap zyan dengan penuh emosi. Tapi zyan yang di tatap begitu, tetap tenang tanpa ekspresi apapun.
"Zyan," panggil elena.
Tapi zyan tak menjawabnya. Zyan terus bersikap tenang.
"Bisa kamu jelaskan dari mana kamu semalam?" tanya elena.
"Aku ada urusan." jawab zyan dengan nada dingin.
"Urusan apa sampai pulang begitu malam?" tanya elena lagi.
"Bukan urusanmu." jawab zyan pelan tapi tetap dingin
Elena yang sudah sejak tadi menahan emosinya, dia sudah tidak dapat menahannya lagi. Elena bangun dan mendekati zyan.
Karna sudah sangat kesal, elena yang di kuasa emosi mengangkat tangannya dan hampir menampar zyan.
Jin yang baru keluar dari kamar mandi, dan melihat elena akan menampar zyan. Jin segera berlari untuk menahan tangan elena agar tidak mengenai zyan.
Elena terkejut melihat tangannya di tahan oleh seseorang. Saat elena menengok kesamping keterkejutannya bertambah.
Jin menatap elena dengan sangat tajam. Tatapan mata jin sangat berbeda dari biasa nya.
"Apa yang mau kau lakukan pada zy, kak?!" tanya jin.
Elena gemetar ketakutan mendengar nada bicara jin yang sangat dingin dan berbeda.
Sedang zyan menyeringai senang melihat respon jin.
"Jin. Aku...aku..." kata elena.
"Jangan sentuh zy!! Kak jangan sakiti zy!!" kata jin.
"Jin.. Kakak tidak berniat menyakiti zyan. Jin bisa kai lepaskan tanganmu." kata elena.
Jin melepaskan tangannya dan berjalan kesamping zyan. Lalu duduk disamping zyan. Elena kembali duduk, dia masih terkejut dengan respon jin yang tiba tiba berubah itu.
"Zy kamu baik baik saja?" tanya jin.
"Aku baik baik saja." jawab zyan.
Jin melihat elena dengan pandangan yang tajam. Elena menjadi gemetar takut, melihat sorot mata jin.
"Kakak kenapa mau menampar zy?" tanya jin.
"Itu karna zyan tidak mau menjawab pertanyaan kakak. Dia terus diam, itu membuat kakak kesal." jawab elena.
"Pertanyaan? Pertanyaan apa?" tanya jin.
"Kakak cuma ingin tahu kemana dia semalam? Kenapa dia pulang larut? Kakak hanya ingin tahu tapi zyan terus saja diam. Tidak mau menjawab pertanyaan kakak." jawab elena.
"Jika zy tidak mau jawab itu hak dia. Kakak tidak harus marah dan memukul zy." kata jin.
"Sudahlah jin. Hanya masalah sepele tidak perlu di perpanjang." kata zyan.
__ADS_1
Jin langsung menurut saja pada zyan. Dan kembali ke ekspresi biasa.