Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 11


__ADS_3

Suasana dikamar jadi hening. Semuanya tak berani buka suara karna masih ada elena disana. Mereka merasa tidak enak jika bercanda atau bicara hal lain.


Elena dan zyan terus berpandangan. Elena memandangan zyan dengan mata sedih tapi juga penuh kecurigaan. Sedang zyan tetap seperti biasa tajam.


Keheningan terpecah saat ponsel zyan berbunyi. Zyan segera mengalihkan pandangannya ke ponselnya dan langsung mengangkat panggilan yang masuk.


"Ada apa?" tanya zyan langsung.


"Maaf master, jika saya mengganggu. Saya datang keasrama membawa berkas yang harus anda lihat dan tanda tangani." jawab sipenelpon.


"Baiklah, tetap disana." balas zyan lalu menutup telponan nya.


Zyan beralih menatap jin yang sedang menatapnya.


"Jin, bisakah kau turun dan ambilkan paketku?" tanya zyan.


Tak perlu dijelaskan lagi, paket apa yang dimaksud zyan. Jin sudah tahu isi paket zyan. Jin pun setuju untuk turun dan mengambil paket milik zyan.


"Baiklah, honey. Tunggu sini ya." kata jin lalu keluar.


Teman temannya seketika terkejut saat mendengar panggilan jin pada zyan.


"Honey? Apa benar mereka berdua pacaran?" bisik raiga.


"Mana aku tahu." balas soji.


"Sstthh kalian diam lah." kata lan sambil melirik elena


Lan memberi kode agar kedua temannya itu tidak bicara sembarangan karna masih ada elena disana. Raiga dan soji seketika terdiam sambil melirik elena yang terus menatap zyan.


Diluar kamar, jin sambil bersenandung turun kelantai bawah dan langsung menuju gerbang asrama.


Jin segera menghampiri bawahan zyan itu untuk mengambil paket zyan.


"Hy kak. Hy pak security" sapa jin dengan ramah.


"Eh nak jin. Ini ada paket untuk zyan." kata security.


"Iya pak. Aku udah tahu." balas jin.


"Tuan ini, tolong." kata bawahan zyan


Jin menerima nya sambil mengangguk kan kepala nya.


"Aku masuk dulu, terima kasih." kata jin lalu pergi.


Suasana masih hening saat jin kembali ke kamar nya. Jin berjalan dengan santai nya sambil membawa map milik zyan.


Klik. Jin masuk kedalam kamarnya dan langsung menaruh paket zyan di atas meja belajar milik zyan.


"Zy, aku taruh disini ya?" kata jin.

__ADS_1


"Iya." jawab zyan.


Elena menatap map yang dibawa jin. Dalam hati elena dipenuhi tanda tanya tentang maps yang dibawah jin. Elena terus menaruh curiga pada zyan, tapi elena tak mau berkata langsung pada zyan.


Suasana semakin sunyi, shion pun mengambil inisiatif agar untuk memecahkan keheningan.


"Zy-kun, makan lah buah ini." kata shion.


"Ah iya, buah kan baik untuk kesehatan." tambah raiga.


"Kamu mau buah yang mana, zy? Biar nanti aku kupas kan?" tanya shion.


Tapi zyan diam dan memperhatikan buah yang ingin dia makan. Jin terus memperhatikan zyan, dan jin tau buah apa yang ingin zyan makan.


Dia pun segera mengambilkan buah apel dan mencucinya. Teman temannya terbengong melihat tingkah jin. Begitu pula elena ikut memperhatikan jin.


Selesai mencuci apel nya, jin memberikan apel itu pada zyan.


"Ini makan sudah aku cuci." kata jin.


"Arigatao." balas zyan.


Zyan langsung memakan apel nya. Teman temannya kebingungan karna jin bisa mengetahui apa yang ingin zyan makan.


"Hm jin kenapa kamu langsung mengambil apel? Kan zyan belum memberitahu buah apa yang dia mau makan?" tanya yuri.


"Tidak usah bilang, aku juga tahu apa yang ingin dimakan zy. Benarkan zy?" kata jin sambil tersenyum pada zyan.


"Itu pasti karna jin-chan dan zy-kun sudah dekat sejak kecil, jadi tak perlu zy katakan jin sudah tahu apa yang di ingin kan zy?!" kata shion,


"Hehe shion-chan," balas jin, sambil tersenyum.


Elena terus terdiam memperhatikan tingkah zyan dan jin. Elena merasa pikirannya lelah, dan akhirnya memutuskan untuk pergi.


"Kakak keluar dulu. Zyan istirahatlah." kata elena.


"Kakak tenang saja, aku pastikan zy istirahat yang cukup. Terima kasih kak sudah datang menjenguk zy." kata jin.


"Iya sama sama adik ku yang imut." balas elena.


Elena tak langsung meninggalkan kamar zyan dan jin, dia berdiri di depan pintu. Elena memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Zyan apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa mawar hitam ada kaitannya dengan zyan?" tanya elena pada dirinya sendiri.


Didalam kamar, semua merasa lega karna elena sudah pergi.


"Huft syukurlah bu elena sudah pergi." kata raiga.


"Iya." balas soji.


"Oya jin, ada yang ingin aku tanyakan?" kata raiga.

__ADS_1


Jin yang sedang mengambil jeruk untuk dikupas, berhenti sejenak dan menatap raiga.


"Silakan tanyakan saja." balas jin.


Raiga ragu untuk bertanya, dia terdiam sambil menatap soji. Soji menatap balik raiga, teman ceweknya dibuat bingung dan penasaran dengan pertanyaan yang akan diajukan oleh raiga.


"Rai, kalau mau nanya langsung saja jangan bertele tele dong. Bikin orang menasaran saja." kata lan.


"Iya nih. Tadi bilang ada yang mau ditanyain sama jin ko malah diam." balas yuri.


"Ih kalian ini bisa diam gak si. Gak usah ikut campur." kata raiga, sedikit kesal.


"Jin, Hmm itu.... Maaf sebelumnya. Hi hi hi kalian ini benaran pacaran ya?" tanya raiga ragu.


"Enggak. Kami ini masih normal tau. Aku masih suka sama cewek begitu pula zy. Kenapa kamu bertanya begitu?" tanya balik jin.


Jin selesai mengupas jeruknya dan memberikannya pada zyan. Shion terus memperhatikan tingkah jin yang sangat perhatian pada zyan. Dalam hatinya, shion merasa iru pada jin karna bisa selalu di dekat zyan.


"Ya habis tadi kamu manggil zyan, honey. Jadi aku pikir kalian beneran pacaran. Soalnya kan panggilan honey itu biasanya untuk orang yang di sayang (lawan jenis) gitu." jawab raiga.


"Gak apa apa aku manggil zy dengan panggilan honey, karna zy adalah malaikat pelindungku yang selalu melindungi ku. Jika saja semalam zy tidak melindungi ku, mungkin saat ini aku lah yang terbaring...." kata jin, sambil menunduk kan kepalanya.


"Jin." panggil zyan menghentikan perkataan jin.


Mendengar zyan memanggilnya, jin tersadar sudah mengatakan hal yang tak seharusnya dikatakan.


Jin menatap zyan yang tengah menatapnya tajam, jin merasa bersalah pada zyan karna tak bisa mengontrol dirinya.


Zyan tau jin tidak sengaja mengatakan itu. Zyan menatap jin, sorot mata jin memancarkan perasaan bersalah.


"Jin-chan bisa tolong ambilkan air? Aku haus." kata zyan lembut sambil tersenyum penuh arti.


"Baiklah, akan aku ambilkan." balas jin,


Lalu bangun dan pergi kedapur untuk mengambil minum untuk zyan.


Semua teman temannya terkejut mendengar suara zyan yang begitu lembut dan senyum zyan yang sangat tulus. Para cewek langsung merona melihat senyum zyan untuk pertama kalinya.


Jin kembali membawa segelas macha kesukaan zyan dan kembali duduk disamping zyan.


"Ini." kata jin sambil memberikan gelas pada zyan.


Zyan menerimanya dan langsung meminumnya pelan. Jin masih menundukkan kepalanya, dia terus merasa bersalah.



Ashleen mau mengucapin


\=\=Minnal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin\=\=.😊😊


Yuk komen, agar author semakin rajin up😊😊

__ADS_1


__ADS_2