Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 27


__ADS_3

"zy, jin. kakak pergi kebelakang dulu. kalian tetap disini." kata elena lalu pergi.


zyan memperhatikan elena, setelah cukup jauh dan keberadaan elena udah tidak bisa dirasakan, zyan langsung mengubah ekspresi wajahnya lebih serius.


"apa yang kamu inginkan?" tanya zyan dengan nada serius.


"hm nada bicaramu berubah pasti sudah tidak ada seorangpun disana.?" kata ghostraid menguji kesabaran zyan.


zyan tetap tenang meski dalam hati dipenuhi emosi.


"jangan coba coba menguji kesabaranku!!" kata zyan memperingatkan.


jin sudah tau siapa yang menelpon zyan, dilihat dari ekspresi zyan sudah pasti ghostraid.


"zy ada apa?" bisik jin pelan.


"ha ha ha ha mawar hitam ternyata hanya seperti ini. disaat ada orang lain kamu berpura pura tapi saat sendiri cukup berani mengancamku. sungguh tak terduka." kata ghostraid.


"sebaiknya cepat katakan apa mau mu? dari mana kau tau no telpon ku?" tanya zyan penuh tekanan di tiap katanya.


"baiklah baiklah. akan aku katakan keinginanku. sederhana saja, untuk menjawab tantangan mu waktu itu. dicaferia jam 10 pagi. aku harap kamu tidak kabur ha ha ha" kata ghostraid.


"baiklah. pastikan kau tidak mati sebelum bertemu denganku!!" ancam zyan penuh amarah.


"ha ha ha ha jangan kabur dirimu" kata ghostraid lalu mematikan telponnya.


ekspresi zyan terlihat jelas menahan amarah.


"zy ada apa?" tanya jin khawatir karna ekspresi zyan yang menakutkan.


"besok jam 10 dicaferia. ghostraid menjawab tantangan ku" kata zyan terus berusaha mengendalikan amarahnya.


"kamu serius zy?! sebaiknya kamu batalkan saja itu sangat berbahaya zy" cegah jin tapi percuma tekad zyan sudah bulat, zyan tidak akan mundur.


"aku tidak akan menyerah ataupun kabur. ini kesempatanku mengungkap identitasnya." kata zyan penuh keyakinan.


keduanya kembali diam, zyan masih dipenuhi amarah untuk meredamnya zyan melampiaskannya lewat game di ponsel nya. jin menatap sahabatnya itu dengan tatapan sedih,


"hei ternyata kalian masih di sini?" tanya elena saat baru kembali dari toilet.


"memang kalau tidak disini dimana lagi." jawab jin dengan nada yang sedikit ketus.


"hei kakakmu tanya serius malah dijawab begitu! kamu ya jin." kata elena kesal.


padangan elena berpindah pada zyan, zyan terlihat sangat kesal.


"zy kamu kenapa? terlihat kesal sekali!?" tanya elena tapi tak dijawab oleh zyan.


zyan terlalu fokus mengalihkan emosinya sampai tak mendengar pertanyaan elena. jin melihat zyan yang masih bermain dengan aura membunuh yang kuat,


"zy tadi ditantang oleh seseorang untuk berduel. lalu dia kalah jadi emosi." kata jin berbohong lagi,


"oh begitu. pantas saja dia terlalu fokus pada gamenya." kata elena percaya begitu saja.


jin terus memperhatikan sahabatnya itu, perasaan khawatir takut terus berputar putar dalam dirinya. jin tidak bisa tenang setelah mendengar tentang ghostraid, jin takut terjadi sesuatu jika zyan benar benar pergi besok.


'semoga saja besok zy berubah pikiran. dan tak jadi menemui ghostraid' gumam jin dalam hati.


malam itu mereka bertiga habiskan bermain game dikantin asrama. malam semakin larut, zyan bangun dari tempat duduknya.


"zy mau kemana?"tanya jin.


"balik" jawab zyan.


"zy tunggu aku." pinta jin.


zyan dan jin, mereka kembali kekamarnya. sedangkan elena juga ikut kembali.


"hei, tunggu aku juga. kalian ini jahat sekali" kata elena mengikuti dari belakang.


sampai dikamar, jin langsung berbaring sedangkan zyan dia duduk depan laptopnya. zyan sedang berpikir tetap strategi untuk besok. dia harus menyiapkan semuanya dengan baik karna ini kesempatan yang langkah.


"zy, kau tidak tidur?" tanya jin.


"tidurlah dulu. aku masih ada perlu." kata zyan tanpa menengok kebelakang.


jin penasaran dengan apa yang dilakukan zyan, jin bangun dan mendekati zyan.


"kamu lagi ngapain si? serius begitu?" tanya jin.


zyan tidak menjawab, dia masih memikirkan cara untuk besok.


"jin untuk besok. dengarkan aku baik baik. ini kesempatan yang bagus dan aku tidak mau melewatkannya." kata zyan dengan serius.

__ADS_1


jin menelan ludah karna dia berharap zyan membatalkan pertemuannya. tapi sepertinya zyan tidak berniat membatalkannya.


"zy apa kamu yakin?" tanya jin lagi.


"iya. aku tidak akan melewatkan kesempatan meski sekecilpun." kata zyan.


"aku tau kamu khawatir karna itulah dengarkan apa yang aku katakan." kata zyan lagi.


zyan melihat wajah sahabatnya itu sangat mencemaskan dirinya, tapi zyan juga tidak mungkin melewatkan kesempatan yang ada. jin menganggukan kepalanya, meski dia takut tapi jin sudah berjanji akan mengikuti perintah zyan.


"baiklah. kita bahas masalah ini nanti. aku harus menyiapkan rencana untuk hal ini dengan paman. kamu istirahatlah dulu." kata zyan menyuruh jin untuk tidur duluan karna malam sudah sangat larut.


"tapi zy aku ingin membantumu?!" kata jin dengan mata memohon.


"aku tau. tapi untuk saat ini aku butuh rencana. ghostraid, dia tidak tau tentang dirimu karna itulah, kamu cukup diam dan ikuti saja perintahku." kata zyan.


jin cuma bisa menurut dan terlihat murung, jin berbaring tapi matanya belum mau tidur. zyan duduk dimeja belajar dan membuka laptopnya. lalu menghubungi paman yang melalui whatsapp agar bisa videp call, tak lama panggilannya tersambung, zyan langsung memakai headset nya karna tidak ingin mengganggu jin yang sedang tidur.


"hallo paman. ada yang ingin aku bicarakan dengan paman?" kata zyan menatap laptopnya.


"ya silakan tuan" jawab paman yang.


zyan menceritakan semua yang terjadi tadi dan apa yang dia rencanakan.


"tadi ghostraid menghubungiku dan dia menerima tantangan yang dulu pernah aku berikan padanya." kata zyan.


jin hanya bisa mendengarkan ucapan zyan karna jin tidak bisa mendengar ucapan paman. jin terus terjaga selama zyan terus berkomunikasi dengan paman yang.


"Jadi menurut paman bagaimana? aku tidak akan melewatkan kesempatan sebagus ini." kata zyan serius.


"tuan ada baiknya tuan berjaga jaga. kita tidak tau maksud dia. kalau menurut saya, sebaiknya kita menyuruh berapa orang dicafe itu untuk berjaga jaga. jika terjadi sesuatu mereka bisa menjaga anda." kata paman.


sampai jam 1.30 malam jin masih belum bisa tidur, meski matanya dia pejamkan tapi kelinganya terus mendengar ucapan zyan. jin tidak bisa tidur karna terus memikirkan sahabatnya itu.


'zy apa yang sebebarnya kamu rencanakan?. maafin aku zy, aku terlalu lemah dan bodoh. aku tidak bisa membantumu saat kamu dalam kesulitan.' gumamnya dalam hati.


jin terus berpura pura tidur, dalam hati dia terus menyalahkan dirinya yang tidak berguna dan hanya menjadi beban untuk zyan.


'bodoh, seharusnya aku bisa berdiri sejajar dengan zy. kenapa kamu begitu bodoh jin. apa kamu mau terus berada dibelakang zy. takkah kamu ingin melindunginya?' kata jin dalam hati.


setelah lama membicarakan rencana untuk besok, zyan sudah selesai, dia menutup laptopnya dan berjalan ketempat tidur. zyan sejak tadi tau kalau jin belum tidur, dia hanya berpura pura tidur. zyan berbaring disamping jin,


"ini sudah sangat malam. sebaiknya beneran tidur, besok aku akan beritahu semuanya." kata zyan lalu dia memejamkan matanya dan tertidur.


'zy rahasia apa lagi yang kau punya? yang tak bisa q ketahui?' tanya jin dalam hati.


"kamu tau sejak tadi aku berpura pura tidur. kenapa kamu masih saja mengabaikan aku? rencana apa lagi yang kamu rencanakan? kenapa aku tidak boleh tau?" kata jin sedih.


perasaan jin saat ini sedang kalut sampai dia tidak sadar sudah tertidur pulas.


cuaca pagi ini cukup cerah, tak ada hujan salju yang turun. meski udara masih terasa dingin namun langit begitu cerah. perlahan lahan seseorang membuka matanya, mengenal ngejap untuk menyesuaikan cahaya. zyan melihat kearah jam ternyata sudah pukul 6.30 pagi. udara masih terasa dingin.


"masih pagi. masih banyak waktu." kata zyan bangun dari tidurnya dan duduk bersandar pada tembok dibelakang ranjangnya.


zyan menatap wajah damai jin, memikirkan semalam membuatnya sedikit menyesali tindakannya itu.


"maaf untuk sikapku semalam, aku tau kamu ingin membantu tapi aku tidak ingin membahayakanmu. cukup aku saja yang terlibat dalam hal ini." kata zyan.


zyan bangun dan pergi kekamar mandi. tok tok tok.


"jin zyan. kalian sudah bangun belum?" tanya elena melangkah masuk.


tak ada jawaban hanya ada suara air dan di tempat tidur masih ada jin yang masih tertidur.


"hm ini anak tidur sudah kaya kerbau. pulas amat sampai matahari bersinar saja masih tidak bisa membangun kan nya." kata elena sembari membuka tirai.


"uh silaunya. zy jangan dibuka dong?" kata jin masih memejamkan matanya.


"jin hou mau sampai kapan kamu tidur?!!!" teriak elena kesal.


mendengar teriakan elena, jin langsung membuka matanya.


"kak elena sejak kapan kau ada disini?" tanya jin langsung terbangun dan duduk.


elena menatap jin dengan kesal, begitu baru bangun langsung menanyakan keberadaannya. jin mengusap matanya dan tak menghiraukan elena, saat jin mengusap matanya dia teringat akan sesuatu hal.


segera dia beranjak bangun dari tempat tidurnya. dan celingukkan seperti orang yang kehilangan arah. elena bingung dengan sikap jin yang seperti maling.


"kamu kenapa jin?" tanya elena kebingunan.


"kak apa kamu melihat zy?" tanya jin.


"sejak tadi masuk aku tidak melihatnya hanya mendengar suara air mengalir. mungkin zy lagi mandi" kata elena.

__ADS_1


jin bergegas kekamar mandi dan saat jin akan membuka pintu nya, zyan sudah terlebih dulu membukanya. jin terkejut dan juga senang melihat zyan yang masih berada di asrama.


"zy, syukurlah kamu tidak pergi?" kata jin.


"hn bodoh siapa yang mau pergi!" kata zyan berjalan keluar dari kamar mandi melewati jin yang masih berdiri mematung didepan pintu kamar mandi.


"zy memangnya kalian berencana pergi? kemana?" tanya elena penasaran.


"tidak. kami tidak punya rencana."jawab zyan dengan santainya.


"jin kamu ngapain masih bengong disitu?" kata elena.


jin tersadar matanya beralih ke zyan yang sedang memakai baju. tatapan sedih terlihat jelas di wajah jin. elena kebingungan dengan sikap keduanya, jin terlihat sedih sedangkan zyan sikapnya semakin dingin. jin berjalan ketempat tidurnya dan duduk ditepinya. jin menundukan kepala terlihat murung.


"ada apa jin? kenapa kamu terlihat murung?" tanya elena bingung dengan sikap keduanya.


jin tidak menjawab, pandangan elena dialihkan ke zyan.


"zy ada apa? kalian bertengkar lagi?" tanya elena.


zyan terdiam sejenak,


"tidak. semua baik baik saja." kata zyan sambil memakai syal kesayangannya.


"jika tidak ada masalah kenapa kalian bersikap aneh. jin terlihat murung sedang kamu semakin dingin dan cuek sekali. zy katakan yang sejujurnya ada apa dengan kalian?" tanya elena terus mendesak keduanya untuk berbicara.


tapi keduanya kembali diam tak seorangpun yang menjawab pertanyaan elena. elena semakin bingung, dia melihat kearah zyan dan jin secara bergantian.


"kalian ini kenapa si? jangan bikin aku bingung?!" kata elena.


"aku tidak apa apa. aku hanya kangen papa dan mama." kata jin berbohong.


elena jadi sedih mendengar ucapan jin barusan.


"maafin kakak jin." kata elena memeluk jin dengan lembut.


zyan hanya memperhatikan keduanya, ada rasa penasaran dalam hatinya. zyan ingin sekali mengetahui siapa sebenarnya elena?


zyan berdiri didepan jendela menatap keluar.


'hari ini hari yang bagus. cuaca lumayan cerah dan tidak ada salju yang turun. kurasa ini kesempatan untukku, untuk mengungkap kebenaran ghostraid?" gumam zyan dalam hati.


suasana menjadi hening, ketiganya sibuk dengan pikiran masing masing. sampai suara ponsel menyadarkan mereka bertiga. zyan dan jin melirik keelana karna ponsel elena lah yang berbunyi, elena segera mengangkat telponnya.


"iya sayang ada apa?" kata elena.


yang menelpon adalah kekasih elena, mereka sudah berjanji akan bertemu hari ini untuk pergi jalan jalan.


"oh baiklah aku segera kesana. bye sayang." kata elena lalu menutup telponnya.


"jin zyan kakak mau keluar dulu. jika kalian mau pergi jangan pulang terlalu larut ya." kata elena beranjak bangun.


zyan dan jin menganggukan kepalanya. elena sudah pergi, tinggal zyan dan jin. keduanya diam, zyan memandang keluar jendela, jin perasaannya sedang kalut. dia khawatir, takut dan juga marah.


jin terus memandangi zyan, zyan menyadari jin terus menatapnya tapi zyan tak memperdulikan hal itu. saat ini yang ada didalam pikirannya hanya cepat bertemu dengan ghostraid agar semua masalah terpecahkan.


"zy, kamu bilang semalam. pagi ini kita akan membahas semuanya!?" kata jin membuka suara duluan untuk memecahkan keheningan diantara keduanya.


zyan menghela nafas dan berbalik mendekati jin. zyan berjalan dan duduk di kursi belajarnya, jin terus memperhatikan zyan.


"jadi kamu benar benar ingin tau rencanaku?" tanya zyan dengan pandangan yang sangat serius.


melihat pandangan zyan yang serius dan tajam, membuat jantung berdetak kencang.


'apa maksudnya zy bertanya seperti itu? semoga saja bukan seperti yang aku pikirkan?!" gumam jin dalam hati.


"iya aku ingin tau semuanya?!" kata jin yakin.


"baiklah kalau itu yang kamu inginkan. akan aku beritahu." kata zyan.


jin mulai mendengarkan dengan baik apa yang akan dikatakan zyan.


"jadi. aku berniat menggali informasi darinya dan maksudnya selama ini? aku dan paman sudah sepakat untuk menyuruh berapa orang untuk berjaga dan menyamar."kata zyan mulai menjelaskan.


jin mendengarkan dengan seksama,


"aku akan masuk sendirian, dengar jin jika terjadi sesuatu padaku kamu harus melanjutkan misi ini sampai selesai. tak perlu kamu perdulikan aku. yang terpenting balaskan kematian orang tuamu." kata zyan,


jin menjadi tidak tenang, dia semakin gelisah.


"zy kamu pasti kembali hidup hidup." kata jin.


zyan tidak menjawab dia menundukan kepalanya karna dia sendiri tidak yakin dengan keputusannya.

__ADS_1


__ADS_2