
mereka masuk kedalam kamar. zyan langsung mengunci pintunya agar tak ada yang masuk. jin merasa bingung dengan tingkah zyan yang tiba tiba mengajaknya kekamar. zyan duduk dimeja belajarnya dan mengambil ponsel untuk menelpon seseorang. jin hanya diam melihat sahabatnya.
"hallo paman. ada apa?" tanya zyan menelpon paman yang.
"tuan muda yin oh maaf maksud saya tuan muda zyan. saya sudah melakukan seperti yang tuan muda katakan. dan saya sudah menyelidiki semua yang berkaitan dengan tuan besar. saya hanya menemukan sedikit pentunjuk tapi itu belum saya pastikan" kata paman yang.
"terus kenapa paman tadi menelpon?" tanya zyan lagi.
"saya hanya ingin memberitahu tuan muda soal benda yang saya temukan dirumah anda." kata paman.
"benda? apa itu paman?" tanya zyan lagi. "hadiah ulang tahun tuan muda dari tuan dan nyonyak besar." kata paman.
zyan terkejut dan langsung teringat dengan syal warna ungu hadiah dari kedua orang tuanya. dia tak menyangka kalau syal itu masih ada dan disimpan oleh paman.
"baiklah, besok aku akan mengambilnya." kata zyan menutup telpnya. jin hanya mendengarkan pembicaraan zyan.
"bagaimana zy?" tanya jin melihat zyan menutup telpnya. zyan hanya menggelengkan kepalanya, jin terus memandang zyan. entah apa yang dipikirkannya.
"zy apa yang kamu lakukan sekarang?" tanya jin sambil berbaring.
"entah" jawabnya singkat. zyan membuka buku dan membaca.
"zy, apa kita bisa menemukan petunjuk siapa yang menghabisi keluraga kita?" kata jin matanya memandang kearah langit langit kamarnya.
"jika yakin pasti bisa. aku percaya paman yang bisa menemukannya" kata zyan tanpa memalingkan pandangannya dari buku.
"bagaimana kalau ternyata yang membunuh keluarga kita adalah orang terdekat kita?" tanya jin. zyan diam sejenak.
"tak perduli siapapun orangnya akan aku habisi. nyawa dibayar nyawa!!" katanya tegas. jin terdiam hingga akhirnya dia tertidur pulas. dan malam itu hanya sampai disana pembicaraan mereka.
pagi ini semua sudah bersiap. zyan dan jin sudah berada didepan gerbang asrama dan siap untuk berangkat kesekolah bersama teman teman yang lain.
"pagi zyan, pagi jin" begitu setiap pagi para murid cewek menyapa mereka berdua.
hari kedua sekolah, waktu belajar pun dimulai. zyan dan jin duduk berbeda. jin duduk dibangku ketiga dengan temannya sedang zyan duduk sendiri dibangku paling belakang. tepat dibelakang bangku jin, jin tak begitu mempermasalahkan zyan mau duduk dimana, asal zyan dekat dengan jin.
"zy, keluar yuk?" kata jin saat jam istirahat. zyan menganggukan kepalanya, mereka berdua pergi kekantin.
Seperti biasa dimanapun mereka berada mereka selalu menjadi pusat perhatian para gadis.
saat zyan dan jin sedang asyik duduk, kak elena datang.
"wah enaknya bisa santai." kata elena tersenyum.
"emang mau ngapain. inikan jam istirahat" jawab jin agak takut kalau kak elena marah.
"hm sekarang jin sudah pandai menjawab ya" kata elena tersenyum aneh. jin yang melihatnya jadi merinding, jin beralih memandang zyan. seolah mata berkata pada zyan meminta tolong tapi zyan tak melihatnya, zyan tetap fokus membaca buku.
'zy tolong senyum kak elena menakutkan' gumam jin dalam hati.
entah seperti ikatan batin zyan langsung menyadari yang apa yang dikatakan hati jin.
"ada apa bu elena datang kesini?" tanya zyan dengan sopan memanggilnya bu elena karna saat ini mereka berada dilingkungan sekolah.
"hm bu? sepulang sekolah nanti datang keruangku ada sesuatu hal penting. kalian ingat itu jangan coba kabur?!" kata elena memberi peringatan diakhir katanya. jin langsung punya firasat buruk.
"baiklah." jawab zyan. elena pergi, jin merasa lega tapi tetap was was mengingat sifat elena yang terkadang tak bisa ditebak.
"zy menurutmu untuk apa kak elena menyuruh kita untuk datang keruangnya?" tanya jin saat mereka berjalan kembali kekelas.
"entah. cukup datang saja" kata zyan. zyan pun agak was was karna sifat elena yang berubah ubah.
guru dikelas zyan datang terlambat, kebanyakan murid asyik bermain dan mengobrol. begitu juga dengan jin dan zyan yang juga sedang asyik mengobrol.
"zy nanti setelah ketempat kak elena kita mau kemana? kamu ada rencana?" tanya jin.
"aku mau menemui paman yang. aku harus berlatih" kata zyan sambil menatap keluar.
"aku juga ingin berlatih. zy bisakah kau mengajari aku?" tanya jin lagi dan dijawab anggukan oleh zyan. jin tersenyum senang.
disela obrolan mereka, dua teman ceweknya datang membawa buku.
__ADS_1
"hy zyan jin maaf kalau kami ganggu kalian. kami boleh minta tolong gak?" tanya mira.
"kalian enggak ganggu ko. emang mau minta tolong apa?" jawab jin
"kami mau bertanya soal pelajaran fisika halaman 3. kami masih kurang mengerti soal rumus ini." kata yuna menunjukan halaman buku yang dimaksud. jin langsung menyerah, jin sendiri juga tidak paham soal halaman 3 itu.
"kalau soal ini, zy yang paling pandai. benarkan zy?" kata jin tersenyum penuh arti. zyan hanya menghela nafas melihat tingkah sahabatnya itu.
"kalau ini ada rumusnya" kata zyan menjelaskan rumus fisika dengan jelas dan agar mudah dimengerti. jin ikut memperhatikan zyan yang sedang menjelaskan rumus fisika itu.
"apa sekarang kalian mengerti?" tanya zyan pada tiga temannya. dua teman ceweknya mengangguk mengerti
"iya sekarang kami paham. terima kasih zyan." kata mira. zyan hanya menganggukan kepala.
mira dan yuna kembali kebangku mereka, tinggal jin yang masih tak mengerti dengan penjelasan zyan.
seorang guru memasuki ruangan dan semua murid kembali kebangku masing masing. jam pelajaran pun dimulai.
teng teng teng
suara bel berbunyi semua murid berhamburan keluar. zyan dan jin berjalan menuju ruangan elena.
tok tok tok
"masuklah" kata elena. jin dan zyan masuk kedalam dan menutup kembali pintunya.
"hm ada apa kakak meminta kami kemari?" tanya jin langsung.
"duduklah dulu dan kita ngobrol sebentar." kata elena meletakan penanya dan berjalan kesofa. zyan dan jin mengikuti elena duduk.
"sebenarnya ada yang ingin aku minta tolong pada kalian" kata elena sambil menuangkan teh.
"minta tolong apa?" tanya balik zyan. "tak lama lagi sekolah kita akan mengadakan acara rutin tiap tahun. seperti tahun tahun sebelumnya. jadi untuk tahun ini, karna kalian sudah menjadi murid disini, aku ingin meminta kalian untuk membantuku mengurus acara tahun ini" kata elena. zyan dan jin saling berpandangan, mereka tau soal acara ini tapi mereka tak tau keseluruh acara ini.
"jadi bagaimana? apa kalian mau membantuku?" tanya elena.
"kami tak tau detail acara ini." jawab zyan.
"baiklah kak kami akan membantumu. memang acaranya kapan?" tanya jin.
"untuk acaranya masih 1 bulan lagi. tapi kita butuh persiapan" kata elena dan mereka pun setuju.
hari terus berlalu selain membantu elena sepulang sekolah, jin dan zyan pergi ketempat latihan untuk berlatih.
hari minggu, zyan bangun sangat pagi bahkan mataharipun belum muncul. saat ini jam masih menunjukan pukul 3.20 waktu disana. zyan sudah bersiap untuk lari pagi. memakai jaket dan memasang headset lalu menyalakan musik. zyan keluar dari kamar, semua ruangan masih gelap. zyan terus berjalan tanpa merasa takut.
sampai dia didepan pintu asrama dan membukanya. angin malam yang dingin menusuk kedalam jaket yang zyan pakai namun itu tak bisa menghentikannya untuk berlari.
zyan berlari kelaur asrama dan menyusuri jalanan kota. hari masih gelap lampu jalan pun masih menyala. tak ada satupun kendaraan yang berlalu lalang dijalan. zyan terus berlari dengan santai sesekali dia berhenti melepas lelah. zyan berhenti ditaman kota, udara yang masih bersih belum tercampur dengan polusi. zyan duduk diantara rerumputan, berlatih yoga untuk melepas penat dipikirannya.
perlahan langit mulai berubah, warna hitam langit malam mulai bergeser menjadi sedikit cerah.
jin meraba kesamping, tangannya tak menemukan apapun. jin perlahan membuka matanya dan terkejut karna disampingnya sudah kosong.
"zy kemana si? pagi pagi sudah tidak ada?" tanyanya pada dirinya sendiri sambil duduk dan mengusap matanya.
jin melirik arah jam sekarang sudah pukul 6.15 pagi. dan jin baru bangun karna ini hari minggu jadi jin bangun agak siang. jin tak langsung bangun, dia duduk sambil bermain game.
sudah terlalu lama jin bermain game. "zy kemana si? dari tadi ditunggu belum balik juga?"gumamnya.
jin beranjak dari tempat tidur dan memasak air untuk membuat kopi, sambil menunggu, jin pergi mandi. tak lama kemudian jin selesai mandi dan dia langsung menuangkan air yang telah matang kedalam gelas.
"ini sudah jam 7 ko zyan belum kembali juga?" gumamnya dalam hati. jin mencoba menelpon zyan dan lagi ponselnya zyan mati. jin jadi semakin khawatir takut terjadi sesuatu pada zyan.
"kenapa ponselnya zy mati? apa terjadi sesuatu? aduh zy semoga kamu baik baik saja. hm atau aku susul saja yah dia. tapi kemana?" kata lagi. pikirannya kalut memikirkan kepergian zyan. akhirnya jin menelpon paman yang.
"hallo paman. apa paman tau kemana pergi zy?" tanya jin.
"tuan muda, saya tidak tau. tuan muda zyan tidak datang kesini dan juga belum menghubungi saya. memang ada apa tuan muda jin?" tanya balik paman yang.
"tidak ada apa apa. terima kasih paman" jin menutup telponnya. hati semakin gelisah, tak tenang. akhirnya dia memutuskan untuk turun kebawah dan mencari zyan.
__ADS_1
karna ini hari minggu suasana asrama sangat ramai. murid asrama putri dan asrama putra berkumpul dihalaman depan. jin turun dan bertanya pada setiap orang yang dia temui dan jawaban mereka sama, tak ada yang melihat zyan. elena turun kebawah dan melihat jin yang seperti kebingungan.
"jin ada apa?" tanya elena dengan penuh kelembutan pada jin yang sedang terduduk. kesedihan nampak diwajahnya yang tertunduk.
"kak elena. sejak tadi zy belum kembali?" katanya dengan nada sedih.
"memang zyan kemana?" tanya elena lagi.
"biasanya kalau hari minggu zy pergi lari pagi. tapi dia tidak pernah pulang terlambat seperti ini" kata jin.
elena merasa tak tega melihat adiknya yang sedang sedih karna sahabatnya belum kembali. elena mengusap kepala jin dengan lembut berharap itu bisa menenangkannya.
zyan akhirnya kembali, dia baru memasuki gerbang asrama.
"pagi zyan" sapa para gadis. zyan hanya mengangguk saja membalas sapaan mereka. elena melihat zyan datang.
"itu zyan sudah pulang" kata elena. sontak saja jin langsung mengangkat wajahnya dan begitu melihat zyan datang. jin langsung berlari dan memeluk zyan, banyak mata yang melihat mereka tapi jin tak perduli.
"zy kamu kemana saja? kenapa baru kembali?" tanya jin.
"hanya berlari" jawab zyan. elena mendekatin kedua adiknya.
"zyan kamu lari pagi ko sampai jam 7 baru kembali?! emang kamu lari kemana si?" tanya elena.
"ditaman kota" jawaban yang begitu singkat.
"mau sampai kapan memelukku?" tanya zyan pada jin yang masih memeluk erat dirinya.
"hehe maaf zy." jin melepaskan pelukannya dan tertawa kecil.
elena tertawa kecil melihat tingkah jin yang manja pada zyan. zyan duduk di salah satu bangku taman asrama. melihat keringat zyan yang bercucuran dan melihat zyan kelelahan, jin pergi masuk meninggalkan zyan dan elena.
"kamu dari mana saja? jin sejak tadi mencarimu?!" kata elena.
"hanya berkeliling dikota dan taman" kata zyan.
"aku berharap jin bisa sedikit lebih dewasa. tak harus bersikap manja seperti anak anak." kata elena dengan nada pelan.
zyan hanya diam, tak tahu harus berkata apa. tak lama kemudian jin datang dengan membawa sebotol air mineral dan memberikannya pada zyan.
"ini minumlah. kamu pasti haus" kata jin penuh perhatian membuat orang iri dengan ikatan keduanya yang melebihi saudara kandung.
"thank" kata zyan menerima air dan meminumnya jin senang zyan meminum airnya. mereka bertiga duduk bersama tapi tak ada yang bersuara.
"hari minggu ini apa rencana kalian?" tanya elena setelah lama diam. jin berpikir sebentar.
"kami mau main seperti biasa." kata jin melirik kearah zyan. zyan hanya mengangguk saja.
"setiap hari kalian pergi main, emang kalian main apa si?" tanya elena penasaran. jin hanya tersenyum saja, karna tak mungkin untuknya mengatakan mereka pergi berlatih.
"ps diwarnet" kata zyan. setelah istirahat cukup lama, zyan bangun.
"zy mau kemana?" tanya jin.
"mandi" kata zyan masuk kedalam asrama.
"tunggu zy aku ikut" kata jin mengekor dibelakang zyan.
elena hanya bisa memandang jin dari belakang memperhatikan tingkah mereka berdua yang semakin dekat. tiba tiba hatinya merasa sakit, elena merasa iri pada zyan yang bisa begitu dekat dengan jin. elena juga tak bisa memisahkan mereka.
zyan melepaskan jaketnya, berjalan mendekati meja belajarnya. zyan mengambil ponselnya dan menyalakannya. langsung ada banyak pesan masuk dari jin. zyan hanya menghela nafas, zyan membuka pesan itu dan ada satu pesan dari paman yang. zyan duduk membaca pesan dari paman yang.
...'tuan muda saya sudah menemukan berapa petunjuk dan ada berapa orang yang diduga terlibat. detail file akan saya berikan ditempat latihan' itulah isi pesan singkat....
zyan bergegas kekamar mandi. sedangkan jin sejak masuk tadi sibuk menyiapkan mie instan untuknya dan juga zyan.
zyan selesai dan sudah berpakaian rapi.
"eh zy tunggu dulu. ini aku buatkan mie untuk ganjal perut. kamukan belum sarapan" kata jin menyerahkan mie.
"thank yah" kata zyan. selesai makan zyan dan jin turun kebawah, sudah siap untuk pergi. zyan sangat terburu buru karna ingin tau siapa saja yang terlibat.
__ADS_1