Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 19


__ADS_3

Zyan sudah keluar dari kamar elena tapi zyan berhenti sejenak didepan kamar elena untuk mengatur emosinya yang sempat meledak tadi.


Selesai menenangkan diri, zyan berjalan kekamarnya. Klik, zyan membuka pintu kamarnya.


Jin yang sedang berbaring di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya, segera bangun mendengar suara pintu kamar terbuka.


Zyan masuk kedalam dan langsung di sambut oleh jin. Jin menghampiri zyan yang sedang melepaskan sepatunya.


"Zy kau sudah selesai dengan kak elena?" tanya jin.


"Iya" jawab zyan sambil beranjak bangun.


Zyan menaruh tasnya di meja belajarnya dan duduk di kursi belajarnya sambil bersandar pada kursi. Zyan merasa lelah dengan semua yang terjadi hari ini.


Tiba tiba zyan teringat seorang yang mungkin memiliki hubungan dengan terungkapnya identitas mawar hitam. Zyan membuka ponselnya dan mencari no whatsapp seseorang.


Setelah menemukannya zyan mengirim pesan pada no itu.


........Temui aku di tempat biasa malam ini. Ada yang mau akan bicarakan denganmu........


Selesai mengetik pesan, zyan mengirimkannya. Zyan menaruh kembali ponselnya di atas meja.


Jin menyadari kalau zyan kelelahan, karna itu jin mengambil inisiaif untuk membuat zyan minuman. Dia pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk zyan.


Dalam hitungan menit jin selesai membuat minum dan mengantarkannya pad zyan.


"Zy ini minum dulu, agar kamu merasa lebih baik." kata jin.


Jin memberikan gelas berisi teh macha kesukaan zyan. Zyan menerimanya dan segera meminumnya pelan.


"Terima kasih" kata zyan.


Jin menarik kursi belajarnya dan duduk bersebelahan dengan zyan.


"Zy, tadi kak elena memintamu bicara berdua, apa yang kalian bicarakan?" tanya jin, penasaran.


"Tidak ada yang serius." jawab zyan.


"Zy kenapa si kamu gak pernah mau kasih tau aku apa yang sebenarnya terjadi? Dan apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?" tanya jin lagi.


"Tidak terjadi apapun dan tidak ada yang aku sembunyikan, jin hou." jawab zyan.


"Kau bohong. Kamu selalu saja menjawab jawaban yang sama setiap kali aku bertanya." kata jin.


"Jangan bicara lagi, aku lelah." kata zyan.


Mendengar itu, jin jadi terdiam dan tak lagi bertanya apapun pada zyan.


Zyan beranjak dan berjalan kedepan jendela kamar. Zyan berdiri sambil memandangi langit. Jin menghampiri zyan dan berdiri disampingnya.


Keduanya terdiam tak seorangpun yang buka suara. Keduanya terlalu asyik menikmati suasana yang tenang dan damai.


Cukup lama keduanya terdiam. Sampai akhirnya jin membuka suara.


"Zy apa yang membuatmu selalu bersikap tertutup? Sampai kau tidak mau bercerita denganku?" tanya jin.


Tapi zyan tidak menjawabnya. Zyan lebih memilih untuk diam dari pada harus menjawab pertanyaan jin.


"Zy apa kau tidak percaya padaku? Apa aku ini seperti orang asing untukmu? Zy aku sudah pernah mengatakan berapa kali padamu, tapi kamu masih saja tetap diam." kata jin.


"Bukan aku tak percaya padamu. Aku melakukan semua ini untuk melindungi dirimu dari bahaya." jawab zyan.


"Bahaya apa zy? Aku ingin membantumu dan juga aku ingin meringankan beban di pundakmu." tanya jin.


"Dari bahaya tak terlihat. Kau sudah banyak membantuku. Dengan melihatmu tersenyum itu sudah mengurangi bebanku" jawab zyan.


"Tapi kamu tetap diam dan terus menyembunyikan sesuatu dari ku." kata jin.


"Dulu aku begitu lemah sampai membiarkan orang orang yang aku sayangi pergi meninggalkan aku sendirian." kata zyan mulai bercerita.


Jin jadi terdiam mendengar zyan yang mulai bercerita.


"Tapi sekarang aku punya kekuatan untuk melindungi satu satunya orang yang berharga untukku. Kaulah satu satunya orang yang berharga yang harus aku lindungi." kata zyan.


Sontak jin terkejut bukan main. Sebenarnya jin sudah tahu hal itu tapi mendengar langsung dari mulut zyan, jin merasa senang dan juga bahagia.


Jin segera memeluk zyan. Matanya terlihat berkaca menahan air mata.


"Terima kasih zyan." bisik jin.


Zyan tersenyum tipis dan membalas pelukan sahabatnya itu.


Waktu terus berlalu sampai tiba waktu makan malam. Zyan yang masih sibuk belajar, di kejutkan oleh bunyi ponselnya.


Zyan melihat ponselnya, ekspresinya berubah saat melihat nama pengirim pesan itu. Zyan membukanya lalu membacanya.


......Baiklah. Temui aku jam 8. Aku menunggumu.......


Selesai membacanya zyan meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Zyan sepakat untuk bertemu dengan ghostraid untuk membicarakan kejadian tadi pagi.


Zyan kembali fokus pada bukunya. Jin yang sejak tadi tengkurep diatas tempat tidur sambil mengerjakan tugas sekolahnya. Perut jin berbunyi meminta untuk di isi.


Jin melihat jam. Sudah jam 7 malam, ini sudah waktunya makan malam. Jin melirik kearah zyan, zyan masih sibuk mengerjakan tugasnya.


Jin bangun dan menghampiri zyan.


"Zy turun yuk. Laper ni." kata jin.


"Iya." jawab zyan.


Keduanya keluar dari kamar dan segera turun kelantai bawah. Tanpa sengaja keduanya berpapasan dengan elena yang baru saja kembali dari kantin asrama.

__ADS_1


"Kak." sapa jin.


"Jin... Zy. Kalian mau ke kantin ya?" kata elena sambil menatap zyan.


Zyan terlihat sinis dan pandanganya begitu tajam pada elena.


"Iya kami baru mau makan. Kakak sudah makan?" tanya jin.


"Kakak sudah makan."jawab elena.


"Jin ayo cepat. Aku tidak punya banyak waktu." kata zyan sangat dingin lalu berjalan duluan.


"Eh zy tunggu aku." kata jin, langsung menghampiri zyan.


Jin menghampiri zyan sehingga jin bisa kembali berjalan sejajar dengan zyan. Elena terlihat sedih dan juga marah pada zyan karna ancaman zyan padanya.


Selesai makan malam, zyan dan jin kembali kekamarnya. Ajakkan teman temannya yang mengajak mereka bermain game atau sekedar berkumpul mengobrol tak di hiraukan nya.


"Zy kamu mau kemana?" tanya jin yang melihat zyan berdoa siap pergi.


"Aku ada urusan. Kamu tetap disini." jawab zyan.


"Urusan apa? Kenapa aku tidak boleh ikut?" tanya jin.


"Ikuti saja kata kataku. Aku akan segera kembali." jawab zyan.


Zyan menurunkan tali. Saat zyan akan turun, tangannya ditahan oleh jin.


"Tunggu, zy." kata jin.


"Ada apa?" tanya zyan.


"Hati hati. Cepat kembali." jawab jin.


Zyan menganggukkan kepalanya dan perlahan turun. Meski luka zyan belum pulih sepenuhnya tapi zyan tetap melakukannya.


Jin terus memperhatikan zyan dari atas sampai nya menghilang dalam pandangannya.


Zyan langsung menaiki mobil yang sudah ada di depan pintu rahasia. Mobil itu melaju di jalan langsung ketempat pertemuan yang sudah dijanjikan.


Tak lama, mobil itu sampai di tempat pertemuan. Zyan tak langsung turun dari mobil, dia masih mengamati keadaan sekitar sampai seseorang menaiki motor berhenti tak jauh dari mobil zyan.


Zyan tahu itu siapa yang berhenti disamping mobilnya. Zyan segera turun dari mobil dan menghampiri orang itu.


"Ada apa kau memintaku ketemu?" tanya ghostraid.


"Langsung saja. Apa kau yang memberitahu kepolisian tentang identitas mawar hitam." tanya zyan.


"Apa maksudmu?" tanya ghostraid.


"Tadi pagi berapa polisi datang kesekolah dan melakukan pemeriksaan. Saat ini polisi sudah mengetahui kalau mawar hitam itu anak SMA." kata zyan.


"Bagaimana kalau kita masuk kedalam. Dan ngobrol didalam?" ajak ghostraid.


Zyan menerima permintaan ghostraid untuk masuk ke dalam caffe. Keduanya duduk disalah satu meja disana dan saling berhadapan.


"Jadi apa rencana mu selanjutnya?" tanya ghostraid.


"Apa maksudmu?" tanya balik zyan.


"Jika polisi sudah mengetahui identitas mawar hitam itu anak SMA, dan mereka berhasil mengungkap siapa mawar hitam itu adalah kau. Apa yang akan kau lakukan?" tanya ghostraid.


Dan saat zyan akan menjawab pertanyaan ghostraid, seorang pelayan menghampiri meja zyan.


"Selamat malam tuan tuan, mau pesan apa tuan?" tanya pelayan itu sambil menunjukkan daftar menu.


Ghostraid menerimannya dan melihat daftar menu di caffe disana.


"Aku mau pesan coffelatte." kata ghostraid.


"Baik. Anda bagaimana tuan?" tanya pelayan pada zyan.


"Aku pesan mocca saja." kata zyan.


"Baik tuan, silakan tunggu sebentar lagi pesanan anda akan segera siap." kata pelayan lalu pergi.


Setelah pelayan itu pergi, zyan belum menjawab dan terus menatap ghostraid.


"Akan aku musnahkan semuanya. Termasuk bukti bukti yang sudah di kumpulkan polisi." kata zyan.


"Kau cukup berani melakukan itu." kata ghostraid.


"Kenapa tidak? Jika ingin berhasil maka jangan takut melangkah meski banyak duri yang menghadang." kata zyan.


"Aku salut padamu. Aku yakin polisi sudah melakukan banyak cara untuk bisa menemukkan jejakmu." kata ghostraid.


Zyan tak menanggapi perkataan ghostraid. Dan waktu yang ada mereka habiskan dengan diam. Sampai ada seorang perempuan tengah memperhatikan zyan.


Baik zyan atau ghostraid tak ada yang menyadarinya. Keduanya sibuk dengan pikiran masing masing.


Keduanya tersadar saat ponsel ghostraid berbunyi, ghostraid membukanya lalu membaca pesan yang masuk. Selesai membaca ghostraid beranjak bangun.


"Aku pergi. Aku masih ada urusan lain. Kau tenang saja, meski aku tidak menyukaimu tapi aku juga tidak mungkin membongkar identitasmu. Jika sampai kau tertangkap, itu juga akan menjadi masalah besar untukku." kata ghostraid.


Zyan tak menjawab, zyan hanya menatap tajam ghostraid.


"Aku sudah berjanji pada seseorang untuk membantumu kelak jika kau butuh bantuan." kata ghostraid, lalu pergi.


Saat ghostraid pergi, tinggal zyan seorang diri duduk di caffe. Seorang perempuan cantik menghampiri zyan dengan senyum menggoda.


"Hai, tamvan ko sendirian saja? Mana temannya?" tanya perempuan itu.

__ADS_1


"Dia pergi." jawab ayan dengan nada dingin.


"Boleh kakak temenin kamu minum?" tanya perempuan itu.


Zyan tak langsung menjawab, dia memperhatikan perempuan itu dengan pandangan tajam dan dingin.


"Apa kamu tau, kakak sangat suka dengan cowok dingin seperti kamu. Sangat menantang." kata perempuan itu.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya zyan.


"Aku hanya ingin menemanimu, bagaimana kalau aku traktir kamu kopi?" tanya nya dengan nada menggoda.


Zyan menyeringai, zyan tau maksud perempuan itu. Dan zyan juga sudah menebak siapa perempuan itu sebenarnya.


"Baiklah. Tidak masalah." Jawab zyan.


Perempuan itu tersenyum pada zyan. Lalu perempuan itu melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan. Seorang pelayan wanita datang menghampiri meja zyan.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya pelayan wanita.


"Tolong dua gelas kopi mocca." jawab perempuan itu.


"Baik nona. Silakan tunggu." kata pelayan lalu pergi.


Perempuan itu terus tersenyum pada zyan dengan senyum menggoda. Tapi zyan tetap bersikap biasa saja.


Tiba tiba ponsel zyan berbunyi. Zyan melihat siapa yang menelponnya. Setelah tahu yang menelpon itu paman Yang, zyan segera beranjak bangun.


"Aku permisi ke toilet." kata zyan.


"Baiklah. Cepat kembali tamvan." kata perempuan itu.


Zyan pergi ke toilet untuk mengangkat panggilan dari paman Yang.


"Hallo paman, ada apa?" tanya zyan.


"Saya sudah melakukan apa yang anda suruh tuan, tapi saya belum bisa menemukan petunjuk apapun." jawab paman.


"Baik paman. Cari tau terus sampai dapat informasinya." perintah zyan.


Saat zyan masih berada di toilet, pesanannya sudah sampai.


"Nona, ini pesanan anda." kata pelayan wanita sambil meletakkan dua gelas mocca.


"Terima kasih." balas perempuan itu.


Setelah pelayan itu pergi, perempuan itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Dan menaburkannya sesuatu kedalam minuman zyan.


Zyan kembali dari toilet dan kembali duduk bersama perempuan itu. Perempuan itu terus tersenyum pada zyan.


"Ngomong ngomong kita belum kenalan. Btw, namaku Rissa. Kalau kamu siapa?" tanya perempuan itu yang bernama Rissa.


"Zyan." jawab singkat zyan.


"Nama yang bagus sama seperti orangnya. Diminum dong moccanya," kata Rissa.


Zyan pun meminumnya. Rissa tersenyum merasa menang akan sesuatu.


"Btw kamu tinggal dimana? Kenapa aku baru melihatmu disini?" tanya Rissa.


"Untuk apa kau bertanya dimana aku tinggal?!" balas zyan dengan penuh kecurigaan.


"Aku hanya ingin bertanya. Siapa tau kalau ada waktu aku boleh mampir kerumahmu." kata Rissa.


Zyan tak mau memberitahu dimana dia tingga. Dan lagi zyan meminum mocca yang sudah di taburi sesuatu oeh Rissa.


Keduanya diam dan saling pandang. Zyan berhenti melihat Rissa saat ponselnya berbunyi. Zyan melihat ponselnya, dia tersenyum tipis saat membaca pesan dari jin.


Setelah membaca zyan beranjak bangun. Dan berpamitan pada Rissa.


"Aku harus pulang. Terima kasih untuk kopinya." kata zyan lalu pergi.


Rissa terlihat kecewa melihat zyan pergi begitu saja karna rencananya tidak berhasil.


Zyan keluar dari caffe itu. Entah kenapa zyan merasa sesak nafas dan tubuhnya mulai terasa panas. Zyan mempercepat langkahnya kembali kedalam mobil.


Sampai di dalam mobil zyan langsung meminta sopir untuk mempercepat mobilnya.


"Cepat kembali ke asrama." pinta zyan.


"Baik master." jawab sopir.


Zyan sudah semakin tidak karuan. Tubuhnya semakin terasa panas dan ada perasaan lain yang dia rasakan.


Zyan mulai gelisah tak menentu. Sampai didepan pintu rahasia, zyan segera masuk dan langsung naik keatas.


Jin yang sedang berbaring, mendengar suara jendela terbuka segera menghampirinya.


Nampak zyan naik keatas dengan wajah yang memerah dan nafas yang terengah engah. Jin khawatir karna zyan kembali dengan kondisi yang aneh.


"Zy kamu baik baik saja?" tanya jin.


Tapi zyan malah memeluk jin dengan erat. Dan membisikkan sesuatu di telinga jin.


"Jin tolong aku." bisik zyan.


Sebelum jin membalas perkataan zyan, zyan sudah terlebih dulu mencium bibir jin yang sontak membuat jin terkejut.


#Sampai sini ya kka.. Maaf telat up'y dikarenakan naskah yang sudah ditulis dari pagi dan sudah siap up tib tiba ngilang..😭😭😭 terpaksa q nulis ulang..


oke ya sampai sini zyan dan jin..

__ADS_1


__ADS_2