Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
Part End.. Bye


__ADS_3

Entah kenapa zyan merasa hati hampa, zyan pun memutuskan untuk kembali kekamarnya.


Zyan kembali kekamar, dan menyibukkan dirinya dengan laptop untuk melihat data data perusahaan zhan yang sedang terpuruk.


Saat ini, perusahaan zhan tidak sejaya dulu. Sejak keluarga zhan di bantai, perusahaan zhan semakin menurun dan hampir bangkrut tapi untungnya ada Shen yang membantu perusahaan.


Meski tak bisa berjaya tapi setidaknya perusahaan zhan tetap bisa berdiri.


Tak berapa lama jin kembali kekamar nya. Dia cukup terkejut melihat zyan yang sudah kembali dan sibuk dengan laptopnya.


"Eh zy, kamu sudah pulang?" tanya jin sambil menghampiri zyan yang sedang duduk diatas tempat tidur.


"Hn." jawab singkat zyan.


"Kapan kamu pulang? Ko kamu gak kasih tau aku si?!" tanya jin dengan nada manjanya.


"Baru sampai." jawab zyan.


Jin berbaring di samping zyan. Jin tak menyadari perubahan sikap zyan yang menjadi dingin padanya.


"Zy tumben kamu pulang awal? Biasanya kamu pulangnya tengah malam?" tanya jin.


"Banyak polisi." jawab zyan.


"Polisi? Tapi kamu gak ketahuan kan?" tanya jin lagi


"Gak. Aku mau tidur." jawab zyan sambil menutup laptopnya.


"Hm ya sudah. Ayo tidur." kata jin.


Keduanya pun tertidur dan memasuki alam mimpi yang indah.


Pagi ini zyan sudah bersiap berangkat. Zyan masih merasa kesal karna semalam. Entah apa yang membuat zyan kesal pada jin.


Jin baru saja terbangun dari mimpinya, mata langsung terbelalak saat melihat zyan yang sudah berpakaian rapi.


"Zy ko kamu sudah rapi aja?" tanya jin.


Tapi zyan tak menjawabnya. Dia malah menatap jin dengan tajam.


Zyan tak banyak bicara, dia bersiap untuk memakai sepatunya. Melihat zyan yang akan pergi, langsung beranjak dari tempat tidurnya.


Dan langsung menarik tangan zyan agar tidak pergi duluan.


"Zy tidak boleh pergi. Tunggu aku." kata jin dengan nada manja.


"Lepaskan aku." kata zyan dengan dingin.


"Zy kamu kenapa si? Ko kamu dingin banget" kata jin dengan nada super manja.


"Aku bilang lepaskan." kata zyan.


Bukannya lepas, jin malah memeluk zyan dengan erat. Tidak mau melepaskan zyan.


Zyan mencoba melepaskan tangan jin yang melingkar di perutnya. Tapi jin memeluknya dengan erat sehingga susah untuk zyan melepaskannya.


Akhirnya zyan menyerah dan membiarkan jin memeluknya. Jin tersenyum melihat zyan berhenti melepaskan tangannya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya zyan.


"Tetap disini, tunggu aku selesai. Kita keluar bersama sama." jawab jin.


"Cepat! Aku tidak ada waktu." balas zyan.


Jin langsung melepaskan pelukannya dan menarik zyan untuk duduk di atas tempat tidur. Zyan hanya menurut saja karna hatinya masih kesal tanpa alasan.


"Tetap disini. Aku mau mandi." kata jin.


Zyan hanya diam, enggan untuk menanggapinya. Jin bergegas kekamar mandi.


Zyan membuka ponselnya ada email yang masuk. Zyan membuka email itu lalu membacanya.


......'Malam ini pergilah ke gedung lion. Aku sudah memancingnya kesana. Kau urus target dan aku akan mengalihkan perhatian kelompok inagawa.'......


Zyan selesai membaca email dari Shen itu. Tapi zyan tida mau membalasnya. Sorot matanya penuh dengan kebencian dan amarah yang mendalam.


Jin mandi dengan cepat karna takut akan di tinggal oleh zyan. Jin keluar dari kamar mandi, jin terkejut begitu melihat ekspresi zyan yang sangat menakutkan.


"Zy kamu kenapa?" tanya jin.


Zyan tersadar dari lamunannya dan menatap jin dengan dingin.


"Cepat bersiap." kata zyan.


Jin pun menurut saja, dan segera bersiap untuk berangkat sekolah.


"Zy kamu kenapa? Hari ini kamu sangat dingin." tanya jin di sela jalan kesekolah.


"Maaf. Aku terbawa emosi." jawab zyan.


Jin menatap sedih sahabatnya itu. Jin tau saat ini perasaan zyan yang tidak menentu.


Keduany diam sampai di sekolah. Tak ada yang bicara. Zyan sibuk memikirkan targetnya malam ini.


Target terakhir yang menjadi otak pembunuhan dua keluarga akhirnya berhasil di temukan.


Sepanjang hari ini, zyan dan jin tak banyak bicara. Keduanya memilih untuk diam dan sibuk dengan pikiran masing masing.


Sikap diam keduanya membuat teman temannya merasa heran. Karna biasanya mereka sangat akrab.


Jin ingin sekali bicara dengan zyan untuk berhenti membalas dendam, tapi jin masih ragu dan takut.


Sampai waktu pulang sekolah. Zyan masih diam tak mau memulai pembicaraan. Suasana kelas mulai sepi, zyan mengambil ponselnya dan menelpon paman Yang.


"Paman tolong jemput aku disekolah." kata zyan.


"Baik tuan." balas paman.

__ADS_1


Zyan menutup telponnya dan memasukkannya kembali kedalam saku celanannya. Jin hanya mendengarkan saja pembicaraan zyan dan paman yang tadi.


Zyan keluar dari kelas, diikuti jin di belakang. Di depan gerbang sekolah, sebuah taxi sudah menunggu keduanya.


Zyan dan jin langsung masuk kedalam taxi. Taxi itu langsung melaju menuju markas tersembunyi milik ayah zyan.


Tanpa banyak bicara, zyan masuk kedalam markas tersembunyi itu. Lalu mengambil berapa barang yang dia perlukan untuk malam nanti.


Selesai mengambil barang, zyan kembali keluar markas. Jin hanya menunggu di dekat taxi. Jin tidak ikut zyan masuk.


"Zy.." panggil jin.


"Kita kembali ke asrama." kata zyan tidak memperdulikan panggilan jin.


Taxi itu kembali ke asrama. Sampai di asrama zyan dan jin segera kekamar. Zyan berjalan mendekati jendeal kamar.


Jin sendiri masih sibuk bermain dengan ponselnya, sesekali jin melirik zyan. Terlihat zyan dengan ekspresi tenang.


Jin pun akhirnya memberanikan diri untuk bicara pada zyan.


"Zy bisakah kita bicara sebentar?" tanya jin.


Zyan melirik jin dengan ekspresi tenang.


"Zy bisakah kita melupakan tentang balas dendam kita dan memulai semuanya dari awal?" tanya jin takut.


Ekspresi wajah zyan seketika langsung berubah. Yang tadinya tenang menjadi penuh emosi.


"Apa maksudmu jin?" tanya balik zyan dengan nada dingin.


"Maksudku, sebaiknya kita berhenti membalas dendam karna percuma saja, kita tidak akan bisa mengubah kenyataan, keluarga kita tetap tidak akan hidup kembali." kata jin.


Mendengar hal itu, zyan langsung naik darah. Sorot matanya semakin tajam dan penuh dengan emosi.


"Apa kau sadar, apa yang kau bicarakan itu jin?" tanya zyan penuh penekanan.


"Aku sadar. Aku sadar jalan yang kita ambil ini adalah jalan yang salah. Apa yang kita lakukan ini sama saja dengan apa yang mereka lakukan pada kita." kata jin dengan nada sedikit keras.


Zyan masih berusaha menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Aku tidak perduli dengan semua itu. Apa yang mereka lakukan pada keluargaku, mereka harus mendapatkan balasannya." kata zyan semakin penuh dengan amarah.


"Zyan!! Sadarlah. Semua yang kita lakukan ini salah. Aku tidak mau lagi di hantui oleh rasa takut akan tertangkap. Aku ingin berhenti dan mengikhlaskan semuanya." kata jin.


"Jin apa ini ada hubungannya dengan gadis itu? Kau berubah pikiran setelah apa yang sudah kamu lakukan selama ini hanya karna seorang gadis? Ingat jin, kau sudah mengotori tanganmu, dan kau tidak bisa mengubah tanganmu kembali bersih." kata zyan.


"Tidak! Ini tidak ada hubungannya dengan shion. Ini atas keinginanku sendiri. Aku tau, dosa yang sudah ku perbuat takkan bisa di tebus dengan mudahnya. Karna itulah zy aku memintamu untuk berhenti sebelum kau menyesal nanti." balas jin.


"Harusnya sejak awal kau tidak mengikutiku jika akhirnya kau menyesali perbuatanmu!! Dan kau memintaku berhenti disaat otak dari semua ini sudah di temukan!!." teriak zyan.


Jin tidak lagi bisa berkata apa apa. Matanya mulai berkaca dan tubuhnya juga semakin gemetar ketakutan.


"Jin Hou jangan berharap aku akan berhenti membalas dendam!! Aku akan terus menghabisi mereka sampai lenyap dari dunia ini." kata zyan.


"Aku...aku pasti akan menghentikan mu zy. Meski harus melukai mu. Aku tidak ingin lagi kau semakin terjerumus kedalam lubang kebencian itu zy." kata jin.


"Apa kau bisa menghentikan aku jin hou? Coba saja kalau kau bisa menghentikan aku." tantang zyan.


Jin tak berani bergerak. Jin tau, dia tidak akan mampu jika melawan zyan.


"Kau lihat. Kau sendiri tidak bisa melawan rasa takutmu dan kau bilang kau mau menghentikan aku!! Jangan berharap aku akan berhenti jin." kata zyan.


Jin membulatkan tekad nya dan dia berjalan dengan cepat kearah zyan. Jin memeluk zyan dengan erat.


"Aku memang tidak bisa melawanmu dengan kekerasan tapi aku bisa melawan mu dengan cara ini." kata jin.


Zyan terkejut karna tiba tiba jin memeluknya dengan erat dan tubuhnya masih gemetar ketakutan.


"Aku bisa menghentikan mu dengan cara ini." kata jin


Zyan langsung melepaskan pelukan jin dan melempar jin keatas tempat tidurnya.


"Meski pun kau memelukku, itu tidak akan mengubah apapun." kata zyan lalu beranjak pergi keluar kamar.


"Zy tunggu." teriak jin.


Brak.


zyan menutup pintu kamar dengan keras membuat elena yang ada di dalam kamarnya sendiri terkejut.


Jin hanya bisa diam melihat zyan yang sudah hilang dari pandangan mata.


Elena keluar dari kamarnya dan langsung bergegas kekamar zyan dan jin. Elena masuk tanpa mengetuk pintu.


Elena terkejut melihat jin yang sedang meringkuk diatas tempat tidurnya. Elena menghampiri jin dan mengusap lembut kepala jin.


"Jin kamu kenapa? Apa yang terjadi?" tanya elena.


Tapi jin masih tidak mau menjawabnya. Tubuhnya gemetar ketakutan.


Di luar, zyan berjalan dengan penuh emosi. Teman temannya yang hendak menyapanya tidak jadi.


"Siap mobil." kata zyan lewat telpon.


Zyan menelpon bawahannya untuk datang ke asrama. Tak lama taxi datang, dan zyan langsung masuk kedalam. Taxi itu segera pergi kevilla tanpa di minta.


Sampai di villa, tanpa banyak bicara. Zyan berjalan ke area latihan. Zyan melepaskan semua amarahnya ke bantal tinju yang mengantung dibawah pohon.


Sampai bantal itu robek dan terpental jauh. Karna pukulan keras zyan.


"Hah..hah...hah..."


"Tuan ada apa?" tanya paman.


Zyan tak menjawab. Dia masih merasa kesal.


Kembali ke asrama, Elena terus bertanya pada jin. Apa yang terjadi? Tapi jin tetap tidak mau menjawab nya. Elena pun berusaha untuk menghubungi zyan, tapi ponsel zyan mati.

__ADS_1


Elena terus berusaha menghubungi zyan meski ponsel zyan mati.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Apa kalian bertengkar? Ponsel zyan juga mati." kata elena.


Jin masih saja meringku dan menyembunyikan wajahnya.


"Kak bisakah tinggalkan aku sendiri?" tanya jin dengan nada pelan.


"Apa kamu baik baik saja jin?" tanya elena balik


Dia merasa khawatir pada adiknya itu.


"Iya aku hanya ingin sendiri." jawab jin.


Elena pun pergi meninggalkan jin sendirian di kamar. Elena merasa sangat khawatir dengan keadaan jin.


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam dan zyan belum juga kembali. Jin terus merasa khawatir pada zyan.


Di saat jin sedang mencoba untuk menghubungi zyan, pintu kamar terbuka. Dan nampak zyan telah kembali.


Jin merasa senang melihat zyan kembali tapi ekspresinya berubah seketika melihat zyan yang langsung masuk dan mengambil barang barangnya yang sudah dia siapkan tadi siang.


"Zy kamu mau kemana?" tanya jin.


"lion tower." jawab singkat zyan.


"Tidak!! Kau tidak boleh pergi kemanapun." kata jin.


Tapi zyan tak memperdulikan perkataan jin, zyan terus melanjutkan aktifitasnya.


Zyan, melempar kan tali dan turun kebawah. Jin tak mampu menahannya.


Zyan langsung berangkat ke lion tower bersama bawahan nya. Sampai di depan gedung lion, suasanan sudah sepi. Zyan masuk dengan mudah sampai zyan langsung bertemu dengan target yang juga sudah menunggunya.


Plak plak plak...


Sebuah tepuk tangan mengagetkan zyan.


"Hebat, akhirnya kita bertemu, mawar hitam." kata target.


Zyan tak menjawab, zyan malah menarik katana nya dan bersiap menyerang.


Dengan cetikan jari, berapa orang yang bersembunyi keluar dan menyerang zyan. Dengan cepat zyan melawan orang orang itu.


Satu per satu bawahan target tewas di tangan zyan. Target pun ketakutan melihat semua anak buahnya tewas.


"Ha ha ha. Hebat. Ayo kemarin kita mati bersama." kata target.


Zyan tidak mengerti maksud target. Zyan pun mendekati target dan dengan cepat target menekan tombol di bawah kakinya.


Dan sebuah ledakan besar terjadi. Duaarrr. Untungnya zyan bisa mengelak nya, meski dia mengalami luka di wajahnya dan tangan kanannya.


Ledakan besar itu membuat banyak orang terkejut. Dan menarik banyak perhatian.


Esok kan harinya. Jin bangun dari tidurnya, dia melihat kesampingnya. Tempat tidur zyan terasa dingin. Jin menjadi sedih.


Jin keluar kamar dengan pandangan sedih, karna zyan ternyata benar benar marah dan tak kembali lagi ke asrama.


Shion berlari tergesa gesa mencari jin. Begitu melihat jin keluar dari asrama, shion segera menghampiri jin.


"Jin. dimana zyan?" tanya shion dengan panik.


"Zy, dia tidak pulang tadi malam." jawab jin dengan sedih.


Shion mengambil ponselnya dan membuka situs web berita. Lalu menunjukkan berita hari ini.


"Jin coba kamu lihat berita hari ini." kata shion.


Jin melihat ponsel shion. Dan jin langsung terkejut tak percaya melihat berita pagi ini.


BERITA HARI INI.


TERJADI LEDAKAN BESAR DI LION TOWER. DAN DI DUGA MAWAR HITAM MENJADI SALAH SATU KORBAN DALAM LEDAKAN ITU.


Setelah membaca berita itu, jin langsung berlari tanpa memperdulikan orang orang di depannya.


"Jin tunggu." kata shion.


Tapi jin tak mau dengar. Dia terus berlari. Shion pun berlari mengikuti jin dari belakang.


Elena tidak sengaja mendengar pembicaraan shion dan jin langsung mengambil mobil dan mengejar jin.


"Jin naiklah." kata elena.


Jin pun naik di susul oleh shion. Mobil elena segera melaju.


"Jin tenanglah." pinta elena.


Tapi jin tetap tak bisa tenang. Dia terus memikirkan zyan. Jin tak pernah menyangka jika kemarin pertemuan terakhirnya dengan zyan.


Sampai disana, jin langsung keluar dan menerobos masuk melewati garis polisi.


"Zy.. Zy.." panggil jin.


Jin tak kuasa menahan air matanya, dia terus berkeliling di area ledakan. Tanpa sengaja kakinya menginjak sesuatu.


Jin melihat benda yang dia injak dan itu kalung milik zyan yang terjatuh. Dia terjatuh tak berdaya. Air matanya pun tak kuasa dia bendung. Jin menangisi kepergian zyan.


Elena dan shion menghampiri jin. Keduanya ikut sedih melihat jin yang begitu terpukul.


"Jin kuatkan dirimu." kata elena.


"Zy.. Zy dimana zy?" tanya jin.


Dan karna mayat zyan tidak di temukan di duga ikut hancur karna ledakan, elena membuatkan sebuah makan kosong dengan nama zyan di batu nisan itu.


Semua orang itu berduka. Jin menyesali kepergian zyan. Jin baru menyadari perasaan pada zyan. Tapi itu sudah terlambat.

__ADS_1


-TAMAT-


__ADS_2