Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 32


__ADS_3

"Baik. Biar para tirani itu yang bertindak." kata black menyerah.


Target semakin ketakutan dan akhirnya dia pun buka suara.


"Tolong jangan bawa aku. Baik akan aku jawab Pertanyaan kalian." Akhirnya target menyerah dan akan memberitahukan semua yang ditanyakan black dan white.


Black melihat kearah white dan white menganggu kan kepalanya sebagai tanda kalo dia setuju dengan apapun yang akan dilakukan black.


"Baiklah. Kami tidak akan membawamu tapi jawab dengan jujur semua pertanyaanku?!" kata black dengan tegas.


"Baik. Akan aku jawab semuanya." kata target ketakutan.


"Katakan apa alasan kalian menghabisi seluruh keluarga Zhan dan keluarga Hou?!" bentak black.


"Kami tidak tahu alasan yang pasti penyerangan keluarga Zhan. Aku tidak tau apa apa soal keluarga Hou. Aku hanya disuruh untuk menghabisi seluruh keluarga Zhan yang sedang berkumpul malam itu. Alasan yang aku tahu, karna Zhan Ryu sudah melakukan banyak hal yang membuat dunia gelap menjadi mimpi buruk." jelas target.


Black semakin marah mendengar itu,


"katakan apa lagi yang kamu tau?" tanya black penuh emosi.


"Keluarga Zhan sudah memonopoli seluruh pasar gelap, dan membuat kami tidak leluasa. Hanya itu yang aku tau." kata target lagi.


Black diam menahan emosinya, matanya tajam menatap target.


"Siapa yang menyuruh kalian?!" kata Black berusaha untuk tenang.


"Mereka yang berkuasa saat ini." jawab target.


Black semakin tak bisa mengendali emosi, dia hampir meledak. White yang melihat black diam saja dan berusaha keras menahan emosinya,


"Black kita akhiri saja. Cukup sampai disini." kata white dengan pandangan sedih.


"Aku sudah memberi tahukan semua yang aku tau. Tolong jangan bunuh aku." target memohon untuk dilepaskan,


black memasukan kembali katana nya kedalam sarungnya.


Lalu dia mengambil pistol dan langsung menembak jantung target.


DORR dengan sekali tembakan target langsung tewas.


"Aaaaaagghhhhhhh" teriak histeris wanita didalam mobil.


"Diam!!" bentak black.


Seketika wanita itu ketakutan karna black mendekat padanya.


"Dengar, aku tidak akan membunuh mu tapi ingat satu hal. Jika polisi bertanya padamu ada berapa pelaku pembunuhan, katakan saja hanya satu orang yaitu sang mawar hitam. Apa kamu mengerti?!" ancam black tepat didepan wajah wanita itu.


Wanita itu hanya mengangguk ketakutan.

__ADS_1


"Iya iya. Akan aku lakukan." kata wanita itu dengan gemetar.


"Bagus. Ingat jika kau berani berkata yang berbeda, aku akan datang untuk membunuh mu dimanapun dirimu!!" ancam lagi black.


"Black, sudah cukup. Semua sudah dibereskan, kita harus pergi." kata white menarik tangan black untuk segera kembali kemobil.


Black pun hanya mengikuti white, dalam hatinya masih di penuh emosi. Black dan white masuk kedalam mobil,


"kak, kita langsung kembali saja." pinta white pada sopir.


"Baik master." jawab sopir.


Mobil itu kembali melaju dijalan yang penuh salju, white melepaskan topengnya dan menaruh kembali senjatanya.


"Zy, jangan terbawa emosi. Kendalikan dirimu." kata jin yang sudah kembali menjadi dirinya saat melepaskan topengnya.


Zyan masih diam, dia tidak mendengarkan perkataan jin.


'Sial kenapa semua ini harus terjadi?!!' gumam zyan dalam hati.


Jin diam saja, tidak ingin menganggu zyan dulu karna saat ini zyan sedang dipenuhi amarah. Keduanya diam sampai mereka divilla.


"Master kita sudah sampai." kata sopir.


Zyan segera keluar dari mobil dengan masih penuh amarah sampai para pelayan tak dihiraukan. Para pelayan ketakutan melihat zyan yang sedang emosi.


"Tuan muda jin apa yang terjadi pada tuan muda?" tanya paman yang khawatir pada zyan.


Paman yang mengerti dan mengajak jin untuk bicara diruang kerjanya.


"Jadi begini paman, bla.. Bla.. Bla.." jin menjelaskan semua yang terjadi tadi,


kini paman mengerti alasan zyan jadi seperti ini.


"Tuan muda jin bisakah anda menemani tuan muda. Saya khawatir terjadi sesuatu padanya. Dan soal tuan besar akan saya jelaskan semuanya saat tuan muda sudah tenang." kata paman.


Jin mengerti maksud paman, lalu jin pergi untuk menemui zyan.


Zyan yang dipenuhi amarah, dia melampiaskan di tempat latihan dengan terus memukuli pohon yang ada ditempat latihan. Zyan tak memperdulikan keadaan tangannya yang sudah berdarah.


"Zy, sudah cukup." kata jin menghentikan tangan zyan yang terus memukul pohon.


"haah haah haah. Lepaskan tanganku!" kata zyan dengan nafas terengah engah dan masih dipenuhi amarah.


Jin tidak mau melepaskan tangan zyan, dia menatap zyan dengan pandangan sedih.


"Aku bilang lepaskan tanganku!!" kata zyan semakin marah dan tatapan matanya yang seperti seekor binatang buas yang siap menerkam mangsanya.


Jin melepaskan tangan zyan dan segera memeluk erat zyan.

__ADS_1


"Zy aku mohon tenang dulu. Jangan sakiti dirimu seperti ini. Aku tidak ingin melihatmu terluka. Aku mohon zy." kata jin tak bisa menahan kesedihannya.


Zyan terdiam dalam pelukan jin, matanya terlihat kosong.


"Zy aku mohon berhenti menyakiti dirimu sendiri. Aku tidak bisa terus melihatmu seperti ini, itu membuat hatiku sakit." kata jin masih terus memeluk zyan.


Darah segar mulai mengalir dari kedua tangan zyan yang terluka.


Paman yang, tadinya akan menghampiri zyan berhenti dan terdiam melihat jin yang terus memeluk zyan.


"Zy, meski aku tidak mengenal ayahmu tapi aku yakin apa yang mereka katakan itu tidak benar. Sebaiknya kita tanyakan dulu pada paman, tentang ayahmu." bujuk jin.


Akhirnya zyan luluh,


"baiklah." kata zyan.


Jin merasa kalau zyan sudah kembali tenang, jin melepaskan pelukannya.


"Ayo kita duduk dan obati lukamu sambil mendengarkan cerita paman." ajak jin sambil menghapus air matanya.


Zyan menundukan kepala, tatapan matanya masih kosong. Jin menggandeng tangan zyan untuk duduk,


"paman tolong ambilkan kotak obat dan air hangat." pinta jin pada paman yang.


"Baik tuan." jawab paman lalu pergi mengambil kotak obat dan air hangat.


Paman datang bersama seorang pelayang dengan membawa seember air hangat dan kotak obat.


"Taruh disini saja paman." kata jin,


pelayan itu meletakan ember air hangat dan kotak obat diatas meja. Jin mengambil handuk yang sudah ada di basah lalu memerasnya. Dengan lembut jin membersihkan luka ditangan kanan zyan dengan air hangat lalu tangan kirinya. Zyan tetap diam seperti patung, membuat paman khawatir.


Jin mengoleskan obat lalu memperbannya.


"Baik sudah selesai." kata jin.


Zyan tetap tidak merespon apapun, jin membereskan obat dan perban yang tadi digunakannya. Paman duduk disebelah jin, paman melihat kearah jin dan jin menganggu kan kepalanya.


"Tuan muda ada yang ingin saya sampaikan. Ini tentang tuan besar Ryu." kata paman terdengar serius.


Mendengar nama ayahnya disebut, zyan sangat terkejut dan penasaran.


"Apa maksud paman?" tanya zyan penasaran.


"Maafkan saya sebelumnya karna saya tidak pernah menceritakan hal ini kepada tuan muda sampai tuan muda mendengarnya dari orang lain." jelas paman.


"Paman katakan dengan jelas. Apa maksud semua ini paman? Apa yang mereka katakan itu benar?" tanya zyan mulai emosi lagi.


"Zy tenanglah. Dengarkan dulu penjelasan paman yang." kata jin mencoba menenangkan zyan.

__ADS_1


Zyan kembali duduk,


"apa yang tuan muda dengar itu tidak sepenuhnya benar. Tuan besar sama sekali tidak pernah memonopili pasar gelap. Malah sebaliknya, Tuan besar membantu perusahaan kecil seperti perusahaan milik Hou." kata paman.


__ADS_2