Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 47


__ADS_3

Jin berjalan menghampiri zyan yang sedang duduk di kursi belajarnya. Zyan memijat kepalanya yang terasa pening.


"Zy kepalamu sakit lagi ya?" tanya jin


Jin melihat zyan terus memijit kepala. Memang kepala zyan agak pening karna memikirkan masalah yang tadi saat bertemu ghostraid. Zyan tak menyangka kalau identitasnya akan terungkap dengan cepat oleh ghostraid.


"Zy kenapa diam saja? Istirahatlah jangan banyak pikiran nanti kamu sakit." kata jin khawatir.


"Aku baik baik saja." kata zyan masih memegangi kepalanya.


Jin tak berkata apapun, hanya menatap zyan sedih. Dia tidak bisa melihat sahabatnya itu sedih.


"Aku siapkan air panas untuk mandi. Zy tetaplah disini." kata jin.


Jin berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk zyan mandi. Zyan diam saja tak merespon sedikitpun perkataan jin karna kepala semakin terasa sakit.


Jin terus memikirkan zyan.


'Zy apa yang terjadi padamu sebenarnya? Kemana kamu pergi tadi zy?' gumam jin dalam hati.


Banyak sekali pertanyaan ingin jin tanyakan pada zyan tapi melihat zyan yang sekarang, jin mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Air panas sudah siap, jin keluar dari kamar mandi dan berjalan menemui zyan yang masih duduk dikursi belajarnya.


"Zy, mandi dulu. Aku sudah siapkan air panas." kata jin dengan lembut.


Zyan bangun dan berjalan kekamar mandi tanpa mengatakan apapun lalu menghilang dibalik pintu kamar mandi.


Jin cuma bisa menatap punggung zyan sampai dia menghilang dibalik pintu kamar mandi. Sambil menunggu zyan mandi, jin membuka laptop zyan yang ada dimeja belajarnya.


Jin tidak menemukan apapun selain data data perusahaan milik zhan. Tapi tiba tiba ponsel zyan berbunyi dan satu pesan whatsapp masuk. Jin membukanya dan melihat pesan dari siapa.


Jin sangat terkejut saat melihat nama pengirim pesan itu, ghostraid. Jin semakin penasaran dan membuka dan membacanya.


......Hai mawar hitam, tadi saat kita bertemu aku lupa menyampai satu informasi padamu. Ada tiga kelompok yang menjadi dalang dimalam itu. Tiga pemimpi kelompok itu yang mendalangi pembantaian keluarga zhan dan keluarga hou. Untuk informasi keberadaam mereka saat ini aku belum mengetahuinya. akan aku kabari jika aku sudah menemukannya. Kamu tak perlu khawatir soal identitasmu akan selalu menjadi rahasia.......


Jin tidak percaya dengan yang dia baca. Zyan bertemu dengan ghostraid tadi tanpa memakai penyamaran.


"Tidak mungkin! Tidak mungkin zyan menemui dia secara langsung. Ini pasti bohong." kata jin pada dirinya sendiri


Saat jin masih terkejut dan masih memegang ponsel zyan, zyan keluar dari kamar mandi. Matanya langsung menatap jin. Zyan menghampiri jin yang duduk dikursi belajarnya.


Zyan heran karna jin memegang ponselnya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lihat?" tanya zyan.


Zyan duduk ditepian tempat tidurnya sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Zy, apa kamu tadi bertemu dengan ghostraid? Dengan penampilan aslimu?" tanya jin pelan tapi penuh emosi.


Zyan terkejut dan menghentikan aktifitasnya mengeringkan rambut, tapi perasaan itu seketika hilang saat dia meliha jin yang memegang ponselnya.


Zyan menatap kelantai dengan tatapan sayu. Zyan tak berani menatap jin karna zyan tahu dia salah dan terlalu gegabah dalam bertindak.


"Iya." jawabnya pelan.


Mendengar jawaban zyan, amarah jin meledak. Jin langsung bangun dan langsung mencekram baju zyan. Zyan terkejut tapi juga tidak bisa berbuat apa apa.


Dengan pandangan penuh amarah dan kesedihan, jin menatap langsung mata tajam zyan.


"Apa kau sudah gila!! Kamu menemuinya dengan identitas asli mu, apa yang kamu pikirkan sebenarnya, zy? Apa kau tidak perduli jika identitasmu terungkap?!" kata jin penuh amarah.


Zyan diam saja, hanya menatap mata jin yang berlinang air mata.


"Apa kamu tidak perduli lagi denganku?! Kenapa zy? Kenapa kamu diam saja?! Katakan sesuatu." kata jin, akhirnya menangis.


Jin tak kuat menahan perasaannya, dia menangis dipundak zyan.


"Kenapa kamu selalu saja membahayakan nyawamu sendiri? Kenapa kamu tidak perduli dengan perasaanku. Kamu keterlaluan zy. Hiks hiks hiks." jin terus terisak.


"Aku tahu, apa yang aku lakukan itu salah. Aku terlalu gegabah dalam mengambil tindakan." kata zyan


Jin masih terisak, masih butuh penjelasan yang lebih dari zyan.


"Aku tidak bisa menyeretmu dalam bahaya. Jika harus terungkap maka cukup aku saja yang menanggungnya karna ini adalah dosaku." kata zyan.


Akhirnya jin berhenti menangis. Dia duduk disamping zyan.


"Awalnya aku tidak tau kalau dia adalah ghostraid. Aku merasakan ada seseorang yang menatapku saat kita ada ditoko." Zyan mulai bercerita.


Jin menghapus air matanya dan mendengarkan cerita zyan.


"Karna penasaran, aku pergi untuk melihatnya. Dia mengirimiku pesan membuat aku semakin penasaran. Saat aku menghampirinya dia malah berjalan menjauh dan aku mengikutinya." kata zyan.


Jin masih terdiam memdengarkan zyan bercerita. Enggan untuk menangkapi.


"Aku terus mengikutinya sampai dia duduk di kedai coffe." zyan terdiam.

__ADS_1


"Lalu apa yang kalian bicarakan?" tanya jin mulai penasaran.


"Banyak hal yang kami bicarakan. Dia mengungkap identitasnya tapi masih enggan memberitahu alasan dia..." kata zyan lagi.


Zyan teringat sesuatu hal, tentang jin yang tahu dia bertemu dengan ghostraid?.


"Tunggu! Dari mana kamu tahu aku bertemu dengan ghostraid?" tanya zyan penuh curiga.


"Mm itu tadi ada pesan masuk diponselmu lalu aku membacanya. Ternyata itu dari ghostraid." kata jin sedikit gugup.


Jin takut zyan akan marah setelah tahu dia membaca pesan pribadi punya zyan.


"Zy jangan marah. Aku tidak sengaja. Pleace jangan marah ya?" kata jin dengan tatapan memohon.


"Haah, kamu ini. Kapan aku pernah marah padamu?" tanya balik zyan.


"He he he he tidak pernah. Tapi diamin aku sering." kata jin.


"Sudahlah. Apa yang dikatakan ghostraid?" tanya zyan.


"Kamu lihat sendiri pesannya" jawab jin.


Zyan bangun dan mengambil ponselnya yang berada di meja lalu membacanya. Ekspresi zyan berubah setelah membaca pesan dari ghostraid.


"Kenapa zy?" tanya jin.


"Tidak. Pergilah mandi." kata zyan.


Jin menurut saja dan pergi kekamar mandi. Zyan membuka laptopnya dan mulai melihat dan mempelajari data data perusahaan.


Saat sedang melihat file file, kepala zyan tiba tiba terasa sakit. Zyan beranjak dan berjalan ketempat tidur. Rasa sakit kepala sudah tidak bisa ditahan lagi, pandangannya berputar putar. Dengan perlahan zyan sampai ditempat tidur dan langsung berbaring.


Jin selesai mandi, jim terkejut melihat zyan yang berbaring dan terus memegangi kepalanya.


"Zy kamu kenapa?" tanya nya khawatir.


Zyan tak menjawab, kepalanya sangat sakit.


"Aku ambilkan obat dulu." jin langsung mengambil segelas air putih didapur dan mengambil obat dilaci meja.


"Zy, bangun dulu. Minum obatnya dulu setelah itu istirahat." kata jin.


Jin membantu zyan bangun, zyan tidak bisa bangun karna kepalanya terasa berat. Zyan meminum obat yang diberikan jin padanya. Zyan kembali berbaring sambil menutup matanya.

__ADS_1


"Zy, jangan kamu tanggung beban itu seorang diri. Berbagilah denganku, meski aku tidak bisa membantu banyak tapi setidaknya aku bisa membantumu mengurangi bebanmu." kata jin sedih.


Zyan masih diam. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi rasa sakit kepalanya tidak bisa ditahan, Zyan cuma bisa mendengarkan saja tanpa bisa berkata apa apa.


__ADS_2