Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 22


__ADS_3

"Kenapa ko tadi manyun?" tanya shion.


"tidak apa apa" jawab jin senyum ramah.


Shion membalasnya dengan senyum lalu berjalan ketempat duduknya, disamping zyan.


Jin menengok kebelakang dan menghadap shion.


"Shion nanti malam, kamu ada acara tidak?" tanya jin.


"Tidak ada. Memang kenapa?" tanya shion balik.


"Nanti malam kan malam minggu. Aku sama zy mau pergi ke taman hiburan. Kamu mau ikut gak?" kata jin.


"Eh? Emang boleh yah, keluar malam malam ke taman hiburan?" tanya shion.


"Tentu saja boleh. Kalau malam minggu boleh keluar tapi tetap ada batas waktunya." jawab jin.


"Hm begitu ya? Baiklah aku ikut." balas shion sambil tersenyum.


"Baiklah. Nanti malam sehabis makan malam ketemu didepan gerbang asrama ya." kata jin.


"Oke." balas shion dengan senyum.


Jin ikut tersenyum lalu menatap zyan yang sejak tadi terdiam sambil membaca buku favorite nya.


"Zy." panggil jin.


Zyan melirik sekilas jin lalu kembali fokus pada buku bacaan nya.


"Ih zy panggil cuma nengok bentar si" kata jin.


"Memang mau apa?" tanya zyan tanpa berpaling dari buku.


"Sepulang sekolah nanti kita jalan yuk. Aku bosan di asrama terus." kata jin.


Mendengar perkataan jin tadi, membuat zyan teringat akan mimpinya semalam. Dia jadi ingin kembali kerumahnya yang dulu.


"Sepulang sekolah aku mau ke rumah." kata zyan.


"Kerumah? Kerumah mana?" tanya jin.


"Rumah yang dulu." jawab zyan.


Jin tidak mengerti maksud zyan. Rumah yang dulu, rumah yang dulu yang mana? Jin terus memikirkan perkataan zyan sampai otaknya terbayang akan sebuah kejadian yang pernah dialami dulu.


Jin langsung menegang begitu tau, rumah yang dulu yang di maksud zyan itu adalah bekas rumah keluarga zhan. Yang terkenal angker, karna kejadian sebelumnya.


"Zy kamu ngapain si kerumah itu lagi? Serem tau?!" kata jin.


"Aku ingin memastikan sesuatu tentang mimpiku semalam." kata zyan.


"Mimpi? Kamu mimpi apa semalam, zy?" tanya jin.


Zyan tak menjawab hanya tatapan matanya berubah sedih. Jin langsung tahu, ini pasti ada hubungannya dengan keluarga zhan.


Dan waktu terus berjalan sampai waktu pulang tiba. Zyan dan jin segera berkemas.


"Zy, kita benaran mau kesana?" tanya jin.


"Iya." jawab zyan.


"Tapi aku takut zy." balas jin.


"Jika takut tidak perlu ikut" kata zyan.


"Aku ikut." kata jin.


"Maaf, bolehkan aku ikut?" tanya shion


Zyan dan jin sedang membereskan buku berhenti mendengar pertanyaan shion. keduanya saling berpandangan.

__ADS_1


"Zy gimana?" tanya jin.


"Terserah." jawab zyan.


"Shion, kamu boleh ikut. Tapi kamu jangan takut ya. Kita mau ketempat seram." kata jin.


"Terima kasih. Gak apa apa ko. Q suka yang seram seram." jawab shion.


Ketiganya keluar kelas, dan langsung bergegas untuk pergi kerumah keluarga zhan dengan jalan kaki.


Sepanjang perjalanan ketiganya tak ada yang bicara. Semua sibuk dengan pikiran masing masing.


Zyan berhenti didepan toko bunga. Zyan masuk kedalam toko bunga dan mencari bunga kesukaan ibunya.


"Selamat siang, tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga toko.


"Tolong satu buket lily putih." kata zyan.


"Baik tuan. Tolong tunggu sebentar." jawab penjaga toko.


Selagi menunggu penjaga toko menyiapkan pesanan zyan, jin dan shion berkeliling melihat lihat bunga.


"Emm jin-chan ada yang ingin aku tanyakan." kata shion.


"Ada apa shion?" tanya jin dengan lembut.


"Zy..dia suka bunga lily ya?" tanya shion balik dengan malu malu.


"Egak ko. Zy itu beli lily putih itu untuk seorang yang sangat zy sayangi." jawab jin.


Mendengar hal itu membuat hati shion sakit.


"Apa zy sudah punya pacar?" tanya shion lagi pelan.


"Zy tidak punya pacar, ada apa shion? Kenapa tiba tiba kamu bertanya seperti itu?" tanya jin.


"Tidak. Tidak apa apa." Jawab shion, pelan.


"Jin, ayo cepat." kata zyan.


"Sudah ya?" Tanya jin.


Dibalas anggukan oleh zyan. Zyan, jin dan shion kembali melanjutkan perjalanannya kerumah bekas keluarga zhan.


Jin terus merasa gelisah dan takut. Jatungnya terus berdetak kencang. Hingga akhirnya mereka sampai di depan gerbang bekas rumah keluarga zhan.


Zyan masuk kedalam tanpa ragu. Dia melihat sekeliling yang sudah di penuhi oleh rumput rumput liat yang menjalar tinggi.


Pandangan mata zyan terlihat sedih, melihat rumah yang dulu dia tinggali bersama keluarganya. Rumah yang penuh dengan kenangan manis, kini tinggal kenangan saja.


Jin dan shion mengikuti zyan dari belakang. Zyan terus melangkah masuk kedalam rumah dan membuka pintu rumah itu.


Jin terus gemetar ketakutan. Begitu pula dengan shion. Shion juga mulai merasa takut. Dia mulai merinding saat memasuki ruang tamu.


"Zy, jin, sebenarnya ini rumah siapa si? Ko serem banget disini." kata shion semakin merapat pada jin.


Jin sebenarnya takut tapi karna shion mendekat padanya, rasa takut nya sedikit berkurang.


"Kalian berdua tetap di belakang ku. Berhati hatilah melangkah." kata zyan.


Jin menganggukkan kepalanya, dia mengerti maksud zyan.


"Shion jangan jauh jauh. Berbahaya." kata jin.


"Memang ada apa disini jin?" tanya shion.


Jin tak berani menjawab tanpa seijin dari zyan karna utu jin memilih untuk diam saja.


Sampai di ruang keluarga, tempat yang dulu pernah menjadi saksi bisu pembantai keluarganya.


Zyan berlutut dan meletakkan sebuket lily putih itu lalu zyan membuka tasnya. Dan mengambil dupa yang sudah dia siapkan.

__ADS_1


Zyan membakar dupa itu dan meletakkannya disamping bunga lily putih.


Zyan menutup matanya dan berdoa dalam hati. Jin ikut berlutut disamping zyan sambil menutup matanya dan ikut berdoa dalam hati. Shion tidak tahu apa apa hanya bisa terbengong.


'Ayah, ibu, naya, kakek, nenek dan semuanya maafkan yin. Yin belum bisa membalaskan kematian kalian. Tapi yin janji akan menyelesaikan semua dan membalas perbuatan mereka.'. kata zyan dalam hati.


'Ayah, Ibu, Naya. Yin harap kalian semua damai disana. Ayah, yin akan berusaha mewujudkan mimpi ayah dan akan mengembalikan kembali nama keluarga Zhan hingga terkenal di seluruh dunia. Yin menyayangi kalian semua.' kata zyan tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Paman, bibi tolong bantu kami. Agar kami bisa menemukan pembunuhnya dan menyelesaikan semua ini dengan cepat. Paman bibi damai lah disana bersama semua orang. Amin." kata jin dalam hati.


Selesai berdoa jin membuka matanya. Dia melirik kearah zyan. Jin terkejut melihat zyan meneteskan air dengan mata tertutup.


Jin mengusap pipi zyan yang basah karna air mata. Zyan membuka matanya dan menatap jin yang sedang menatapnya dengan pandangan sedih.


Shion hanya terbengong tidak tahu apa yang terjadi saat ini.


"Jangan sedih lagi. Ada aku disini." kata jin.


"Aku tahu." balas zyan sambil bangun.


Jin ikut berdiri. Zyan melihat sekeliling dan lagi kejadian yang dulu terulang kembali. Sekelebat bayangan anak kecil muncul dan menuju lantai dua.


Zyan mengerutkan keningnya saat melihat bayangan itu. Zyan berniat mengejar bayangan ana kecil itu tapi tangannya ditahan oleh jin.


"Tetaplah disini. Jangan pergi keluar tanpa aku, karna disini masih banyak jebakan." kata zyan seolah menjawab kekhawatiran jin.


"Baik. Hati hati." balas jin.


Jin melepaskan tangan zyan. Zyan pun berjalan kelantai dua, ketempat bayangan anak kecil tadi dan meninggalkan shion dan jin di ruang keluarga.


Zyan terus menaiki anak tangga hingga sampai dilantai dua. Pandangannya dia edarkan seluruh tempat. Tapi zyan tak menemukan sosok anak kecil itu.


Sementara itu di lantai bawah, shion dan jin berdiri disana dengan tenang. Meski dalam hati jin sangat takut, tapi karna ada seseorang yang dia suka, jin berpura pura kuat.


Jin terus memperhatikan sekeliling, takut ada bayangan hantu yang datang.


"Hmm jin. Boleh kah aku bertanya sesuatu?" tanya shion.


"Kamu mau tanya apa shion?" tanya balik jin dengan lembut.


"Kenapa bunga lily ini di letakkan disini? Tadi kamu bilang zy beli bunga ini untuk seseorang yang sangat dia sayangi. Lalu kenapa bunganya ada disini?" tanya shion.


Jin tidak langsung menjawab, dia bingung harus bagaimana. Jin melihat ke atas, kelantai dua. Jin tak enak pada zy jika menjawab pertanyaan shion. Jin takut zy akan marah jika tahu jin memberitahu shion tentang rahasianya.


Tapi jin juga tidak tega pada shion yang sangat penasaran dengan kejadian ini.


"Shion, aku akan menjawab pertanyaan mu tapi kamu harus berjanji dulu. Kamu harus berjanji untuk tidak memberitahu siapapun tentang apa yang kamu dengar. Termasuk zy." kata jin.


"Iya aku janji. Aku tidak ada memberitahu siapapun tentang apa yang aku dengar." jawab shion.


"Baiklah. Sebenarnya ini adalah rumah tempat tinggal zy dulu bersama keluarganya. Seperti yang pernah aku katakan padamu." kata jin dengan sedih.


Shion terkejut mendengarnya. Dia tak menyangka jika rumah yang dia masuki itu adalah rumah keluarga zyan dulu.


"Zy tidak pernah mau mengatakan apapun tentang rumah ini karna banyak orang disekitar sini yang bilang mereka sering melihat bayangan dan sering mendengar suara teriakkan." kata jin, mulai merinding.


"Bunga lily itu, adalah bunga kesukaan ibu zy. Setiap kali zy datang ke pemakaman zy selalu membawa bunga lily putih itu. Hari ini, zy datang kerumahnya membawa lily putih ini sebagai hadiah untuk ibunya yang sudah tiada." kata jin lagi.


Shion merasa menyesal karna sudah berprasangka buru pada zyan tadi.


Di lantai dua, zyan terus berkeliling diruangan itu. Sampai tanpa sengaja dia melihat bayangan anak kecil itu berdiri di dekat jendela lantai dua.


Zyan menghampirinya tanpa rasa takut ataupun ragu. Anak kecil itu tersenyum pada zyan. Zyan berlutut di hadapan gadis kecil itu dan mencoba menyentuhnya.


Tanpa sayang tangan zyan terasa hampa. Zyan tak dapat menyentuh gadis kecil itu.


"Kakak. Pulanglah. Jangan terlalu lama disini. Kedua temanmu dalam berbahaya." kata gadis itu lalu menghilang.


Zyan tidak mengerti apa maksud kata kata gadis kecil itu. Sampai suara teriakkan shion menyadarkan nya.


"Aaaahhhhhh" Teriak shion.

__ADS_1


#sampai sini.. komen donk apapun tentang cerita ini.. mau sepedas apapun ashleen tetap butuhin..😁😁😁😁


__ADS_2