Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 16


__ADS_3

"apa kau tau bagaimana sakitnya diabaikan? rasanya sakit banget lebih sakit dari pada dikhianati seseorang." kata jin pelan tapi masih terdengar.


"zy, kita sudah bersama sejak kecil. meski aku tak bisa memahami hatimu tapi aku selalu berusaha untuk selalu mengerti. aku juga tak bisa memaksamu untuk menceritakan semuanya, tapi aku minta tolong jangan abaikan aku." jin berusaha menahan air mata.


meski jin sudah besar tapi jin tak berubah, dia terlihat lemah dan rapuh. zyan masih diam tapi hatinya merasa sakit.


"zy jika aku menjadi penghalang untukmu maka aku akan berhenti. aku tidak akan mengikutimu dan melupakan balas dendamku." kata jin.


lagi zyan tetap diam, sebenarnya bagi zyan jin bukanlah penghalang hanya saja zyan tak ingin jin terlibat dalam urusannya dengan ghostraid karna zyan takut, jin akan dalam bahaya.


ponsel zyan bergetar, seseorang menelponnya. zyan mengambil ponselnya dan mengangkat telponnya.


"ada apa paman?" tanya zyan pada penelpon.


"baiklah kirimkan semua datanya padaku" jawab zyan lalu mematikan ponselnya.


tak lama ponselnya kembali bergetar, satu pesan masuk dari paman yang.


paman mengirimkan foto dan data yang diduga ghostraid. di foto yang diduga ghostraid itu memakai topeng hantu dan berpakaian seperti ninja. zyan mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan penampilan ghostraid itu.


jin memperhatikan zyan, ingin bertanya tapi jin tak berani. zyan memasukkan kembali ponselnya, dia menatap langit. terlihat dua ekor burung terbang di angkasa saling beradu. seperti keduanya sedang bermain main.


sejak zyan teringat masa lalunya saat bermain bersama jin. sudah begitu lama mereka bersama dan saling mengisi satu sama lain.


keduanya terdiam, jin tak bisa berkata apa apa lagi sedangkan zyan terus memandangi langit. keduanya sibuk dengan pikiran masing masing sampai terdengar suara bel berbunyi. zyan berjalan duluan tapi dia berhenti karna merasa ada yang hilang. jin masih terdiam dibawah pohon, tak menyadari kalau zyan menunggunya.


"mau sampai kapan disana?" tanya zyan dengan nada yang dingin.


jin mengangkat kepala dan menyadari kalau zyan sudah berada jauh darinya. jin berjalan mendekati zyan, zyan kembali jalan lebih dulu. keduanya seperti orang asing, tak ada senyum ataupun tawa seperti biasa.


sepulang sekolah seperti biasa, mobil hitam menunggu mereka tak jauh dari sekolah. zyan yang keluar duluan langsung masuk kedalam mobil. mobil itu tak langsung jalan karna masih menunggu seseorang lagi. "paman cari lagi. lebih banyak dan ungkap siapa dia!"perintah zyan.


"baik tuan muda saya akan terus mencari. oh yah dimana tuan muda jin kenapa tidak bersama?" tanya paman tapi zyan diam saja,


"dia tak perlu terlibat karna akan membahayanya. selama aku belum tahu maksud dari ghostraid, jin tak perlu terlibat. rahasiakan hal ini" kata zyan terus fokus pada laptopnya. paman diam mengerti maksud zyan.


tak lama jin keluar dari gerbang. jin melirik kearah mobil hitam, jin berjalan kearah mobil tapi jin tak masuk dan malah melewatinya. paman yang melihat jin melewati mobil bergegas keluar dari mobil dan menghampiri jin.


"tuan muda jin, saya mohon masuklah." kata paman. jin hanya melirik kearah mobil sebentar


"maaf paman mulai hari ini aku tidak akan ikut kalian." kata jin berjalan kembali dengan wajah murung tapi paman yang menahan tangan jin.


"masuklah nanti saya jelaskan semua." bujuk paman.


dengan berat hati jin pun masuk kedalam mobil dan mobil itu melaju dijalan. zyan sama sekali tak memperdulikan jin yang berada disampingnya.


dia terus fokus pada laptopnya, jin memandang keluar, dia juga tak memperdulikan zyan. keduanya diam tak seorangpun yang berbicara. suasana seperti ini sangat tak di suka jin, tapi apa yang bisa dilakukan jin jika zyan tak mau bicara dengannya.


"tuan kita sudah sampai." kata paman,


zyan menutup laptopnya dan keluar dari mobil. zyan langsung masuk kedalam villa dan menuju tempat latihan. jin keluar dengan malas, jin masuk kedalam.


"paman sebenarnya apa yang terjadi?" tanya jin sambil berjalan masuk.


"tuan muda jin ikutlah dengan saya. saya akan jelaskan semuanya." kata paman.


jin mengikuti paman yang ke ruangan yang berbeda. paman yang mengajak jin ke ruang baca yang dekap suara.


"silakan duduk tuan muda" kata paman.


paman mempersilakan jin untuk duduk disofa didalam ruang belajar itu.


jin duduk "jadi paman, bisakah paman jelaskan sekarang" kata jin.


paman yang tak menjawab pertanyaan jin dan sibuk memilih buku. jin dengan sabar menunggu jawaban paman, setelah mendapat satu buku paman duduk didepan jin.


"saya mewakili tuan muda zyan meminta maaf atas sikapnya yang berubah. sejujurnya tuan muda seperti itu hanya ingin melindungi anda" kata paman sambil membaca buku,


"melindungi ku? dari apa?" tanya jin penasaran.


"akhir akhir ini ada orang misterius yang terus memberi informasi, karna tuan muda tidak tahu maksudnya apa. tuan muda menyuruhku untuk menyelidiki dia." jelas paman.


jin terdiam mendengarkan penjelasan paman.


"tuan muda takut tuan muda jin akan terlibat dalam masalah ini dan itu akan membahayakan tuan muda jin. karna itu tuan muda menjadi dingin bukan karna tuan muda sudah tak perduli dengan tuan muda jin hanya saja tuan muda ingin melindungi tuan muda jin" jelas lagi paman.


kali ini jin tertunduk sedih pikiran sejak tadi berbeda dengan kenyataannya.

__ADS_1


"kenapa dia tak mengatakannya padaku?" tanya jin dengan nada sedih.


"karna jika tuan muda jin tau, tuan muda jin pasti akan meminta ikut. dan ini yang tidak di ingin tuan muda."kata paman.


diruang latihan zyan terus mencari informasi tentang orang orang yang diberikan oleh ghostraid. setelah mendapatkan semua datanya, zyan menyimpannya dalam flashdisk.


"huuh. sangat melelahkan" kata zyan.


saat ini dia sendiri diruang latihan, pikirannya melayang mengingat kembali semua yang sudah ia lalui. dari masa kecil, tragedi sampai kejadian hari ini. semuanya melayang dalam ingatannya. ada rasa bersalah yang hinggap dihatinya, jika dia teringat kejadian tadi pagi disekolah.


tak ingin larut dalam bayangan masa lalu, zyan bangun dan mengambil katana nya. dia mulai berlatih tapi tetap saja pikirannya tidak fokus. akhirnya zyan memutuskan untuk istirahat.


jin berpapas dengan seorang maid yang sedang membawa minuman untuk zyan


"hei, tunggu" kata jin,


maid itu berhenti dan menoleh kebelakang.


"iya tuan, anda memanggil saya?" tanya maid itu.


"iya. ini untuk siapa?" tanya balik jin sambil menunjuk nampan yang berisi segelas ice tea lemon.


"ini untuk master." jawab maid itu.


"biar aku saja yang mengantarnya. nona kembali saja." kata jin mengambil nampan itu.


"tapi tuan.." kata maid takut zyan marah.


"sudah tidak apa apa. jika zy marah, aku yang tanggung jawab." kata jin tersenyum dan meninggalkan maid yang kebingungan dan takut.


jin terus berjalan ke ruang latihan sambil membawa nampan itu.


tok tok jin mengetuk pintu,


"masuk" kata zyan tanpa memalingkan wajahnya dari buku.


jin masuk dan meletakan gelas diatas meja. jin melihat zyan yang terus membaca buku tanpa menyadari keberadaannya disana. tangan zyan mengambil gelas ice tea itu tanpa menoleh sedikitpun, matanya terlalu fokus pada buku yang dia baca. jin duduk didepan zyan, berusaha mencari perhatian tapi tetap tidak dihiraukan.


"zy, mau sampai kapan kamu diamin aku" kata jin dengan nada sedih yang akhirnya membuat zyan menoleh kepadanya.


mata mereka bertemu, mata jin menyorotkan kesedihan, sedangkan zyan matanya tajam dan tak bisa ditebak.


"uh zy, bisakah kau bertanya melihat orangnya?" kata jin merebut buku yang zyan baca dan lansung mendapat tatapan tajam dari zyan.


"kenapa? marah?" tanya jin.


"huft baiklah. apa yang kau mau?" kata zyan akhirnya menyerah dan bertanya sambil menatap jin.


"zy, maafin aku. aku selalu menjadi beban untukmu. aku tidak bisa berbuat banyak hanya bisa menyusahkanmu. zy, mulai sekarang aku akan mengikuti katamu. jika kau tidak mengijinkan aku ikut, maka aku tidak akan ikut" kata jin.


zyan diam saja mendengarkan penjelasan jin sambil meminum ice tea nya.


"aku tidak ingin menjadi bebanmu tapi aku juga sadar, aku tak seperti dirimu. aku terlalu lemah." kata jin pelan.


zyan bangun dan pergi mengambil pistol lalu berlatih menembak dengan jarak jauh.


"malam ini target sudah ditemukan." kata zyan ditengah dia berlatih. jin mengangkat kepalanya


"maksudmu kita em bukan maksudku kamu mau bergerak malam ini?" tanya jin.


"bukan aku. tapi kita akan bergerak malam ini" kata zyan masih terus melanjutkan latihan menembaknya.


jin terkejut sampai tak bisa berkata apa apa. dia masih tak percaya dengan apa yang dia dengar. zyan mengajaknya pergi


"zy apa maksudmu 'kita'?" tanya jin dia tidak menyangka kalau zyan ternyata masih perduli padanya.


"iya kamu dan aku. malam ini target kita ada hubungannya dengan keluarga hou." kata zyan.


sekarang jin mengerti kenapa zyan mengajaknya berburu malam ini. karna sang target ada hubungannya dengan kematian keluarganya. meski ada perasaan sedih tapi jin tetap merasa senang dan mengiyakannya.


zyan dan jin kembali ke asrama dan tetap bersikap seperti tadi pagi. saling cuek, banyak yang menatap mereka heran dan kebingungan.


"hei bro lain kenapa si? sejak tadi pagi kalian cemberut terus?" tanya raiga.


"tidak apa apa. maaf aku lelah" kata jin melanjutkan jalannya untuk menyusul zyan yang sudah terlebih dulu naik tangga.


zyan membuka pintu kamarnya, meletakan tasnya diatas meja belajarnya. tak lama jin datang. tak ada tegur sapa diantara keduanya. zyan diam, jin juga sama. zyan pergi kekamar mandi terlebih dulu, sedangkan jin memasak air untuk membuat teh. meski jin terlihat cuek, tapi jin tetap perduli dengan zyan. dia membuatkan zyan teh hijau kesukaan zyan dan meletakannya dimeja belajar zyan. jin kembali duduk dikasur dan tiba tiba ponselnya berbunyi. jin mengambil dan mengangkatnya ternyata dari elena.

__ADS_1


"hallo, iya kak" kata jin,


"jin bisakah kau datang kesini ajak juga zyan ya. ibu sudah menyiapkan makan malam untuk kita" kata elena disebrang telp.


"oh baiklah. aku mandi dulu nanti aku kebawah bareng sama zy" jawab jin. dan menutup telponnya.


zyan keluar dari kamar mandi, dan langsung memakai pakaiannya.


"zy, kak elena mengundang kita untuk makan bersama." kata jin.


"hn, baiklah" jawab zyan, selesai berpakaian dan berjalan ke meja belajarnya.


"ya sudah aku mandi dulu." kata jin masuk kedalam kamar mandi.


zyan meminum tehnya, pikirannya kembali tenang. zyan berdiri bersandar dimeja memikirkan tindakannya bersikap cuek pada jin demi melindungi jin. selama ini tak ada sebaik dia dan selama ini hanya jin yang berada di sisi nya disaat dia senang ataupun sedih. zyan terus memandangi teh itu, ada sedikit rasa penyesalan yang hinggap dihatinya atas sikapnya hari ini.


jin sudah selesai mandi, jin melihat zyan sedang melamun sambil memandangi teh yang dia buatkan. jin tau, zyan menyesal dengan sikapnya. jin tau zyan tidak akan dengan mudah mengakuinya. jin berjalan ke lemari, berganti pakaian.


"zy, ayo kita berangkat?!" ajak jin dengan senyumnya.


mendengar suara jin, zyan tersadar dari lamunannya.


"ah iya." kata zyan seperti orang linglung.


jin tertawa kecil melihat sahabatnya itu, zyan segera menghabiskan tehnya dan turun kebawah bersama sama.


"kenapa kalian lama sekali?!" kata elena kesal karna sudah menunggu dar tadi.


"hehe iyakan aku mau mandi dulu biar terlihat fresh gitu." canda jin.


elena hanya bisa menghela nafas tapi dia merasa senang karna melihat kedua adiknya akur tak seperti tadi pagi. zyan dan jin masuk kedalam mobil elena dan pergi menuju rumah ibunya.


selama perjalan suasana mobil cukup rame, semua terlihat akur. begitu juga zyan yang tadi pagi cuek sekarang kembali seperti biasa.


mobil elena memasuki terbang rumah,


"ayo turun" ajak elena.


"iya kak" jawab kompak zyan dan jin bersamaan.


"hi hi hi kalian kompak sekali" kata elena tertawa kecil.


zyan dan jin hanya berpandangan saja. elena berjalan terlebih dulu dan diikuti zyan dan jin dibelakang.


"ibu. ini bocilnya sudah aku bawa" kata elena.


"malam jin, malam zyan. ayo kita makan bersama. kalian pasti lapar ya. yuk ibu sudah siapkan makanan enak." kata ibu dengan ramah. jin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


jin menggandeng tangan zyan kemeja makan. zyan cuma bisa pasrah tangannya digandeng jin.


"wah enak banget. aromanya juga sangat harum" kata jin terkagum kagum melihat berbagai makanan dimeja.


"jangan cuma lihat saja, duduk dan makanlah." kata ibu.


mereka berempat makan bersama dan ada tawa canda saat makan membuat suasana menjadi lebih hangat. zyan tersenyum tipis saat melihat sahabatnya bertingkah aneh.


selesai mereka makan, mereka tak langsung kembali ke asrama. mereka duduk diteras rumah sambil menikmati angin malam.


"yo ngelamun" kata elena.


"siapa yang melamun si kak" jin manyun membuat elena tertawa kecil.


"hi hi hi. zyan lagi apa? sepertinya lagi asyik." tanya elena.


"main game" jawab singkat zyan.


"ehm ngomong ngomong pr kalian sudah kalian kerjakan belum?" tanya elena.


"sudah dong kak" jawab jin


"zyan sudah dikerjakan prnya?" tanya elena.


zyan menganggukan kepalannya. zyan tiba tiba teringat sesuatu. diberhenti bermain game dan merogoh saku celananya. zyan mengambil flashdisk yang berisi proposal elena. zyan memberikannya pada elana.


"zy apa ini?" tanya elena


"flashdisk" jawab zyan kembali bermain game.

__ADS_1


"iya aku tau ini flashdisk. yang aku tanyakan isi nya apa zyan" kata elena sedikit kesal.


"oh tugas proposalmu" jawab zyan.


__ADS_2