Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 41


__ADS_3

Selesai mereka berempat makan, bel masuk berbunyi, kriiinngg. Mereka berempat kembali ke kelas. Sebelum zyan pergi meninggalkan kantin, zyan membayar makanan mereka terlebih dahulu lalu kembali ke kelas.


"Zy kamu ngapain si tadi halangi aku? Aku sudah kesal ingin menghajar mereka tau." kata jin mulai ngambek lagi.


"Sudahlah, berhenti melakukan hal konyol." kata zyan dengan tenang duduk di kursi nya.


Jin masih dengan mode ngambeknya. Sejenak tak ada yang bicara, zyan melanjutkan membaca buku sambil menunggu guru datang. Jin bermain game di ponsel nya.


Sudah sangat lama tak seorangpun guru yang datang, raiga dan soji menghampiri zyan yang masih membaca.


"hei brother. Dari tadi baca buku mulu. Gak cape apa itu mata" tanya raiga pada zyan.


"Tidak." jawab singkat zyan tanpa berpaling dari buku.


Soji memperhatikan jin yang terlihat kesal.


"Hush lihat tuh. Kaya lagi kesal." kata soji pada raiga sambil menunjuk Kearah jin yang sibuk bermain game.


"Eh zyan itu pacar kamu kenapa? Kelihatan kesel banget." tanya raiga berjalan kesamping zyan dan duduk di kursi kosong disamping kiri zyan.


Zyan melirik ke jin sebentar lalu kembali fokus pada buku.


"Jika ingin tau, tanya kan saja sendiri. Aku tidak tau." kata zyan.


Raiga dan soji agak ragu untuk menyapa jin,


" kalian lagi berantem ya?" tanya soji.


Zyan hanya menggelengkan kepalanya untuk merespon pertanyaan soji.


"Ya sudahlah. Tidak perlu mengurusin orang yang jutek seperti dia. Zyan nanti sepulang sekolah kita jalan yuk?" ajak raiga dengan suara agak keras agar jin yang berada didepan mendengarnya.


Dan sontak saja jin langsung berhenti main dan langsung menengok kebelakang dengan ekspresi marah seperti cemburu.


"Tidak boleh. Hari ini zy ada urusan yang lebih penting!" kata jin memberi peringatan.


"ppfffhh ha ha ha ha ha" kedua temannya langsung tertawa melihat reaksi jin yang langsung berubah.


Zyan menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Ekspresi jin yang marah sekaligus bingung membuat kedua temannya tertawa semakin keras.


"Ha ha ha jin jin. Lihat wajahmu itu sangat lucu. ha ha ha" kata raiga sambil memegangi perutnya yang sakit karna terus tertawa.


"Ha ha jin mudah sekali terpancing." balas soji.


Jin yang marah dan juga malu membalikkan badannya sehingga menghadap kedepan. Kedua temannya masih tertawa terbahak bahak.


Zyan menutup bukunya dan berdiri. "Eh zyan mau kemana?" tanya soji melihat zyan berdiri dia berhenti tertawa.

__ADS_1


"Toilet." jawab singkat zyan lalu berjalan keluar.


Jin masih ngambek cuma memperhatikan zyan keluar kelas.


"Hei ratu ngambek. Kenapa diam saja? Ngambek mulu nanti cepet tua loh. Hi hi hi" ejek soji.


Tapi tak ada respon dari jin.


"Ada masalah apa si? Bukannya tadi kalian baik baik saja. Kenapa sekarang malah ngambek ngambek gini." kata raiga.


Masih sama tak ada respon dari jin.


Raiga dan soji saling berpandangan, akhirnya keduanya diam tak lagi mengejek atau mengajak bicara jin.


Zyan kembali dari toilet, dan dibelakang zyan muncul seorang guru. Semua murid kembali ketempat masing masing, zyan langsung duduk.


"Selamat siang semua." sapa kuren sensei.


"Siang juga kuren sensei." jawab para murid.


"Maaf terlambat tadi ada rapat dadakan. kita mulai saja pelajarannya hari ini." kata kuren.


Waktu yang tersisa digunakan untuk menjelaskan materi bahasa inggris.


Waktu pelajaran terus berjalan sampai tiba saat pulang. Semua anak bergembira. Zyan dan jin keluar kelas, jin masih terlihat manyun.


Jin tidak menjawabnya malah semakin manyun.


"Terserah. Mau bicara atau tidak." kata zyan lalu diam lagi.


Mobil paman belum datang, zyan menunggu di halte bus didekat sekolah. Sambil menunggu zyan membuka kembali ponselnya dan melihat email yang tadi dia abaikan.


"Apa maksudnya ini?" tanya zyan pada dirinya sendiri saat melihat email dari ghostraid.


Jin yang penasaran mendekati zyan dan menengok ponsel zyan. Jin terkejut melihat ponsel zyan, ternyata zyan sedang melihat email dari ghostraid.


Jin yang penasaran akhirnya bertanya.


"Zy ini maksudnya apa?" tanya jin.


"Entah." jawab zyan.


Karena zyan sendiri tidak mengerti apa maksud ghostraid mengirimkan gambar mawar merah terbakar.


Sangat sulit dimengerti, zyan malas meladeni orang tidak jelas seperti ghostraid. Mobil yang ditunggu telah sampai, tanpa membuang waktu zyan dan jin langsung masuk kedalam.


"Maaf master. Saya disuruh tuan Yang untuk mengantar anda ke suatu tempat." kata sopir.

__ADS_1


"Iya aku mengerti." jawab zyan.


Mobil itu melaju meninggalkan halte bus.


Sampai mobil zyan disuatu tempat. Zyan dan jin turun dari mobil,


"Zy ini tempat apa?" tanya jin saat pertama kali melihat tempat olah raga.


"Kamu akan tau saat melihatnya" balas zyan.


Mereka berdua masuk kedalam tempat itu. Zyan menemui resepsionis untuk menanyakan sesuatu.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?" tanya gadis resepsionis pada zyan dan jin.


"Aku ingin bertemu dengan Aira sensei." balas zyan.


"Apa anda sudah membuat janji? Jika sudah bolehkan saya tahu nama anda?" tanya gadis resepsionis itu lagi.


"Iya, namaku zyan. Aku sudah membuat janji dengannya" kata zyan.


"Oh iya, Aira sensei sudah menunju anda dikoridor 4. Anda silakan masuk dan lurus saja, nanti akan ada tulisan ruangan Aira sensei." jelas gadis resepsionis itu dengan ramah menunjukan arah jalan.


"Arigatao, nee-san." kata zyan dan jin bersamaan.


Gadis resepsionis itu tersenyum hangat. Zyan dan jin segera pergi ketempat yang sudah ditunjukan oleh gadis resepsionis itu. Mereka berjalan menyusuri koridor.


"Zy, jadi disini ya tempat yang paman yang katakan." kata jin sambil mereka jalan.


"Iya, aku harap ini akan berhasil." balas zyan.


Mereka sampai dikoridor 4 seperti yang dikatan gadis resepsionis itu, disitu ada tulisan ruang yoga. Zyan membuka pintu dan segera masuk.


"Permisi." sapa zyan dan jin saat pertama masuk.


Terlihat seorang wanita sedang duduk bersila sambil memejamkan matanya.


Karna mendengar suara seseorang, dia membuka matanya perlahan. Dilihatnya zyan dan jin yang datang dengan masih menggunakan seragam sekolah dibalik jaketnya.


Wanita itu tersenyum ramah kepada kedua tamunya. "Masuklah. Kalian pasti zyan dan jin?" kata wanita itu yang tak lain adalah Aira sensei.


Guru yoga yang akan mengajari zyan untuk mengontrol emosinya yang masih labil.


"Iya benar sensei. Aku zyan dan ini jin." kata zyan memperkenalkan diri dengan membungkuk memberi hormat. Wanita itu tersenyum hangat pada mereka berdua.


"Letakan tas dan sepatunya disitu. Dan kemari lah." pintanya.


Zyan dan jin melepaskan tas dan sepatu mereka dan berjalan mendekati Aira sensei. "Duduklah. Karna kalian masih baru, aku akan mengajari dasar yoga terlebih dahulu." kata Aira sensei.

__ADS_1


Zyan dan jin mempelajari teknik dasar pelatihan yoga. Zyan terlihat serius karna dia tidak ingin hal yang sama terulang kembali.


__ADS_2