
"master, kemana kita akan pergi?" tanya sopir pada zyan.
"Haruka Akaba. Malam ini aku tidak kan pernah melepaskannya." kata zyan yang dipenuhi amarah.
Jin yang melihat sorot mata tajam zyan menjadi ketakutan.
Mobil zyan berhenti tak jauh dari gerbang komplek perumahan elit.
"Tetap disini. Jin kamu awasi diluar, cukup aku saja yang masuk." perintah zyan.
Jin hanya menurut saja, dia berjaga diluar. Entah karna keberuntungan atau kesialan, tiba tiba lampu padam. Ini memberi keuntungan bagi zyan untuk masuk kedalam rumah tanpa diketahui siapapun.
Didalam rumah Haruka akaba, semua keluarga tengah berkumpul diruang tamu. Akaba berserta istri dan kedua anak perempuannya tidak menyadari bahwa kematian sedang mengintai keluarga mereka.
"Shion tolong ambilkan lilin didapur." pinta istri akaba pada putri pertamanya.
"baik bu." jawab shion. Shion bangun dan berjalan kedapur, karna keadaan saat itu gelap.
Shion berjalan dengan perlahan meraba dinding.
Adik shion yang masih berumur 2 tahun ketakutan karna melihat bayangan hitam melintas dijendela, adik shion langsung menangis dan memeluk ibunya dengan kuat.
"Ada apa li'er?" tanya istri akaba.
Tapi anaknya itu tidak menjawab hanya menunjuk kearah jendela. Akaba dan istrinya ikut melihat ke jendela dan tak ada apapun. Keduanya bingung, melihat putrinya ketakutan.
Ketika suami istri ini sedang kebingungan, tak jauh dibelakang suami, seseorang berjalan dengan membawa pedang dan menggesekkannya kelantai. Sreek sreek sreek bunyi gesekan pedang membuat akaba menengok kebelakang dan alangkah terkejutnya dia melihat seseorang berjalan kearahnya sambil membawa pedang.
"SIAPA ITU?!" teriak Haruka tak melihat begitu jelas karna keadaan yang gelap dan hanya ada penerangan cahaya bulan dari balik jendela.
Shion sudah menemukan senter dan bergegas menuju kedepan. Dia berhenti tiba tiba karna mendengar teriakan ayahnya. Hati berdetak kencang, shion tiba tiba menjadi ketakutan tapi shion tetap berusaha berjalan keruang keluarga. Dengan menggunakan senter, shion menerangi jalan. Shion sampai diruang keluarga, dan betapa terkejutnya dia melihat seseorang sudah berada didepan ayahnya dan siap mengayunkan pedangnya.
"Aaaaaaaayyaaahh" teriak shion.
Ibu dan ayah shion ikut terkejut.
Tanpa banyak bicara lagi, zyan menancapkan pedangnya dipaha kanan akaba.
__ADS_1
"Aaahhhh!!" teriak akaba kesakitan.
Tiba tiba lampu menyala dan nampak jelas pria yang membawa katana itu. Akaba terkejut saat tau siapa yang menusuk kakinya.
"Kau!! Mawar hitam." kata akaba.
"Hm jadi kau sudah tau siapa aku. Harusnya kau pun tau alasanku disini." kata zyan.
Tubuh akaba langsung gemetar ketakutan.
"Ra cepat bawa anak anak ketempat yang aman." perintah akaba pada istrinya.
Istrinya segera mendekap putri kedua mereka dan berlari keshion. Saat istri akaba akan melarikan diri bersama kedua anaknya dengan sigap zyan menembak kearah dinding dibelakang shion berdiri untuk memberi peringatan. Dorr. Satu peluruh mendarat tepat didinding, shion membeku karna sedikit lagi mengenai wajahnya.
"Cih meleset. Jika kalian mencoba kabur, peluru ini akan langsung mendarat dikepala!! Diam disana jika tidak ingin mati." kata zyan.
Akhirnya istri akaba berserta kedua anaknya hanya bisa terduduk diam dan terus ketakutan. Istri akaba tak berhentinya menangis dan memohon.
"Tolong jangan sakit anak dan istriku. Mereka tidak tau apa apa." kata akaba memohon.
Zyan menatap akaba dari balik topengnya dengan penuh kebencian.
Disaat ibunya memohon untuk dilepaskan tapi apa yang dia lakukan. Akaba malah menendang tubuh ibu zyan hingga tak sadarkan diri.
"Apa kau dulu melepaskan ibuku!! Dulu ibuku memohon padamu untuk melepaskan kedua anaknya tapi apa yang kamu lakukan. Kamu malah menendang tubuh ibuku sampai dia tidak sadarkan diri. Kau juga membunuh adikku yang masih kecil dengan menembaknya. Apa kau lupa apa yang kamu lakukan pada ibu dan juga adikku!! Apa kau sudah mengingatnya!!" amarah zyan sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Apa yang kamu lakukan pada adikku, akupun bisa melakukannya pada anakmu." kata zyan.
Akaba hanya bisa menangis memohon.
"Tolong jangan sakiti anak dan istriku. Lakukan apa yang kamu mau padaku tapi tolong jangan sakiti anak dan istriku. Tolong maafkan aku." Akaba terus mohon tapi percuma saja.
Kemarahan dan kebencian zyan sudah masuk kedalam tulang dan menjadi bagian dalam dirinya.
Istri akaba terkejut mendengar semua perkataan zyan, dia tidak menyangka suaminya akan sekejam itu.
"Kau benar benar kejam. Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu tidak memikirkan nasib keluargamu?" tanya istri akaba sambil menangis pilu.
__ADS_1
Akaba hanya bisa terdiam tak mampu berkata.
"Tak ada artinya kamu memohon dan meminta maaf padaku sekarang. Pergi lah ke neraka dan minta maaflah pada semua keluarga zhan yang telah kamu bantai." kata zyan.
Saat zyan akan menarik katana nya, dia melihat ke arah shion yang tak berhenti menangis ketakutan lalu zyan mengambil pistol dan mengisinya dengan peluru obat bius. Dengan sekali tarikan peluru bius itu menancap dileher shion. Dan shion pun terjatuh tak sadarkan diri.
"Shionn" teriak istri akaba.
"Dia hanya pingsan." jawab zyan lalu menarik katana nya yang sejak tadi menancap di kaki akaba.
"Aaarrrgghhhtt" teriak akaba menahan sakit. Dengan cepat zyan mengayunkan pedangnya pada akaba.
craass. Istri akaba segera memeluk anaknya agar tak melihat adegan menyeramkan ini. Akaba langsung terjatuh tak bernyawa. Darah menyebar kemana mana, dan juga mengenai baju zyan.
"Selesai sudah." kata zyan menatap nanar tubuh akaba.
Pandangan zyan beralih ke istri akaba yang terduduk ketakutan sambil memeluk putrinya.
"Tolong jangan bunuh aku. Aku tidak tau apa apa." istri akaba terus memohon.
Melihat istri akaba yang terus menangis dan memohon mengingatkannya pada ibunya dulu. Zyan tak jadi membunuh istri dan anak akaba.
"Tidak ada gunanya lagi. Tugasku sudah selesai. Aku harap kau tidak mengatakan hal yang tidak berguna." kata zyan.
Zyan lalu pergi dari rumah itu dan kembali ketempat jin. Jin yang sejak tadi mendengar percakapan zyan dengan akaba, ikut merasa sedih.
"Zy kamu baik baik saja." tanya jin khawatir. Zyan tak menjawab dan langsung masuk kedalam mobil.
Didalam komplek mulai rame karna para tetangga mendengar berapa suara teriakan dan tembakan.
"kita kembali." perintah zyan pada sopirnya,
"Baik master." jawab sopir.
Lalu mobil hitam melaju dengan cukup kencang. Jin terus memperhatikan zyan yang terus memandang keluar jendela.
"Zy sebaiknya kamu ganti baju dulu. Itu bajumu kena darah, jika ada orang yang melihatnya, itu akan menimbulkan kecurigaan." kata jin.
__ADS_1
Zyan baru menyadari kalau jaketnya ada noda darah. Zyan segera mengganti jaketnya, dan jaket yang tadi terkena noda darah akan dicuci oleh pelayan zyan di villa.